Kutukan Putri Gumeng

Kutukan Putri Gumeng
35. Derita Penolakan Asmara(2)


__ADS_3

Menjelang pagi hari, terdengar riuh suara ayam kampung bersahutan.Agung terbangun dari tidurnya. Sambil mengucek matanya yang terasa perih karena kelelahan,Agung berjalan menuju tempat dimana Joko tertidur.


Agung mengguncang-guncang tubuh Joko, " Jok, Bangun Jok. Subuh.. Subuh... Subuh... ".


Joko menggeliatkan tubuhnya kesamping kiri sambil berkata, "Cepat amat malamnya. Aku masih capai. Aku ngantuk Gung.Huah....hemm. Aku mau merem lagi ah.. "


"We ladalah, Bocah iki. Malah merem lagi.Banguuuun...Subuh. ",Agung kesal dan memukul pantat Joko.


"Plaaak, Plaaak, plaaaak,", Suara pukulan Agung di pantat Joko.


"Iya.. iyaaa... aku bangun. Kau ini ngomel saja seperti ibuku?." teriak Joko


"Maaf, sudah pagi. Ayo salat Subuh dulu. " kata Agung.


"Kamu sudah mandi?" tanya Joko.


"Belum. Mandi di mana? "


"Ya di sungai lah. Sekitar seratus meter dari sini ada sungai. Aku kemarin sempat melihat arah aliran air sungai ketika sampai di Dukuh Kalongan. ",


"Ayo kita ke sungai.Aku mau mandi dan mau BAB. Sudah kebelet nih. ", Kata Agung sambil meringis memegangi perutnya.


"Kamu ini kebiasaan lama kau pelihara."


" Sodaqoh Jok, Sodaqoh. Sodaqoh pada ikan..., "


"Shodaqoh pisang goreng. Wkkk,"


"Ya sudah, Ayo berangkat. "ajak Joko.


"Yo i.. ii,"


Dua remaja itu berjalan menyusuri tepi hutan menuju ke arah suara gemericik air terjun yang menyejukkan jiwa.


Sesampainya di tepi sungai mereka pun terpana.


"Wau.... amazing...Luar biasa. Sungai ini cukup exotic. "teriak Agung terpana indahnya air terjun dan tebing sungai.


"Betul Gung.Pemandangan yang cukup indah.Tak ku sangka di zaman ini benar-benar banyak tempat yang sangat memukau perhatian. "kata Joko takjub.


"Tunggu.. tunggu.. tunggu. Sepertinya tempat ini tidak asing bagiku. Aku sepertinya pernah ke sini....?."kata Agung merenung.


"Iya..ya...cuma suasananya yang beda... apa ini.....? " kata Joko ikut merenung.


"Kedung masyhur...,"kata mereka serempak.


"Iya betul. Aku ingat bentuk air terjunnya. Berarti kita ini dekat dengan dukuh Tinatah dan Kaliwader. Kita bisa pulang Gung. Aku hafal arah Kaliwader. Aku sering kesana."kata Joko kegirangan.

__ADS_1


"Jangan bodoh kamu Jok. Walau kita bisa ke desa Kaliwader, tapi kita berada di desa Kaliwader pada zaman kuno. Bukan zaman modern. Kalau soal tempat aku juga sejak dulu tahu posisi kita di mana. Sejak di kerajaan Pandan aku juga sudah tahu kalau kerajaan pandan itu juga dekat dengan kota Blora. Tapi aku sadar bahwa ini zaman Kuno. " kata Agung panjang lebar.


"Iya ya...Aku kok jadi tolol. Tadi sempat kepikiran mau mencegat bus Kopada arah Randublatung."kata Joko.


Agung pun tertawa, "Wkkkk..Kamu ini ada-ada saja Jok. Sudah ayo mandi dan salat Subuh,"


"Oke...Kamu duluan. Aku mau BAB dulu"kata Agung sambil menuju arah bantaran sungai.


"Cepat ya... "


Agung tak menanggapi omongan Joko. Dia sedang asyik Mengeluarkan beban berat dalam perutnya. Tak lama kemudian terdengar suara merdu.


"Broooot, broooot, brooot. "


"Woi bom atom meledak. "seru Joko.


"Biarin yang penting legaaa,"sahut Agung.


Joko menceburkan diri ke sungai untuk mandi.Dinginnya air sungai tak di hiraukan.


Beberapa saat kemudian Agung menyusul mandi.


Agung mandi dengan cepat seraya berkata, "Cepat mandinya Jok. Nanti keburu kesiangan.Malaikatnya keburu naik ke langit. "


Joko menjawab dengan santai, "Tenang Gung. Tadi aku sudah izin sama malaikat kalau aku agak telat subuhnya karena mengantar kau buang hajat. wkkk. "


"Ya sudah teruskan mandinya. Aku azan dulu ya... " sahut Agung.


Beberapa saat kemudian terdengar kumandang Azan yang di lantunkan oleh Agung.


Joko segera menyelesaikan mandinya dan berwudu menyusul Agung.


Agung dan Joko segera menunaikan salat subuh berjamaah.


Sementara itu, di tepi hutan Kalongan. Pangeran Katong yang terbangun dari tidurnya keluar dari tenda. Samar-samar Pangeran Katong mendengar suara aneh di kejauhan. Suara dengan bahasa yang asing di telinganya. Perlahan-lahan Pangeran Katong berjalan menuju sumber suara. Semakin jauh berjalan akhirnya Pangeran Katong sampai di tepi sungai.


"Siapa kalian !.Apa yang kalian lakukan di sini..." bentak Pangeran Katong.


"Hamba gusti Pangeran. Joko dan Agung. Kami sedang salat subuh. " balas Joko yang sudah selesai berdoa.


"Oh kalian. Saya kira siapa. Sedang apa kalian tadi. Apa yang kalian teriakkan tadi?. "tanya Pangeran Katong.


"Maaf Pangeran.Kami tadi sedang Salat Subuh. dan yang kami lantunkan tadi adalah Azan penanda waktu salat. "jelas Agung.


"Iya Pangeran. Kami memeluk agama Islam dan salat itu adalah cara ibadah kami pada tuhan kami. "jelas Joko.


"Ya.. Ya... Ya...ya.. Aku pernah mendengar Agama Islam. di Pesisir ada beberapa pendatang yang berasal dari Persi.Mereka beragama Islam dan menyebarkannya. Silahkan lanjutkan ibadah kalian. " kata Pangeran Katong.

__ADS_1


"Kami sudah selesai gusti. Silakan Pangeran mandi di sungai itu. Airnya jernih Pangeran. "kata Agung.


Pangeran Katong berjalan menuju Kedung.Dengan segera Pangeran Katong menceburkan diri ke air. Pangeran Katong berenang menuju ke bawah air terjun.


"Sungai ini cukup bagus tempatnya.Sangat cocok untuk menenangkan fikiran. Aku akan bersemedi sebentar di bawah air terjun ini. " gumam Pangeran Katong.


Pangeran Katong duduk bersila di atas batu dibawah air terjun.Perlahan Pangeran Katong memejamkan mata.


Dalam sekejap mata bathinnya terbuka. Dari tempatnya semedi tampak jelas sungai yang ada di Kerajaan Purwa Carita.Sebuah sungai yang menjadi pemandian kerajaan Purwa carita.


Tiba-tiba Pangeran Katong tersentak kaget.


"Citra Wati...Citra wati mau mandi."


Seketika mata bathinnya tertutup.


"Berarti tempat ini segaris dengan Sungai di Purwa Carita, "gumam Pangeran Katong.


Pangeran Katong segera menyelesaikan mandinya. Dia segera bergegas menghampiri Joko dan Agung.


"Ayo kita segera kembali. Kita harus segera sampai di Purwa Carita. " ajak Pangeran Katong.


"Baik Pangeran. " Jawab Agung dan Joko.


"Pangeran. Tempat ini suatu saat akan menjadi tempat yang menorehkan sejarah yang Pangeran alami. "kata Agung.


"Apa maksudmu?. Aku tidak mengerti. "Pangeran Katong bingung.


"Suatu saat Pangeran akan mengetahui sendiri. Ini rahasia takdir. "jelas Agung.


"Sudahlah, ayo percepat jalannya, "


"Siap Pangeran... "


Akhirnya mereka bertiga sampai di psrkemahan. Para Prajurit dan rombongan sudah bersiap.


Sarapan pagi pun sudah di siapkan.


Mereka segera sarapan .


Setengah jam kemudian.


" Kita bersiap berangkat. Siapkan semua peralatan lamaran. "perintah Pangeran Katong.


"Berangkaaaaat, "teriak Panglima perang.


Rombongan bergerak menuju arah desa Jati Sari.Sang Surya mulai merangkak setinggi tombak.

__ADS_1


Dari perbatasan desa Jati Sari,Rombongan mengambil arah barat. Mereka menyusuri jalan berbatu di tengah hutan Jati.


Sekitar satu jam perjalan akhirnya rombongan sampai di perbatasan Kerajaan Purwa Carita.


__ADS_2