Kutukan Putri Gumeng

Kutukan Putri Gumeng
33. Tewasnya Dayang Denok.


__ADS_3

Pasukan Kerajaan Pandan segera bersiaga membentuk Formasi burung Garuda. Serangan mendadak membuat mereka harus lebih hati-hati.


"Semua siaga, lindungi para Dayang dan wanita. Jangan sampai lengah..!!. ", Teriak Pangeran Katong.


Semua pasukan bersiap menghunus senjata.


Sementara itu dari balik semak-semak tiba-tiba muncul ribuan prajurit yang menghambur menyerang Prajurit Kerajaan Pandan.


"Serbuuuuuuuu.....!!! ", Teriakan dari Prajurit Atas Angin memecah keheningan.


Dalam sekejap, Hutan Jati Kedung Sumur menjadi medan pertempuran yang mengerikan.


Prajurit Atas angin melawan pasukan Kerajaan Pandan.


Jeritan prajurit yang terluka dan lolongan prajurit yang meregang nyawa terasa menyayat jiwa.


" Hai Katong, Ayo maju hadapi aku. Akan kuremukkan Batok kepalamu... ", Teriak Prabu Jonggrang Prayungan.


Tangan Prabu Jonggrang Prayungan memegang Senjata Gada besi Kuning. Ledakan dahsyat terdengar ketika Gada menghantam sasaran.


"Jangan Jumawa kau Jonggrang. Aku lah lawanmu. Buktikan omonganmu...!! ", Teriak Pangeran Katong.


Pangeran Katong melesat dengan cepat menghadang serangan gada Besi Kuning.


Dengan tangan yang di aliri ajian Gelap Sayuto, Pangeran Katong menyerang Prabu Jonggrang Prayungan.


"Gleeeeer,....... !!!", Suara ledakan petir menyambar Pohon Jati di dekat Prabu Jonggrang Prayungan.


Prabu Jonggrang Prayungan menghindar cepat. Tubuhnya melayang cepat ke udara.


"Aji Gelap Sewu.....!!! ", Teriak Prabu Jonggrang Prayungan melepaskan serangan petir dari udara.


"Awaaass pangeran... ", Teriak Agung sambil melompat menghadang petir yang hendak menyambar tubuh Pangeran Katong.


"Laa ilaha illallah,....", Teriak Agung Menangkap Petir dengan tangan kanannya.


semua Prajurit terkesima melihat aksi Agung yang Luar biasa.


Selama ini belum pernah ada yang mampu menangkap serangan Petir.


"Huuuup, Hiyaaaat.... ", Teriak agung melemparkan kembali petir kearah Prabu Jonggrang Prayungan.


Prabu Jonggrang Prayungan Jumpalitan di udara menghindari petir ciptaannya sendiri.


"Kurang ajar, ternyata ada manusia yang mampu menangkap petirku... ", Umpat Prabu Jonggrang Prayungan.


"Terima Kasih saudaraku, kau telah menyelamatkanku. ", Ucap Pangeran Katong.


"Sudah kewajiban hamba gusti.. kita harus lebih hati-hati.. ", Sahut Agung.


"Pasukan, bentuk Formasi Garuda melayang.... ", Teriak Pangeran Katong.


Semua pasukan Pandan berubah formasi. Bagai burung Garuda melayang di udara bersiap mencabik-cabik lawan.


Pasukan Pandan berubah menjadi lebih ganas menyerang lawan.


Pasukan Atas angin mulai terdesak.


Sementara itu, dari balik Pohon Jati besar, Panglima Kala Srenggi memikirkan siasat baru.


"Hmmmm, akan aku serang Rombongan wanita. Akan aku buat cemas prajurit Katong. Mungkin ini Satu-satunya cara.... ", Gumam Kala Srenggi.


Dengan cepat Kala Srenggi menghilang dari Pandangan dan secara tiba-tiba sudah berada di rombongan dayang.


" Ha... ha... ha..., Mampuslah kalian..... semua...! ", Teriak Kala Srenggi.

__ADS_1


Wujud asli Kala Srenggi yang menyeramkan membuat para Dayang menjerit ketakutan.


" Tolong....tolong.... tolong... ", Jerit Para Dayang ketakutan.


"Seraaaang.... ", Teriak Prajurit Pandan serentak menyerang Kala Srenggi.


Denting Pedang dan tombak terdengar bersahutan.


"kalian kroco-kroco mau melawanku.... rasakan ini... ",Gertak Kala srenggi.


Tubuh Kala Srenggi berubah menjadi raksasa. Dalam sekejap prajurit Pengawal dayang berjatuhan terkena serangan Kala Srenggi.


"Lepaskaaan, lepaskan aku.... ", Teriak Dayang Denok.


"Jangan harap aku lepaskan.. aku tahu siapa kamu... akan aku jadikan umpan si Katong... Ha... ha.... ha... ", Kata Kala Srenggi dengan tawa membahana.


"Hup... Hiyaaaaat.... ", Teriak Kala srenggi sambil melesat memanggul Dayang Denok.


Kala Srenggi melesat menuju arena pertarungan Prabu Jonggrang Prayungan dan Pangeran Katong.


"Hai pangeran Katong.... lihat siapa yang aku bawa ini.... ha.. ha... ha.. ", Teriak Kala Srenggi.


"Lepaskan Simbok Denok... Jangan pengecut kau Kala Srenggi....! "


"Lepaskan...?, Bodoh sekali aku kalau lepaskan biyungmu ini... ha...ha... ha. "


"Pangeran, Jangan Pedulikan simbok... hancurkan musuh-musuh pangeran... jangan ragu... ", Teriak Dayang Denok.


"Diam kau Dayang tua... atau ku remukkan kepalamu... ",


"Bunuh saja aku kalau berani... ", Ancam Dayang Denok.


"Dasar tak bisa di untung....matilah kau....!!! ", Teriak Kala Srenggi sambil melempar Dayang Denok ke udara.


Tiba-tiba....


"Gelap Sewu...... ", Teriak Prabu Jonggrang Prayungan.


"Creeeet,.... Gleeeeer.... ", Suara Petir menyambar tubuh Dayang Denok.


"Aaaaaa......... ", Jerit Dayang Denok.


"Simbooookk,.... ", Teriak Pangeran Katong menangkap Tubuh Dayang Denok yang hangus tersambar petir.


"Simbok Denok..... ", Tangis Pangeran Katong Pecah.


"Keparaaat kau Jonggrang... akan ku cincang kamu... beraninya kau bunuh Dayangku... ", Teriak Pangeran Katong geram.


" Aji Tebah Bumi...... ",


Bumi tempat Prabu Jonggrang Berpijak terbelah.Tubuh Prabu Jongrang Prayungan terperosok sebatas pinggang dan terhimpit Bumi.


" Aji Gelap Sayuto..... "


Tiba-tiba ribuan petir menyambar tubuh prabu Jonggrang Prayungan.


Tubuh Prabu Jonggrang Prayungan hancur berkeping-keping dan hangus terbakar.


Semua Prajurit menghentikan perang menyaksikan tewasnya Prabu Jonggrang Prayungan.


"Gusti prabu....! ", Teriak Kala Srenggi menghambur ke jasad Prabu Jonggrang Prayungan yang sudah tak berwujud.


"Aku balas Kau Katooooong", Teriak Kala Srenggi.


Kala Srenggi segwra tiwikrama berubah menjadi Kala Raksasa.

__ADS_1


Dengan Amarah meluap-meluap Kala srenggi menyerang membabi buta. Banyak prajurit yang tewas di telan kala Srenggi.


"Bagaimana ini Jok, apa yang harus kita lakukan?", Tanya Agung Cemas.


"Aku pernah membaca buku Primbon, tentang aji Tiwi Krama Kresna. Coba aku baca Mantranya siapa tahu di dunia ini bisa jadi kenyataan.. ", Kata Joko Cepat.


"Segera sebelum semuanya hancur.. ", Kata Agung.


Segera Joko membaca mantra yang pernah di hapalkanya.


Tiba-Tiba tubuh Joko membesar menjadi raksasa mengimbangi besarnya Kala Srenggi.


" Wauuuu, Amazing....Seperti Film Hulk di TV. Rasain kau Kala Srenggi... Hajar Jok.... Hajar... jangan kasih ampun.... ", Teriak Agung kegirangan.


Dua raksasa itu bertarung dengan hebat. Hentakan kaki mereka menimbulkan gempa di medan perang.


Semua prajurit berlari keluar arena takut terkena serangan nyasar.


"Serang telinganya Jok,...!!! ", Teriak Agung.


Joko dengan sekuat tenaga menyerang balik kala srenggi. Dua pukulan mengenai perut, sedang tendangannya menyerempet telinga Kala Srenggi.


Kala Srenggi terhuyung kesamping kanan.


"Cakar Kala Cakra.....!!!! ", Teriak Joko dengan suara menggema.


Jari tangan Joko muncul kuku panjang dan tajam.


Dengan cepat mencakar wajah dan telinga Kala Srenggi.


" Aaaaaaaaaaa..... ", Teriak Kala Srenggi Terhuyung jatuh.


Lutut kala srenggi lemas seiring tendangan Joko kearah ulu hati.


Kala Srenggi terkapar tak berdaya. Matanya melotot menahan sakit.


Tak lama kemudian Kala srenggi diam tak bernyawa.


melihat itu pasukan atas angin berhamburan lari meninggalkan medan perang.


"Lariiiiiii..... ", Teriak mereka ketakutan.


"Kejaaaaar.... ", Teriak Pasukan Pandan.


" Cukuuuup.... berhenti.... jangan kejar... biarkan mereka lari... ", Teriak Agung.


" Tapi tuan... mereka... ",


"Sudahlah, raja mereka sudah tewas... ", Kata Pangeran Katong.


" Sekarang urus teman kalian, kuburkan mereka secara ksatria. Aku akan menguburkan Simbok Denok.Biar aku sendiri yang menguburnya. ", Kata Pangeran Katong.


"Baik tuan, akan kami laksanakan. "


Pangeran Katong membawa jasad Dayang Denok ke bawah Pohon Jati yang terbesar.


Dengan Ajian Tebah Bumi, Pangeran Katong membuat Lubang Kubur. Kemudian mengangkat Dayang Denok ke liang kubur dan menguburkannya.


"Selamat jalan mbok, terima kasih atas perjuangan simbok padaku.. Namamu akan terkenang sepanjang masa... ", Ucap Pangeran Katon.


"Wahai Kalian semua, dengarkan Sabdaku... Tempat aku mengubur simbok Denok ini akan aku beri nama Jati Denok.Dan Pohon ini menjadi saksi perjuangan Dayang denok mengabdi pada pangeran Katong. "


Selesai bersabda, Tiba -tiba petir menggelagar di ikuti turunnya hujan dengan deras menyapu darah parah kesatria yang gugur di medan perang.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2