Kutukan Putri Gumeng

Kutukan Putri Gumeng
22. Tahta Kraton Pandan.


__ADS_3

Sementara itu, di Kerajaan Pandan Jetak, Sang Raja Jayeng Karto tampak gundah gaulana.


Di peraduan tampak sang raja gelisah tak bisa memejamkan mata. Hal itu membuat sang permaisuri ikut menjadi resah.


"Kanda, Apa yang sebenarnya membuat hati kanda gelisah seperti ini. Adakah masalah yang berat yang menimpa kerajaan ini?. ", Tanya Permaisuri.


"Tidak Dinda, Aku sedang memikirkan Keberlanjutan tahta kerajaan ini. Aku sudah tua, sudah saatnya untuk undur diri. Anak kita, Katong juga sudah Dewasa. Aku rasa dia sudah mampu menjalankan roda kepemimpinan di negeri ini. Hanya saja...... ", Kata Sang Prabu sambil termenung.


"Hanya saja... apa Kanda?.", Sahut sang permaisuri.


"Hanya saja,Putra kita belum mempunyai pendamping. Raja tanpa Permaisuri seakan tidak sempurna."


"Apakah Kanda sudah membicarakan hal ini pada Putra kita?.", Tanya sang permaisuri.


"Belum Dinda, Hanya saja beberapa hari ini Putra kita tampak murung.Bahkan beberapa hari ini Dia menutup diri di kamarnya.Entah apa yang terjadi".Kata sang Raja heran.


" Ooooh itu.. Kalau hal itu kanda tidak usah cemas. Putramu sudah bicara pada ibunya ini. Putra kita sedang menjalani lelaku ilmu barunya dari Aki Banjar Angin. Untuk menambah kesaktiannya sebagai bekal menjadi pemimpin negeri ini.", Sahut Sang Permaisuri.


"Lelaku rupanya. Aku kok jadi khawatir. Dinda apakah putra kita juga sudah punya calon permaisuri?. Mungkin dia mau bercerita dengan Ibunya. Anak laki-laki biasanya sangat dekat dengan ibunya. Mungkin dia takut mengatakan pada ayahnya. "


"Iya Kanda, sebenarnya Putra kita sedang naksir pada seorang Putri cantik jelita. Kalau tidak salah Dia seorang Putri dari kerajaan Purwa Carita. Namanya Putri Citra wati.", Jelas sang permaisuri.


"We ladalah, aku kok ketinggalan info. Jiaan kebangetan putra kita itu. Kalau sudah punya sir-siran kok tidak ngomong. Kalau Ngomong sama romonya pasti aku turuti keinginannya. Bila perlu segera kita lamar Putri itu.? ",


" Iya Kanda, masalahnya cintanya masih bertepuk sebelah tangan. ", Tukas sang permaisuri.


"Ora masalah, Bila perlu kita ambil paksa putri tersebut. "


"Kanda, Jangan begitu. Menikah paksaan itu tidak baik. ",

__ADS_1


"Tidak....Tidak ada yang boleh menolak lamaran putraku. Bila Kerajaan Purwa carita menolak. Akan aku porak porandakan kerajaan Purwa carita. Dinda besuk Panggil putra kita untuk menghadapku. ",


"Maaf kanda, Putra kita masih lelaku.Katanya 40 hari 40 malam.", jelas sang Permaisuri.


"Baiklah, kalau begitu besok aku akan mempersiapkan semua perlengkapan lamaran. Juga akan ku persiapkan semua prajurit andalan kerajaan. ", Kata sang Raja dengan semangat dan gembira.


"Terserah Kanda, tapi ini sudah malam. waktunya tidur. ",


"Baiklah Dinda, ", Jawab sang raja dengan wajah gembira.


Malam semakin larut.Suasana malam semakin hening. suara jangkrik membuat insan terlelap dalam mimpi masing-masing.


Hari berganti hari. 40 hari sudah terlampaui. Di kamar Pangeran Katong tampak lemas tak berdaya setelah menjalani lelaku.


"Putraku.... Putraku... bangunlah. Ini sudah selesai waktumu lelaku. "\= Panggil sang Permaisuri.


Tak ada jawaban. Sang permaisuri jadi Khawatir.


"Sendiko dawuh kanjeng ratu. ", Kata sang prajurit.


"Dobrak pintu kamar pangeran. Aku khawatir keadaanya.", Kata sang Ratu.


"Baik kanjeng Ratu"


"Ayo kita dobrak bersama-sama. satu.... dua... tiiiigaaa.", Teriak sang prajurit mendobrak pintu.


Pintu terbuka. Betapa terkejutnya sang Ratu permaisuri.


"Anakku..... apa yang terjadi?. ", Sng Ratu berlari memeluk putranya yang tergeletak di lantai kamar.

__ADS_1


"Kanjeng.., sebaiknya biar di periksa juru husada. ", saran sang Prajurit.


"Iyaaa, cepat panggil tabib istana.",Perintah sang permaisuri panik.


Prajurit segera berlari menuju kediaman tabib istana. Beberapa saat kemudian datanglah tabib berserta anak buahnya.


"Ampun kanjeng ratu. Izinkan hamba memeriksa pangeran. ",Kata sang tabib.


"Baiklah,..cepat tolong dan selamatkan putraku. "


"Baik kanjeng ratu."


Sang Tabib segera memeriksa keadaan tubuh Pangeran.


"Maaf Kanjeng ratu. Tubuh pangeran tidak apa-apa. hanya pingsan dan kurang tenaga akibat tidak makan. Segera berikan air rebusan kerak nasi. Kemudian didekatkan dengan uap Karon nasi jagung. Semoga bisa segera memulihkan kesadarannya.", Jelas sang tabib.


Bergegas para prajurit menemui dayang istana untuk membuat karon nasi dan air rebusan kerak nasi.


Beberapa saat kemudian, Semua yang di butuhkan sudah siap.


Sedikit demi sedikit Pangeran Katong di suapi air rebusan kerak nasi. Kesadarannya sedikit mulai meningkat. Setelah di beri uap maka mata sang pangeran mulai terbuka.


"Dimana aku? Apa yang terjadi", tanya sang Pangeran dengan lemah.


"Putraku, Kau di kamarmu. Kamu sudah selesai lelakumu. Kamu sudah berhasil melewati waktu yang ditentukan. ", Kata Sang Raja Jayeng Karta yang tiba-tiba hadir di dekat sang permaisuri.


"Bagaimana Romo tahu kalau aku lelaku?", Tanya Pangeran Katong.


"Bundamu yang bercerita. Katong kalau kamu ada masalah apapun, ajaklah romomu ini untuk bicara. Jangan kau pendam saja.Romo jadi sangat khawatir.",

__ADS_1


"Baiklah romo. Maafkan Putramu ini.",Jawab Pangetan Katong Singkat.


Hari demi hari. Sudah 7 hari Pangeran katong memulihkan diri. Pangeran sudah bisa berdiri dan berjalan kembali. Kesehatannya mulai pulih. Tubuhnya tampak ringan bergerak. Seluruh tubuhnya seperti di aliri listrik.


__ADS_2