
Sang Prabu Jonggrang Prayungan terbuai dalam lamunannya. Sehingga menjadi halusinasi. Apa yang ada di depannya seakan-akan menjelma menjadi sang Putri Citrawati.
Meskipun Pernah di tolak mentah-mentah, namun hasratnya ingin mempersunting sang putri telah membutakan mata dan hatinya.
Sang Prabu bertekat untuk mempersunting sabg putri Citrawati dengan jalan apapun. Walau harus mengorbankan diri dan kerajaannya. Jalan perang pun akan di tempuh.
Karena terlalu terobsesi dengan kecantikan Sang Putri, membuat sang Prabu Jonggrang Prayungan dengan diam-diam meninggalkan istana atas angin hanya sekedar mengintip sang Putri yang sedang mandi di Sungai Kaputren.
"Jagad dewo narodo, orang kok cantiknya gak ketulungan. Betapa bahagianya aku bila bisa memilikinya." gumam sang Prabu dari persembunyiannya.
Terbayang dalam lamunannya, dirinya mencumbu dan memeluk sang Putri.
" Oooooh sayangku Citrawati,
terimalah api asmaraku ini.
Biarkan menghangatkan relung jiwamu.
Membakar jiwaku yang merindukanmu" teriak sang Prabu Jonggrang Prayungan membaca syair cinta.
Sang Putri yang sedang mandi pun kaget bukan kepalang. Segera memanggil dayang untuk mengambilkan Pakaiannya.
" Mboooook, Tolong mbooook ada penyusup kaputren. Tolong ambilkan bajuku" teriak sang Putri ketakutan dan malu.
Sang Dayang dengan tergopoh-gopoh menghampiri sang putri dan memberikan baju ganti.
Tubuh mulus sang putri yang keluar dari sungai Kaputren semakin membuat Sang Prabu Jonggrang Prayungan menjadi terpana.
(Siapa sih yang tidak tergiur melihat putri cantik yang habis mandi.)
Tanpa sadar Sang Prabu keluar dari tempat persembunyiannya dan mendekat kearah sang Putri.
" Siapa kau, berani-beraninya kau mengintipku mandi. " teriak Sang Putri sambil berjalan mundur.
__ADS_1
"Prajurit, tolong ada penyusup. " teriak sang Putri.
"Oooooh Citrawati, kemarilah kedalam dekapanku. " sang Prabu semakin edan.
Maka di tangkaplah sang Putri Citrawati. Tubuh Sang Putri meronta-ronta.
"Toloooong.... Lepaskan.... lepaskan aku"
semakin meronta membuat sang Prabu Jonggrang semakin bernafsu.
"Lepaskan Tuan Putri....! " teriak para prajurit mengepung Jonggrang Prayungan.
" Ha... ha... ha... kalian Kroco kroco mau melawanku. Rajamu pun belum tentu bisa menangkapku. " gertak sang Prabu.
Tubuh sang Putri di lepaskan.Sang putri pun berlari menjauh.
Para prajurit menyerang sang penyusup bersama-sama. Akan tetapi mereka bukanlah lawan sang raja Jonggrang Prayungan.
Bersamaan denganitu,masuklah ke Kaputren, Citro Manggolo kakak dari Putri Citrawati.
Citro Manggolo langsung menyerang Jonggrang Prayungan. Pertarungan dengan jurus-jurus silat kuno tingkat tinggi pun terjadi.
Ternyata Jonggrang Prayungan sangat kuat.Tubuh Citro Manggolo terhuyung jatuh di ruang depan Kaputren.
Rombongan Aryo, Supri dan purwa yang sedang berkunjung ke kerajaan kaget mendengar ada keributan di Kaputren.
Aryo segera berlari masuk ke dalam Kaputren tanpa menoleh kanan kiri.
Tiba-tiba
"Byuuuuk, " tubuh Aryo bertabrakan dengan sang Putri yang juga sedang berlari dari dalam.
Bagaikan iklan di TV, segera Aryo menangkap tubuh sang Putri yang hendak terjatuh.
__ADS_1
Nafas Aryo tersedak. Darahnya berdesir. Wangi tubuh sang Putri yang habis mandi pakai sabun wangi buatan Profesor Purwa membuat jiwanya melayang-layang.
Sang Putri pun terpana dalam dekapan Aryo. Ada rasa keteduhan menyelimuti perasaanya yang lama terpendam.
"Maafkan hamba tuan Putri. Hamba tidak sengaja, "
"Tidak apa-apa kang mas aryo.Saya yang seharusnya berterima kasih." sahut sang Putri.
Bersamaan itu,tubuh Citro Manggolo terlempar kembali.
"Bluuuug, " Tubu Citro Manggolo menimpa tubuh Purwa.
"Waduuuuh biyung.Remek reeek, Ketiban gusti Citro Manggolo.
"Wkkkkk.Mas Aryo ketiban bidadari, kamu sial Pur ketiban gajaaaah" canda Supri.
" Dik Supri.Tolong jaga tuan Putri. Biar aku yang melawan orang itu."
"Asiaaap.Hati-hati ya...." pesan Supri.
Kemudian Aryo menghadang laki-laki itu.
Pertarungan pun tak dapat terelakkan.
Dengan jurus-jurus silat modern Aryo menyerang lelaki itu.
Jurus kelelawar menembus kegelapan membuat Jongrang Prayungan terhuyung ke belakang.
Dia segera bangkit dan bersiap menyerang kembali. Mulutnya komat-kamit membaca mantra. Tiba-tiba muncul sinar petir menyala di telapak tangannya.
"Ilmu Gelap Ngampar.Aku harus melawannya dengan Ilmu Gelap Sayuto."
Prabu Jonggrang melemparkan Petir kearah Aryo. Tiba-tiba petir itu terhalang pula oleh petir dari langit. Maka terjadilah ledakan dahsyat yang membuat tubuh Prabu Jonggrang Prayungan terpental jauh dari Kaputren.
__ADS_1