
Pangeran Katong memejamkan mata. Nafasnya naik turun teratur mengikuti irama penyucian jiwa.
Pangeran Katong bergumam, "Kalau aku masuk ke Purwa Carita dengan wujud asliku, aku akan mudah di kenali. Aku harus malih rupa. Aku akan malih rupa menjadi ikan Gabus. Mereka pasti tidak akan curiga.Tapi jangan sampai aku tertangkap.Bisa-bisa jadi ikan goreng aku nanti. Aku akan mencari celah untuk balas dendam. "
Pangeran Katong membuka mata perlahan. Tersungging senyum berbalut dendam.
"Citra wati. Entah mengapa hatiku masih tersimpan rasa cinta untukmu. Tetapi rasa sakit hati ini terasa menyayat hati. Aku akan malih rupa dulu. Aku akan masuk ke dalam sungai. "
Pangeran Katong merapal ajian Malih rupa yang di ajarkan oleh Aki Banjar Angin.
Tiba-tiba asap mengepul menyelimuti tubuh pangeran Katong. Pangeran Katong membayangkan seekor ikan gabus.
Asap menghilang.Tubuh pangeran Katong berubah wujud menjadi seekor ikan gabus.
Ikan itu berenang mengikuti aliran air sungai bawah tanah menuju sungai Purwa Carita.
Pangeran Katong terus berenang di sungai Purwa Carita sambil sesekali memperhatikan sekeliling sungai.
"Citra Wati.Aku akan menunggumu disini."Kata pangeran Katong dalam hati.
Ketika matahari mulai naik sepenggalah, Pangeran Katong mendengar langkah beberapa dayang menuju ke kedung Kaputren.
"Tuan Putri sedang ingin lumban di sungai.Ayo kita siapkan baju tuan Putri."kata salah satu dayang.
"Ayo mbok. Saya mau mengambilkan sabun mandi tuan Putri. "sahut temannya.
__ADS_1
Mereka bergegas menuju Kaputren untuk memberi tahu Putri Citrawati.
"Ampun tuan Putri.Baju dan sabun sudah kami siapkan. Silakan jika tuan Putri ingin lumban di sungai."
"Baiklah simbok. Saya akan lumban di sungai. "
Putri Citra Wati bergegas menuju sungai yang airny jernih.
Perlahan sang Putri turun ke sungai. Sang Putri berenang dengan gembira seakan hendak melepaskan beban perasan sedih yang menderanya.
Tiba-tiba mata indah Putri Citra Wati melihat seekor ikan gabus berenang mendekatinya.
Putri Citra wati mencoba menangkap ikan gabus itu. Ikan itu sepertinya hendak menggoda Putri Citra Wati.
"Hai kemarilah, "
"Ayo jangan lari lagi ya. "kata Putri Citra wati sambil mengelus iklan itu.
Di dekapnya ikan itu di dadanya. Ikan itupun diam tak berontak lagi.
Sementara itu Pangeran Katong yang berubah menjadi Ikan itu merasakan gejolak cinta yang membara dalam dekapan Putri Citrawati.
"Citra wati, sungguh mempesona dirimu. Ku ingin selalu dalam dekapanmu seperti ini. Ingin ku selalu bersamamu walau aku harus selamanya menjadi ikan. "gumam pangeran Katong.
Pangeran Katong mencoba melepaskan diri dari dekapan Putri Citrawati karena nafasnya tersengal-sengal.
__ADS_1
Ikan gabus itupun berenang berputar di sekitar tubuh Putri Citrawati.
Ikan itupun seakan tak ingin menjauh dari Putri Citrawati.
Putri Citrawati dan Ikan gabus itu seakan asyik bermain di sungai itu.
Putri Citrawati merasa beban perasaanya sirna karena bermain dengan ikan yang mengasyikkan.
Putri Citrawati berenang ke tepi sungai. Di ambilnya sabun mandi yang sudah di siapkan dayang istana. Di balurkan kemuka dan badannya. Beberapa saat kemudian Putri Citrawati menyelam di kedung. tubuhnya tampak segar setelah mandi. Dia menyibakkan rambutnya yang basah.
Sejenak kemudian Putri Citrawati menuju tempat untuk mandi bilas dan berganti baju.
Putri Citrawati dengan di temani sang emban kembali ke Kaputren.
Sementara itu Pangeran katong yang menjelma menjadi ikan gabus berenang menuju kedalam terowongan bawah tanah.
Suasana sungai pun kembali menjadi hening.
Sesampainya di pinggir sungai bawah tanah, Pangeran Katong malih rupa ke wujud asalnya.
"Haaaa haaa ha...haa.. Aku puas hari ini. Aku bisa bercengkrama dengan Citrawati. Rupanya Dewata masih berpihak kepadaku."Pangeran Katong tertawa puas.
Pangeran Katong berfikir, "Besok aku akan malih rupa menjadi pemuda itu. Aku ingin bersama Citrawati dalam wujud sebagai manusia. Pasti tidak ada yang menghalangi. Haa... haa.. haa."
Pangeran Katong mengambil bebepa bekal makanan yang di bawanya.
__ADS_1
Pangeran Katong makan di tepi sungai. Terpancar ambisi dendam dan cinta terpancar dari auranya.
Siang beranjak sore hari. Pangeran Katong Pergi ke wilayah Purwa Carita dengan merubah wajah dan penampilan seperti warga Purwacarita.