Kutukan Putri Gumeng

Kutukan Putri Gumeng
19.Api Cemburu Pangeran Katong


__ADS_3

Dear reader, selamat jumpa lagi.Mohon maaf karena Cukup lama Author tidak update karena kesibukan dan kondisi badan yang kurang fit tapi bukan covid.


Langsung aja ya...


cekidot.... 😃😃😃


≠\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Langkah Aryo terhenti di hadapan Putri Citrawati. Sang Putri menoleh sambil mengibaskan rambutnya yang hitam dan panjang. Tampak leher jenjang sang Putri memikat hati yang melihatnya. Senyum manisnya mengembang menyambut kedatangan Aryo.


"Kakang Mas Aryo, Ikut aku yuk....", Ajak sang Putri sambil meraih lengan Aryo.


"Kemana tuan Putri? ", Tanya Aryo.


" Sudaaah, ikut saja", Sang Putri Citrawati menarik tangan Aryo menuju halaman belakang keputren.


Halaman keputren yang teduh dan asri membuat perasaan dua insan yang sedang terpanah asmara menjadi berbunga-bunga.


"Mas Aryo, sudah punya punya kekasih? ", Tanya Sang Putri Citrawati tiba-tiba.


"Belum tuan putri. Hamba masih sekolah.Hamba masih takut cewek. ", Jawab Aryo.

__ADS_1


"Gak usah formal-formalan begitu ah... tidak ada orang, Gak usah panggil tuan Putri. Panggil aja namaku. Citraaaawaaatiiii. tahuu", Sahut sang Putri dengan nada manyun.


"Hamba tidak berani takut kuwalat", Jawab Aryo.


"Gak apa-apa. Kan aku yang memerintah.Tenang saja aku sudah antisipasi semuanya. ", Balas Sang Putri.


"Bbbbaiklah Nimas Citrawati.", Jawab Aryo gugup.


"Kangmas, sebenarnya sejak pertama kali aku ketemu, ada perasaan aneh menyelinap dalam hatiku.Entah perasaan apa itu. Hatiku terasa gelisah bila tidak jumpa denganmu. Apa aku jatuh cinta padamu?.Mungkin ini hal tabu, aku sebagai wanita mengungkapkan rasa terlebih dahulu. Maafkan aku Kang mas ", Sang Putri Curhat kepada Aryo.


"Maaf nimas, mungkin di zaman ini wanita mengungkapkan perasaan lebih dulu itu hal tabu. Tetapi tenang saja nimas. Di zamanku hal seperti itu sudah biasa. Nimas tidak usah merasa bersalah.", Balas Aryo dengan bijak.


"Sebenarnya begitu pula yang kurasakan. Hanya saja aku merasa takut dengan statusku di negeri ini. Aku bukanlah pangeran dan bukan pula bangsawan. Aku hanya bisa memendam rasa ini.", Ganti Aryo yang Curhat.


"Benar Nimas.Hanya saja aku takut... ", Jawab Aryo.


"Mungkinkah kita bisa menjadi sepasang kekasih?. Mungkinkah Kangmas menerima cintaku? ", Tanya Sang Putri.


"Seharusnya Aku yang bertanya seperti itu nimas. Karena siapalah aku ini. Apa pantas aku mencintaimu?.", Balas Aryo merasa sedih.


"Kangmas, Kita semua sama. sama sama manusia ciptaan Dewata. Bukankah agamamu mengajarkan hal demikian.", Balad Sang Putri sambil memeluk tubuh Aryo.

__ADS_1


"Aku sangat mencintaimu kang mas", Ungkap sang Putri.


"I love yo to my Princes", Balas Aryo memakai bahasa Inggris.


" Apa maksudmu kang mas. Bahasa apa itu tadi?.", Tanya Sang Putri menggelayut manja di pelukan Aryo.


"Aku juga Cinta kamu sayang. Itu tadi bahasa Inggris. Bahasa anak muda di zamanku.


"Lihat kakang, sepasang merpati itu begitu setia.Begitu pula cinta kita. Aku ingin kita selamanya Cinta. Tak terbatas ruang dan waktu.", Sang Putri berkata mesra.


" walau kita berbeda ruang dan waktu? Walau kau tahu aku berasal dari masa depan.?", Tanya aryo.


"Cintaku akan tetap ada. aku akan reinkarnasi pada anak turunku.Dan aku akan mencarimu.", Tegas sang Putri.


"Reinkarnasi itu tidak ada dalam agamaku. Tapi mungkin penurunan sifat bawaan itu yang ada.Tapi aku juga tidak paham dengan kebenaran reinkarnasi dalam agamamu.Karena hal itu perkara gaib yang kita belum pernah mengalami.", Jelas Aryo sambil membelai rambut sang Putri Citrawati.


"Iya kang mas. Aku juga sudah sangat senang bisa mempunyai kekasih sepertimu. Bahkan kelak aku pun siap untuk mengikuti kepercayaanmu.", Sahut sang Putri.


Sementara itu, di Ruang Semedi Kerajaan Pandan Jetak Wanger, Pangeran Katong sedang bersemedi mengerahkan ajian Penerawang Suket Kolonjono. Betapa terkejut ketika sedang melihat ke Kaputren Purwa Carita. Pangeran Katong melihat sang Putri Citra wati sedang bermesraan dengan seorang anak muda.


"Siapa anak muda itu. Jadi itu alasannya Putri Citrawati menolakku. Tapi Pemuda itu kok mirip aku. Siapa dia?. Kurang ajar. Berani-beraninya dia mengambil Calon Permaisuriku.", Sang Pangeran Katong Geram.

__ADS_1


"Citrawati Milikku.... tidak ada yang boleh merebutnya." Pangeran Katong menutup ajiannya.


Pangeran Katong keluar dari ruang Semedi. Dia Berlari cepat menuju hutan wanasemi. Menuju sebuah Gubuk tua. Perasaan Cemburu dan emosi membakar jiwanya.


__ADS_2