Kubeli Suamimu

Kubeli Suamimu
Rindu dan Hasrat


__ADS_3

Kehidupan Imel sangat susah, tidak ada saudara dan juga teman dekat.


Imel menyesali atas semua yang pernah ia ambil. menukar suaminya demi uang yang tak seberapa. pekerjaan tidak punya, apalagi harta. Kini kehidupan Imel hanya sebagai buruh cuci di rumah orang kaya. Ternyata wajah cantiknya tidak menjamin akan sesuatu yang ia harapkan.


Sedangkan Iqbal, Iqbal kini bekerja dengan Ratih. Bekerja tak kenal lelah. Karena sudah tidak ada yang ia rindukan. Wamita dan calon anaknya yang ia harapkan. Benar benar sudah tidak mau kembali lagi padanya.


Kehidupan memang seperti roda. Terkadang di atas terkadang di bawah. Disaat kita berada di atas, semua yang kita cintai mampu kita gapai dan kita miliki. Namun jika kita tidak bisa merawatnya, maka apa yang kita miliki kan hilang.


"Iqbal, kau mau kan ku tugaskan kekuar pulau." tanya Ratih


Iwbal sedikit menimbang. "Mungkin lebih baik jika dirinya meninggalkan kota ini. Agar tidak selalu teringat akan mantan istrinya. Walau pingin sekali bertemu dan memeluk anaknya. Namun untuk saat ini Iqbal akan menghindar." batinnya


"Baik mbak,." jawab nya


"Ok. Lusa kamu bisa kami berangkatkan. Kau cukup berangkat karena semua tiket dan tempat tinggal di sana sudah di sediakan" ucap Ratih.


Iqbal pun mengangguk. Setelah kejadian itu, Iqbal dengan bu Rohmi jadi tidak begitu dekat. Iqbal memang kecewa, karena sang ibu tidak mau mengakui anak Syakila sebagai cucunya. Dan itu Iqbal benar benar baru bisa melihat karakter ibunya.


Ratih segera pergi meninggalkan ruangan Iqbal. Harinya berbunga bunga. Ternyata berhasil untuk membuat Iqbal melupakan Syakila dan juga anak nya. Lambat laun Ratih akan menguasai Iqbal.


Hari sudah sore, dan kini Iqbal sudah sampai depan rumahnya, dengan di antar Ratih.


"Mbak ngak mampir dulu?" tanya Iqbal


"hmmm.. Lain kali saja ya. Aku masih harus mengunjungi putriku." jawabnya


Sebenarnya itu hanya alasan saja, karena Ratih sebenarnya enggan untuk bertemu dengan bu Rohmi. Ratih tidak menyukai wanita tua satu itu. dulu dirinya dekat itu karena rencana bisa lancar, rencana untuk memisahkan Syakila dan juga Iqbal


"Terimakasih mbak sudah mau mengantar." ucap Iqbal


Bu Rohmi lari tergopoh gopoh ketika melihat mobil Ratih. Namun heran kenapa Ratih tidak turun dan menyalami dirinya. sudah sekitar 2 tahun, Ratih seperti menhindari dirinya.


"Itu, itu Ratih kenapa tidak mampir dulu Bal?" tanya Bu Rohmi


"Ada urusan bu." jawabnya seraya berlalu dari ibunya.

__ADS_1


"Iqbal, sepertinya Ratih itu menyukaimu, apa kau tidak mau jadi suaminya?" tanya Bu Rohmi


"Iqbal mau beresin pakaian." jawab Nya


"Kau mau kemana?" tanya Bu Rohmi


"Iqbal di pindah bu, Iqbal akan pergi keluar pulau. Cukup lama." jawabnya


"Kau tega ninggalin ibu, ibu di rumah sendiri Bal." ujar Ibunya yang mulai sedih


"Ibu tau kan, bekerja jadi karyawan itu tidak bisa menolak. harus menuruti perintah atasannya." jawab Nya


"Iya, tapi berapa lama?" tanya Bu Rohmi


"Iqbal tidak tau berapa lamanya, nanti setiap bulan Iqbal pasti kirim uang untuk ibu." sahutnya.


"Seandainya kau masih suami Syakila, mungkin ibu tidak akan kesepian seperti ini." lirihnya


"Ibu tidak usah menyesali, apa yang sudah ibu lakukan pada kami itu sudah sukses, dan ibu tidak bahagiakan bisa memisahkan kami berdua." timpal Iqbal, dan tetap masih melanjutkan beberesnya.


"Dan sekarang ibu juga akan memaksa Iqbal untuk menikah dengan mbak Ratih. Iqbal itu tidak ada rasa apa apa bu dengan Dia." tambah Iqbal


"Jika kau menikah dengan Ratih, pasti Ratih tidak akan membiarkan ibu tunggal sendiri." sahut Bu Rohmi


"Sudah bu. Iqbal ngantuk, besok harus berangkat pagi." jawabnya


Bu Rohmi pun menyadari, jika putranya sekarang berbeda. Tidak sehangat dulu pada dirinya.


Jika saja dulu berbaik dan mencoba membuat keluarga putranya tidak berantakan. Mungkin Iqbal masih memperlakukan dirinya dengan hangat.


○○○○○


"Bunda, besok kita jadi jalan jalan?" tanya Shanum


"Jadi dong, kita kan mau jalan jalan sama Uti." jawab Nya

__ADS_1


"Kaya Uti, ada om Farrel juga." sahutnya


"Om Farrel, ada apa dia ikut kesini." batinnya


"Kata Uti, om Farrel suka sana Shanum dan Bunda." tambahnya lagi


"Sayang, ini sudah malam tidur yuk." ujar Syakila


Syakila selalu teringat Iqbal, ketika ngobrol dengan Shanum. Putrinya benar benar mirip denga Iqbal mantan suaminya.


"Tapi bunda jawab dulu, bunda suka kan sama om Farrel." tanya Shanum


"Semuanya bunda suka, termasuk Uti, Shanum dan kak Agil." jawabnya


"Om Farrel juga." tambah Shanum


"iihhh, anak bunda gemesin banget sihh.."


"Geli bunda, Shanum geli.." teriaknya.


Ditempat lain.


Iqbal memandang foto dirinya bersama Syakila, wanita yang pernah mengisi hatinya. Tangan Nya mengelus kaca bening yang di dalamnya ada foto Syakila dan dirinya waktu pernikahannya dulu.


"Maafkan Aku Sya, semoga kau dan anak kita baik baik saja. Aku yakin kau pasti bisa menjaganya." gumamnya


Ada rindu yang tak bisa ia obati, ada hasrat yang bisa ia tunaikan. Yaa Rindu dan hasrat ingin bertemu dengan Syakila kian menebal, setiap hari Iqbal memantau rumah yang pernah ia tinggal dulu bersama Syakila. Kantor yang sudah memberi dirinya pengalaman yang tak bisa ia lupakan.


Syakila adalah wanita yang bisa mengubah Iqbal pria yang kuper, menjadi pria yang percaya diri dan penuh keberanian.


Setelah mendapat pengalaman kerja dengan Ratih, Iqbal akan memutuskan untuk berhenti bekerja dengan Ratih, Iqbal akan memulai usaha bersama beberapa kolega yang pernah ia temui.


Secara diam diam, Iqbal juga sedang merintis usaha sendiri secara diam diam. Suatu saat nanti Iqbal akan membuktikan jika dirinya bisa sukses.


Untul saat ini, biarlah dirinya menjadi pria pekerja keras untuk perusahaan orang lain.

__ADS_1


"Suatu saat, Aku akan kembali padamu Sya, kita akan besarkan anak kita bersama sama." gumam Nya.


__ADS_2