
Pagi yang cerah. Langit menampakkan rona biru terang dan sang Surya tampak tersenyum menerangi jagad raya. Aryo mengayuh sepeda bututnya menyusuri jalan setapak menuju sekolah favorit di wilayah Blora selatan. SMA Negeri Randublatung.Sekolah ndheso dengan segudang prestasi.
Aryo sampai di kelasnya masih pagi karena Aryo kan anak baik-baik, disiplin dan jarang datang terlambat.
"Teeeeeeet, teeeeet, teeeee.......eet." suara bel masuk berbunyi.
Mereka masuk kelas dan berdoa. Menit demi menit berlalu, tak ada guru yang datang. Padahal mereka sangat takut hari ini karena jadwal pelajaran Matematika dengan sang guru metik yang terkenal garang dan killer. Metik merupakan sebutan terkenal untuk mata pelajaran Matematika. Sedangkan istilah guru Killer adalah sebutan untuk guru mata pelajaran yang di anggap paling galak dan garang.(macam kak Rose nya Upin Ipin kali yee..).
Mr. Killer. merupakan kenangan horor bagi siswa-siswi SMA tersebut. Walau sudah jadi alumni masih saja mereka teringat dengan kerasnya didikan sang guru Killer. Kata mereka yang sudah alumni, mereka sangat bersyukur karena di balik sikap keras dan disiplin itu banyak alumni yang berhasil dalam kariernya.
Lama tak ada guru yang datang. Akhirnya, sang ketua kelas mencari guru ke kantor.
"Horeeeeeee, jam kosong," riuh suara siswa 2A21 kegirangan.
"Hei, diam dulu teman-teman, Mister Killer titip tugas untuk kita kerjakan," sahut Yono sang ketua kelas.
"Halah, wegah. Kita bolos yuk... kabur lewat pagar belakang. Kan jam kedua dan ketiga nanti juga kosong," sahut Alfi.
"Dari mana kau tahu Al? " sahut Joni .
"Dari Endri.kan dia ketua OsisJadi Dia dapat bocoran," sahut Alfi.
" Hai teman-teman,bagaimana setuju?" teriak Joko provokatif.
"Oke kita ngeblong berjamaah.Kita tanggung bersama," sahut teman- teman seakan pingin lepas dari penjara.
"Piye Yok, melu ngeblong Pora?" tanya Khris.
("Bagaimana Yok, Ikut membolos apa tidak? "tanya Khris)
__ADS_1
" Ya, Ayoooo, Mumet mikir matimatika terus.", Jawab Aryo dengan semangat.
Hatinya sebenarnya tidak setuju, tapi karena sudah kesepakatan Aryo pun ikut kabur lewat pagar duri di belakang SMA.
Tiada rasa takut sedikitpun di hatinya.Hingga tiba saat yang naas pada pagi harinya.
"Yang tidak mengumpulkan tugas, Keluaaaaaar !" teriak Mister Killer.
Mereka ketakutan dan keluar kelas sebelum kena gampar.
Sementara itu, Mr. Killer tetap melanjutkan pelajaran Matematika dengan mengajar tiga murid manis yang tidak ikut membolos.
" Woi, ternyata ada pengkhianat friend, " tukas Joko kesal.
" Yo wis gak apa-apa. Malah enak kan gak mumet, mikir limit terus. utekku yo melu limit ki, " jawab Aryo menenangkan Joko yang emosi.
Mereka ngobrol ngalor ngidul di depan mushola. Jam Sepuluh berlalu. ada pengumuman dari ketua kelas, bahwa kami di suruh menghadap mr. Killer di ruang guru.
Wajah ketakutan mulai tampak di wajah mereka.
Mereka satu persatu menghadap Mr. Killer di ruangan guru.
Wajah guru-guru yang lain sebagian tampak sinis memandang mereka. Sebagian ada juga yang tersenyum kecut melihat wajah-wajah mereka, seakan-akan mereka tahu apa yang akan terjadi pada mereka.
Tiba tiba, "Plak, plak, plak." suara gamparan mendarat di pipi mereka satu persatu.
"Kamu belakangan saja Yok, Kasian anak manis kena gampar, " kata Alfi bercanda.
"Oke... aku antri paling belakang ya, " jawab Aryo sambil mundur antri di paling belakang.
__ADS_1
Karena Aryo yang datang terakhir, gamparan sudah tidak kuat dan tak terasa sakit.Mungkin sudah capek tangan sang guru menggampar 40 siswa atau mungkin pukulan itu meleset tak menyentuhnya. Aryo juga berfikir mungkin terhalang tenaga dalam yang sedang di pelajari.Tenaga Dalam Marga Luyu yang sedang di pelajarinya.
Wajah-wajah pecundang satu persatu masuk kelas menyimpan rasa benci pada ketua kelas yang mengkhianati mereka. Seumur-umur Aryo jadi anak baik, hari itu Aryo menjadi anak nakal yang kena gampar.
Hari sabtu telah tiba, beberapa teman Aryo menghampirinya.
"Yok, Besuk traveling yuk." Joko menghampiri Aryo.
"Sama siapa, kemana? " sahut Aryo.
"Kerumahmu, mau ke Kedung Putri Gumeng.Penasaran katanya bagus tempatnya.Nanti sama Agung, Sugi dan Didik. " jawab Joko.
"Yo, Nanti tak kasih degan," jawab Aryo.
"Siiiip, dapat gratisan nich... " sahut Sugi dari belakang.
"Ya nanti ambil sendiri dech... buanyak kalau cuma degan," sahut Aryo dengan PD.
"Rumahmu dekat Supri kan yok? " tanya Sugi.
" Ya gik, belakang rumahku."
"Nanti diajak sekalian ya," pinta Sugi.
"Oke kalau mau ya," jawab Aryo singkat.
"Mosok gak mau.Aku Samperin aja besok.pasti dia mau," kata Sugi
"Oke sampai jumpa besok ya ," tukas Joko.
__ADS_1
"Oke kutunggu." jawab Aryo .
"Sampai jumpa Yok." kata Joko dengan menepuk pundak Aryo.