Kutukan Putri Gumeng

Kutukan Putri Gumeng
38. Kedung Tempur.


__ADS_3

Setelah satu jam perjalanan rombongan Pangeran Katong sampai di perbatasan.


" Bedebah semuanya.Persetan Citra Wati.Persetan Purwa Carita. Persetan semuaanya."pangeran Katong marah dengan sejadi-jadinya.


Pangeran Katong mengambil uba rampe lamaran.


"Ini tidak ada gunanya... "


Bokor kencono berisi emas berlian di lempar sekuat tenaga dengan tenaga kesaktiannya. Bokor terlempar jauh dan jatuh membentuk mata air dan menjadi kedung. Kedung itu terkenal dengan nama Kedung Bokor.Sekarang terletak tengah hutan di daerah Pengkol kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora.


Jajan dan makanan sesrahan juga di lempar jauh.Semua kocar-kacir. Jadah atau gemblong terlempar sampai di utara bukit Srangkang di barat daya desa Temetes dan berubah wujud menjadi batu dan terkenal dengan nama Batu Gemblong.


Semua yang ada di tempat itu terdiam dan tak ada yang mampu mencegah amarah Pangeran Katong.


"Wahai Kalian semua. Bersiaplah. Kita akan gebug Purwa Carita. Kita luluh lantakkan Purwa carita. Kita rebut Citra Wati dengan Kekuatan. Kalian Siap?," Seru Pangeran Katong.


" Siap Pangeran.Kami siap membela Pangeran. "Teriak para prajurit.


"Hidup Pangeran Katong. Hidup Pangeran Katong. Hidup Pangeran Katong !."Seru Para prajurit membahana di perbatasan.


"Sekarang bersiaplah. Kita maju menyerang Purwa Carita. Seraaaaang.! "


"Maju......! "


Pasukan Kerajaan Pandan bergerak maju menyerang.Dengan sorak gegap gempita mereka menerjang Pasukan Purwa Carita yang ada di perbatasan.


Pertempuran pun tak dapat di hindari. Dentingan pedang dan tombak beradu memecah suasana siang itu.


Teriakan dan jeritan prajurit yang tewas dan terluka terdengar menyayat jiwa.


Pasukan Purwa Carita mundur teratur mendekati benteng.


Pangeran Katong mulai merasa di atas angin. Dia mengira pasukan Purwa Carita sudah keteter oleh kerajaan Pandan.


"Ayo Kejar...Habisi mereka. "


Tiba-tiba pintu gerbang terbuka.Dari dalam benteng muncul barisan prajurit dengan berbaris rapi memegang senjata aneh di tangan mereka.


Ketika Prajurit Pandan bergerak menyerang menuju benteng. Tiba -tiba terdengar letusan.


"Doooor...Doooor...... Doooor"


Pasukan Pandan berjatuhan tak bernyawa.


sejenak kemudian letusan lebih hebat terdengar mengagetkan pangeran Katong.


"Bluuuuuur.... Bluuuur.... Bluuur"


Pasukan Pandan Kocar-kacir.


Dentuman meriam dari atas benteng membuat mereka luluh lantak.

__ADS_1


"Bedebah.... Senjata apa pula itu...! "Pangeran Katong marah.


"Guru... Senjata apa itu... aku belum pernah melihatnya. " tanya Pangeran Katong.


"Maaf Pangeran. Itu senjata dari masa depan. Itu namanya meriam dan senapan. Bisa membunuh dan menghancurkan lawan dari jarak jauh."Jawab Aki Banjar Angin.


"Guru sudah tahu senjata itu? "tanya Pangeran Katong.


"Pangeran lupa. Aku ini kan Resi. Aku di beritahu Dewa. "


"Maaf guru.. Aku akan balas mereka dengan Gelap sewu. Agung...Joko.. bantu aku menyerang ke dalam benteng "


"Siap pangeran. "


Pangeran Katong melesat ke udara melayang keatas benteng.Dengan cepat Pangeran Katong melepaskan ajian Gelap sewu kearah prajurit pembawa meriam.


"Gelap sewuuuuu"


"Gluuuuuuur....... "


Prajurit dan meriamnya terjatuh dari benteng.


Pangeran Katong mengamuk di dalam benteng di ikuti Agung dan Joko.


Bersamaan dengan itu datanglah Pangeran Citro Kusuma dan Citro Manggolo dengan di dampingi Aryo, Supri, Purwa, Sugi dan Didik.


"Maaf Pangeran. Tolong jangan serang dua orang itu. Itu teman kami.Mereka pura pura menyerang. Biarkan mereka Pura-pura berperang dengan kami. "Kata Aryo.


"Baiklah aku akan menyerang Pangeran Katong dan prajuritnya yang menerobos. Ayu Kang mas. Kita ladeni Pangeean Katong. " Kata Pangeran Citro Manggolo.


"Bagus.... kamu keluar Manggolo. Akan Kuremukkan Purwa Carita. atau Serahkan Citra Wati Padaku." Gertak Pangeran Katong.


"Katong... Katong. Kasihan kamu. Cinta kok maksa-maksa.Sekarang aku sudah tahu watakmu. Aku tak rela adikku menjadi istri manusia macam kamu. Sampai matipun aku tak rela. "


"Apa lagi aku. Aku muak melihatmu. Andaikan wajahmu tidak mirip Aryo temanku ini.Pasti aku sudah muntah melihat wajahmu." Pangeran Citro Kusumo menimpali perkataan adiknya.


"Maaf Pangeran.Apa wajahku begitu jelek kah " sahut Aryo lirih.


"Huss... Aku tadi cuma menggertak. Kamu ganteng kok. Yang Jelek itu tuh si katong. Lagi pula wajahmu tidak mirip-mirip amat. Kamu itu badanmu kecil.Beda dengan Katong" Sahut Pangeran Citro kusumo lirih pula.


"Apa kau bilang Kusumo. Rasakan ini..... "


Pangeran Katong menerjang menyerang Pangeran Citro Kusumo dengan sepenuh kekuatan. Pangeran Citro Kusumo yang masih cengengesan dengan Aryo terkejut.Secepat kilat dia membanting tubuhnya kesamping berguling ketanah.


Serangan Pangeran Katong mendarat di dada Aryo. Aryo terhuyung beberapa tombak ke belakang.


"Ayo siapapun Kamu. Kamu yang sudah membuat Citrawati tak mau menerima Cintaku. Kamu harus mati hari ini. "


"Sabar pangeran. Jangan emosi. Mati ya mati. Tapi hidup mati itu urusan Gusti Allah.Manusia hanya menjalani saja"balas Aryo dengan cengengesan.


"Gusti Lawoh... gusti lawoh. Lawoh opo?.Hidup matimu ada di tanganku hari ini. Jika aku tak membunuhmu selamanya aku tak akan bisa mendapatkan cintaku. Terimalah ajalmu.... huuuuup hiyaaaaat"

__ADS_1


Pangeran Katong menyerang Aryo dengan cepat.


Aryo yang sudah sering melihat jurus jurus silat kuno tidak kesulitan menghindari serangan pangeran Katong. Dengan berbekal Jurus Sim Fok Aryo membalas serangan Pangeran Katon. Dua tendangan lingkar mendarat di Leher belakang Pangeran Katong.


Pangeran Katong Jatuh terjungkal kedepan.


"Ediaaan..... Ilmu silat apa lagi ini. Kalau adu atosing balung uleting kulit itu kurang seru. Kita adu Kesaktian.Kalau kau mampu menerima ajianku. Aku meguru kamu. " Ucap Pangeran Katong kesal.


"Oke... aku beli tantanganmu. Pangeran Jual aku beli. Keluarkan semua ilmumu. Aku ladeni"balas Aryo.


"Aji Gelap Sewu.... "


Petir menyambar kearah Aryo.


Pangeran Citro Manggolo Kaget.Dengan Cepat dia merapal ajian Tameng Wojo.


Pangeran Citro manggolo menghadang Ajian Gelap Sayuto.


walau dengan sekuat tenaga, Pangeran Citro manggolo tetap masih terpental.


"Pangeran... pangeran.. pangeran tidak apa-apa? "


"Tidak apa-apa. Cupak dadaku sesak saja. "


"Sudahlah pangeran biar Saya saja yang hadapi. Pangeran lihat saja. "


"Hai Katong... jangan Jumawa. Kamu kira cuma Kamu yang bisa bermain petir. Ayo ambil petir lagi. Hantam aku dengan petirmu. "


"Bocah bedebah... Ku kabulkan permintaanmu. Gelap sewuuuuu"


Petir menyambar nyambar di langit menghujam menyerang Aryo.


Dengan tenang Aryo memasang jurus tenaga dalam penangkap petir yang pernah di kuasai Joko Tingkir.


Tiba-tiba petir menjadi jinak di tangan Aryo. Pangeran Katong terbelalak. Begitu pula pangeran Citro Kusuma dan Citro Manggolo. Mereka tidak menyangka Aryo mempunyai kesaktian yang luar biasa.


"Ini mainanmu kurang seru pangeran. Ilmu Gelap sewu itu kurang banyak. Ini lihat aku tambahi menjadi sejuta. Sayuto. Jadi lihaaaat inilah ajian Gelap Sayuto... "


Aryo merapal ajian gelap sayuto. Jutaan Petir menyambar dari langit. Petir menyambar kearah pangeran Katong dan prajurit kerajaan pandan.


Pangeran Katong menahan petir sambil merapal ajian tebah bumi.


Bumi terbelah. Aryo melompat tinggi menghindari ajian tebah Bumi.


...Karena petir semakin banyak dan dentuman senapan dan meriam semakin banyak maka sisa pasukan Pandan mundur melarikan diri bersama Aki Banjar Angin dan murid-muridnya. ...


Sementara itu Pangeran Katong semakin kewalahan. Dia melihat Agung dan Joko yang sedang bertarung tiba-tiba roboh dan tak bergerak.


"Aguuuuuung..... Jokoooo... "teriak Pangeran Katong Histeris.


Pangeran Katong akhirnya Melarikan diri dengan ambles kedalam tanah.

__ADS_1


Pangeran Katong lenyap dari pandangan mereka.Suasana sorak sorai Prajurit Purwa Carita yang menang perang sedikit menghapus kecemasan akibat perang.


(bersambung)


__ADS_2