Kutukan Putri Gumeng

Kutukan Putri Gumeng
28. Serangan Atas Angin 2


__ADS_3

Menjelang tengah hari Pasukan Kerajaan Atas Angin bergerak menuju benteng Kerajaan Atas Angin. Para Prajurit dibagi menjadi tiga bagian dengan tujuan memecah konsentrasi prajurit kerajaan Pandan.


Panglima Sugik dan Panglima Didik merupakan Panglima termuda yang dianggap mempunyai kesaktian tinggi memimpin penyerangan dengan gagah berani walau dalam hati mereka sangat tidak menginginkan perang.


"Sugik, kita harus hati-hati dalam perang ini. Kita disini hanya untuk mencari cara agar selamat dari negeri dongeng ini.Lagi Pula kita harus mencari teman-teman kita. ", Kata Didik ketika mereka berjalan beriringan.


"Iya, tapi jangan keras-keras. Nanti kalau terdengar Di telingan Panglima Joyo Menggolo bisa berbahaya. ", Jawab Sugik sambil meletakkan ujung jari telunjuknya di bibir.


"Iya, Aku tahu.Jangan Khawatir, Mereka sedang sibuk menata senjata.", Kata Didik dengan pelan-pelan.


"Aku mendapat laporan dari telik sandi yang ku kirim ke Purwa Carita, bahwa mereka melihat orang-orang dengan ciri-ciri seperti teman-teman kita. Mungkin mereka terlempar ke kerajaan Purwa Carita. ", Kata Sugik dengan lirih.


"Syukurlah kalau mereka masih selamat dari angin ribut waktu itu.",


"Lihat benteng Kerajaan Pandan sudah dekat. Kita harus siap-siap. Di dunia dongeng ini nasib kita dipertaruhkan. Kalau mau selamat maka kita harus berusaha sendiri. Bila terpaksa kita membunuh lawan itu adalah karena terpaksa dan ini adalah dunia masa lalu. Hanya saja jangan sampai kita terlalu banyak merubah masa lalu sehingga akan membuat masa depan menjadi goncang.", Jelas Sugik.


"Oke Brooo, aku Paham. Sekarang kita harus bersiap dengan sepenuh kekuatan. Jangan lupa keluarkan semua ilmu kesaktianmu.", Celetuk Didik.


"Oke , kapan lagi kita bisa action seperti Brama Kumbara kalau tidak di negeri dongeng. ", Kata Sugik dengan bangga.


" Di dunia kita, kalau Kamu action malahan di kira Kethoprak Tempuran, wkkkkk.", Celetuk Didik.


Tak terasa langkah mereka semakin Dekat dengan benteng Kerajaan Pandan.


" Sugik, awaaaass.... ", Didik berteriak keras sambil menghunus pedang dan menangkis anak panah yang melesat kearah kepala Sugik.


"Huup, Hiyat.... ",


"Tuiiiiiiiiiiing", suara anak panah berbenturan dengan pedang Didik.


Sugik berguling menjatuhkan diri ke tanah. Kemudian berdiri dengan gaya lompatan Koprol.


" Kurang ajar, Kita ketahuan.Pasukan.....serang. ", Teriak Sugik marah.


Pasukan Panah menghujani Benteng Kerajaan Pandan dengan panah api.

__ADS_1


Tak berselang lama ribuan anak panah meluncur kearah Pasukan atas angin.


"Jurus Tolak Angiiiiiin, Huuuuup Hiyaaaaat!.", Teriak Didik sambil memperagakan Jurus Tujuh ML 151 nya.


Sungguh aneh, tiba-tiba angin bertiup kencang membalikkan anak panah kearah Benteng.


"Ha...ha... ha..., Jurusmu Lucu Dik, mosok jurus tolak angin. kayak nama jamu saja.... ", Celetuk Sugik.


"Aku asal asalan saja gik, tapi kau lihat kan hasilnya.....luar biasa.", kata Didik masih terkagum dengan kekuatanya.


"Oke, nanti akan aku buat Ilmu rekayasa.Sekarang teruskan serangan dari arah depan. aku akan menjebol dinding Benteng arah samping kanan kamu samping kiri. Tuan Joyo menggolo mengganti posisimu dari depan",


"Siap, ayo kita serang.... ",


Mereka melompat berhamburan menyerang lawan dan berusaha menjebol Dinding Benteng.


Prajurit Kerajaan Pandan menyambut serangan dari kerajaan atas angin dengan gagah berani. Pasukan Denawa dari kerajaan Atas angin semakin merangsek kearah pintu Benteng. Sebagian berusaha memanjat dinding dan sebagian mencoba mendobrak benteng.


" Ciaaat... huuup....!!!!. ", Suara Sugik Melompat keatas benteng.


Pasukan Panah yang berada diatas benteng menjadi Kaget melihat Panglima Sugik bisa terbang keatas Benteng. Mereka menyerang dengan membabi buta.


Belum selesai keterkejutan prajurit Pandan, dari sisi kiri benteng ada seseorang melompati benteng dan bergerak menuju pintu benteng.


"Jaga pintu Benteeeeeeeng!.", Teriak Prajurit dari atas pintu Benteng.


Prajurit yang ada di dalam benteng segera merapatkan kekuatan di sekitar pintu benteng.


Panglima Didik Meletakkan dua telapak tangan di depan dada, Kemudian menarik napas panjang.


Prajurit Pandan yang melihat kesempatan menyerang, mereka segera menyerang Didik bersama.


Diluar dugaan tiba-tiba Didik mengibaskan kedua tangan seperti gerakan merobek.


"Jurus Buka robeeeeek.! ", Teriak Didik.

__ADS_1


para penyerang Panglima Didik terhuyung-huyung kesamping kanan Dan Kiri.


Sementara itu Seekor macan Putih sebesar anak sapi melompat menerjang Pintu gerbang.


Seketika Palang pintu gerbang hancur berkeping-keping.


Pasukan atas angin berhamburan masuk kedalam halaman Istana.


Prajurit Atas angin mulai mendesak pasukan Kerajaan Pandan.


Sementara itu, Rombongan Pangeran Katong sudah mendekati kerajaan Pandan.


Tiba-tiba...


"Berhentiiii,... ", Teriak Pangeran Katong.


"Ada apa Pangeran?. ", Tanya Agung.


"Aku mendengar seperti suara peperangan. Perasaanku tidak enak. Ayoo kita percepat perjalanan kita", Perintah Pangeran Katong.


Rombongan Pangeran Katong mempercepat kudanya.


Pangeran Katong dan Aki Banjar Angin melompat dan berlari lebih dahulu dengan ajian kidang Kencono.


"Ayo kita susul mereka secepatnya.", Teriak Joko.


"Saatnya kita coba Ilmu Ringan tubuh kita... ", Kata Agung.


"Hup.... Hiyaaat.... ", Joko melompat dan berlari secepat kilat.


Betapa terkejutnya mereka melihat Benteng Pandan berhasil dijebol musuh.


"Kurang ajar, Kita di serang Atas angin. Ayo kita hancurkan orang-orang Atas angin. ", Teriak Pangeran Katong.


melihat serangan dari luar, Prajurit atas angin kaget. Disusul rombongan pasukan berkuda dengan penunggang para pendekar tingkat tinggi.

__ADS_1


Kehadiran Pangeran Katong menjadikan semangat prajurit Pandan bangkit lagi.


Sedikit demi sedikit keadaan mulai berbalik.


__ADS_2