
Dear, Reader.
Jangan lupa comment ya biar tambah semangat.
-@@@----------Cekidot -------@@@@
Menjelang Sore hari, hujan mulai reda. Para Prajurit meneruskan perjalanan menuju kerajaan Purwa Carita.
Sepanjang perjalanan Mereka selalu waspada dari segala kemungkinan.
"Kira-kira masih jauhkan kerajaan Purwacarita itu dari sini? "tanya Agung pada prajurit di dekatnya.
" Tidak terlalu jauh tuan, mungkin setengah hari lagi kita akan sampai. Tak jauh lagi kita akan Sampai di desa Temanjang. " jawab Prajurit itu dengan cepat.
"Nanti setelah sampai di desa Jati Sari, kita sudah dekat dengan Purwa Carita. Kita akan menginap di desa Jati Sari.Esok hari kita akan lanjutkan perjalanan. Kasihan para prajurit kelelahan. " kata Pangeran Katong menimpali pembicaraan mereka.
" Betul Pangeran.Hamba juga kelelahan. Yang Penting kita harus menyiapkan kekuatan kita menghadapi kemungkinan yang tidak di inginkan... " kata Agung ikut menyela.
"Benar saudaraku, Hatiku mungkin juga belum siap bila besok lamaranku di tolak. Sehingga mungkin segala cara harus aku tempuh untuk mendapatkan Putri Citrawati.Bila perlu akan aku hancurkan Purwa carita bila tidak mau menyerahkan Dinda Citrawati kepadaku. " jawab Pangeran Katong setengah emosi.
Sepanjang perjalanan Pangeran Katong dan Agung membahas langkah yang akan di ambil.
Laju kereta kuda dan derap kaki kuda saling bersahutan memecah keheningan suasana jalanan di sore itu.
Dari kejauhan tampak pemukiman penduduk desa Temanjang. Semangat rombongan Prajurit Kerajaan Pandan mulai bangkit kembali.
Beberapa saat kemudian mereka memasuki wilayah desa Jati Klampok,Temanjang. Sepanjang jalan tampak para penduduk berdiri menunduk memberi hormat kepada rombongan prajurit yang lewat.
"Sebentar lagi kita akan sampai di desa Kalongan. Kita menginap saja di desa Kalongan. Kita tidak jadi bermalam di desa jati sari. Aku tahu kalian kelelahan." jelas Pangeran Katong pada para prajurit.
"Siap Pangeran. Kami akan persiapkan. " jawab panglima perang Kerajaan Pandan.
Panglima tersebut segera memberi kode rombongan untuk berhenti.
"Berhentiiiiii.....!!!!!!," teriak Panglima tersebut.
Ringkik kuda bersahutan karena mereka berhenti mendadak.
__ADS_1
" Ada apa panglima. Apa ada bahaya yang mengancam?" tanya Aki Banjar Angin.
"Sebentar lagi kita sampai di desa Kalongan. Pangeran meminta kita untuk beristirahat bermalam di Desa Kalongan.Kita membuat tenda di hutan Kalongan. " seru Sang Panglima lantang.
"Siap panglima. " teriak mereka serentak.
Setelah melewati tanjakan yang cukup tinggi mereka tiba di hutan.
Mereka segera mendirikan tenda untuk bermalam.
Suasana malam yang dingin membuat para prajurit segera terlelap dalam tidurnya.
Peperangan yang dahsyat tadi benar-benar menguras tenaga mereka. Luka akibat perang seakan tak terasa karena tubuh yang lelah.
Di dalam tenda, Pangeran Katong bersemedi memulihkan kekuatannya.
sedang di tenda bersebelahan, tampak Aki Banjar Angin sedang berbicara dengan murid-muridnya.
"Hari ini kita sudah mulai berjuang membela kehormatan saudara kita. Saya harap kalian selalu waspada dan memulihkan energi kalian.Mungkin besok akan semakin menguras tenaga kita. " kata Aki Banjar Angin membuka percakapan.
"Sebenarnya ada yang ingin saya sampaikan guru. Tapi ini sebenarnya sebuah rahasia takdir. Tapi terpaksa saya ungkap kepada guru dan saudaraku semua. Karena ini menyangkut peristiwa yang akan terjadi esok hari. " kata Agung secara panjang lebar.
"Guru,sebenarnya kami berdua ini bukanlah manusia dari abad ini. Kami sebenarnya berasal dari masa depan.Sehingga kami sedikit banyak mengetahui sejarah dari kerajaan ini. Dan di jaman kami peristiwa ini sudah menjadi sebuah dongeng.Legenda." jelas Joko.
"Jadi,Kalau di jaman ini mungkin di sebut sebuah ramalan. Dan kami mungkin di juluki sebagai tukang Ramal." sahut Agung menimpali penjelasan Joko.
"Sebentar.. sebentar... sebentar.., Jadi bagaimana ini penjelasanya. Yang kalian bicarakan tidak masuk di akal kami. Kalian bilang masa depan. Bagaimana ini bisa terjadi? Aki kok makin bingung. Coba ceritakan dengan jelas. " kata Aki Banjar Angin penasaran.
Tiba-tiba Aki Blawus masuk kedalam tenda.
" Ceritakanlah dengan gamblang pada guru dan saudara perguruan kalian. Mereka dapat dipercaya. '' ucap Aki Blawus tiba-tiba muncul di pintu tenda.
"Benar ananda Agung dan Joko. Kami akan pegang rahasia ini." kata Aki Banjar Angin meyakinkan Agung dan Joko.
Akhirnya Agung bercerita awal mereka tersesat kenegeri dongeng ini sebagaimana cerita dari Aryo dan Supri.
Semua yang ada di tenda itu manggut-manggut sambil mendengarkan penjelasan Agung dan Joko.
__ADS_1
"Lantas dimana kelima teman kalian? " tanya salah satu murid penasaran.
" Sebelumnya mereka terpencar, tersapu angin ribut. Yang tiga terhempas di Purwacarita, yang dua di Atas angin dan kami terhempas di sekitar padepokan Banjar Sari." jelas Joko.
" Untuk saat ini tanpa sepengetahuan Prabu Jonggrang Prayungan.Kedua teman saya menyusul ke Purwa Carita.Panglima perang yang dulu menyerang kerajaan Pandan adalah teman kami. Mereka pura-pura mati untuk mengelabuhi Kerajaan atas angin. Dan sekarang mereka sudah menyusul ke Purwa carita." kata Agung menyambung penjelasan Joko.
"Kami bertujuh berencana untuk mencari jalan kembali ke zaman kami. Dugaan kuat kami,pintu aksesnya ada di Kerajaan Purwa Carita. Nanti kami berdua juga akan berkumpul dengan mereka. "
"Kami mohon Aki Banjar Angin mengijinkan kami untuk tinggal bersama teman kami di Purwa Carita. "
"Dan yang perlu Aki Banjar angin dan saudara semua ketahui, berdasarkan kisah yang kami dengar di zaman kami, usaha Pangeran Katong kali ini tidak akan berhasil.Memang akan terjadi pertempuran dahsyat. Tetapi kerajaan Pandan tetap kalah dengan Purwacarita.Sehingga Kami pesan kepada saudaraku semua Bila mungkin segera selamatkan diri kalian bila hal itu terjadi." jelas Agung.
" Itu berarti lamaran Pangeran Katong akan di tolak dan terjadi perang?. " tanya Aki Banjar Angin.
"Benar guru." jawab Joko singkat.
"Yang harus guru ketahui, lamaran ini adalah pemaksaan kehendak Pangeran Katong. Sebenarnya Putri Citra Wati tidak mencintai Pangeran Katong sama sekali. Putri Citra wati sangat mencintai teman kami Aryo. Memang postur dan wajah teman kami itu mirip Pangeran Katong. " kata Agung menjelaskan lebih lanjut.
"Lalu apa yang membuat Purwa Carita menang. Apa banyak orang sakti di sana? atau ada hal yang lain? " tanya Aki Blawus keheranan.
"Maaf Aki Blawus.Bukankah prajurit Pandan saat ini dalam keadaan lelah setelah perang dengan pasukan atas angin? " jawab Joko.
"Selain itu, kerajaan Purwa Carita ini saat ini sudah mengembangkan senjata perang yang lebih modern. Itu karena teman kami di sana mengembang ilmu zaman kami.Itu yang akan memukul mundur pasukan Kerajaan Pandan." jelas Agung.
"Senjata Modern, senjata apa itu? " tanya Aki Blawus.
" Senapan dan meriam yang bisa meledak dan membunuh lawan dari jarak jauh.melebihi hebatnya panah. " jawab Joko semangat.
" Apa di zaman kalian sudah sebegitu hebatnya?." tanya murid Banjar Angin keheranan.
"Di zaman kami, teknologi sudah canggih. Bahkan ada senjata yang mampu menghancurkan sebuah kota dari jarak jauh.Mungkin ratusan kali lipat teknologi zaman sekarang ini. Nanti kalian akan menyaksikan sebagian yang saya ceritakan ada di Purwa Carita. Kalian harus lebih hati-hati." kata Agung mengingatkan.
"Terima kasih.Kalian telah menceritakan semuanya pada kami. Walau ini semua sebenarnya merupakan rahasia takdir Dewata di zaman kami. Kami akan berusaha untuk berhati-hati. " kata Aki Banjar Angin.
"Sekarang kita istirahat dulu untuk persiapan esok hari. Silakan kalian tidur dahulu. Aku akan meditasi memohon petunjuk Dewata. " kata Aki Banjar Angin.
"Baik guru.Kami akan istirahat dulu." jawab mereka serentak.
__ADS_1
Malam semakin larut.Suasana malam semakin mencekam.Suara Tonggoret menambah suasana hening malam itu. Suara dengkur Para prajurit seolah menjadi irama musik di tengah lebatnya hutan jati Kalongan.