Kutukan Putri Gumeng

Kutukan Putri Gumeng
3.Mahkota Keramat


__ADS_3

Mereka berjalan mengendap endap menuju sumber suara. Semakin mendekat suara semakin menghilang. Mereka merasa bingung dengan keadaan ini. Setibanya di bawah pohon Aren besar mereka berhenti. berusaha mencari sesuatu yang berbunyi tadi.


Tiba tiba kaki Purwa menginjak sebuah benda di antara gerumbul dibawah pohon.


"Aduh, apa ini yang terinjak ,"teriak Purwa kesakitan.


" Kenapa Pur? " tanya Aryo penasaran.


" Aduh yok, Kakiku...seperti kena benda tajam... " teriak Purwa menahan sakit di betisnya yang berdarah.


" Coba cari gik, benda apa itu," teriak purwa kesakitan.


"aduuuuuh, Kok perih ya.., Mataku kok gelap Gik. Gik tolong aku, " rintih Purwa.


Belum sempat Sugi menjawab tiba tiba tubuh purwa mengejang, matanya memerah, mulutnya merancau.


" Hrrrrr, Sopo kowe wani wani sumbar ning negaraku....." Purwa merancau kerasukan demit hutan.


" Lha kowe sopo ganggu koncoku he.... " gertak Sugi sambil menekan jempol Purwa.


"Pergi, jangan ganggu kami, kami hanya ingin berpetualang. Kalau tidak pergi, kubinasakan kau nanti," Gertak Sugi semakin keras.


"Ha ha ha, aku Reksa Kala penjaga hutan ini, Kalau mau selamat jangan sombong di daerah ku..... ha aha ha.. " balas demit Reksa Kala.

__ADS_1


"Sekarang keluarlah dari tubuh temanku. Maafkan kami bila ada yang sombong. kami hanya bercanda tadi," tegas Aryo pada Reksa Kala.


" Siapa kau, sepertinya aku mengenalmu. Kau pangeran Katong prabangkara...maaf pangeran hamba tidak tahu...Inggih, saya akan pergi , " jawab Reksa Kala.


Seketika tubuh purwa lemas dan terbangun.


"ada apa ini, kenapa aku... ", tanya Purwa. "


"Gak apa-apa tadi kau pingsan." jawab Aryo.


Purwa masih kebingungan.


Luka Purwa sebenarnya tidak dalam, hanya luka gores saja. Mungkin kucuran darah luka itu sebagai media untuk komunikasi bangsa halus di tempat itu. Sugi masih celingukan mencari benda yang menggores kaki purwa.


"Apaan sih, mana..gak ada pa pun?" jawab Sugi menirukan logat Upin Ipin.


"Kau tak nampak itu benda, berarti hanya aku yang bisa lihat? " tanya Joko.


" Iya Jok. Auku sekarang juga lihat. itu seperti sebuah mahkota raja." sahut Agung.


" Sudah biarkan jangan ganggu Dia lagi. Biarkan dia menjaganya. " jawab Aryo santai.


" Dia siapa yok. Demit tadi? ." tanya Sugi penasaran.

__ADS_1


" Iya, Reksa Kala. Dia yang menjaga mahkota itu.sampai ada yang mampu mengambilnya." jawabku.


"Lalu mengapa dia menyebutmu pangeran. apa kau seorang pangeran?." selidik Sugi.


"Ha ha ha, mas Aryok itu pangeran Sapi Kencana, alias si tukang angon sapi Gik.Lagian hari gini mana ada pangeran pangeranan." sahut Supri sambil bercanda.


" Sudahlah, ayo kita lanjutkan perjalanan kita. Gak usah urusi Mahkota itu. Aku juga belum tahu siapa yang bisa mengambilnya. Yang pasti bukan aku. Yang aku tahu dia itu Yang bergelar Pangeran Joko Santosa." ajak Aryo pada teman-teman.


" Hebat kamu yok, Kamu tahu dari mana?" tanya Purwa.


" Nenekku yang bilang. Nenekku dulu adalah penduduk asli Dukuh Gumeng. Sedikit banyak tahu tentang legenda Putri Gumeng", jelas Aryo pada Purwa.


" Wuih, Semakin menarik ceritanya. bikin aku penasaran aja.Jangan-jangan Kerajaannya masih ada sampai sekarang Yok.Mungkin tertutup tirai gaib seperti kerajaan Pajajaran." kata Sugi bersemangat.


" Mungkin juga karena kita orang Jawa gak bisa lepas dari bau mistik seperti itu." jawab Aryo sambil berjalan pelan.


"Apa belum ada ahli sejarah yang berusaha mengungkapnya? ." tanya Agung.


"Dulu pernah ada entah dari UGM atau mana kurang faham aku. Tapi orang itu pergi tanpa pamit. Kabarnya di teror demit Keputren hingga kapok dan segera kabur dari Kedung Putri." jawab Aryo panjang lebar.


" Sudahlah gak usah di bahas dulu.Kita Sudah dekat Lokasi." pinta Aryo pada teman-teman.


.Mereka bertujuh melanjutkan perjalanan mendekati situs Kedung Putri. Matahari hampir sampai ditengah langit.

__ADS_1


__ADS_2