Kutukan Putri Gumeng

Kutukan Putri Gumeng
21. Padepokan Banjar Angin(2)


__ADS_3

Setelah para murid padepokan Banjar Angin kembali berlatih, Ki Banjar Angin mengajak Pangeran Katong menuju Gubuk kecil di pinggir Kali. Dengan Santai mereka duduk di balai balai yang ada di halaman gubuk.


" Ananda Pangeran, Kok Njanur gunung mengunjungiku. Ada masalah apa di kerajaan Pandaan. Raut mukamu sepertinya sedang sedih", Tanya Ki Banjar Angin.


"Maaf guru, sebenarnya muridmu ini sedang galau. Muridmu ini sedang di landa asmara. sampai sampai tidak bisa berfikir jernih. ", Jawab Pangeran Katong.


"Ha... ha.. ha. Asmaraaaa... Rupanya muridku ini sedang kasmaran. Lalu mengapa bersedih?. Biasanya orang kasmaran itu kan selalu berbunga-bunga. Kok Pangeran ini aneh?. ", Balas Ki Banjar Angin keheranan.


"Iya guru. Masalahnya Cintaku bertepuk sebelah tangan. Lagi pula banyak yang menginginkan dirinya. "


"Siapa yang sanggup menolak lamaran Murid kesayanganku. Putri mana yang sombong menolak pangeran dan calon raja kerajaan Pandan.", Ki Banjar angin mendengus kesal.


" Putri Citrawati dari kerajaan Purwa Carita. Sungguh Cantiknya luar biasa guru. Bagai Bidadari dari sorga. Saya juga tidak sengaja melihatnya ketika sedang berburu di hutan. Tanpa sengaja saya melihatnya sedang mandi di sendang.Saya sampai terpana. Saya bersembunyi mengintipnya. Tapi ternyata tak jauh dari tempat saya bersembunyi ada seseorang yang juga mengintipnya. Sehingga saya ketahuan dan terjadi pertarungan diantara kami", jelas Pangeran Katong.


"Siapa yang berani menyerang pangeran?.", Tanya Ki Banjar Angin.


"Ternyata dia itu Raja dari Kerajaan Atas Angin. Prabu Jonggrang Prayungan. Rupanya Prabu Jonggrang Prayungan juga mencintai Putri Citrawati", Jelas Pangeran Katong.


"Prabu Jonggrang Prayungan?.Ini bisa berbahaya Pangeran. Bisa menjadi pemicu perang dua kerajaan. Apa Dia tahu siapa Pangeran?. "


"Dia sudah tahu.Dan saya tidak ingin kedahuluan.Hanya aku yang boleh memiliki Putri Citrawati."


"Baiklah Pangeran, Aki akan membantu pangeran semampuku. Ikutlah denganku.Akan aku turunkan semua ilmuku Kepadamu. Agar pangeran dapat mengalahkan Prabu Jonggrang Prayungan. ", ajak Ki Banjar Angin.


"Baik guru, saya bersedia.memang ilmuku akhir akhir ini jauh berkurang."


"Ikutlah aku.", Ajak Ki Banjar Angin.

__ADS_1


Mereka berdua menuju tanah lapang di tepi kali Lusi.


"Aku akan mengajarkan kepadamu Ilmu Tebah Bumi dan Ilmu Panca Rupa.", Kata Ki banjar Angin dengan penuh Wibawa.


" Ilmu Tebah Bumi? Panca Rupa? ",Pangeran Katong heran.


"Iya..Ilmu tebah bumi mempunyai kekuatan untuk membelah bumi atau menghancurkan Bumi. Sedangkan Panca Rupa itu ilmu untuk berubah wujud.Sebagian orang menyebutnya ilmu malih rupa.", Jelas ki Banjar Angin.


Terlintas di benak pangeran Katong sebuah rencana culas.


"Ini yang ku mau.Sungguh kebetulan sekali. ", Gumam Pangeran Katong.


"Duduklah bersila di tengah tanah lapang itu.Pejamkan mata dan aku akan memindahkan Ilmuku padamu."


"Baik Guru."


Ki Banjar Angin berkomat-kamit membaca mantra. Dari Telapak tangannya mengepul asap hitam di ikuti dengan sinar lembayung Jingga. Segera di letakkan kedua telapak tangannya di punggung Pangeran Katong.


Kedua tubuh guru dan murid itu bergetar hebat sehingga tubuh mereka ambles kedalam tanah. Sejenak kemudian terdengar Ledakan dahsyat.


"Bluaaaaar... ", suara ledakan di ikuti keluarnya dua tubuh dari dalam tanah.


Keduanya melayang ringan ke atas tanah.


"Ananda pangeran, sekarang pangeran bisa mencoba ilmu baru Pangeran.",


"Baik Guru. "

__ADS_1


Pangeran Katong menarik nafas dan memusatkan fikiran. Dari telapak tangannya mengepul asap hitam dan cahaya lembayung senja.


"Pangeran hantamkan tangan pangeran ke tanah.", Perintah Ki Banjar Angin.


Sejurus kemudian.


'Hiyaaaat...... ", Teriak Pangeran Katong.


"Bluaaaaar.",


Tanah yang terkena tebahan tangan pangeran katong terbelah menjadi jurang yang dalam.


"Huaaa... ha... haa... ha... Aku berhasil guru.Terima Kasih guru.", Tawa Pangeran Katong kegirangan.


"Iya Bagus Pangeran. kamu berhasil...sebenarnya ilmu tebah Bumi kemampuanya tergantung keinginan dalam daya cipta kita.", Puji Ki Banjar Angin.


"Terima kasih guru. Aku aku asah terus kemampuan ilmuku. "


"Untuk Ilmu Panca Rupa, kamu harus melalui lelaku. Kamu harus bertapa di Tepi kedung Masyur selama 40 hari 40 malam. Nanti aku akan mengajarkan Mantranya.", Jelas Ki Banjar Angin.


"Terima kasih Guru."


"Kita kembali ke adik adik seperguruanmu di sana. Aku akan memandu mereka menjalani lelaku ilmu Lembu sekilan."


"Baiklah guru"


Mereka berjalan menuju para murid yang sedang bersemedi di tepi sungai Lusi"

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=Bersambung\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2