Kutukan Putri Gumeng

Kutukan Putri Gumeng
29. Perjumpaan Sahabat


__ADS_3

Pangeran Katong meradang. Dia menerjang lawan bagaikan Banteng terluka. Ilmu ilmu langka tingkat tinggi di kerahkan.


Pasukan Atas Angin mulai surut nyalinya. Panglima Joyo manggolo pun sudah mengalami luka dalam terkena serangan Pangeran Katong.


Sementara itu Panglima Sugik dan Didik sibuk menghadapi serangan Pendekar Pendekar tingkat Tinggi dari Padepokan Banjar Angin.


Tiba-tiba mata Sugik dan Didik tertuju pada dua Pemuda yang ikut menyerang Pasukannya.


"Itu Agung dan Joko. Ternyata Dia berada di kerajaan Pandan.", Gumam Sugik.


Panglima Sugik melompat mendekati Joko.


"Kalian Bantu teman kalian yang lain. Biar aku dan Panglima Didik yang menghadapi 2 orang ini. Dia bukan tandingan kalian. ", Perintah Sugik pada Para Prajurit yang mengepung Joko dan Agung.


"Baiklah, Panglima hati-hati.mereka ini sakti-sakti. ", Jawab Para Prajurit.


Para Prajurit meninggalkan Joko dan Agung.


"Hei Broo, Bagaimana kabarnya.. ", Tanya Sugik Pelan-Pelan.


"Kita pura-pura Perang, kita menjauh dari medan perang ini. ", Saran Didik.


mereka pura-pura berperang. mereka saling bertukar jurus dan ilmu kesaktian.


"Aku akan pura-pura kalah dan kejar aku. ", Kata Didik pelan sambil pura-pura mundur terhuyung-huyung.


"Aaaa..... ", Didik berguling-guling diatas tanah.


Dia segera bangkit dan terus bergerak mundur di ikuti serangan dari agung.


Semakin lama mereka semakin jauh dari medan pertempuran. Setelah aman dari jangkauan Prajurit. Mereka berhenti dibawah pohon yang ditutupi tumbuhan perdu.

__ADS_1


"Haduh, capek rasanya... ", Keluh Joko.


"Kamu kemana saja selama ini. Bagaimana bisa Kalian menjadi Prajurit Atas Angin?.", Tanya Agung.


"Entahlah. Panjang ceritanya Bro kalau aku ceritakan. Singkat ceritanya Kami tertangkap dan hendak di hukum. Ternyata Prabu Jongrang Prayungan sedang mencari banyak Peajurit. Dan aku di uji untuk menjadi seorang Prajurit. Dan untungnya semua ilmuku di dunia nyata menjadi sangat hebat di dunia dongeng ini.Kami akhirnya di terima dan karier kami terus melonjak hingga diangkat menjadi Seorang Panglima. ",Terang Sugik.


"Lalu Bagaimana kalian bisa menjadi prajurit Kerajaan Pandan?. ", Tanya Didik.


"Bukan, Kami bukan Prajurit. Hanya saja kami saat ini menjadi saudara seperguruan dengan Pangeran Katong. Sehingga ketika Pangeran Katong meminta pertolongan kami, Kami sebagai saudara tidak mungkin menolak. ", Jelas Agung.


"Aku sebenarnya tidak peduli dengan peran apapun di sini. Yang aku inginkan itu kembali ke tempat asal kita.", Kata Didik dengan berkaca-kaca.


"Baiklah nanti kami akan pura-pura kalah dan kami akan menjauh dari kerajaan atas angin.Kami akan pergi dahulu ke Kerajaan Purwa Carita. Karena menurutku dari sanalah Pintu gerbang menuju zaman kita. ", jelas Sugik.


"Nanti saya akan katakan pada Pasukan atas angin bahwa kalian sudah berhasil kami tewaskan. Agar mereka hilang semangat. Bila tiba waktunya nanti kami pasti akan menyusul kalian ke Purwacarita. ", Kata Agung.


"Baiklah Kami akan segera berangkat, Kalian kembali ke medan perang.Pukul mundur pasukan atas angin biar tidak mempersulit kita nanti. ", Kata Sugik.


Mereka bersalaman dan berpelukan. setelah itu mereka melesat kearah yang berbeda. Bayangan mereka lenyap di telan lebatnya hutan Jati di Wilayah Kerajaan Pandan.


Sementara itu di Istana Kerajaan Pandan Peperangan semakin sengit. Prajurit Kerajaan Pandan dengan sengit berusaha memukul mundur Pasukan Kerajaan Atas Angin.


Tiba-tiba terdengar teriakan keras dari atas Benteng.


" Panglima Kalian telah kalah. Kalian menyerahlah. ", Gertak Agung Dan Joko dari atas Benteng.


Mendengar itu, peperangan terhenti.


"Kami tidak percaya, Mereka orang sakti.Tidak mungkin bisa kalian kalahkan dengan mudah. Kalian Pasti bohong. ", Balas Panglima Joyo Manggola sambil memegangi lengannya yang terluka parah.


"Kalau kalian tidak percaya, sekarang mereka dimana?. ", Gertak Agung

__ADS_1


Para prajurit Kerajaan atas angin mulai tampak putus asa.


" Ayo tetap kembali serang Prajurit Pandan. Jangan sampai Gusti Jonggrang Prayungan murka.", Perintah Panglima Joyo Manggolo.


Pertempuran kembali berkobar. Korban terus berjatuhan. Korban di pihak kerajaan atas angin semakin banyak. Luka di bahu Panglima Joyo manggolo semakin parah sehingga dengan terpaksa memerintahkan pasukannya untuk mundur.


"Munduuuuur, Munduuuur, munduuuur.... ", Teriak Panik panglima Joyo Manggolo.


Pasukan Atas angin akhirnya bergerak mundur keluar dari dalam benteng. Sekuat tenaga menyelamatkan diri dari serangan pasukan Kerajaan Pandan.


"Kejaaar, Kejaaaar...! ."' Teriak Pangeran Katong.


Pasukan Atas angin akhirnya berhamburan meninggalkan Kerajaan Pandan.


"Sudah cukup. Biarkan mereka lari. mereka tidak akan berani lagi menyerang kita. Panglimanya sudah terluka. sedang yang lainnya sudah tewas!. ", Teriak Joko.


Akhirnya Prajurit Kerajaan kembali ke dalam benteng dan mengurus semua yang terluka dan tewas. Baik di pihak lawan maupun pihak kawan.


Sebagian yang lain membenahi Benteng yang jebol.


"Bagaimana kalian bisa mengalahkan dua panglima sakti kerajaan Atas Angin?.", Tanya Pangeran Katong.


"Kami menghimpit tubuh mereka dengan ajian tebah bumi yang di ajarkan Aki Banjar Angin. Jadi Kami kubur mereka di dalam tanah. Tapi Kami tidak bisa memastikan mereka betul-betul sudah tewas apa belum. Kami berfikir bahwa dengan membuat berita Hoax tentang tewasnya Panglima mereka akan mampu melemahkan semangat mereka. Dan ini berhasil. Lagi pula kami tidak mengatakan mereka tewas. tapi mereka kalah.sehingga kami tidak berbohong. ",Jelas Agung panjang lebar.


Tampak Pangeran katong percaya dengan alasan agung.Mereka meneruskan mengurus korban Perang. sedangkan Pangeran Katong menuju Istana menemui ayahandanya.


\=\=\=\=\=\=\=\=bersambung\=\=\=\=\=\=\=


Dear Reader


mohon sabar ya.... Author updatenya menunggu waktu luang.

__ADS_1


__ADS_2