Kubeli Suamimu

Kubeli Suamimu
Memperlakukan istri


__ADS_3

"Mas, Mas iqbal. Ku mohon maafkan aku mas, aku masih mencintaimu." serunya, Imel sangat frustasi setelah di tinggal oleh pria yang ternyata masih menempati hatinya.


Tak berapa lama Iqbal sudah sampai di depan rumah istrinya. Iqbal berhenti dan segera turun dari taxi, setelah membayar taxi, Iqbal segera berjalan menuju gerbang.


Krekkk....kreekkk... Kreekkk..


"Kok di kunci sih? Apa Syakila marah?" batin Iqbal.


"Apa belum sampai rumah?" monolognya.


Iqbal segera mengeluarkan ponselnya, dan segera menelpon nomer Syakila, namun nomer itu tidak aktif.


Dari lantai atas, Syakila melihat suaminya yang tengah kebingungan karena tidak mendapat pintu masuk. "Kau yang meminta untuk ini semua mas, bukankah kau sudah berjanji akan memperbaiki semuanya, tapi kenapa kau malah mempermalukan aku di depan mantan istrimu?" gumamnya.


Syakila segera menutup gorden jendelanya, lalu segera. rmbadingkan tubuhnya di atas kasur.


Pedih... itulah yang Syakila rasakan saat ini. Setelah di perjuangkan oleh suaminya. Namun tiba tiba di hempaskan dengan cara sang suami yang sangat melukai hatinya.


Sedangkan Iqbal, Iqbal berusaha memanjat pagar rumahnya. Iqbal pikir Syakila pergi kerumah mamanya. Namun Iqbal sangat terkejut, saat melihat di teras rumahnya ada koper miliknya.


"Syakila, kau benar benar kecewa padaku." gumamnya. Padahal Iqbal pikir semuanya akan baik sik saja. Namun Iqbal salah, sang istri tidak terima dengan keputusannya.


"Sya, bukain pintunya Sya. Mas minta maaf.. Tolong bukain pintunya." Seru Iqbal seraya mengetok pintunya.


Namun Syakila tidak mau keluar. Dan melanjutkan untuk tidur. Karena besok Syakila akan ngantor lagi, dan mengambil posisinya kembali.


○○○


Syakila terbangun, saat pintu di ketuk dengan sangat karas dari luar.


Syakila mengerjapkan matanya, lalu segera memiringkan tubuhnya dan lanjut bangun. Syakila segera membuka pintu kamar dan.


PLAAKKK.... Syakila langsung mendapat tamparan pada pipi kirinya.


Syakila meringis seraya memegang pipinya yang panas.


"Bu, jangan bu.. ini bukan kesalahan Syakila. Tapi Iqbal yang salah bu." ucap Iqbal seraya menarik tangan ibunya.


Syakila hanya diam menatap mereka bergantian dengan tatapan yang datar.

__ADS_1


"Dasar, istri nggak menghargai suami. suami bekerja malah di usir. jadi ini.. ini.. yang di namakan istri baik, Iqbal" ujar Bu Rohmi.


Syakila segera melenggang berjalan ke dapur untuk membuat susu. Tak ingin menanggapi perdebatan dengan ibu mertuanya tentang ucapan ucapan yang terlontar.


"Dasar, menantu nggak ada ahlak. Jadi begini kau mempermainkan pernikahan. jadi begini cara kau menyambut mertuamu?" tanya Bu Rohim dengan langkah mengikuti Syakila.


"Ibu. Sudah bu.. Jangan di perpanjang." tegur Iqbal.


"Sya, maafkan ibu ya." ucap Iqbal.


Setelah membuat susu, Syakila kembali duduk menikmati susu hangat. Tidak tahan dengan ocehan mertuanya. Syakila segera beranjak dari tempat duduknya dan segera berjalan kembali ke kamar.


"Bik, hari ini aku akan makan diluar, kalau bibik mau istirahat di rumah. Istirahat saja pulang." ucap Syakila


"Ba... Baik Nona." jawabnya.


Syakila segera pergi meninggalkan suami dan mertuanya. Iqbal segera menyusul Syakila di kamarnya.


"Sya, aku tau kau marah padaku. Tapi Ku mohon dengarkan penjelasanku sekali lagi. Setelah itu aku tidak akan memaksamu lagi." ucap Iqbal.


Syakila tetap tak menghiraukan suaminya, Syakila langsung masuk ke kamar mandi untuk bersiap ke kantor.


Setelah tak begitu lama. Syakila melihat Iqbal masih setia menunggunya. Syakila segera merias wajahnya dengan ala kadarnya. Seperti yang sering ia lakukan.


Setelah selesei dengan riasannya, Syakila segera keluar. Iqbal hanya bisa menyesali perbuatannya tadi malam. Seandainya saja Imel tidak datang. Mungkin saat ini, Kami masih bercanda ria.


"Iqbal, istrimu itu.. Mentang mentang orang kaya, seenaknya memperlakukan kita." adu bu Rohmi


"Ibu, ibu sebaiknya pulang, biar Iqbal urus semuanya." ujar Iqbal


"Iqbal, kau mengusir ibu..?" tanya Bu Rohim yang sangat terkejut dengan sikap anaknya yang berubah.


"Ibu, mengertilah. Hubungan kami sedang tidak baik baik saja. Iqbal sudah membuat Syakila kembali kecewa." ucap Iqbal


"Oh ya, ibu kesini. Karena tadi malam ibu dapat cerita dari Ratih. Kalau kemarin Ratih melihat Syakila di rumah sakit. memangnya Syakila kena penyakit apa?" tanya Bu Rohim


"Syakila sedang hamil anakku bu, jadi Ku mohon ibu pulang dulu. Nanti malam Iqbal kerumah ibu." ujar Iqbal


"Ya sudah, ibu pulang dulu. Ingat selesei kan masalahmu secepatnya." ujar Bu Rohmi

__ADS_1


Iqbal segera bersiap ke kantor untuk menyusul istrinya. Setelah memastikan sang ibu pulang.


...○○○○...


Syakila tengah berbicara serius dengan pengacaranya. Syakila sudah bertekad akan menggugat cerai suaminya. Sudah cukup dirinya merasakan kepedihan yang di lakukan suminya. Tujuan menikah adalah membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah, bukan rumah tangga yang banyak masalah.


"Tapi, bu Syakila kan sedang mengandung?" tanya Pak Yoga sebagai pengacara yang akan menangani perceraian Syakila.


"Memang kenapa kalau saya sedang mengandung anaknya. Apa itu akan menghambat proses perceraian kami?" tanya Syakila


"Sebenarnya tidak masalah. Karena masa iddah wanita hamil adalah sampai dia melahirkan." ucap nya


"Hanya saja, saya kasian di saat anak itu lahir, dia malah tidak bisa bertemu dengan ayahnya " ucap Pak Yoga.


"Saya tidak akan menghalangi mereka untuk bertemu pak. Saya bukan wanita yang jahat." sahut Syakila.


Iqbal tiba tiba saja masuk ke ruangan Syakila. Dan Iqbal di kejutan dengan kehadiran tamu pria di ruang Syakila.


"Sya," ucap nya


"Maaf mas, ini sudah menjadi ruanganku. Dan aku sudah memindahkan ruangan mu bersebelahan dengan Diana." ucap Syakila


"Sya. Aku ingin bicara sesuatu padamu." ucap Iqbal


"Kalau ada yang ingin kamu bicarakan. Kau bisa langsung bicara dengan pak Yoga, pak Yoga ini yang akan mengurus perceraian kita mas," ucap Syakila


"Sya,"


"Saya masih sibuk, mungkin pak Yoga bisa menjelaskan nya." sahut Syakila mantap dan tanpa melihat wajah Iqbal.


Iqbal pun terpaksa harus keluar. Dan harus memasuki ruangan yang bersebelahan dengan Diana.


Iqbal masuk ruangan dan melihat Diana sudah sibuk dengan komputernya, Iqbal segera duduk dan melihat Diana


"Aku pernah bilang, jangan pernah kecewakan sahabatku. Tapi kau tidak memperdulikan nya." ucap Diana. Seraya jemari tangannya masih lincah di atas Keyboard di depannya.


"Diana, bisa kah kau membantuku,?" tanya Iqbal.


Diana menoleh lalu memandang wajah Iqbal yang terlihat ada gurat penyesalan di sana. "Kalau mengenai hubungan kalian. Aku tidak bisa, karena itu bukan wilayah ku untuk ikut campur rumah tangga kalian." jawab Diana

__ADS_1


"Aku hanya ingin kau mau membujuk Syakila, untuk tidak memutuskan perceraian." ujar Iqbal


"Iqbal, kau lupa siapa aku? Aku tegaskan sekali lagi. Syakila adalah sahabatku, dan aku tidak suka melihat sahabatku terluka. Apa kau tau.. Syakila sudah berusaha menerima mu. Syakila sudah berusaha bersabar dengan sikap mu yang tidak berpegang pada komitmen yang sudah kau janjikan. Syakila letih, Syakila cape Iqbal, jika setiap hari harus di hadapkan dengan wanita wanita yang tidak bisa menerima dirinya. Syakila sudah terlalu memakan hati dari ucapan ucapan ibumu yang menyakitkan. Dari sikap mu yang tidak pernah membela nya. Jadi mungkin lepaskan Syakila dengan baik baik. Sebagaimana dulu Syakila mendapatkan mu dengan cara baik." kata Diana panjang lebar. Jujur Diana sangat tidak tega saat Syakila bercerita tentang suami dan ibunya. Di tambah lagi dengan wanita wanita yang hadir silih berganti. Tanpa ada sikap tegas dari Iqbal


__ADS_2