Kutukan Putri Gumeng

Kutukan Putri Gumeng
47. Amarah Prabu Citro Kusumo (2 )


__ADS_3

Menjelang Sore hari, Prabu Citro Kusumo sampai di Kuta raja Purwa Carita. Kudanya di biarkan terlepas di lapangan. Dia bergegas menuju Kaputren. Prajurit penjaga yang menang sudah mengenal Prabu Citro Kusumo membiarkannya masuk begitu saja.


Sesampainya di dalam Kaputren Prabu Citro Kusumo segera menghampiri Putri Citrawati yang duduk termangu. Pikirannya kosong seakan sedang mengembara entah kemana . Mungkin ke negeri antah berantah .


Kedatangan Prabu Citro Kusumo pun tidak di sadarinya.


"Dinda ...Dinda ...Hei..melamun saja.!"panggil Sang Prabu Citro Kusumo.


"Kanda...maaf. Dinda tindak mendengar kedatangan Kanda ."Citra Wati kaget dengan kedatangan kakaknya.


Prabu Citro Kusumo duduk di dekat Putri Citrowati. Ditatapnya adik kesayangannya lekat-lekat.


Tampak wajah cantik adiknya kini tampak kusut tak terurus. Rambut panjangnya seakan di biarkan Kumal tak terurus.


"Dinda, Kedatanganku kemari karena ada Kabar yang tidak mengenakkan sampai di telingaku. Karena itu aku butuh penjelasan dari dirimu sendiri."kata Prabu Citro Kusumo mengawali pembicaraan.


"Berita apa kanda?"tanya Putri Citrawati seakan tidak tahu.


"Jangan mengelak. Sekarang katakan siapa yang telah merusak kesucianmu. Siapa yang telah berbuat kurang ajar kepada adikku?"kata Prabu Citro Kusumo dengan luapan amarah.


"Apa maksud Kanda?"kata Putri Citra Wati nampak bingung.


"Apa maksudku?.Jangan berlagak bodoh kau Citra Wati. Lihat perutmu yang membuncit. ada apa dengan perutmu itu?. Apa kamu kira Perut kamu itu cacingan. Kamu itu sedang hamil kan. Ayo mengaku siapa yang menghamilimu." bentak Prabu Citro Kusumo .


"Enggak kanda. Aku tidak hamil. Mana mungkin aku hamil. Aku tidak melakukan perbuatan keji yang kanda tuduhkan. Aku ini masih tahu etika. Aku seorang Putri. Aku juga Calon pemimpin Purwa Carita." kata Putri Citrawati bersikukuh.


"Kau sadar kalau kau seorang Putri. Tapi kenapa tidak kau jaga kelakuanmu. Kau pasti sudah berbuat zina. Mengaku lah."


"Kanda...Tega sekali kau menuduhku. Tabib Dharma Seta yang memeriksaku tidak mengatakan kalau aku hamil."


"Tidak mungkin Tabib bicara padamu. Dia takut kamu akan syok. Apalagi itu menyangkut kehormatan mu. Juga kehormatan Purwa Carita. "


"Demi Dewata, aku tidak pernah berbuat itu dengan lelaki manapun. "Putri Citrawati bersumpah dengan menangis.


"Pasti ini perbuatan Tuan Aryo. Hanya Tuan Aryo yang bisa memikat perhatianmu. Kalau begitu ayo kita temui tuan Aryo. Dia harus bertanggung jawab."


"Tidak kanda. Kangmas Aryo tidak pernah menyentuhku."


"Banyak saksi yang melihat kau bersama tuan Aryo bersama dirimu beberap bulan terakhir. itu berita yang ku dengar. Kau tidak bisa menyangkal."


"Memang iya. Tapi kami hanya berenang saja di sungai. Tidak lebih dari itu ada biyung emban juga di sana."


"Siapa tahu setelah itu kau..."


"Kanda...tega sekali kau tuduh aku..."

__ADS_1


" Bukan aku tega. Semua kemungkinan bisa saja terjadi."


"Tidak...itu tidak mungkin."


"Kau harus ikut kanda. Kita temui Tuan Aryo.." Kata Prabu Citro Kusumo sambil berdiri.


"Tidak mau kanda..."


"Harus mau.!"bentak Citro Kusumo.


Pangeran Citro Kusumo menarik tangan Putri Citra Wati.


Putri Citra Wati menolaknya, namun Prabu Citro Kusumo tetap menyeret Putri Citro Wati.


Putri Citra Wati menangis dan terus meronta.


Sepanjang perjalanan menuju Wisma Ganesha,Prabu Citro Kusumo tidak memperdulikan banyak prajurit dan rakyat yang menyaksikan junjungannya dia seret dengan kasar.


Tanpa terasa langkah mereka telah sampai di depan Wisma Ganesha.


" Aryo...Aryo...keluar kau...!." teriak Prabu Citro Kusumo dengan lantang.


Teriakan itu membuat seisi Wisma sontak kaget dan keluar dari asrama.


Aryo yang sedang menjalankan Solat terkejut mendengar teriakan memanggil namanya.


Begitu sampai di halaman tiba-tiba...


"Kurang ajar kau Aryo. Teganya kau rusak adikku. Kau harus di beri pelajaran. Rasakan ini...." teriak Prabu Citro Kusumo disusul dengan menyerang Aryo dengan membabi buta.


"Hiyaaaat....Hup..."


"Bress...Bug..bug..bug.." suara pukulan dan tendangan mendarat di tubuh Aryo.


Aryo yang tidak siap, tubuhnya terpental beberapa tombak ke belakang.


Darah segar mengalir dari sudut bibirnya.


Aryo segera bangun dan menyeka darah di bibirnya.


" Tunggu Gusti Prabu. Biar saya jelaskan."kata Aryo sambil meringis.


Prabu Citro Kusumo tidak menggubrisnya, " Persetan Kau Aryo. Mau berdalih apa lagi kau. Dasar pengecut kau. Ayo hadapi aku dengan ksatria. '


Prabu Citro Kusumo mulai membuka jurus dan kembali menyerang. Jurus-jurus silat tingkat tinggi terus menyerang, menghujam ke arah tubuh Aryo.

__ADS_1


Aryo yang tidak mau mati konyol, akhirnya meladeni setiap serangan dari Prabu Citro Kusumo.


Dua jurus silat berbeda zaman saling menyerang. Karena Prabu Citro Kusumo melambari serangannya dengan Ajian Kanuragan maka Aryo merapal ajian Teguh Alot Payung Allah untuk melindungi dirinya dari serangan lawan.


Ajian Teguh Alot Payung Allah merupakan sebuah ajian Kanuragan tingkat tinggi dari Zaman Modern. Ajian yang di ciptakan oleh guru besar perguruan Tenaga dalam Cakra Buana dari Magetan. Sebuah perguruan Kanuragan yang tumbuh di era 90 an.


Aryo yang hobi membaca buku, suatu ketika pernah membaca sebuah buku tentang ilmu Kanuragan yang di dapat dari Penjual buku di emperan Pasar Pahingan.


Tak di sangka, di negeri legenda ini ilmu tersebut ternyata bisa menjadi sangat ampuh.


Setiap serangan dari Prabu Citro Kusumo seakan tidak bergeming. Tubuh Aryo menjadi alot bagaikan karet.


"Ajian Guntur bumi...!"teriak Prabu Citro Kusumo.


Telapak tangan Prabu Citro Kusumo seperti teraliri petir. Telapak tangan menghantam dada Aryo. Tubuh Aryo tak bergeming, namun Prabu Citro Kusumo terpental lima tombak. Bajunya sebagian hangus terbakar petirnya sendiri.


"Argh......a....a"


Prabu Citro Kusumo segera bangun dan langsung menyerang lagi.


"Berhenti...hentikan Gusti Prabu...." teriak Resi Pragola.


Resi Pragola berdiri di tengah antara Aryo dan Prabu Citro Kusumo.


Prabu Citro Kusumo menarik kembali serangannya.


"Maaf Tuan Resi. Biarkan saya menghajar Aryo. Jangan halangi aku."


"Gusti Prabu mau menghajar Aryo. Apa tidak salah. Gusti sendiri sudah keteteran begitu kok masih nekat. Tolong hentikan..."


"Baiklah resi. Saya menghormati tuan Resi."


"Ayo kita bicarakan di dalam wisma."


"Baik resi.'


Mereka masuk kedalam wisma. Sorot mata kebencian Prabu Citro Kusumo masih membara.


Aryo mengikuti langkah Resi Pragola. Putri Citra Wati berjalan tertunduk ketika melihat Aryo. Harga dirinya terasa bagaikan jatuh dari langit ke tujuh. Perasaan tak enak hati melihat kekasih hatinya di hajar kakak kandungnya karena salah faham.


Dengan perlahan sang Putri masuk kedalam Wisma Ganesha.


Di dalam Wisma, sang Resi duduk be-rsila di lantai yang terbuat dari papan kayu Jati.


Wajah penuh wibawa menatap wajah-wajah kusut di hadapannya. Tersungging senyum kecut di bibirnya. Sejenak kemudian sang Resi menghela nafas dalam-dalam.

__ADS_1


@@@@Bersambunng@@@@


__ADS_2