Kutukan Putri Gumeng

Kutukan Putri Gumeng
27.Serangan Atas Angin


__ADS_3

Pangeran Katong melanjutkan perjalanannya menuju Padepokan Banjar Angin.


Mentari mulai tenggelam di ufuk barat ketika Pangeran Katong tiba di Padepokan.


"Selamat datang di Padepokan Pangeran.Silakan duduk. Ada apa gerangan Pangeran berkenan mengunjungi gurumu ini? "


"Terima kasih guru. Saya membawa amanat dari Kanjeng Romo, bahwasanya guru Aki Banjar Angin dimohon untuk berkenan ikut dalam Lamaran Saya guru. Apakah Guru bersedia ?.", Jawab Pangeran Katong.


"Terima Kasih Pangeran. Kalau boleh saya bertanya. Mengapa saya harus ikut. Bukankah punggawa kerajaan Pandan sudah banyak.?",Tanya Aki Banjar Angin.


"Maaf guru, sebenarnya Romo khawatir kalau Lamaran ditolak oleh Prabu Dian Gondo Kusumo. Mengingat Dahulu Romo bermusuhan dengan Prabu Gondo Kusumo. Romo bertekad akan menyerang Purwacarita bila Lamaran ditolak. ",Jelas Pangeran Katong.


"Jadi, semua warga Padepokan harus membantu kerajaan Pandan? ", Tanya sang resi.


"Benar guru, Romo Prabu berharap Guru berkenan membantu kerajaan pandan.",Jawab Pangeran Katong.


"Baiklah Pangeran, Kami akan membantu pangeran.Saya akan mengumpulkan mereka terlebih dahulu.", Kata Aki Banjar Angin.


"Terima Kasih guru. ", Jawab pangeran Katong.


Aki Banjar Angin bergegas menuju tanah lapang tempat murid Perguruan Banjar Angin berlatih. Dengan sekali teriakan membuat para murid menghentikan latihannya.


" Berhentiiiiiiii...! ", Teriak Aki Banjar Angin.


Para Murid Perguruan berhenti dan menoleh kearah sumber suara.


Mereka bergegas berkumpul mendekati Aki Banjar Angin.


"Ada apa guru menghentikan latihan kami. Apa ada berita penting guru? .", Tanya Agung.


"Benar... ada hal penting yang akan aku sampaikan.", Sahut Pangeran Katong yang tiba-tiba telah berdiri di samping Aki Banjar Angin.


"Aku mengharap bantuan saudaraku semua untuk membela Kerajaan pandan bila terpaksa terjadi peperangan.", Jelas pangeran Katong.


"Siap pangeran. Kami siap membantu saudara kami sampai tidak darah penghabisan ", Sahut para siswa Banjar Angin.


"Terima Kasih Saudaraku semua. Aku bangga dengan kalian semua. Kalau begitu Besok pagi kita berangkat ke Istana kerajaan Pandan.Kalian akan bersama-sama dengan para prajurit kerajaan. Semua kebutuhan akan kami tanggung", Jelas pangeran Katong berapi-api.


"Siap Pangeran. ", Jawab para murid perguruan dengan kompak.


"Sekarang kalian berkemaslah dan beristirahatlah. Besok pagi-pagi sekali kita berangkat"


"Siap.", Jawab mereka sambil membubarkan diri menuju bilik masing-masing.


Kesibukan malam itu membuat mereka kelelahan dan malam pun terus melaju berpacu dengan suara dengkuran anak manusia yang terlelap dalam dunia mimpi.


Sementara itu, di halaman belakang padepokan, tampak dua bayangan mengendap-endap kemudian melompat dari dahan ke dahan meninggalkan padepokan Banjar angin.

__ADS_1


"Berhenti sebentar Kakang, saya rasa kita sudah jauh dari padepokan. Pangeran Katong tidak mungkin mengejar kita.Pasti dia masih terlelap tidur. ", Kata lelaki itu yang tak lain adalah


"Benar, mereka pasti masih ngorok. Kita harus segera ke kerajaan atas angin. Gusti Jonggrang Prayungan harus tahu masalah ini. ", Jawab


"Kita lewat jalan pintas saja agar cepat sampai. Jangan sampai kita tertangkap lagi oleh Pangeran Katong. Kalau tertangkap pasti tamat riwayat kita.", Kata. memancarkan rasa takut.


"Kalau begitu kita jangan lama-lama disini. Ayo kita lanjutkan lagi perjalanan kita", Sahut..


Dua orang itu kemudian melanjutkan perjalanannya dengan berlari kearah berlawanan.Dengan kemampuan khusus yang dimiliki kaum Denawa dari negeri atas angin, dua orang itu melesat menembus mega menyeberang Dimensi menuju kerajaan Atas angin.


Tak lama kemudian mereka sampai di pintu gerbang negeri atas angin. Prajurit yang mengenali mereka segera memberi hormat.


Beberapa saat kemudian mereka sampai di hadapan Prabu Jonggrang Prayungan.


"Ada apa kalian menghadapku. apa kalian sudah berhasil membuat kekacauan di kerajaan Pandan.", Tanya Prabu Jonggrang Prayungan.


"Ampun Baginda. Hamba gagal menjalankan tugas. Kami tidak mampu mengalahkan Pangeran Katong.", Jawab mereka.


"Hamba datang menghadap ingin menyampaikan berita penting. ", Kata mereka sambil menunduk.


"Berita apa yang kalian bawa?.", Tanya Prabu Jonggrang Prayungan.


"Ampun Baginda, Ternyata Pangeran Katong berencana melamar Putri Citrawati di Kerajaan PurwaCarita. Bahkan Pangeran Katong sudah bersiap dengan segala kemungkinan. termasuk bila harus berperang. ", Jawab mereka.


"Kurang ajar sekali si Katong. Putri Citrawati itu milikku. Tidak ada yang boleh merebutnya dariku. Kalau begitu, akan aku luluh lantakkan Kerajaan Pandan. ", Jawab Prabu Jonggrang sambil menahan geram.


Beberapa saat kemudian datanglah Sang Panglima Joyo Manggolo di ikuti Panglima Sugik dan Panglima Didik menghadap sang Prabu.


"Ada apa Kanjeng Prabu memanggil Kami.Apa ada hal yang sangat penting dan mendesak gusti? ", Tanya Sang Panglima Joyo Manggolo.


"Besok Pagi persiapkan pasukan. Kita akan menyerang Kerajaan Pandan. Kita gagalkan keinginan Pangeran Katong meminang Putri Citrawati. ", Perintah sang Prabu Jonggrang Prayungan.


"Sendiko Dawuh kanjeng. Kami siap menerima titah sang Prabu.", Jawab Panglima Sugik dengan tegas.


Ketiga Panglima Kerajaan Atas angin segera pamit mundur dan mempersiapkan Pasukan perang Kerajaan atas angin.


Pagi hari ketika ayam berkokok, Ribuan pasukan Kerajaan atas angin berangkat menuju kerajaan Pandan Jetak Wanger.


Menjelang siang hari, mereka sampai di hutan Jurang Jero setelah berbelok arah dari dimensi kerajaan Denawa Atas angin.


Setelah beristirahat sejenak, Pasukan meneruskan perjalanan perang menuju kerajaan Pandan.


Mereka berjalan kearah barat daya. Menjelang sore hari rombongan Prajurit berhenti di tepi hutan di perbatasan wilayah kerajaan Pandan.


Mereka mendirikan tenda untuk beristirahat. Untuk menghimpun kekuatan.


Pada tengah malam, Pasukan atas angin bergerak merayap menuju kota Raja kerajaan Pandan.

__ADS_1


"Serbuuuuuu.", Teriak Panglima Didik memberi aba-aba penyerangan.


Prajurit Kerajaan Pandan yang terlelap tidur menjadi kalang kabut mendapat serangan mendadak.


Kentongan tanda bahaya segera di pukul bertalu-talu. Para Prajurit segera bersiap menyongsong serangan prajurit Atas angin.


Banjir darah membanjiri Bumi kerajaan Pandan. Dentingan pedang tombak bersahutan dengan lolongan nyawa yang terlepas dari raga.


Dengan segenap kekuatan Pasukan Kerajaan Pandan berhasil memukul mundur pasukan Atas angin.


Pasukan Atas angin bergerak mundur menuju hutan Temanjang. Mereka beristirahat sambil menyusun siasat.


"Panglima Sugik, apa yang harus kita lakukan untuk mengalahkan kerajaan Pandan. Ternyata Kekuatan Kerajaan Pandan sangat kuat. ", Tanya panglima Joyo Manggolo.


"Benar Panglima Joyo, Padahal kita sudah menyerang mereka dengan serangan dadakan, tetapi mereka masih mampu membalikkan keadaan. ", Jawab Panglima Sugik.


"Sebenarnya cara menyerang kita itu salah dalam hukum peperangan. Cara kita termasuk cara licik dan bukan tindakan ksatria Panglima. ", Sergah Panglima Didik.


"Apa maksud panglima Didik?. Bukankah dalam perang yang penting kita menang?., Tanya balik Panglima Joyo Manggolo.


"Itu benar, Tujuan perang itu menang, tapi menang disini adalah menang secara ksatria. Menang dengan cara terhormat. Bukan menang secara licik.", Jelas Panglima Didik.


"Mungkin kita tadi tidak di ijabah Dewata. Maka sekarang kita ubah strategi. Kita akan kepung Benteng Kerajaan Pandan dari tiga sisi. Panglima Joyo Manggolo menyerang dari depan, saya dari samping kanan dan Panglima Didik dari samping kiri.",Kata Sugik sambil menyusun siasat.


"Maksud Panglima Sugik, kita pecah Konsentrasi mereka?, Sahut Panglima Joyo Manggola.


"Benar Panglima, itu yang saya maksud.", Jawab sugik singkat.


"Benar-benar cerdas. Siasat yang cukup baik. Jadi kita mundur ini juga termasuk siasat.? ", Tanya Panglima Joyo kembali.


" Itu namanya siasat perang gerilya. Pada zaman kami, siasat ini yang membuat adalah Pangeran Diponegoro ketika melawan Penjajah Belanda?.", Terang Sugik.


" Penjajah Belanda?, Kerajaan mana lagi itu. Apa hebatnya Belanda? ", Tanya Panglima Joyo Manggolo.


"kerajaan Belanda berasal dari daerah yang jauh dari Nusantara. Bangsa ini punya kehebatan senjata yang disebut senapan dan pistol yang bisa membunuh lawan dari jarak jauh. Yang pasti berbeda dengan Panah.", jawab sugik.


" Kalau begitu, Nanti kita lanjutkan serangan dengan siasat kedua yang Panglima Sugik susun.",


"Baik, agar tidak licik, kita serang pada siang hari. Bagaimana setujuuu? ", Seru Panglima Sugik.


"Saya setuju. Nanti kita jebol benteng Kerajaan Pandan. ", Jawab Didk.


"Saya juga setuju, sekarang mari kita makan dulu sebelum berangkat. ", ajak panglima Joyo Manggolo.


Tampak para prajurit mempersiapkan diri dan sebagian mempersiapkan bekal makanan yang dibawa.


bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2