Kutukan Putri Gumeng

Kutukan Putri Gumeng
46. Amarah Pangeran Citro Kusumo


__ADS_3

Supri dan Sugik bergegas menuju Wisma Ganesha. Langkahnya seakan berburu dengan waktu. Wajah Supri tampak memerah memendam amarah dan kekecewaan.


Sementara Sugik berjalan di belakangnya semakin tertinggal jauh.


Sugik berteriak, " Woii, Pri...tunggu...macam di kejar setan kredit aja kau ini."


"Ayo cepat, lelet amat sih. Buruan.." Teriak Supri dengan nada emosi.


Sugik berlari cepat mengejar Supri. Di tangannya masih memegang sisa pisang goreng dari warung kopi.


Beberapa saat kemudian Sugik berhasil menyusul Supri.


"Gila kau Pri. Nafasku sampai Senin Kemis mengejarmu. Memang mau ngapain cepat-cepat?"Kata Sugik.


"Mau makan...Pingin ngrujak tawon endhas.",Kata Supri dengan sinis.


"Wuik,...Gila kau...Kau marah nih ceritanya."


"Ya iya lah...Aku tidak terima saudaraku berbuat mesum di negeri dongeng ini.",Kata Supri ketus.


"Itu kan baru gosip. Bisa saja itu berita Hoax. Kamu tidak boleh gegabah."


" Iya, tapi bisa saja berita itu benar. Siapa lagi yang dekat dengan Tuan Putri Citrawati. Kau tahu bahwa Tuan Putri sangat mencintai Aryo. Apa tidak mungkin mereka telah berbuat.."


"Berbuat apa Pri?.Jangan Su'zhon Kamu. Aryo itu Saudaramu. Mosok kamu lebih percaya pada gosip murahan kayak begitu."Kata Sugik Menasehati.


"Tapi Mas Aryo juga manusia. Yang punya khilaf dan dosa. Mas Aryo memang pendiam,tapi bisa saja Diam-diam ndhleser kayak ular. Pokoknya aku harus minta penjelasan. Bila perlu akan ku hajar kalau berbohong."


"Sabar...sabar..."


"Sabar apaan. Ayo kejar aku kalau bisa."


Supri berlari cepat. Mulutnya membaca surat Saba ayat 10. Tubuhnya melesat cepat bagaikan anak panah.


" Wuih...nantangin ilmu ringan tubuh. Tunggu Woiiii...",teriak Sugik.


Sugik merapal ajian saifi angin. Pusarnya mulai dingin.Sekejap kemudian tubuhnnya melesat mengejar bayangan Supri.


Setelah kejar-kejaran, akhirnya mereka sampai di halaman depan Wisma Ganesha.

__ADS_1


Suasana tampak lengang. Beberapa pelajar kerajaan Purwa Carita nampak sedang sibuk belajar membaca kitab. Ada pula yang sedang mengadakan percobaan.


Di ruang Perpustakaan, Aryo dan Agung sedang asyik berdiskusi tentang kemungkinan membuat mesin waktu. Berbagai literatur yang ada di perpustakaan Agung menemukan adanya beberapa ilmu yang merupakan ilmu kanuragan tingkat tinggi yang sudah langka.


Tiba-tiba Supri masuk mendekat dan mencengkeram kerah baju Aryo.


" Mas Aryo...Ayo katakan. Apa benar kau pelakunya.!",Hardik Supri.


"Dik Supri, apa-apaan ini. Lepaskan cengkramanmu. Sabar. Kalau ada masalah mari kita bicarakan baik-baik."Kata Aryo dengan keras.


Semua yang di Wisma Ganesha terkejut melihat Supri dan Aryo bersitegang.


Resi Pragola segera melerai pertikaian itu.


"Cukup..cukup...hentikan...!."Teriak Resi Pragola dengan lantang.


Supri segera melepaskan cengkeramannya.


"Ada apa ini. Mengapa kalian sampai ribut seperti ini ?"


" Maaf tuan Resi. Masalah besar sedang menimpa kami.Terutama mas Aryo. Walau begitu imbasnya pasti juga sampai pada kami."Jelas Supri.


"Maaf tuan Resi. Mungkin Tuan Resi belum mendengar rumor yang sedang berkembang di masyarakat Purwa Carita."Jelas Supri.


"Lha iya...rumor apa?.Aku kok tambah bingung?"Kata Resi Pragola sedikit emosi.


"Maaf Tuan Resi. Saat ini ada rumor bahwa tuan Putri Citrawati sedang hamil. Menurut gosip itu tidak di ketahui siapa laki-laki yang telah menodai tuan Putri Citrawati. Ada kecurigaan bahwa pelakunya adalah Aryo teman kami. Karena selama ini yang dekat dengan Tuan Putri adalah Aryo. Jadi wajar saja Supri marah." Jelas Sugik.


"Hmmm, Bisa berbahaya ini. Tuan Aryo, tolong jelaskan pada kami mengenai hal ini. Tolong tuan Aryo bicara sejujurnya. Mungkin kami bisa membantu mencarikan solusi terbaiknya."Kata Resi Pragola.


"Baiklah, biarlah saya bicara.Tolong jangan potong apa yang saya sampaikan."Kata Aryo.


"Silakan...!"Jawab mereka serempak.


" Sebenarnya saya sama sekali tidak tahu dengan peristiwa ini. Memang saya akui bahwa antara saya dan Tuan Putri Citrawati memang ada hubungan cinta. Akan tetapi Saya sendiri sudah lama tidak bertemu dengan tuan Putri. Saya bahkan lebih dari tiga bulan ini selalu bersama kalian menyelesaikan proyek penelitian di Wisma Ganesha ini. Bahkan setiap waktu saya bersama kalian. Bagi saya rasa ini tidak bisa mengalahkan keinginan untuk kembali ke zaman kami."Jelas Aryo dengan panjang lebar.


"Tapi katanya beberapa emban dan dayang melihat Tuan Aryo berkunjung ke Puri Kedhaton. Bahkan beberapa kali Tuan Aryo Lumban dan mandi bersama Tuan Putri Citrawati."Kata salah seorang pelajar di wisma Ganesha.


"Apa...? Saya berkunjung di Kedhaton? Kapan?. Bahkan sepanjang hari saya bersama resi Pragola dan kalian semua. Apa kalian lupa ?."Aryo balik bertanya.

__ADS_1


"Ya sebenarnya saya juga tidak percaya. Tapi itu yang aku dengar dari orang-orang di warung"Kata pelajar tersebut.


" Yang Pasti bukan aku. Baiklah akan aku bocorkan rahasia ini pada kalian. Semoga kalian percaya. Sebenarnya yang berbuat itu adalah Pangeran Katong yang menjelma menjadi diriku. Aku sendiri tidak percaya bahwa takdir itu terjadi secepat ini. Menurut legenda Pangeran Katong merubah diri menjadi ikan gabus dan bersembunyi di terowongan di sungai Purwa Carita. Dan melalui tipu dayanya Dia berhasil memperdaya Tuan Putri Citrawati. Bila kalian Tidak percaya kalian bisa melacak keberadaan terowongan di sekitar sungai Purwa Carita. Terowongan itu tembus ke Daerah Jati Sari. Itu yang ku ingat dari cerita nenekku. Perlu kalian ingat bahwa saya ini bukan asli dari zaman ini tetapi saya berasal dari masa depan. Ketika negeri Purwa Carita ini tinggal legenda.",Jelas Aryo dengan gamblang.


"Maaf Tuan Aryo. Saya lupa akan hal itu. Kalau begitu Tuan Aryo harus bisa membuktikan tentang hal itu. Kalau saya pribadi sangat percaya dengan tuan Aryo. Kita harus siap bila suatu saat sang Prabu Dian Gondo Kusumo murka."Jelas resi Pragola.


"Terima Kasih Tuan Resi atas kepercayaannya."


"Maafkan saya mas Aryo. Saya telah suuzon."Kata Supri sambil memeluk Aryo.


"Tidak apa-apa Dik Pri. Saya faham perasaanmu." Kata Aryo membalas pelukan Supri.


"Baiklah saudaraku semua.Tolong rahasiakan dahulu apa yang saya sampaikan tadi. Biarlah kami yang akan menjelaskan pada Gusti Prabu. Semoga Mendung hitam ini segera sirna dari bumi Purwa carita."


"Siap Tuan Aryo."Jawab mereka serentak.


"Kalian kembali bekerja. Selesaikan apa yang menjadi tanggung jawab kalian. "Kata Resi Pragola.


Suasana Wisma kembali hening. Semua kembali beraktifitas seperti semula.


Sementara itu gosip semakin menyebar hingga sampai di luar kerajaan.


Tak elak berita itu sampai juga di telinga Pangeran Citro Kusumo.


Di singgasananya, Prabu Citra Kusumo merasa resah. Berita yang baru di dengarnya dari Telik sandi membuat dadanya bergemuruh.


" Ini tidak bisa di biarkan. Aku harus ke Purwa Carita. Aku harus mendapat kejelasan dari Citra Wati. Bajingan mana yang telah merusak kehormatan adikku."Gumam Prabu Citra Kusumo.


Prabu Citra Kusumo turun dari singgasananya. Langkah kaki sang Prabu tampak tergesa-gesa.


Dengan cepat Prabu Citra Kusumo menuju Kandang Kuda. Sejurus kemudian dia melompat keatas kuda dan memacunya dengan cepat. Kuda berlari kencang bagai kesetanan. Para prajurit yang melihat junjungannya berkuda seperti itu hanya bisa melongo dengan penuh tanda tanya.


Dengan amarah yang meluap-luap Prabu Citra Kusumo terus memacu kudanya menerjang jalan bebatuan menembus lebatnya hutan larangan.


Sang Surya terus merangkak menuju titik pusat langit. Panasnya menyengat makhluk yang tengah berjalan di muka Bumi.


@@@@@bersambung@@###


@m!✓u@!$h@

__ADS_1


__ADS_2