
Derap kereta kuda rombongan Dukun Istana Kerajaan pandan terdengar bergemuruh membelah jalan di tengah hutan Gunung Srangkang menuju Hutan Kedung sumur. Tampak laju kereta kuda di percepat oleh juru mudi yang sudah terlatih. sehingga menjelang siang kereta kuda sudah sampai di halaman istana kerajaan pandan.
"Ampun Baginda Prabu Jayeng Karto. Izinkan hamba melaporkan tugas yang kami emban untuk mengatasi pagebluk di wilayah perbatasan kerajaan pandan. ", Ungkap Aki Blawus pada sang Raja Jayeng Karto.
"Sampaikan laporanmu dengan jelas. Sebenarnya apa yang terjadi dengan rakyatku. Penyakit apa yang mewabah di wilayah Kerajaan pandan? ", Tanya sang Prabu Jayeng Karto dengan penuh penasaran.
"Ampun Baginda, sebenarnya wabah ini ditimbulkan oleh serangan gaib yang di buat oleh dedemit hutan yang dikirim oleh prabu Jonggrang prayungan. ", Jelas aki Blawus.
"Benar-benar kurang ajar jonggrang prayungan.Apa di kira kita bangsa manusia bisa diinjak-injak begitu saja. Tak akan aku biarkan kerajaan atas angin menindas rakyatku", Kata sang Prabu Jayeng Karto geram.
"Ampun Gusti Prabu. menurut kami, serangan-serangan itu hanya untuk mengecoh kerajaan Pandan yang sedang merencanakan lamaran ke kerajaan Purwa carita. ", Kata Agung menjelaskan.
"Jadi,...mereka memakai siasat seperti itu?. Kalau begitu kita juga harus bersiasat juga melawan mereka.", Kata Sang Prabu Jayeng Karto.
"Lalu apa yang harus kami lakukan gusti Prabu?", Tanya Joko.
"Pangeran Katong tetap harus tetap berangkat melamar Putri Citrawati di Purwacarita. Tetapi jangan melalui jalur biasanya. Kalian harus lewat hutan Temanjang menuju Desa Jati sari. Kalian menerobos jalur terdekat ke Purwacarita. Agar kalian bisa mendahului Jonggrang Prayungan. ", Perintah Sang Prabu Jayeng Karto.
"Baiklah kanjeng Romo, Katong siap menerima titah. Memang ananda harus Fokus pada tujuan utama. Ananda Katong tidak akan tertipu muslihat Si Jonggrang.", Jawab Pangeran Katong.
"Segera kalian persiapkan segala ubo rampe, Kita segera berangkat.", Titah Sang Prabu Jayeng Karto.
"Sendiko dawuh romo. ", Jawab Pangeran Katong.
segera Pangeran Katong Pamit undur diri dari pisowanan diikuti punggawa yang lain.
Kerajaan pandan segera mempersiapkan segala uba rampe lamaran. Juru Boga mempersiapkan segala jajan lamaran. Ada Gemblong, Tape, Kerecek, Lempeng(Kerupuk Ketela), dan berbagai kue Khas kerajaan Pandan.
Selain itu para Dayang istana mempersiapkan alat-alat seserahan. Kain tenun terbaik, selendang mayang,Bokor emas, dan peralatan lainnya.
Sesuai perhitungan hari yang di tentukan, rombongan Prabu Jayeng Karto dan Pangeran Katong berangkat menuju Kerajaan Purwa Carita.
Tanpa mereka sadari sesosok makhluk kala tak kasat mata mengamati semua yang terjadi di Kerajaan Pandan. Setelah mengetahui semua berita yang ada di kerajaan pandan, segera makhluk itu melesat cepat menuju arah hutan larangan menembus dimensi kerajaan Atas Angin.
"Ampun, Gusti Jongrang Prayungan. Hamba mendapat berita bahwa Pangeran Katong mengetahui rencana kita. sehingga mereka berniat mendahului kita. Mereka akan melamar Puteri Citrawati secepatnya. Takut keduluan Gusti Jonggrang. ", Jelas Senopati Kala srenggi.
"Kurang ajar, tidak bisa... tidak bisa. Tak ada yang boleh merebut Jantung hatiku. Senopati... Kumpulkan semua Prajurit Atas angin. Kita cegat dan gagalkan rencana Pangeran Katong. ", Perintah Sang Prabu Jonggrang Prayungan dengan geram.
"Sekarang Gusti Prabu? ",Tanya Kala Srenggi.
__ADS_1
"Tahun Depan...!!!!, ya ....Se...ka... rang.... goblok.... dasar setan goblok...!!!!.", Gertak sang Prabu Jonggrang Prayungan.
"Iiiiiyaa gusti Prabu.... sendiko Dawuh. ", Kata Kala srenggi Ketakutan.
Senopati Kala Srenggi segera pamit pergi dan menyiapkan pasukan Kerajaan Atas angin.
Dalam waktu sekejap Semua Pasukan Kerajaan Atas Angin sudah berkumpul di halaman istana Atas angin.
"Wahai Para Prajurit Atas Angin sekalian.... dengarkan perintahku. Sekarang kalian bersiaplah untuk mencegat pasukan kerajaan Pandan. Kita akan berperang membela kehormatan raja kita. Kita hancurkan prajurit Kerajaan Pandan.Gusti Prabu Sendiri yang akan memimpin kita berperang.
Hidup Atas angin.....!!!! ", Teriak Kala Srenggi.
"Hiduuuup..... pp. ", Sahut Para Prajurit.
"Hidup Prabu Jonggrang Prayungan....!!!!! ".
"Hiduuuuuup.....!!!!. ", Jawab mereka serentak.
"Berangkaaaaat.......!!! "
"Siaaaap........!!!! ", Jawab para prajurit dengan semangat.
Tiba-tiba munculah Kala werdaya.Bangsa kala yang di tugaskan menjadi mata-mata.
"Ampun Gusti prabu, Hamba mau menyampaikan berita dari kerajaan Pandan. ", Kata Kala werdaya dengan menghaturkan sembah.
"Berita apa yang kau bawa kala werdaya?", Tanya Prabu Jonggrang Prayungan.
"Ampun Gusti, Pangeran Katong sudah berangkat menuju Purwa carita, tetapi tidak melewati bukit srangkang ini, tetapi mereka memutar arah melewati Kedung Sumur dan hendak menuju desa Jati Sari kemudian menyebrang hutan menuju Purwa Carita. ", Jelas Kala werdaya.
" Hmmmmm, Cukup cerdas pula itu si katong. Baiklah kita ubah strategi kita. Kita cegat di hutan selatan Kedung sumur.Kita serang mereka di sana. ", Kata Sang Prabu Jonggrang Prayungan.
"Ampun Gusti, Apa kita akan menyerang secara penuh atau sekedar mengacaukan rencana mereka.? ",Tanya Senopati Kala Srenggi.
"Iya.... kita akan berperang sampai titik darah penghabisan. Pantang kita mundur..!. ", Teriak Prabu Jonggrang Prayungan.
"Baik Gusti, Kalau begitu hamba akan memberangkatkan para prajurit ke hutan Kedung Sumur. ", Kata Senopati Kala Srenggi.
"Segera berangkat sebelum Katong tiba di hutan. ",Perintah Sang Prabu.
__ADS_1
"Sendiko dawuh gusti. ",
" Pasukaaaaaan, Kita berangkat ke kedung Sumur... ", Kata Kala Srenggi.
" Siap Gusti.....!!!! ", jawab mereka kompak.
Pasukan Atas Angin meneruskan perjalanan mereka.
Setibanya di hutan Kedung Sumur, mereka bersembunyi di balik pohon. Dan sebagian mereka terbang keatas pohon. Mereka siap mengintai musuh yang akan datang.
Sayup-sayup terdengar di kejauhan suara derap kaki kuda dan suara kereta kuda bergerak kearah hutan Kedung Sumur.
Sementara itu,
Pasukan Kerajaan Pandan.
"Bagaimana nanti bila terjadi peperangan dengan Purwa carita Gung?, Bagaimana sikap kita. Apa kita harus membantai pasukan Purwa Carita. Sementara di pihak sana ada teman-teman kita.", Kata Joko.
"Ya itu nanti kita fikirkan. Sebisa mungkin kita berpura-pura. Bila perlu kita gunakan kesempatan untuk lepas dari pengaruh kerajaan Pandan. Ingat misi kita untuk kembali ke dunia kita ada di purwa carita bukan di Pandan.Gerbang gaib itu ada di wilayah Purwa Carita.", Jelas Agung.
"Kau benar Gung, disana kita bisa bersatu dengan teman-teman kita. Kita bisa mencari jalan bersama-sama. ",
"Yang penting Pangeran Katong jangan sampai curiga dengan kita. Nanti kita cari akal untuk mengelabuhi mereka. ", Kata Agung menjelaskan rencananya.
"Oke.... kita fikirkan nanti, yang pasti kita harus segera sampai di Purwa carita. Aku sudah kangen dengan aryo purwa dan teman lainnya. ", Kata Joko.
"Heem, betul juga ya... ayo kita percepat kuda kita... ",
Tiba-tiba....
"srieeeeeet... Jleb.", Suara anak panah melesat mengenai kuda prajurit di belakang Joko.
"Awaaaaas, Kita diseraaaaang...!!!! ",Teriak Agung.
Semua Pasukan berhenti di Hutan Kedung Sumur.
mereka bersiap menyambut serangan musuh.
(Bersambung.....)
__ADS_1