Kubeli Suamimu

Kubeli Suamimu
Aku lebih suka mendengarkan kata hatiku


__ADS_3

"Duhh nak Ratih, kau sudah lama di sini?" tanya ibu Rohmi berbasa basi


Ratih tersenyum, sembari wajahnya melongokkan kedalam.


"Itu, Iqbal di pecat dari kantor Syakila." ujar Bu Rohmi


"Oohh, kalau gitu suruh kerja di kantorku saja bu, kebetulan Saya lagi butuh asisten buat saya." timpal Ratih


"Kau yakin nak mau mempekerjakan Iqbal,?" tanya bu Rohmi


"Yakin bu, jika Syakila saja bisa menyerahkan perusahaan itu pada Iqbal. Kenapa saya tidak jadikan saja asisten saya." sahut Ratih


"Asisten ya?" tanya Bu Rohmi sedikit kecewa


"Asisten itu, yang akan menemani Ratih kemanapun Ratih berada bu." sahut Ratih. "Karena apa, bu? karena Ratih ingin selalu berdekatan dengan Iqbal." tambahnya


"Iqbal, niihh nak Ratih saja mau mempekerjakan kamu. seharusnya kamu lepaskan Syakila, Ratih itu cinta sama kamu." ucap Bu Rohmi


"Assalamualaikum." sapa Syakila tiba-tiba. Sontak ketiga orang itu pun menoleh dan melihat kedatangan Syakila.


"Sya, ini tidak seperti yang kamu kira. ini hanya salah paham." ujar Iqbal


"Kenapa?" tanya nya.


"Apa yang mereka bicarakan, tidak usah kau dengar Sya. Aku hanya ingin kita kembali seperti dulu lagi." ucap Iqbal.


"Untuk apa aku mendengarkan kata mereka. Aku hanya akan mendengarkan kata hatiku. Jadi tidak usah hawatir." ucap Syakila. " Dan Aku datang kesini karena ingin mengantarkan surat gugatan cerai kita sudah keluar." ucap nya seraya mengangsurkan amplop coklat.


"Tanda tangani ini. Dan kita akan segera selesei." ucap Syakila dengan angkuh. Mungkin angkuh di depan wamita sombong adalah pilihan yang harus di lakukan.


"Sya, apa kau tega memisahkan kami?" tanya Iqbal


"Kau boleh menemui dia, aku tidak akan melarang nya. Karena dia juga anakmu." ucap Syakila.


"Saya harus pergi," pamit Syakila


"Sya, Syakila.. Tunggu Sya..." seru Iqbal. Namun Syakila tetap melenggang pergi meninggalkan rumah orang yang tidak pernah menganggapnya.


"Iqbal, sudahlah.. Lagian ibu juga tidak akan mengakui dia itu cucuku. Kau jadi pria yang kuat dong. Jangan lemah kek gini." gerutu Bu Rohmi

__ADS_1


"Syukurlah, Syakila mau melepas Iqbal. Itu artinya aku akan punya banyak kesempatan untuk mendapatkan Iqbal kembali. " batin Ratih.


Iqbal kembali masuk, ketika Syakila tidak mau berhenti dan tetap melanjutkan jalannya.


"Iqbal, sudahlah.. Masih banyak wanita yang mau sama kamu. Kamu itu tampan. Jadi jangan takut kau tidak akan mendapatkan istri lagi" ucap bu Rohmi


Iqbal berhenti melangkah, lalu segera berbalik dan menatap wajah wanita yang sudah keriput. "Ibu sudah puas menghancurkan keluargaku bu? Menantu sebaik Syakila saja ibu tidak bisa menerima. Lantas menantu seperti apa yang ibu inginkan." ucap Iqbal.


Bu Rohmi mendadak diam. Tak bisa menjawab perkataan putranya. Iqbal tidak pernah berbicara datar seperti ini sama ibunya. Bu Rohmi sadar apa yang dirinya lakukan adalah salah. Memang selama ini Syakila sudah memberi yang terbaik untuk keluarganya. Namun apa yang Bo Rohmi balas untuk Syakila, benar benar buruk. Dan secara tidak ia sadari, Bu Rohmi tidak mengakui anak yang di kandung Syakila itu adalah cucunya.


"Bu, jangan di ambil hati. Mungkin Iqbal masih shock. bagaimana kalau kita jalan jalan saja." ujar Ratih.


Tiba tiba saja wajah bu Rohmi berubah. Ada kebenaran yang nampak di mata lelah wamita tua itu.


"Ini yang aku mau. Memilki menantu yang tidak pernah memandang siapa dirinya. Selalu memperlakukan dirinya seperti ibu kandungnya sendiri." batinnya


"Ayok. ibu ganti baju dulu." ucap nya


"Suap bu, Ratih tunggu disini."


○○○○


Syakila memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan dan juga orang tuanya. Syakila benar benar ingin menenangkan pikiran dan hatinya.


Setelah kejadian 2 bulan saat Syakila mengunjungi rumah Iqbal, dengan maksud mengantar gugatan surat cerai. Sejak saat itu, Iqbal terasa sulit melepas Syakila. Apalagi saat Iqbal menyadari jika dirinya menginginkan seorang anak. Namun malah mereka harus berpisah karena kesalahan Iqbal sendiri.


Setiap hari Iqbal terus mendesak untuk mengajukan banding dan juga meminta untuk membatalkan gugatan itu. namun karena Syakila menolak. Terpaksa Iqbal harus memohon mohon pada Syakila setiap hari. di kantor bahkan nekad mendatangi rumah kedua orang tuanya.


Syakila merasa hidupnya semakin terteror oleh mantan suaminya.


Kejam...


Syakila tidaklah kejam, hanya saja Syakila sudah cukup menahan sakit batin atas perlakuan orang orang di sekeliling Iqbal.


Dan Syakila menginginkan kehidupan normal bersama buah hatinya kelak.


Iqbal tengah duduk di ruang kerja yang di berikan Ratih untuk dirinya. "Bal, nanti malam kau antar aku ke acara pesta pernikahan temenku, kau mau kan?" tanya Ratih


"Bukankah saya asisten mbak Ratih, yang harus melayani dan menemani kemanapun mbak Ratih pergi." sahut Iqbal, yang masih sibuk dengan pekerjaannya

__ADS_1


"Iya, sihh.. kau memang harus menuruti apa yang aku katakan." ucap nya


"Bal, apa kau tidak ingin menikah lagi? kau sudah lama loh hidup menduda." ucap Ratih


"Saya tidak berfikir sampai kesitu lagi mbak. saya nggak bisa jamin, ibu saya bisa menerima pilihan saya." sahut Iqbal.


"Ibu kan menyukaiku Bal, apa tidak sebaiknya kau mencoba mengenalku lebih dalam." tawar Ratih.


"Mbak sepertinya saya harus lanjut kerja lagi." potong Iqbal.


Jika ada pekerjaan lain, Iqbal lebih memilih bekerja di tempat lain.


○○○○


"Bunda, Shanum boleh main kuda kudanan nggak sama kak Agil?" tanya Shanum


"Jangan sayang, kita sebentar lagi pulang." ucap Syakila.


"Tapi Shanum pingin main sama kak Agil." rengeknya


"Besok ya, kan Shanum harus segera sampai rumah. Ada Uti yang lagu nunggu Shanum." jawab Syakila


"Kak Vera Kami pulang dulu ya." pamit Syakila


"Iya Sya, hati hati." jawab Vera. Vera adalah kakak sepupu dari ayah Syakila yang tinggal di Malaysia. Hubungan mereka emang sangat dekat. Itu Kare Ba Syakila dan Vera pernah belajar bersama di luar negeri.


"Bunda, kenapa kak Agil punya ayah sedangkan Shanum tidak. Kan kak Agil lebih besar dari Shanum." tanya Shanum


"Shanum punya ayah. Dan ayah Shanum sedang bekerja. Untuk kita." ucap nya


"Yuk kita pulang. Kita bermain lagi bersama Uti." ucap Syakila.


mereka pun kembali melangkah menjauhi rumah Vera.


beda dengan wanita satu ini.


Setelah pertemuannya dengan Iqbal beberapa tahun lalu. Dan itu diketahui oleh suaminya. membuat sang suami marah besar. Sehingga sang suami pun dengan tega mengusir wanita itu.


Imel wamita yang sudah menghancurkan keluarga Syakila bersama Iqbal, kini hidupnya sangat berantakan. Memiliki anak yang tidak tau siapa ayahnya

__ADS_1


Seorang anak laki laki yang sudah berumur 3 tahun. "Ibu." rengek bocah kecil yang sangat kurus.


__ADS_2