Kutukan Putri Gumeng

Kutukan Putri Gumeng
4.Menyusur Tepian Sungai


__ADS_3

Perlahan mereka melanjutkan perjalanan menuju situs Kedung Putri yang tinggal 1 kilometer lagi. Mereka takjub melihat rindangnya pepohonan sepanjang perjalanan. Kicauan burung terasa merdu di telinga mereka.


"Masih jauhkah tempatnya yok? " tanya Didik yang mulai kelelahan.


" Sudah dekat Dik.Lihat pohon besar itu. itu tempatnya!" sahut Aryo sambil menunjuk pohon besar.


"Oke semangat-semangat.Sudah dekat." suara Sugik memberikan support pada kawan kawan yang kelelahan.


Akhirnya mereka sampai juga di situs Kedung Putri.


" Waooo, kereeeeen. amazing...!" teriak Agung takjub dengan indah dan sejuknya suasana di situs Kedung Putri.


" Tapi berbau mistik Gung.Tengok bawah pohon besar itu... " tunjuk Purwa kearah bawah pohon yang banyak tusuk sesajen dan baju persembahan tumbal para pencari pesugihan.


"Ngeri yok, ternyata masih banyak orang yang tersesat dalam kemusyrikan. Kasihan keluarganya yang jadi tumbal." sahut Sugik nerocos dari belakang Aryo.


"Iya.Tempat ini masih angker.Hati-hati dalam bertindak dan bersikap.Banyak warga dukuh gumeng menganggap danyang Kedung Putri sebagai danyang sembahan.Tempat meminta pertolongan. Sehingga hal itu pun sudah terdengar sampai keluar daerah. Kabar Danyang Kedung Putri bisa mengabulkan keinginan kita membuat banyak penggila judi nomer rela mempertaruhkan diri dan keluarganya asal bisa dapat nomer yang bisa tembus milyaran." kata Aryo menjelaskan pada teman-temannya.


"Ada jalan turun kebawah gak Yok? " tanya Sugik.

__ADS_1


" Ada.Lewat jalan tepian tebing sungai ini tapi cukup berbahaya.Agak licin dan curam tebingnya.Kita harus extra hati-hati. Ayo kalau mau turun nanti kita bisa menyaksikan exotiknya air terjun Kedung Guwo." terang Aryo pada teman-temannya.


" Ayoook, Siapa takuuuuut? " sahut teman-teman Aryo kompak.


Mereka berjalan perlahan menyusuri terjalnya tebing sungai yang licin.


"Sreeeeeeeet, buuuuuuk, krusek" suara Agung jatuh terpeleset.


" Awas Gung.Pegangan pohon semak itu. Tahan kami akan menolong segera." teriak Supri dengan cemas.


" Yaa.Cepat tolong. Tanganku mulai lelah... " sahut Agung ketakutan dan kelelahan. Keringat dingin mulai bercucuran.


"Pegang erat tali ini.Kami akan menarik bersama-sama." teriak Didik sambil melempar tali kearah Agung.


" Siap.Satuuuuuuu...duaaaaa...tiiii... gaaaaaa." suara aba-aba Didik.


Akhirnya tubuh Agung berhasil mereka tarik. Tubuh Agung masih gemetaran ketakutan .


"Alhamdu lillah.Selameeeeet.Hampir saja jadi pekedel." gumam Agung.

__ADS_1


"Ya Alhamdulillah.Kita harus lebih hati-hati." Joko menyahut gumaman Agung.


"Niich, minum dulu biar bertenaga. Sudah dekat kok dasar sungainya. Sepuluh tangga batu lagi kita sampai." Aryo menyemangati teman-temannya.


Perlahan tapi pasti, kaki kaki lelah mereka menuruni tangga batu di tebing sungai. Akhirnya sampai juga mereka di dasar sungai. Air yang jernih dan suasana exotik tebing sungai dari bawah. Tumbuhan perdu dan Keji beling yang sangat terkenal manjur mengobati sakit kencing batu tumbuh diantara celah batu. Stalagnit yang terbentuk di tepian gua Kedung Putri tampak indah.Tetapi aroma mistik tercium di indra keenam mereka. Mereka menyusuri tepi dasar sungai menuju ke air terjun Kedung Gua. Sesekali mereka mencebur ke air yang jernih. Ikan-ikan kecil nampak ikut berenang menyambut mereka. Hilang sudah rasa lelah mereka.


" Ayo kebawah air terjun itu.Asyik kaleeee" teriak Sugik.


"Ayooo" jawab mereka serempak sambil berjalan menuju bawah air terjun.


"Agung, coba lihat punggungmu.Seperti ada tulisan....!" selidik Sugik.


" Mosok Gik.Tulisan apa?," tanya Agung heran.


"PUTRI... " teriak Joko.


" Hiiii serem Gung.Kamu harus hati-hati." sahut Didik.


"Heleh.Mungkin bekas getah pohon semak. Kau aja yang horor Dik." sergah Agung.

__ADS_1


" Mau diajak kencan Putri Gumeng kamu Gung. Ojo lali ya. Minta nomer togel biar cepat kaya." sahut Aryo meledek Agung.


Mereka bercanda menakut-nakuti Agung. Berlanjut menyusur bawah air terjun. Sang Mentari mulai lingsir kearah barat.Pertanda sudah masuk waktu dhuhur. Mereka berniat sholat dipinggir sungai diatas batu-batuan.


__ADS_2