
Setelah beberapa hari menjalani masa pemulihan kekuatan, Sang Pangeran Katong akhirnya benar-benar telah pulih. Kekuatannya menjadi berlipat ganda.
"Aku merasa diriku sudah berhasil melalui ujian ilmu malih rupa dengan sempurna. Tapi aku belum yakin kalau aku telah berhasil menguasainya. Apa sebaiknya aku coba walau tanpa pantauan Ki Banjar Angin. Tapi apa tidak berbahaya. Ah, Sebaikny aku hubungi guru dengan ilmu Sambung Bathin. Aku takut bila terjadi hal-hal yang tak ku inginkan. ", Gumam Pangeran Katong.
Sejurus kemudian, Pangeran Katong menjejakkan kakinya ke tanah tiga kali. Mulutnya komat kamit membaca mantra. Kedua tangan di silangkan di dada. Kemudian ditarik keatas menempel di kedua keningnya.
Sayup-sayup Sang Pangeran mendengar suara balasan dari gurunya.
" Salam Hormat guru, Terima kasih guru atas semua ilmu dan bimbingan guru. "
"Aku terima salam hormat Pangeran. Ada apa gerangan pangeran menghubungi lewat ilmu sambung bathin. ", Tanya Aki Banjar Angin.
" Guru, Muridmu ini sudah selesai menjalani lelaku ilmu malih rupa. Dan saya ingin mencobanya guru. Katong mohon pantauan guru bila terjadi hal-hal yang membahayakan. ", Jawab Pangeran Katong.
" Baiklah Pangeran, Cobalah rapal japa mantranya. Kemudian bayangkan kamu mau berubah menjadi apa.Hentakkan kakimu ke tanah tiga kali dan sebut tujuan malihmu.",Jawab Ki Banjar Angin.
"Baik guru.Akan saya laksanakan guru. "
Pangeran Katong menutup ajian Sambung Bathinnya.
Pangeran Katong keluar dari dalam Kamar tidurnya. Dia berjalan keluar menuju belakang Istana Pandan. Dia menemui seorang emban yang sangat dipercaya. Emban yang telah mengasuhnya sejak kecil.
"Selamat pagi Pangeran. Janur gunung Pangeran datang ke bilik hamba"., Saut Nyai Denok sang emban.
"Iya mbok, Ini saya mau minta simbok menyaksikan Ilmu baru Saya. Nanti bila saya kesulitan untuk melepaskan ilmu saya tolong simbok siram saya dengan air kembang mawar.", Pinta Sang Pangeran.
" Baik Pangeran. Akan hamba laksanakan. hamba akan mencari bunga mawar dulu.", Nyai Denok pamit ke taman mencari bunga mawar.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Nyai Denok sudah kembali membawa segayung air mawar.
"Baiklah simbok, saya akan malih rupa. simbok jangan takut. "
"Baiklah Pangeran. "
Pangeran Katong merapal mantra. Tiba-tiba angin berhembus dingin.Pangeran Katong membayangkan menjadi seekor singa.
Sekejap kemudian asap mengepul di sekeliling tubuh Pangeran Katong.
Tiba-tiba...
"Macaaaan..... macaaaan, eh... singoo... singooo.", Nyai Denok menjerit ketakutan.
Singa itu tidak mendekat pada nyai denok malahan melambaikan tangan dan kakinya. Singa itu bahkan bertingkah lucu seperti Kucing.
"Kalau begitu aku akan kembali ke wujud asalku. "
Pangeran katong membaca mantranya kembali. Akan tetapi tak ada reaksi apa-apa. Sang Pangeran cemas. Dia melambaikan tangan minta tolong pada Nyai denok.
Nyai Denok ingat pesan Pangeran Katong. Segera dia mendekat dan menyiramkan air mawar ke tubuh singa itu.
Dalam sekejap asap putih mengepul berubah menjadi tubuh pangeran katong.
Tiba-tiba Telinganya mendengar suara aki Banjar Angin.
"Pangeran masih gagal. Itu karena pangeran tidak fokus membayangkan diri pangeran. Dan bila ingin kembali maka mantranya harus di baca terbalik", Jelas sang guru.
__ADS_1
"Baik guru, saya memang lupa.mantranya tidak saya balik. Terima kasih guru atas peringatannya.",
Suara aki Banjar angin kemudian menghilang.
"Nyai Denok, Sekarang aku akan berubah lagi."
Pangeran Katong membayangkan Putri Citrawati. Tiba-tiba...
"Cliiiiiing...."
Tubuh Pangeran Katong berubah menjadi seorang Putri.
"Pangeran... pangeran menjadi sangat Cantiiiik. Ini siapa pangeran? ", Tanya nyai Denok keheranan.
"Inilah wajah Putri yang ingin aku jadikan Permaisuriku Mbok. Namanya Citrawati.", Sahut Pangeran.
"Cliiiiiing"
Tubuh Pangeran berubah wujud kembali menjadi pangeran Katong.
"Wuaduuuh, Ayu tenan je... Pokoke Simbok pingin ikut melamarnya ya pangeran.Boleh ya.. ", Pinta Nyai Denok.
"Iya Mbok, Simbok harus ikut. Simbok sudah aku anggap sebagai ibuku sendiri.", Jawab Pangeran Katong.
"Terima kasih Pangeran"
" Baiklah mbok, saya pamit dulu.Saya akan menemui Kanjeng Romo dan Kanjeng Ibu. "
__ADS_1
Segera Pangeran Katong Pamit dan begegas menuju Ruang Paseban Kerajaan Pandan.