Kutukan Putri Gumeng

Kutukan Putri Gumeng
31.Pagebluk Mayangkara


__ADS_3

Rombongan Dukun dan Tabib istana berangkat menuju wilayah kerajaan yang terkena wabah penyakit aneh.


Dengan di kawal prajurit kerajaan kereta kuda Mereka melaju di jalan berbatu.


Menjelang tengah hari mereka telah sampai di desa Geneng dan Dawuhan. Rombongan di sambut kepala dusun dengan tergopoh-gopoh.


"Selamat datang tuan-tuan. Terima kasih tuan-tuan sudi membantu kami. ", Ucap Kepala dusun Geneng.


"Terima Kasih ki, ini sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab kami untuk membantu dan melindungi rakyat kerajaan pandan. ", Kata Aki Blawus.


Aki Blawus adalah Tabib andalan kerajaan Pandan.


"Maaf ki, Mana yang harus kami tolong?. ", Tanya Aki Blawus.


"Mereka ada di rumah masing-masing. Karena terkadang satu keluarga ada 2 atau 3 yang sakit aneh. Hal ini seperti wabah Pageblug. Sudah banyak yang meninggal karena wabah ini. ", Terang kepala Dusun.


"Berapa dukuhan yang terkena wabah ini?. ", Tanya Agung.


"Yang kami dengar ada 4 dukuh yaitu wegil, dawuhan, wanasemi, dan Geneng. Tapi yang terparah di dukuhan geneng ini. ",Kata Kepala Dukuh.


"Untuk lebih mudahnya Rombongan ini sebaiknya di bagi dua, sebagian di dukuh geneng dan dawuhan, yang sebagian lagi di dukuh wanasemi dan wegil. Saya akan menangani di dusun Wanasemi dan wegil, sedang sebagian tetap disini dengan di bantu tuan Joko dan Agung. Jangan khawatir. mereka adalah murid-murid andalan Aki Banjar Angin yang tersohor. ", Jelas Aki Blawus Panjang lebar.


"Baiklah, Kami setuju. Kami akan laksanakan dengan Sebaik-baiknya tugas ini.", Jawab Joko dengan semangat.


Setelah pembagian tugas, Aki Blawus segera pamit menuju desa wegil dan wanasemi.


Dengan di pandu kepala dukuh Geneng, Agung dan Joko berusaha menangani pengobatan warga. Memang banyak yang janggal dari sakit yang di alami warga.


Ada yang Panas tinggi Hingga mengigau, ada pula yang kedinginan sampai menggigil ada pula yang menjadi seperti orang gila. menjerit-jerit, meraung-raung dan banyak yang kesurupan.


"Nampaknya ada yang melakukan serangan halus ke kerajaan Pandan. Wabah ini semacam santet. Kita harus segera menghentikannya.? ", Kata Joko.


" Kita coba bacakan ayat Alquran. Semoga mereka segera pergi. ",Sahut Agung.


Agung mendekati orang yang sedang sakit di sebuah gubuk.


Agung dan Joko mulai membacakan ayat ayat Al quran yang pernah di pelajari. Surah Tiga Qul dan Ayat Kursyi menjadi andalan Joko dan Agung ketika berhadapan dengan makhluk gaib.


Setelah Sampai pada ayat kursyi agung meniupkannya pada segelas air putih dan diminumkan ke orang yang sakit.Seketika orang tersebut menggelinjang kesakitan.Dia berteriak kepanasan.

__ADS_1


"Panaaas..... Panaaaaas....Panaaaaas...... Ampuuuuun..... Ampuun.... Ampuuuuun.", Teriak orang itu.


"Pergi kau dari tubuh orang ini jangan ganggu dia. Atau aku binasakan kau selama-lamanya...! ", Gertak Agung.


"Siapa yang menyuruhmu mengganggu warga kerajaan pandan. ", Tanya Joko.


"Ampuun tuan, hamba diperintah gusti Jonggrang prayungan. ", Jawab Dedemit yang merasuki.


" Baik, sekarang kalian pergi.Ajak semua anak buahmu. Kalau tidak... terpaksa akan aku hancurkan kalian semua.", Gertak Agung kembali dengan mengeraskan tekanan pada ibu jari orang yang sakit.


"Aduuuuh, baik. kami akan pergi sekarang juga. ", Teriak sang Demit.


Seketika tubuh orang itu lemas diikuti dengan tangis kesadaran.


"Terima kasih tuan... terima kasih tuan.... ", Kata orang itu dengan merangkul tubuh Agung.


"Iya... Alhamdulillah kisanak bisa selamat. Sekarang kisanak minumlah air doa ini.", Kata Agung dengan mengambil segelas air putih yang sudah di bacakan surah AlFatihah.


Orang itu segera meminumnya. Seketika tubuhnya menjadi segar. Kesadarannya mulai pulih.


Sementara itu di tempat lain penduduk yang semula sakit tiba-tiba sembuh. Suasana di Dukuh tersebut berubah dengan kegembiraan.


"Terima kasih Tuan, kami mendapat laporan bahwa seluruh orang yang sakit seketika sembuh berkat ilmu tuan Agung dan Joko. Tuan benar-benar hebat.! ", Kata kepala dukuh dengan takjub.


"Allah, Siapa allah itu?, apa itu sebangsa Dewa.? ",Tanya Kepala Dukuh melongo keheranan.


"Maaf. Yang saya maksud adalah Tuhan Penguasa alam semesta. mungkin kalau dalam agama Tuan disebut Dewa. ", Jelas Agung.


Kepala dukuh itu melongo kebingungan dengan istilah yang di sampaikan agung.


Keesokan harinya, Semua warga Geneng, wanasemi dan suwatu sudah mulai pulih. Penduduk mulai aktifitas normal kembali.


Bekas-bekas duka masih terasa akibat Pageblug mayangkara yang melanda desa tersebut.


setelah dirasa aman tak ada gangguan dari para dedemit, maka diputuskan pada hari itu semua tabib di tarik kembali ke kerajaan Pandan.


Dengan di iringi lambaian tangan penduduk, kereta kuda dan rombongan bergerak meninggalkan desa wanasemi dan geneng.


Jalan berbatu tak dirasakan oleh mereka. Kegembiraan dirasakan mereka karena berhasil melaksanakan tugas dari sang raja.

__ADS_1


Ketika peluh sudah membanjiri tubuh mereka, mereka beristirahat sebentar di tengah hutan wanasemi.


Mereka memakan bekal yang di berikan warga sebagai ucapan terima kasih.


Ketika sedang asyik menikmati makan, Aki Blawus melihat ada bayangan berkelebat diantara lebatnya pohon Jati.


"Siapa itu.... berhentiii... berhenti...! ", Teriak Aki Blawus sambil melompat mengejar bayangan itu. Tangan kanannya masih memegang sempol ayam yang sedang dimakan.


"Hai... berhenti.... Hup... hiyaaat... ", Teriak Aki Blawus menghadang bayangan tersebut.


"Minggir, Jangan halangi aku.. atau ku kemah-kemah kau.... " Gertak Laki-laki itu.


Laki-laki itu segera menyerang Aki Blawus dengan membabi buta.


Semua serangannya mengenai tempat kosong. Hal itu membuatnya menjadi Gusar.


"Beraninya kau mempermainkan senopati Atas angin.... awas aku balas kau nanti.... ", Teriak laki-laki itu dengan gusar.


Tiba-tiba...


"Cliiiing", Suara bayangan itu menghilang.


"Kurang ajar, dasar pengecut.... Tampakkan wujudmu...jangan bersembunyi.. ", Teriak Aki Blawus.


"Siapa Ki, dimana Dia.", Tanya Joko.


"Entahlah, Dia sudah pergi. Kalau tidak salah Dia itu senopati Atas angin. ", Jawab Aki Blawus.


"Mungkin dia sedang memata-matai kita. Kita harus waspada.Karena mereka bangsa siluman. ", Kata Agung.


"Iya, Kita harus segera kembali ke kerajaan Pandan untuk menyampaikan hal ini pada Pangeran Katong. Agar nanti segera diambil keputusan yang tepat. ", Kata Aki Blawus.


"Saya rasa dalam waktu dekat mereka akan melakukan penyerangan kekerajaan Pandan, karena serangan halus mereka gagal.", Kata Joko.


"Menurut hemat saya, mereka tidak akan menyerang kerajaan pandan. mungkin serangan halus mereka itu untuk mengalihkan perhatian Pangeran Katong. Mereka mungkin tahu rencana pangeran katong yang ingin melamar putri Citrawati. Jadi mungkin Prabu Jonggrang Prayungan akan mendahului Pangeran Katong. ",Jelas Agung.


"Luar biasa analisa tuan Agung ini.Setelah saya fikir, ini benar-benar siasat yang luar biasa dari negeri atas angin. dan ini terbukti kita dibikin kalang kabut urusan ini. dan Pangeran katong terpaksa melupakan sementara rencana lamarannya. ", Kata Aki Blawus.


"Kalau begitu kita harus segera sampai di Kerajaan pandan.", Sahut Joko.

__ADS_1


Segera mereka kembali kerombongan. Sambil berjalan Aki Blawus memakan paha ayam yang di pegangnya.


Rombongan tabib pun bergerak cepat menuju kerajaan pandan.


__ADS_2