Kutukan Putri Gumeng

Kutukan Putri Gumeng
24. Keinginan Meminang Sang Putri


__ADS_3

Pangeran Katong berjalan menuju balai Paseban.Di depan Balai Paseban Beberapa prajurit menyambut kedatangan Pangeran Katong dengan hormat.


"Salam hormat, Gusti Pangeran. ", Sambut mereka dengan membungkukkan badan.


"Sampaikan Romo Prabu, Saya ingin menghadap. ", Perintah Pangeran pada prajurit jaga.


Seorang Prajurit bergegas menuju kedalam ruang Paseban.


"Ampun Gusti Prabu, Pangeran Katong ingin menghadap. ", Kata Prajurit itu dengan menundukkan kepala.


"Persilakan masuk, menghadapku. Aku sudah menunggu.",


Prajurit itu menyembah hormat dan bergegas keluar.


" Silakan Pangeran Katong sudah di tunggu gusti Prabu. "


Pangeran katong segera masuk ke ruang Paseban. Didalam ruang paseban juga sudah hadir Patih Singo ludoyo dan para panglima perang.


" Sembah hormat kanjeng Romo.", Pangeran Katong menghaturkan sembah.


"Duduklah Putraku. Ada hal penting yang akan Romo sampaikan .",


"Terima kasih Romo ", Jawab pangeran Katon.


Prabu Jayeng Karto berdiri dari singgasananya. Pandangannya menerawang jauh kedepan.


"Putraku Katong. Romomu ini sudah semakin tua. Sudah waktunya Romo undur diri dari pemerintahan Kerajaan Pandan. Itu artinya Sudah saatnya Ananda Katong memimpin Tampuk Kerajaan ini menggantikan Romo. Romo rasa semua kepandaian dan ilmu sudah ananda kuasai.", Titah Prabu Jayeng Karto.

__ADS_1


"Ampun Romo, ananda apa sudah pantas.Sementara ananda belum dewasa. Ananda belum mempunyai pendamping.", Jawab Pangeran Katong dengan nada sedih.


" Oooo, itu masalah kecil. Tinggal matur Romo. Putri mana yang ingin ananda persunting. Romo akan meminangnya untukmu."


"Ampun kanjeng Romo, saya bersedia menerima tahta kerajaan Pandan bila saya sudah mempunyai Pendamping.Dan hal itu yang ingin saya sampaikan ke romo. "


"Bila itu keinginanmu, Romo Hanya bisa menuruti kemauanmu. Putri mana yang kamu inginkan?. ", Tanya Prabu Jayeng Karto.


" Ampun kanjeng Romo. Ananda sedang ketaman asmara pada seorang putri dari kerajaan Purwa carita.", kata Pangeran Katong .


"Purwa Carita?. Putrinya Prabu Dian Gondo Kusumo? ", Tanya Prabu Jayeng Karto.


"Benar Kanjeng Romo. Namanya Citrawati."


" Dulu aku pernah bertarung dengan Gondo Kusumo ketika masih muda. Itu juga karena kami saling memperebutkan wanita yang menjadi taruhan dalam sayembara. Sekarang wanita itu menjadi permaisuri Gondo Kusumo. Romo kalah dalam sayembara itu.Tapi sekarang aku harus Besanan dengan dia?.", Kata sang Prabu Jayeng Karto.


"Ananda mohon Romo, lupakan masa lalu Romo. Alangkah baiknya kalau dulu musuh sekarang bersaudara berbesanan. ", Pinta pangeran Katong.


"Kakang Patih Singo Ludaya, kakang sudah mendengar apa yang di sampaikan putraku. Sekarang Persiapkan seluruh uba rampe lamaran."


"Sendiko Dawuh Gusti ", Jawab Patih Singo Ludoyo sambil menghaturkan sembah.


"Wahai Kalian Panglimaku. Persiapkan seluruh pasukan.Untuk berjaga-jaga dari kemungkinan yang buruk. ", Pinta sang Prabu.


"Sendiko dhawuh gusti Prabu. "


"Sekarang kalian silakan persiapkan segala sesuatunya. Hanya hal itu yang ingin aku sampaikan hari ini.", Perintah Prabu Jayeng Karto.

__ADS_1


"Sendiko dhawuh Kanjeng Prabu.", Ucap mereka serentak.


Mereka Memberikan salam sembah hormat dan berjalan mundur meningalkan balai paseban.


"Putraku Katong, secantik apa putri Citrawati hingga kau tergila-gila padanya.Kalau kau mau,Romo bisa carikan banya Putri yang Cantik-cantik asal bukan Putrinya Gondo Kusumo.", Tanya Prabu Jayeng Karto.


" Tidak Romo, tidak ada putri yang melebihi kecantikan Putri Citrawati. Sekarang Putramu ini akan menunjukkan Wajah putri citrawati. "


Pangeran merapal mantra malih rupa membayangkan wajah putri citra wati.


"Cliiiing. "


Pangeran Katong berubah wujud menjadi Putri Citrawati.


Prabu Jayeng Katong terpana melihat kecantikan dan kemolekan Putri Citrawati.


"Hampir sama dengan ibunya. Cantik luar biasa. Sangat cocok bersanding denganmu. Romo setuju sekarang."


Cliiing


Tubuh Pangeran Katong berubah wujud kembali.


" Romo, bagaimanapun juga saya harus mampu menjadikan Citra wati sebagai permaisuri."


"Baiklah romo , ananda pamit dulu. "


" Baiklah,minta doa restu ibumi di kaputren. "

__ADS_1


"Baiklah Romo, ananda akan menuju kaputren"


Pangeran Kotong meninggalkan Ruang Paseban menuju kaputren.


__ADS_2