
Setelah semua masuk kedalam Wisma, suasana Wisma Ganesha yang semula heboh kembali menjadi hening.
Prabu Citro Kusumo yang masih terbawa emosi, tidak sabar untuk mendapat penjelasan dan tanggung jawab Aryo.
" Maaf Resi Pragola. Saya ingin Aryo segera mengakui semua perbuatannya. Saya tak rela Dinda Citrawati dipermalukan seperti ini tanpa ada kejelasan. Aryo harus bertanggung jawab."kata Prabu Citro Kusumo dengan tegas.
"Maaf Gusti Prabu.Untuk masalah ini biarlah tuan Aryo yang akan menjelaskan secara detail. Kalau saya ikut campur itu kurang pas. Saya hanya menengahi persoalan ini. Jangan sampai kita terbawa emosi yang mencelakakan banyak pihak."kata Resi Pragola dengan Arif..
"Maaf Gusti Prabu. Sejak tadi saya ingin menjelaskan perihal ini. Tetapi Gusti Prabu sudah terlanjur emosi."kata Aryo.
"Bagaimana saya tidak emosi.Negeri Purwa Carita sekarang ini lagi heboh karena ulahmu." kata Prabu Citro Kusumo masih emosi.
"Baiklah Gusti Prabu. Sebenarnya saya tidak ada hubungannya dengan kejadian ini. Gusti Putri Citrawati sekarang hamil juga bukan karena saya. Saya sudah lebih dari lima bulan tidak sowan ke istana. Saya sedang sibuk mengerjakan proyek bersama Resi Pragola dan siswa-siswa di Wisma Ganesha ini. Gusti Prabu bisa bertanya pada Resi Pragola maupun semua yang ada disini."jelas Aryo.
"Tapi ada yang melihat kamu beberapa kali ke Puri Kedhaton menemui Dinda Citrawati. Kamu tidak bisa mengelak lagi. Dayang dan emban Kaputren juga bersaksi akan hal itu. Bahkan Dinda Citrawati juga mengakui kalau kalian Lumban bersama di sungai Purwa Carita."
"Memang benar Kanda Prabu. Saya memang beberapa kali bertemu kang mas Aryo dan Lumban bersama. Tapi kami hanya sekedar Lumban tidak lebih."kata Putri Citrawati.
"Maaf Tuan Putri Citrawati kapan itu?. Saya tidak pernah menemui tuan Putri. "
"Apa Kang Mas Aryo lupa. Tiga bulan yang lalu kang mas menemui ku di Puri Kedhaton. Bahkan kang mas ingin Lumban di sungai bersamaku. Apa kangmas lupa?"
"Itu bukan aku."balas Aryo tegas.
"Lalu siapa?"kata Prabu Citro Kusumo dan Putri Citrawati bersamaan.
"Hal ini sebenarnya rahasia yang tidak seharusnya aku ungkap pada kalian semua. Akan tetapi karena keadaan yang memaksaku ,maka dengan terpaksa akan aku katakan sedikit rahasia ini. Maaf aku haus. Aku mau minum dulu.,"kata Aryo sambil berjalan mengambil kendi dan meminumnya.
Aryo kembali duduk,sementara yang lain masih setia mendengar cerita Aryo.
"Sebenarnya sebagian rahasia ini sudah pernah saya sampaikan kepada Gusti Prabu Dian Gondo Kusumo ketika kami baru terdampar di negeri Purwa Carita ini. Bahkan tuan Putri Citrawati juga sudah saya beritahukan walau secara garis besar. Itulah mengapa Gusti Prabu Dian Gondo Kusumo tidak terlalu emosi seperti Gusti Prabu Citro Kusumo."kata Aryo mengawali cerita.
__ADS_1
"Lalu...?"
"Saya mengetahui apa yang akan terjadi dengan negeri Purwa Carita serta apa yang terjadi dengan Tuan Putri Citra Wati. Itu semua karena saya bukanlah dari zaman sekarang ini. Saya tersedot ke zaman kalian ini karena ketika kami berpetualang di bekas kerajaan Purwa Carita ini kami memasuki goa berupa trowongan di sungai Kedung Putri. "
"Trowongan? Goa di Kedung sungai Purwa Carita.Tempat saya mandi? "tanya Putri Citra Wati.
"Benar tuan Putri. Dalam Goa tersebut terdapat sebuah relief Patung yang setelah saya ingat-ingat seperti sebuah tombol mesin penjelajah waktu. Tanpa sengaja Patung tersebut tersentuh kami dan berputar cepat membentuk seperti lorong waktu.sehingga kami terdampar di negeri ini. Jujur saja kami ini bukan utusan dewa. Kami ini hanyalah sekelompok anak muda dari Zaman modern."
"Lalu apa hubungannya dengan kejadian ini semua."kata Prabu Citro Kusumo tak sabar.
" Kerajaan ini di zaman kami sudah tidak ada lagi. Yang tertinggal hanyalah cerita legenda dari mulut ke mulut. Dari cerita itulah saya tahu dengan kejadian yang akan terjadi di zaman ini. Dan hal ini sudah terbukti dan tepat kejadian-kejadiannya."
"Baik, langsung ke pokok masalah saja. Siapa yang menemui Dinda Citrawati di Puri Kedhaton dan mengajak Lumban?"tanya Prabu Citro Kusumo semakin tak sabar.
"Pangeran Katong. Dia Pangeran Katong yang menyamar menjadi diriku dengan ilmu Malih rupa yang di peroleh dari gurunya Aki Banjar Angin."
"Dari mana kamu tahu?"
Joko dan Agung menganggukan kepala mereka.
"lalu..."
"Pangeran Katong yang berhasil mengalahkan kerajaan Mahasura, meminta rakyat kerajaan jin tersebut membantunya membuat jalan tembus menuju Purwa Carita. Sebuah Jalan tembus dalam tanah. Maka di buatlah trowongan dari tepian sungai Mahasura menuju sungai Purwa Carita. Dengan Ajian tebah bumi yang di kuasainya serta dengan kekuatan bangsa Jin,maka terciptalah trowongan tembus ke Kedung tempat Putri Citrawati. Dengan Ajian Malih rupa, Pangeran Katong merubah dirinya menjadi ikan Gabus, dan menggoda Tuan Putri Citrawati yang sedang mandi."
"Ikan gabus? Jadi ikan gabus itu jelmaan si Katong. Pantas saja ikan itu sangat jinak. dan..."kata Putri Citrawati tertegun mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu.
"Dan apa Tuan Putri?" Aryo balik bertanya.
"Ikan itu tiba-tiba menghilang ketika Kang mas Aryo datang. Ikan itu muncul lagi ketika Kang Mas Aryo pamit buang hajat. Anehnya ketika saya memeluk ikan itu tiba-tiba..."
"Tiba-tiba Kenapa Dinda?. Apa yang terjadi?"tanya Prabu Citro Kusumo Penasaran.
__ADS_1
"Tiba-tiba saya seperti tak sadar bermimpi bercinta dengan mas Aryo. Tapi itu mungkin hanya lamunanku saja. Atau apa mungkin saya sedang di guna-guna pangeran Katong?."
"Maaf Tuan Putri. Sebenarnya itu bukan mimpi tapi tuan Putri sedang di bawah pengaruh Ilmu gendam Pangeran Katong.Dan maaf. Tuan Putri saat itu kesucian Tuan Putri sedang di renggut Pangeran Katong."
"Apa...?.Jadi aku benar-benar sudah tidak suci lagi. Katong Keparat itu telah menodai ku?.Tidak mungkin...tidak mungkin...tidak mungkin."
Putri Citrawati tiba-tiba ambruk ketanah dan tidak sadarkan diri.
Prabu Citro Kusumo memerintahkan Prajurit untuk memanggil tabib Dharma Seta untuk mengurus Putri Citrawati.
" Terus lanjutkan ceritamu."
"Tuan Putri hamil mengandung benihnya Pangeran Katong."
"Tidak bisa. Dinda Citrawati belum bersuami . Dia tidak boleh melahirkan anak."
"Saya tahu maksud Gusti Prabu. Tuan Putri tidak boleh melahirkan dari jalan semestinya kan?"
"Kok kamu tahu pikiranku?" Prabu Citro Kusumo heran.
"Bahkan saya tahu apa yang akan Prabu Citro Kusumo lakukan Pada Putri Citra wati. Tapi saya tidak akan menghalangi takdir yang sedang berjalan. Saya hanya membocorkan sedikit rahasia ini."
"Baiklah biar ini menjadi urusanku."
"Di seberang sungai Kaputren ada sumber air yang mungkin berguna."
"Untuk apa?"
"Gusti ikuti saja apa yang baik menurut Gusti Prabu. "
Suasana kembali hening.Penjelasan Aryo dan pengakuan Putri Citra Wati diam-diam menyulut emosi Prabu Citro Kusumo.
__ADS_1
"Tidak boleh di biarkan. Aku tak rela punya keponakan dari manusia durjana itu."gumam Prabu Citro Kusumo.