
Tubuh Prabu Jonggrang Prayungan terpental jauh keluar Kaputren. Tubuhnya jatuh di kawasan hutan bukit Srangkang.
Sementara itu, di kerajaan Purwa Carita.Purwa, Supri dan Aryo di minta hadir menghadap sang Prabu Dian Gondo Kusumo. Peristiwa Penyelamatan sang Putri Citrawati dari Penyusup yang hendak menculiknya sudah terdengar di telinga sang Raja.
"Ampun tuan Putri, Kami tak bisa lama-lama disini. Hamba takut sang Prabu Gondo Kusuma murka kalau kami terlambat menghadap beliau." Purwa memohon pamit.
" Baiklah.Sebenarnya masih banyak yang ingin aku bahas dengan kalian. Karena Ayahanda memanggil kalian, silakan kalian ke Istana dulu. Bila nanti sudah selesai urusan di Istana, sudilah kiranya kalian singgah kembali ke Kaputren.
"Baik Tuan Putri. InsyaAllah kami akan singgah ke Kaputren lagi." jawab Aryo.
"Kami Pamit dulu Tuan Putri. " ucap Supri,Aryo dan Purwa Bersama-sama.
Mereka bertiga menghaturkan salam hormat dan melangkah meninggalkan Kaputren.
"Kang Mas Aryo...." panggil sang Putri Citrawati dengan lirih.
Aryo menoleh ke belakang ke arah sang Putri. Terasa hatinya berdesir mendengar panggilan sang Putri yang terdengar mesra.
"Iya tuan Putri. Apa ada titah untuk hamba? " jawab Aryo.
" Mmmmmm....., gak jadi ah. Enggak ada apa-apa." sahut sang Putri menundukkan wajahnya yang merona karena malu.
Ada getar-getar aneh yang dirasakan sang Putri bila menatap Aryo.
"Mengapa hatiku terasa damai bila di dekatnya. Apa aku sedang jatuh cinta. Tapi ahhhh, ....tidak mungkin..." gumam sang Putri.
"Tuan Putri... Tuan Putri tidak apa-apa ?." tanya Aryo.
"Iii....yaa, Enggak apa-apa. Silakan lanjutkan perjalanan kalian." jawab sang Putri tergagap.
__ADS_1
"Baik Tuan Putri...." jawab Aryo berbalik hendak melanjutkan perjalanan.
Tanpa sadar Aryo menoleh kembali ke belakang. Pada saat yang sama mata mereka beradu pandang. Sang Putri tersenyum malu.
Dengan segera Aryo berpaling meneruskan langkah karena malu.
"Ciye.. ciyeeeee.....ada yang sedang Falling in love nich.... " ledek Supri sambil cengengesan.
"Apaan sih dek,...tidak mungkin lah..aku ini siapa... Dia itu siapa...aku ini orang tak punya." jawab Aryo sambil berjalan.
" Seperti lagu dangdut saja yok cintamu. Itu seperti lagunya Megy Z apa Hamdan ATT ya.. aku kok lupa. " sahut Purwa.
"Biarlah Pur, biarkan aku jalani saja kisah hidupku ini. Kalau soal Cinta, Supri ini lho jagonya..." jawab Aryo.
"Iya.... Supri Sukses jadi Play boy..Jadi Arjuna." celetuk Purwa..
" Maaf....aku ralat.... Kamu jadi Arjuna saja. " sahut Purwa cepat.
"Oke....lebih cocok. Akulah Arjunaaa....... aaaa.Yang mencari cintaaa.... aaaa.",
"Wahai wanitaaaaaa..... aaaaa. Cintailah akuuu... uuuuuu." sahut Aryo.
"We ladalah malah podho nyanyi lagunya Dewa 19. Tapi sayangnya Suara kalian super fals...lebih fals dari si Iwan Fals." sahut Purwa.
" Biarin.Dari pada kamu gak bisa nyanyi. Yang penting kita bahagia ya mas. "sahut Supri.
" Kalian kira aku gak bisa nyanyi...Coba kalian dengarkan. Aku akan menyanyikan Lagunya Mbah Surip yang berjudul Bangun tidur" sahut Purwa.
"Bangun tidur, tidur lagi."
__ADS_1
"Bangun lagi, Tidur lagi. "
"Banguuuuuun, Jangan ngimpi.... "
" Hebaaaaat, ternyata suaramu betul-betul super Pur" puji Supri sambil mengacungkan jempol.
"Iya,....betul-betul super.....super hancuuuuur." celetuk Aryo bercanda.
"Wkkkkk.... makanya aku wegah nyanyi" sahut Purwa.
"Tapi lagumu tadi betul kok Pur.Aku harus bangun dan jangan terbuai mimpi. Ini bukan zaman kita.Kita tidak seharusnya terjebak di sini. Kita harus fokus pada tujuan kita untuk kembali ke masa depan. " jelas Aryo.
"Betul mas.Cinta boleh-boleh saja. Cinta itu anugrah, maka berbahagialah. Sebab kita sengsara bila tak punya cinta." sahut Supri.
"Nyanyi lagi.... " tukas Purwa.
"Tema nya lagi asyik... yaitu tema Cinta. "jawab Supri.
"Iya betul.Cinta dua dunia.Dunia kuno dengan Dunia modern.. " sahut Aryo.
" Seriuuuuus, Kamu jatuh cinta pada tuan Putri Citra wati mas?. " tanya Supri.
" Entahlah dik Pri. Mungkin ini hanya rasa sesaat saja. Maklum tuan Putri sangat Cantik. " jawab Aryo sambil menggelengkan kepala.
"Sudahlah lupakan dulu.Kita sudah dekat dengan istana." tukas Purwa.
Matahari mulai meninggi ketika kami berjalan mendekati halaman istana Purwa Carita
.......Bersambung......
__ADS_1