
Pangeran Katong berhenti di depan sebuah gubuk tua di tengah Hutan Wanasemi. Nafasnya terengah-engah setelah berlari kencang. Walaupun sudah menggunakan Ajian Kidang Kencono, namun kemampuannya jauh menurun. Ilmu ringan tubuhnya seakan-akan luntur.
"Mengapa ilmuku seperti sudah luntur. ehhhh....hehh.Kenapa bisa begini.. eh...he..eh...eh.. heh.", gumam Pangeran Katong sambil ngos-ngosan nafasnya.
"Akiiiii....Aki Banjar.... Aki Banjar Angin....ini aku ki....", Pangeran Katong mengetok pintu sambil memanggil nama gurunya.
"Akiiiii....Akii....., "
"Kok Sepi, Tidak ada yang jawab. ", Pangeran Katong heran.
Dibukanya Pintu Gubuk itu perlahan-lahan. Pangeran masuk sambil celingukan kekanan dan ke kiri. Pandangannya menyapu le seluruh sudut ruangan yang ada.
" Kok gak ada orang satu pun. Kemana aki Banjar Angin dan murid-muridnya?.", Gumam Pangeran Katong.
Tiba-tiba dari belakang gubuk terdengar langkah seseorang menuju halaman gubuk.
"Lhoo... Gubuknya kok terbuka. Siapa di dalam?Keluarlah.", Teriak orang itu.
Mendengar suara menggertaknya, Pangeran Katong bergegas keluar.
"Akuu.... Aku yang di dalam !.", Jawab Pangeran Katong dengan nada yang keras pula.
"Kakang Katong ?.... benarkah kau kakang Katong?...",Sahut lelaki itu kaget.
" Iya... ini aku.Kamu lupa ya Dinda Sora Jaya.", Pangeran Katong balik bertanya.
Pangeran Sora Jaya adalah saudara sepupu Pangeran Katong yang berasal dari kerajaan Belambang.
"Saya kira tadi ada maling kakang. Karena Ki Banjar Angin dan Para Murid sedang berlatih di tepi Kali Lusi. Ki Banjar Angin sedang menurunkan ilmu lembu sekilan kepada para muridnya. Aku di utus Ki Banjar Angin untuk mengambil peralatan yang tertinggal. Ketika Pintu terbuka aku jadi curiga tadi", Jelas Pangeran Sora Jaya.
"Pantas sepi... aku juga heran kenapa padepokan ki Banjar Angin sepi tanpa ada seorang pun.", balas pangeran Katong.
"Sebaiknya kakang ikut saya saja ke Sungai Lusi. Ki Banjar Angin tentu sangat senang. Ada beberapa murid baru yang belum mengenal kakang Katong. ", Ajak Pangeran Sora Jaya.
"Baiklah... tujuanku kesini juga ingin ketemu Guru. Sudah lama aku tidak bertemu guru.", Jawab Pangeran Katong.
"Tunggu sebentar, aku akan mengambil kain Mori di dalam kamar guru. ",
" Kain mori. Untuk apa? ", Sahut Pangeran Katong.
"Untuk wejangan ilmu baru ki Banjar Angin.", Jawab Pangeran Sora Jaya.
__ADS_1
"Hmmmm... aku jadi pingin tahu. Lekaslah ambil dinda. Kita berangkat", sahut Pangeran.
"ini sudah siap. Ayo berangkat kakang. " , ajak Pangeran Sora Jaya.
Mereka segera berangkat menuju tepian Sungai Lusi.
"Huup...hiyaat.... "
Dengan menggunakan ilmu ringan tubuh mereka melompat diantara pepohonan. melompati semak belukar yang ada di hutan Wana semi.
"Tunggu Dinda Sora, Jangan cepat-cepat. Ilmuku sekarang berkurang. " Teriak Pangeran Katong.
"Mungkin Kakang kebanyakan main perempuan. atau mungkin Kakang kebanyakan minum minuman keras. ", Jelas Pangeran Sora Jaya.
"Iya akhir akhir ini aku sering mabuk untuk menghilangkan rasa gelisahku", Jawab Pangeran Katong.
Mereka kini berjalan pelan.
" Itu masalahnya. Ilmu ki Banjar Angin itu ilmu Putih. tidak bisa kakang campur dengan perbuatan salah seperti itu.",Jelas Pangeran Sora Jaya.
'Kita istirahat dulu di bawah pohon beringin itu. Nanti kakang akan aku bantu memulihkan ilmu Kakang.",
"Terima kasih Dinda. "
Pangeran Katong bersemedi mengumpulkan tenaga dalam dan ilmu yang di kuasainya.
Pangeran Sora duduk di belakangnya sambil menyalurkan hawa murni ke tubuh Pangeran Katong.
Lamat lamat terlihat seberkas cahaya kuning memancar di tapak tangannya. Sejurus kemudian..
"Huuuuup. ......",Tangan Pangeran Sora menempel di punggung pangeran Katong.
Setengah jam kemudian tubuh pangeran Katong tampak segar bersinar.
"Huuup.... Hiyaaaat", Pangeran Katong Melompat tinggi keatas pohon beringin.
Gerakanya sangat ringan.
"Aku sudah berhasil Dinda... Ayo kita balapan lari. Kejar aku.... ", Tantang Pangeran Katong.
"Baiklah... aku kejar kau... ",
__ADS_1
Dua pendekar tingkat tinggi itu berlari bagai kijang kencana. melesat bagai anak panah menuju tepi sungai Lusi.
Ketika matahari condong ke barat, mereka sudah tiba di tepi Sungai Lusi.
"Salam hormat Guru,", Hormat mereka pada ki Banjar Angin.
"Aku terima bakti hormat kalian. Pangeran Katong lama tidak jumpa. Selamat datang", Jawab ki Banjar Angin.
"Maaf Guru, tadi saya ke Padepokan tapi sepi. untung ketemu Dinda Sora Jaya"
" Iya Pangeran. Sudah satu bulan kami latihan di sini. oh iya... silakan pangeran berkenalan dengan murid -murid baru ku. Itu mereka sedang semedi di tengah batu sungai. "
"Hai... muridku semua. Bangunlah dulu dari semedimu. Lihatlah siapa yang datang.", Seru sang resi dengan di lambari tenaga dalam gelap ngampar.
Semua murid ki Banjar bangun dari semedi dan menghampiri ki Banjar Angin.
"Beri salam hormat pada Pangeran Katong.Dia Kakak seperguruan kalian. ", Perintah Ki Banjar Angin.
"Salam hormat Pangeran",
"Aryooooo.... kau benar aryo.... ", Sahut dua murid mendekat Pangeran Katong.
"Siapa kalian... siapa pula itu Aryo? ",Tanya Pangeran Katong.
"Kau lupa kami Yok?. Aku Aguuuung.", Tanya Agung.
"Aku joko.mosok kamu lupa?", ganti Joko bertanya.
"Agung.... Joko... jangan kurang ajar. Beliau Pangeran Katong dari Kerajaan Pandan.", Jelas ki Banjar Angin.
"Pangeran Katong... maafkan kami. Karena wajah Tuan sangat mirip teman kami Aryo.", Ungkap Joko.
"Aryoooo.... siapa kamu.... apa kamu orang yang memikat hati calon permaisuriku.", Gumam Pangeran dengan nada kesal dan marah.
Rupanya api cemburunya berkobar lagi mendengar ada orang yang mirip dengannya.
"Hmmm... aku punya ide... aku manfaatkan dua orang ini untuk menyingkirkan Orang itu. Aku yakin orang itu pasti Aryo yang mereka sebut tadi.", Gumam Pangeran Katong dengan senyum Culasnya.
"Baiklah, silakan kalian berlatih kembali. Kapan-kapan aku bantu kalian menemukan teman kalian."
"Terima kasih Pangeran", Jawab Agung.
__ADS_1
Mereka kembali menuju ke hadapan ki Banjar Angin.