Kubeli Suamimu

Kubeli Suamimu
Bulan Madu


__ADS_3

Syakila dan juga Shanum sudah bersiap, di bawah sudah sang mama yang sedang menunggu bersama Farrel.


"Bunda, Shanum sudah siap. Shanum cantik nggak bunda?" tanya Shanum


"Cantik sekali, ayuk kita keluar sekarang. kasian Uti udah nunggu" ujar Syakila


Mereka pun segera keluar kamar dan segera menghampiri Amelia.


"Sya, sepertinya kita harus kembali. Tadi Diana telpon, jika perusahaan sedang tidak baik " ujar Amelia


"Mama serius,?" tanya Syakila


"Mungkin sudaj waktunya kau kembali nak. Sepertinya menghindar terlalu lama tidak baik." sahut Amelia


"Iya mam, Syakila pikir juga begitu," tambah Syakila


Ahirnya rencana untuk jalan jalan di batalkan. karena Syakila kembali ke kota aslinya. Dan melanjutkan pekerjaannya yang sempat ia tinggalkan.


Hanya membawa beberapa koper pakaian, karena kemungkinan Syakila akan kembali kesini untuk melanjutkan usaha butik yang ia dieulan bersama sepupunya.


"Bunda, apa Shanum akan bertemu dengan ayah?" tanyanya


"Ayah, bisa saja. Jika ayah sudah kembali. Kau merindukan ayah yaa," tanya Syakila


"Rindu ayah." jawab nya


Syakila memeluk sang putri, "Ayah pasti juga rindu Shanum. Shanum doakan ayah biar selalu di beri kesehatan." sahut Syakila


"Iya, Shanum doakan ayah tiap hari." jawabnya


Setelah perjalan sekitar 2 jam lebih 10 menit berada di udara. Kini Syakila dan juga Shanum serta sang mama sudah mendarat di jakarta. Syakila segera turun dari pesawat dan melangkah bersama sang mama, Shanum terasa di gendingan Syakila.


"Bunda, Shan mau jalan sendiri." rengeknya


"Tidak nak. Nanti kau kelelahan." ucapnya.


"Bunda, Shan pingin jalan sendiri." lagi lagi Shanum merengek minta di turunkan. Alhasil Syakila pun tidak bisa menolak karena Shanum akan ngambek jika tidak turuti.


Shanum berlari lari kecil seraya berceloteh ria. Hingga tak menyadari jika dirunya sudah berada di atas tangga.


"Shanuumm awaasss....!" Seru Syakila


Haaappp... Beruntung ada pria baik yang sedang berjalan di dekat Shanum, sehingga Shanum tidak jadi jatuh ke bawah.


"Sayang, kau tidak apa apa kan? Nggak ada yang sakit." ujar Syakila


"Nggak ada bunda, Shanum tidak apa apa." jawabnya.


Pria itu hanya memandang hiba pada kedua wanira beda usia di depan nya.


Wanira yang ia rindukan sudah berada di depan nya. "Terim....ma kasih.." ucap Syakila yang sempat menggantung.

__ADS_1


"Sya, dia.." ujar Iqbal


"Terimakasih sudah menolong putri saya." jawab nya. Lalu segera berjalan meninggalkan Iqbal yang masih terpaku pada gadis kecil yang berasama mantan istrinya.


"Bunda, jangan cepat cepat, Shan ketinggalan." jeritnya.


Syakila segera menekankan langkahnya, ketika berpapasan dengan Ratih.


"Hai, apa kabar Sya?" tanya Ratih. Seraya memandang gadis kecil yang berasama Syakila


"Seperti yang kau lihat, aku baik." jawab nya, sebenarnya enggan untuk menanggapi sapaan dari Ratih


"Kami akan berbulan madu, doakan biar kami cepat di beri momongan." bisiknya


Syakila menyeringai, "Selamat" ucapnya lalu segera pergi meninggalkan Ratih yang masih berdiri dengan mulut terbuka.


"Kurang ajar, sombong sekali dia." gumamnya


Ratih melihat Iqbal masih memandang kepergian Syakila. Lalu segera menghampirinya.


"Kau sudah lama?" tanya nya. Iqbal baru tersadar jika dirinya baru saja bertemu dengan mantan istrinya bersama putrinya.


"Maaf mbak. Saya harus kembali." ucap Iqbal, Iqbal berlari mengejar Syakila dan juga Putrinya. Iqbal melihat kepergian mereka dengan mobil pribadinya


"Iqbal, jangan bodoh.. Kau harus buktikan jika kau mampu meraih mimpimu tanpa mantan istrimu. Lihatlah Syakila saja sudah tidak peduli dengan mu. Lalu apa yang akan kau lakukan." ujar Ratih


"Saya hanya ingin bertemu dengan putri saya mbak, saya sangat merindukannya." ucap nya. Lalu segera menyetop taxi.


Iqbal tertohok denga ucapan Ratih. benar yang di katakan atasannya. Dia harus profesional untuk pekerjaan ini. Iqbal berbalik dan segera cek in, karena sebentar lagi pesawatnya akan segera terbang.


"Ku harap kau bisa bekerja dengan baik. Aki tudak ingin kau terlalu sibuk dengan masalahmu Bal." ujar Ratih.


"Ya mbak, maafkan saya." ucap nya


berbeda dengan Syakila.


Syakila di buat bingung dengan pertanyaan pertanyaan dari putrinya. Syakila tidak mau berbohong, Syakila menjawab semua pertanyaan yang di ajukan oleh Shanum.


"kapan bunda ingin mempertemukan Shanum dengan ayah?" tanya nya dengan suara yang masih belum jelas


"Tadi sudah ketemu." jawabnya


"Tadi yang mana?" tanya nya lagi. seperti itulah Shanum selalu menuntut jawaban jika belum puas


"Tadi, yang menolong Shanum itu ayah." jawab nya


"Tadi ayah bunda, kenapa bunda tidak bilang?" jerit Shanum


"Shanum tidak tanya, jika suatu hari Shanum melihat ayah Shanum, Shanum kan sudah tau."jawabnya


Shanum melihat wajah Syakila, yang seperti menyimpan kesedihan. Shanum terdiam lalu segera menempel pada lengan Syakila.

__ADS_1


"Bunda, wanita tadi itu siapa?" tanya Shanum


"Wanita yang mana?" tanya nya


"Yang tadi, yang ngobrol sama bunda" timpal Shanum mencoba mengingatkan Syakila


"Oh dia. Dia itu istri baru ayah Shanum." jawab nya


"Oohh.. Istri itu apa bunda?" tanya nya


"Istri itu, orang yang menemani ayah kamu di mana pun ayah kamu berada." jawabnya


"Apa Juga ada Shan lain di ayah sekarang.?" tanya nya


"Bisa saja ada Shanum lain. Bunda juga tidak ngerti." jawabnya


"Oohh iya, kita mampir makan dulu ya," sahut Amelia.


Amelia tidak pernah ikut campur urusan Syakila dengan pria yang sedang dekat dengannya. Amelia hanya berharap putei dan cucunya bahagia sehat sehat selalu. Juga tidak memaksa untuk segera menikah kembali. Takutnya Syakila akan salah memilih laki laki lagi.


"memangnya bil Nur tidak masak ma?" tanya Syakila


"Bik Nur sedang libur 7 hari. Karena ada acara hajatan gitu.," jawabnya


○○○○


Syakila kembali bekerja, setelah beristirahat 2 jam di rumah.


kini Syakila tengah sibuk dengan berkas yang Diana berukan.


Selama Syakila di luar negeri. Sang mama yang mengurus pekerjaannya. Jadi perusahaanya tidak di tinggal begitu saja.


"Hai, kau pasti Shanum?" tanya Diana girang.


"Iya tante, Ini Shanum anak bunda Sya." jawabnya


"Oh Di, kita akan makam siang di luar." ujarnya


"Iya Sya, Sya..." panggilnya


"Iqbal masih sering mengintai kantor ini. Sepertinya dia tak bisa lepas darimu." tambahnya


"Sudah lah Di, aku sedang tidak ingin membahasnya. Dia sudah punya istri." jawabnya


"Kau tau darimana?" tanya Diana. Padahal Diana tidak pernah mendengar berita itu.


"Tadi aku bertemu dengan nya di bandara. Sepertinya mereka akan berbulan madu." ucap nya acuh. Syakila segera masuk ke ruangannya. Dam disusul oleh putri kecilnya.


Shanum langsung duduk di sofa. Dan segera menggelar mainannya di atas karpet


Syakila mulai sibuk dengan berkas berkasnya

__ADS_1


__ADS_2