Kutukan Putri Gumeng

Kutukan Putri Gumeng
50. Mendung Di atas Purwa Carita


__ADS_3

Dengan perlahan Putri Citrawati menuruni tepi sungai Purwa Carita. Sesampainya di sungai sang Putri melepaskan anak ikan itu ke sungai. Dengan berlinang air mata Putri Citrawati menatap putranya yang berenang di sungai Purwacarita.


Putri Citra Wati kembali naik ke atas tebing sungai. Dengan menatap tajam ke angkasa sang Putri menarik nafas dalam-dalam.


Sejenak sang Putri terdiam. Tiba-tiba sang Putri berteriak lantang.


" Wahai warga Purwa Carita dengarlah Sumpahku. Barang siapa sengaja memakan ikan gabus dari sungai Purwacarita, Aku kutuk tubuhnya akan melepuh.


Entah ilmu apa yang di gunakan Putri Citrawati. Suaranya menggelegar di langit Purwacarita. Langit tiba-tiba menghitam. Mendung bergulung-gulung. Petir menyambar-nyambar Bumi Purwacarita.


Rakyat Purwacarita terkejut bukan main mendengar suara junjungannya menggelegar di angkasa.


"Apa yang terjadi dengan Tuan Putri?",kata Paiman sambil menganga kebingungan.


"Entahlah...aku tak tahu.Yang pasti kita tidak boleh makan ikan gabus dari sungai Purwa Carita.",sahut Paijo.


"Iya kang, kita wong cilik. Harus patuh pada Gusti Putri.Kalau tidak bisa kualat. Kamu mau badanmu bengkak seperti gajah. Hi..Ngeri aku"sahut Paiman.


" Iya betul.Kita harus beritahu keluarga kita.Jangan sampai kualat."kata Paijo sambil menyeruput wedang jahe.


Sementara itu, di Wisma Ganesha.


Aryo dan kawan-kawan yang mendengar Kutukan dari sang Putri mulai berunding.


" Ini sudah tiba waktunya kita keluar dari Purwa Carita."kata Aryo membuka percakapan.


"Apa maksudmu yok?"tanya Sugik.


"Semalam aku bermimpi. Aku sedang menonton TV. Filmnya berjudul God of Gambler. Kalau di artikan dalam bahasa Indonesia kalau tidak salah artinya Dewa..."


"Dewa judi mas."Celetuk Supri.


"Kadingaren kamu bisa bahasa Inggris."


" Jangan ngece mas. Aku sejak kecil itu pingin jadi guru Bahasa Inggris.Sedikit-sedikit ada yang nyangkut lah."Kilah Supri.


"Lha hubungannya apa mimpimu dengan kita?"Tukas Didik.


"Di Film itu, sang dewa judi juga terjebak di dimensi seperti kita. Kemudian mereka bisa kembali ke zamannya setelah bertarung mengadu tenaga dalam dan kesaktian tingkat tinggi."


"Jadi...?"


"Kita harus mengeluarkan ilmu tertinggi kita. Kita akan mengadu dengan Jagoan-Jagoan di Zaman ini." Jelas Aryo.


"Aku Faham Yok. Kita akan menantang dan menyerang Pangeran Katong."sahut Sugik.


"Lalu dimana Pangeran Katong sekarang?. Saya yakin dia tidak berani pulang ke kerajaan Pandan."tanya Agung.


"Saya tahu dimana Pangeran Katong bersembunyi. Dia berada di alam astral kerajaan Mahasura. Letaknya sekitar desa Jatisari. Kalau di zaman kita, Letaknya di sekitar Kedung Masur."kata Aryo.


"Aku Pernah ke sana yok. Lewat dukuh Kaliwader. Ada kolam renangnya. Bagus sebenarnya. Tapi sayang..."

__ADS_1


"Sejak insiden orang tenggelam, sekarang sepi lagi."kata Supri.


"Baik, Besok kita cari Pangeran Katong."sahut Joko bersemangat.


" Aku wegah." Supri membalas cepat.


"Maksudmu?" sergah Sugik.


" Pacarku piye ?


"Nyindir?Kamu nyindir Aryo kan?"tukas Agung.


"Aku enggak menyindir.Tapi mengepaskan."kata Supri berkilah.


" Aku enggak lebay. Paling kamu yang berat meninggalkan gebetan barumu. Bakul kopi pinggir desa. Siapa itu Gik namanya?"


"Surti..."


"bukan....Painem."


"Ngawur saja. Namanya Painah"


"Eitss...Painah itu nama sapiku. Sembarangan aja."Sahut Aryo.


"Oke.besok selepas subuh kita berangkat. Nanti sore kita pamitan ke kerajaan." kata Agung.


Aryo bangkit dari duduknya. Telinganya berdenging keras. Serta Merta Aryo berlari keluar wisma.


Aryo berlari cepat. Ilmu ringan tubuhnya tampak sangat sempurna. Supri tak mampu mengejarnya. Dia kehilangan jejak.


"Ada apa ya ?. ",gumam Supri.


Supri berjalan cepat kembali ke wisma.


Sementara itu, Aryo terus melesat menuju tepian sungai Purwa Carita. Mantra ilmu kijang Kencono yang di dapat dari kitab murahan di Pasar Pahingan ternyata bereaksi dahsyat di zaman ini. Larinya Aryo memang sangat cepat bagai lari kijang.


Langkahnya terhenti ketika tampak Sang Putri menangis di tepi sungai Purwa Carita. Tak Jauh dari sang Putri tampak Pangeran Citro Kusumo bersemedi di bawah pohon Klumpit. Matanya terpejam. walau terpejam masih tampak gurat kesedihan dan emosi yang sangat besar.


" Nimas Citrawati, ada apa ini. Kenapa kalian berada disini."tanya Aryo basa-basi. Padahal Aryo sudah mengetahui semua yang akan terjadi pada sang Putri.


"Jangan kura-kura dalam perahu kang mas. Aku yakin kangmas sudah tahu."


"Maaf, aku hanya bingung. Sekarang ikutlah aku. Akan aku ceritakan semua rahasia yang aku tahu."kata Aryo berusaha membuat Citrawati tenang.


"Kemana kangmas?"


"Ikut saja. Nanti kamu akan tahu sendiri."


Aryo segera menggendong Putri Citrawati. Citrawati kaget. Belum hilang rasa kagetnya, sang Putri berubah takut.


Aryo berlari sangat cepat dan terasa seperti terbang. Belum pernah Sang Putri melihat ilmu ringan tubuh seperti itu. Sang Putri terpejam dalam bopongan Aryo. Pemuda Pujaan hatinya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, tibalah mereka di selatan kerajaan Purwa Carita.


Aryo berhenti di bawah pohon Jati yang besar.


Sang Putri membuka mata.


"Kita dimana?",tanya sang Putri.


"Lihatlah pohon duri itu. itu adalah Pohon Suru. Di sekitar pohon itulah aku sebenarnya berasal. Hanya saja zaman ini masih berupa hutan belantara. Pohon itu konon berasal dari Jambe suruh yang di bawa pangeran Pangeran Katong untuk melamarmu. Karena kau tolak, di lemparkanlah Jambe suruhnya. Suruhnya jatuh di sana. Dan di zamanku menjadi dukuhan Suru. sedangkan Jambenya jatuh di sebelah selatan dukuh Suru.Di Zamanku menjadi dukuh Jambean."jelas Aryo.


"Lalu apa hubungannya denganku?"


"Baiklah, aku teruskan ceritaku. Nenek moyangku sebenarnya berasal dari kerajaan Pandan. Di zamanku bukan kerajaan lagi. Cuma menjadi desa Pandan. Sekarang pandang wajahku. Mirip siapa aku di zaman ini?"


"Kau mirip....mirip..mirip...?,sang Putri tertegun.


"Iya betul, aku mirip pangeran Katong."


"Jadi...jadi...kau... reinkarnasi dari Pangeran Katong?. " sang Putri sedih.


"Bukan...dalam agamaku tak ada reinkarnasi. Kemungkinan Pangeran Katong adalah kakek moyangku."


"Lalu bagaimana denganku di zaman mu. Apa ada keturunanku?."


"Entahlah, yang Pasti kamu tak akan menikah lagi setelah kepergian ku. Kau akan bersemedi di sungai Purwa Carita. "


"Aku akan tetap menunggu Kang Mas Aryo. Aku tak akan menikah. Aku tak mau..."


Suara sang Putri menggelegar. Aryo kaget


" Nimas jangan emosi. Semua kata-kata nimas berubah menjadi sabda."


" Biarlah kangmas, Aku bersumpah. Aku tak akan menikah kecuali yang melamarku Sejuta Perjaka lengkap dengan pengawalnya."


"Itu yang akan aku sampaikan. Kau akan bersemedi di sungai Purwa Carita dan bila tiba saatnya akan datang perjaka sejuta seperti sumpahmu.Dia datang dari masa depan. Dia akan menjadi ayah anak-anakmu. Dan dari anak turunmu itulah yang akan menjadi jodohku."


"Jadi kita tidak berjodoh ?"


"Kita beda zaman. Kita jalani saja takdir kita. Aku tetap mencintaimu. Dalam keyakinan mu mungkin dia itu reinkarnasi mu."


"Lalu apa yang harus aku lakukan.?"


" Bila aku telah kembali laksanakan sumpah mu. Nanti akan datang seorang pemuda dari Zamanku yang melamarmu. Dia bernama Joko Sayuto. Dia di kawal oleh seorang pemuda bernama Joko Santosa. Menikahlah dengannya. Mungkin itu cara Tuhan menyatukan cinta kita yang rumit. "


"Benar kangmas. Mungkin itu untuk meredam Kebencian ku pada pangeran Katong. Apalagi setelah aku tahu Engkau keturunan Pangeran Katong. Aku tak bisa membencimu." kata sang Putri sambil memeluk tubuh Aryo .


"Besok Aku pamit. Aku dan teman-temanku akan mencari Pangeran Katong. Dengan cara itu aku dan teman-temanku insyaallah bisa kembali ke zamanku. Dan Pangeran Katong akan kehilangan kesaktiannya. Kesaktiannya hanya akan turun ke anak cucunya."


"Baiklah Kang mas. Tapi izinkan aku memelukmu untuk terakhir kalinya."


Aryo mendekap erat tubuh sang Putri. Jiwanya terasa damai. Sang mentari terus merangkak ke arah barat membuat sang Putri terlelap.

__ADS_1


@@@bersambung@@@


__ADS_2