Kutukan Putri Gumeng

Kutukan Putri Gumeng
43. Bercinta dengan Ikan


__ADS_3

Pangeran Katong berjalan menyusuri tepian sungai menuju pusat kerajaan Purwa Carita. Dengan merubah wajah menyerupai Aryo, Pangeran Katong lebih leluasa memasuki wilayah kerajaan. Sepanjang perjalanan banyak warga yang menyapa dengan hormat dan sopan. Banyak warga yang mengenal Aryo sebagai salah satu utusan Dewa yang di turunkan untuk kerajaan Purwa Carita.


Pangeran Aryo menuju gerbang Istana. Prajurit penjaga membukakan pintu gerbang dengan hormat.Tak ada kecurigaan sedikitpun di wajah mereka.


"Silakan masuk tuan Aryo.",ucap mereka.


"Terima kasih."Jawab Pangeran Katong sambil berlalu menuju ke istana.


"Kok tuan Aryo tampak beda hari ini.Suaranya beda.Sikapnya juga beda.Biasanya sangat ramah.Tapi tadi kok beliau tidak senyum sedikitpun.Aneh."Kata Prajurit tersebut pada temannya.


"Apanya yang aneh.Mungkin tuan Aryo sedang banyak fikiran.Sudahlah yang penting kita laksanakan tugas kita sebaik-baiknya."Balas temannya dengan tenang.


"Baiklah.Betul katamu.Kita hanya menjalankan tugas.Tapi ya itu tadi. Aku merasa aneh saja.Ayo kita tutup lagi gerbangnya."


" Ya Ayo...Jangan ngowoh aja. "ajak temannya merasa kesal.


Pintu gerbang di tutup.Penjaga pintu gerbang kembali ke pos penjagaan.


Sementara itu,Pangeran Katong yang sampai di depan istana tampak bingung. Diapun menghampiri prajurit yang sedang meronda.


"Hai kamu.Sini.'


""Iya tuan Aryo.Ada apa gerangan tuan memanggil kami."kata Prajurit tersebut menghampiri Pangeran Katong.


"Kemana arah jalan menuju Puri Kedhaton?"Tanya Pangeran Katong.


Prajurit tersebut menatap wajah Pangeran Katong dengan seksama.


"Apa maksud tuan Aryo.Mosok Tuan Aryo lupa arah menuju Kedhaton?"Kata Prajurit tersebut.


"Ya Tunjukkan saja arahnya.Jangan banyak tanya."


"Baik tuan. Itu jalan menuju Puri Kedhaton."Kata Prajurit itu gugup dan bingung.


"Hai. Jangan Bingung. Tadi aku hanya menguji Kalian. Kalian sudah pikun Apa belum. Kalau sudah pikun harusnya kalian berhenti jadi prajurit." kata Pangeran Katong yang melihat kecurigaan di mata prajurit tersebut


.


"Maafkan Kami tuan jika kami tidak faham maksud tuan Aryo."


Pangeran Katong melangkah menuju Puri Kedhaton. Setelah melihat kecurigaan prajurit tersebut, Pangeran Katong berusaha berhati hati dalam bersikap.


"Prajurit. Apa Tuan Putri Citrawati ada di Puri Kedhaton.Bisakah saya menemuinya?"


"Ada tuan.Akan saya sampaikan pada tuan Putri."


Prajurit tersebut bergegas masuk kedalam Puri Kedhaton.


Beberapa saat kemudian dia telah kembali.


"Silakan tuan.Tuan Putri sudah menunggu."


Pangeran Katong melangkah masuk kedalam Puri Kedhaton.


Putri Citrawati tampak sedang berbicara dengan pangeran Citro Kusumo.


"Maaf nimas. Karena nimas ada tamu Spesial Kang mas Pamit dulu.Takut mengganggu kemesraan nimas."


" Apaan sih..Jangan gitu ah.Nimas jadi malu."


Pangeran Citro. Kusumo meninggalkan Putri Citrawati.

__ADS_1


Ketika berpapasan dengan Aryo Pangeran Citro Kusumo menyapa dengan senyum.


"Selamat datang tuan Aryo. Itu pujaan hati sudah menunggu." Sapa Pangeran Citro Kusumo sambil bercanda.


"Iya Pangeran.Terima kasih." Jawab Pangeran Katong sambil berjalan menuju Arah Putri Citrawati.


Senyum Aryo gadungan itu tampak terpaksa. Hal itu membuat Pangeran Citro Kusumo merasa heran.


" Kenapa bocah itu. Tak biasanya senyumnya kecut. Seperti bukan Aryo yang ku kenal.", Gumam Pangeran Citro Kusumo.


" Ah, Sudahlah. Mungkin dia sedang banyak fikiran. "


Pangeran Citro Kusumo melenggang pergi menuju Keraton Purwa Carita.


Sementara itu Pangeran Katong melangkah menemui Putri Citrawati.


"Dinda Citrawati. Ada yang ingin saya sampaikan.Tentang ehm... tentang...tentang ..", Kata Pangeran Katong terbata-bata karena gugup.


"Tentang apa kang mas .Kok kang mas tampak gugup begitu. Duduk sini dulu. Mari kita bicara dengan tenang.", Kata Citrawati memenangkan fikiran Aryo gadungan.


Pangeran Katong duduk di dekat Putri Citrawati. Dadanya bergemuruh ketika didekat Putri Citrawati .


"Saya ingin mengajak Dinda Citrawati untuk sejenak menenangkan pikiran. Saya ingin mengajak Dinda berenang di sungai Purwa Carita yang indah itu. Saya belum pernah berenang di sana.",Kata Pangeran Katong sedikit tenang.


Pangeran Katong berharap Putri Citrawati tidak menyadari muslihat yang sedang di mainkan nya.


" O alah kang mas, Kang mas. Dinda kemarin juga baru habis dari sana. Memang asyik kok. Kemarin itu bahkan Dinda mendapati ada ikan yang menghampiriku mengajak bermain. Rasanya hati ini sangat senang. Dinda juga ingin ke sana lagi.", Kata Putri Citrawati dengan nada girang.


"Oh ya...?. mengapa saya tidak di ajak. Jadi Penasaran. Kapan kita bisa ke sana bersama-sama."Kata Pangeran Katong pura-pura penasaran.


"Bagaimana kalau besok sore. Kang mas bisa langsung menuju Ke kedung. "


Pangeran Katong tampak girang muslihatnya berhasil.


"Saya pamit balik dulu. Kita nanti ketemu di Pager Saren .",Kata Pangeran Katong.


"Iya Kang mas. "


Pangeran Katong berbalik arah keluar dari Puri Kedhaton. Pangeran Katong menoleh kanan kiri. setelah dirasa aman, Pangeran Katong melompat keatas pepohonan dan menghilang di balik rimbunnya pohon perdu di sekitar benteng kerajaan.


Pangeran Katong berjalan menuju hutan tepian sungai Purwacarita.


Menjelang sore hari, Pangeran Katong melesat menuju area Pager Sari. Pangeran Katong mengendap-endap menghindari prajurit penjaga taman sari.


Beberapa saat kemudian pangeran Katong sudah menyusuri jalan menuju tepian sungai kerajaan Purwacarita


"aku akan menunggu di sini saja Dibawah pohon Klumpit ini saja. aku akan semedi sebentar.",Gumam Pangeran Katong.


Pangeran Katong berjalan menuju pohon Klumpit yang rindang. Dia duduk bersila dibawah pohon. Kedua mata terpejam. Tampak mulutnya komat-kamit membaca mantra untuk memusatkan konsentrasi.


Menjelang sore hari tampak beberapa dayang berjalan menuju tepian sungai. Bersama dayang itu tampak Putri Citrawati berjalan dengan santai menuju tepian sungai.


Sungai Purwa Carita yang sekarang terkenal dengan nama kedung Putri tampak jernih airnya.


Dengan sistem pengelolaan air yang di ciptakan oleh para utusan Dewa, Sungai Purwa Carita menjadi jernih dan menjadi sumber air kerajaan Purwa Carita.


Putri Citrawati perlahan masuk kedalam kedung yang mirip kolam renang di era modern.


Sang Putri menyelam kedalam air.Dia berharap dapat melihat ikan yang pernah di jumpai di Kedung ini.


"Hm, dimana ikan itu.",Gumam sang Putri.

__ADS_1


"Nimas Citrawati,....ternyata kamu sudah di sini ya. Maaf tadi ketiduran di bawah pohon itu.",Kata Pangeran Katong Menghampiri Putri Citrawati.


"Iya kang mas Ayo sini. Airnya seger lho.."


"Baiklah."


Pangeran Katong yang menyamar menjadi Aryo melompat kedalam kedung.


Putri Citra Wati sangat senang bisa Lumban bersama sang pujaan hati. Mereka berenang dengan riang.


"Sayangnya ikan yang kemarin tidak muncul kang mas. Jadi kurang seru deh."


"Iya...aku juga penasaran.Sebentar Aku pamit sebentar ya. Aku mau pipis", Kata Pangeran Katong mencari alasan.


"Iya..cepat ya..,"


Pangeran Katong keluar dari Kedung menuju semak-semak. Kemudian merapal ajian Malih rupa.


tubuh Pangeran Katong berubah wujud menjadi seekor ikan gabus.


Ikan itu perlahan bergerak masuk kedalam kedung.


"Hai ikan. Kemarilah ..",teriak sang Putri.


Ikan gabus itu berenang mendekati sang Putri.


Sang Putri sangat senang. ikan itu di tangkap dan di dekap di dada.


Ikan itu meronta sebentar.Sang Putri mengelus sang Ikan.


Tiba-tiba ikan itu berubah menjelma menjadi Aryo.


Sang Putri Kaget.Tetapi tiba-tiba Sang Putri seperti terhipnotis. Dia terpana memandang Aryo dalam dejapannya. Gejolak asmaranya membuncah.


Dua insan terbakar api asmara.Perlahan Pangeran Katong membawa sang Putri ke tepian Sungai. Di sisi sungai yang terlindung pepohonan. Pangeran Katong melampiaskan hasrat dan dendam cintanya pada sang Putri.


Sang Putri yang berada di bawah sadar menuruti semua kehendak Aryo gadungan.


Beberapa saat kemudian Pangeran Katong membawa kembali sang Putri ke dalam kedung dan mengembalikan kesadarannya.


Pangeran Katong berubah kembali menjadi ikan dalam dekapan sang Putri.


Sejenak sang Putri tersadar.Dia Kaget.


" Jagat dewa Bathara. Apa yang terjadi.Ternyata aku melamun tadi. Kemana kang Mas Aryo. Kok lama pipisnya."


Ikan melompat dari dekapan sang Putri.


"Heiiii...mau kemana..,"


Ikan terus berenang dan menghilang.


Tiba-tiba Aryo gadungan sudah di dekat sang Putri.


" Tuan Putri Mandinya sudah dulu ya...sudah sore. Nanti kalau kelamaan Gusti Roro girah bisa marah."


"Iya kang mas. Ayo kita balik dulu."


Dua insan itu keluar dari kedung dan berjalan kembali menuju Puri Kedhaton.


Sesampainya di persimpangan jalan, Aryo gadungan berpisah jalan menuju tepian pagar sari.

__ADS_1


Senja pun mulai turun. Sang mentari bergerak ke peraduannya.


@@@@@bersambung@@@@


__ADS_2