
"Mas Iqbal sedang mandi Bu. silahkan ibu tunggu sebentar. kebetulan Syakila juga baru selesai masak kita makan bersama aja." jawab Syakila
Bu Rohmi hanya mendengkus menanggapi menantunya. tidak banyak bicara karena hanya ingin menemui putranya.
Bu Rohmi lupa jika yang ia injak itu adalah rumah menantu nya. bukan rumah putranya.
"Ibu mau minum apa?" tanya Syakila
"Kalo udah tua. tidak usah di tawari mau minum apa." jawabnya dengan nada super judes.
"Ibu.. kalo di tanya mau minum apa itu di jawab dong Bu.." tiba tiba Iqbal datang dan langsung menegur ibunya yang tidak ada lembut lembutnya sama Syakila
Syakila segera menoleh keasal suara tersebut. lalu tersenyum melihat suaminya sudah selesai dengan ritualnya
"Dek.. mas air putih hangat aja ya. ibu juga air putih hangat." Iqbal segera menjawab pertanyaan dari ibunya
"Tidak... ibu minum teh manis panas. jangan manis manis." sela ibunya
Iqbal kembali tersenyum pada istrinya. lalu mengangguk agar istrinya itu segera kedapur.
"Ibu ada apa sih?" tanya Iqbal setelah Syakilla meninggalkan ruang makan
"Kau kan sudah kerja, kenapa kau tetap memberi uang bulanan segitu sama ibu. Iqbal, kebutuhan ibu itu juga banyak. uang segitu mana cukup." ujar Bu Rohmi
"Ibu.. Iqbal kerja juga baru 2 bulan. Iqbal belum menghasilkan gaji yang sesuai Bu." jawab Iqbal
"Kau kan kerja pada istrimu, kau mintalah gaji yang besar. kau itu di sana punya jabatan tinggi. tentu gajimu sudah banyak." Bu Rohmi kembali berkata dengan nada kesal.
"Ibu.. yang..." Iqbal tak lagi melanjutkan kata katanya saat istrinya sudah datang dengan membawa minuman pesanan suami dan mertuanya
"Ibu.. ayo di makan, kok cuma di lihatin aja." Ucap Syakila
"Iya dek." jawab Iqbal
Selama dua bulan setelah resain dari perusahaan. Syakila fokus untuk ikut kursus masak. mendatangkan guru kerumah karena Syakila lebih suka belajar sambil praktek.
"Wahhh.. menu baru lagi." celetuk Iqbal
"iya mas. tadi chef Ayu mengajarkan menu baru." jawabnya
"Jadi masak pun kau pakai guru. kau belum bisa masak?" lagi lagi Bu Rohmi mengomentari kegiatan Syakila
__ADS_1
"Ibu.. sudahlah ayo di makan. di nikmati hasil masakan istriku." ujar Iqbal
Bu Rohmi segera menyendok nasi dan lauk yang sudah tersedia. Iqbal sudah mulai menyantapnya.
"bagaimana mas, enak nggak?" tanya Syakila. walau mendatangkan chef kerumah. tapi Syakila yang memegang kendali semuanya. Chef hanya memberi petunjuk petunjuk saja
Iqbal mengangguk menikmati hasil masakan istrinya
"Tentu enak. orang yang masak chef." sahut Bu Rohmi
Syakila hanya menunduk sebagai responnya, tak ingin membalas ucapan ibunya. Iqbal hanya mengelus punggung tangan Syakila agar tidak di masukkan ke hati.
Syakila kembali mengangguk merespon isyarat yang di berikan suaminya.
Setelah makan malam. Bu Rohmi segera merajuk pada Iqbal untuk memberi uang tambahan. karena uang yang kemarin di kasih sudah habis
Syakila mendengar semua Omelan ibunya tentang dirinya tadi saat di dapur. ibunya ngomel ngomel nggak jelas hanya demi uang.
Setelah Syakila selesai membersihkan dapur dan meja makan, Syakila segera pergi ke kamar.
Syakila mengambil amplop berwarna coklat dan mengisi sejumlah uang untuk ibunya. Syakila berusaha memenuhi kebutuhan ibunya. namun sepertinya ibu mertuanya tidak pernah menganggap itu suatu kebaikan. seolah olah apapun yang ibunya terima itu memang sudah sepantasnya. apalagi Bu Rohmi selalu menganggap Syakila wanita yang tidak baik.
"ibu.. nanti insya Allah bulan depan Iqbal tambahin Bu. ini Iqbal baru 2 bulan kerja. dan itu sebenarnya Iqbal belum mendapat honor segitu." jawab Iqbal
Iqbal segera mendongak memandang istrinya dengan mengangkat alis.
"Ini buat kebutuhan ibu. tidak banyak, mungkin bisa untuk makan selama 1 bulan." ucap Syakila seraya mengangsurkan amplop coklat pada ibunya.
Bu Rohmi segera mengambil lalu membukanya isi amplop itu. terlihat sekali ada kebinaran di mata rapuh itu. Syakila tersenyum 'Semiga ibu tidak julit lagi padaku.' mohonnya dalam hati
"Terimakasih." ucapnya lirih. yang di angguki oleh Syakila
"Iqbal ayo antar ibu pulang. ibu tak bisa nginap disini." kata Bu Rohmi sambil menenteng tas kecilnya.
"ibu menginap saja. ini sudah malam. dan sebentar lagi kami mau keacara nikahan rekan bisnis." ujar Iqbal
"tidak mau.. ibu mau pulang saja. ibu tidak biasa tinggal di rumah gedongan seperti ini."
"mas, sudah ikuti saja kemauan ibu." sahut Syakila sebelum suaminya itu kembali membantah.
"tapi dek."
__ADS_1
"tidak apa apa mas. aku mau siap siap dulu sambil nunggu kamu datang." balasnya
"ya sudah, mas ngantar ibu dulu yaa.."
Syakila segera bersiap siap untuk menghadiri acara pernikahan rekan bisnis nya. setelah suaminya berangkat mengantarkan sang ibu.
...••••...
"Ibu.. itu siapa?" tanya Iqbal, setelah spai depan rumah ibunya.
"ibu juga tidak tau." jawabnya
"Iqbal sampai sini saja ya Bu.." pamitnya
"ya udah.. hati hati." ucapnya
Iqbal segera menyalakan mesin mobilnya kembali. sedangkan ibunya segera memasuki pekarangan rumahnya.
"ibu.." seru Ratih
"hlo kau nak Ratih, sudah dari tadi?" tanyanya
"tidak Bu.. baru saja kok." jawabnya
"ada apa tumben datang kesini malam malam." tanya Bu Rohmi
"tadinya Ratih mau minta tolong ibu. undang Iqbal kesini untuk antar Ratih hadiri acara."
"Iqbal baru saja pergi. tadi ngantar ibu, katanya mereka juga ada acara apaa gitu ibu nggak tau." ucapnya
"yaahhh..kok nggak di suruh masuk dulu Bu." tanya Ratih
"terburu buru." jawabnya
akhirnya Ratih pun berpamitan untuk pergi sendiri. karena Iqbal juga punya acara lain.
...•••...
Brugghhh...
"ouuhh.." pekik syakila
__ADS_1
________________
*Nggak ada yang mau kasih bunga atau kopi gitu.* 😏😏