Kutukan Putri Gumeng

Kutukan Putri Gumeng
51. Gerbang Alam Astral.


__ADS_3

Sinar sang Surya mulai meredup. Aryo membangunkan Putri Citra Wati yang tertidur di bahunya.


"Sudah mulai petang kang mas. Ayo kita kembali ke Purwacarita. Aku takut Romo marah."kata sang Putri sambil mengucek matanya.


"Iya, hari mulai gelap.Sekarang peganglah tanganku. Aku akan merapal ilmu halimunan warisan ayahku."kata Aryo.


Mulut Aryo komat-kamit membaca mantra.


Lamat-lamat tampak tubuh Aryo dan Putri Citrawati memudar dan menghilang. Bagai tersapu angin tubuh mereka berpindah tempat ke Purwacarita dalam sekejap.


Sang Putri membuka mata dan terkejut. Dirinya sudah berada di depan Puri Kedathon.


"Kita sudah sampai kang mas? Cepat sekali."


"Iya, kita sudah sampai. Selamat beristirahat nimas.Aku pamit dulu."


Aryo segera membalikkan badan dan melangkah menuju keluar Puri. Tampak Prajurit penjaga Puri Kedathon keheranan karena tiba-tiba Arya berjalan dari dalam Puri. Tiada mereka mengetahui kedatangan Aryo.


Mereka hanya berbisik keheranan.


Belum hilang rasa heran mereka, tiba-tiba tubuh Aryo yang lewat dihadapannya menghilang dari pandangan.


Mereka berdecak kagum menyaksikan kesaktian Aryo.


Sesampainya di Wisma Ganesha, Aryo segera mandi dan berwudu.


"Dari mana saja mas? Kok baru balik?" tanya Supri.


"Biasa dik, urusan pribadi."jawab Aryo sekenanya.


"Pribadi apa pribadi?"ejek Supri sambil nyengir kuda.


'Sudahlah. Tidak usah di bahas. Ayo solat Magrib. "


"Oke boss...."


Sugik,Didik,Agung dan Joko keluar dari kamar dan mengambil wudu.


Beberapa saat kemudian , mereka terhanyut dalam solat mereka. Terlarut dalam untaian doa-doa mereka.


Selepas Solat Magrib, mereka berkumpul di ruang dalam wisma Ganesha. Bersama Resi Pragola, mereka menyantap makan malam.


Selepas makan, Aryo meminta waktu untuk menyampaikan sesuatu.


"Maaf, Tuan Resi. Saya minta waktu sebentar untuk menyampaikan suatu hal penting."ucap Aryo.


"Ada apa tuan Aryo. Apa ada hal yang membahayakan kerajaan?."tanya Sang Resi.


"Tidak Tuan Resi. Tetapi ini menyangkut keberadaan kami di sini."


"Maksudnya?"

__ADS_1


"Begini Tuan Resi. Kami sudah menemukan jalan untuk bisa kembali ke Zaman kami."


"Jadi kalian sudah bisa membuat mesin waktu. Seperti yang kalian ceritakan waktu itu?" tanya Resi Pragola antusias.


"Belum Tuan.Tetapi prinsip itu hampir sama. Intinya Bila suatu energi itu sama dengan massa dikalikan kecepatan di kuadratkan.


Dengan getaran sangat cepat maka suatu materi akan berubah menjadi energi. Dengan berubahnya materi menjadi energi, maka energi tersebut bisa melintasi waktu. Itu menurut analisa saya. Untuk saat ini saya sangat sulit untuk membuktikan teori tersebut. Tetapi akan kami coba dengan cara mengadu ilmu yang hakekatnya adalah energi. Kami berharap bisa kembali ke zaman kami. Kami akan menyerang Pangeran katong yang menguasai ajian gelap Sayuto. Kami akan mengadunya dengan ajian tingkat tinggi. Ajian Gelap Ngampar. Semoga lonjakan Petir akibat benturan dua gelap, bisa membuka pintu dimensi ruang waktu." Jelas Aryo.


"Jika itu merupakan keinginan kalian, saya hanya bisa ikut mendoakan keselamatan kalian. Walau sebenarnya Kami berat harus kehilangan orang-orang potensial seperti kalian." Ucap sang Resi dengan sedih.


"Ini sebenarnya juga baru perkiraan kami. Bisa saja uji coba kami ini gagal. Jadi kami tidak bisa memastikan."Ucap Joko.


"Baiklah. Berangkatlah kalian besok pagi. Kalian Juga harus berpamitan pada sang Prabu Dian Gondo Kusumo. Semoga beliau berkenan."


"Insya Allah nanti kami akan menghadap sang Prabu.Kami akan jelaskan maksud kami pada sang Prabu. Semoga sang Prabu mengerti."


"Baiklah kalau begitu. Saya izin mau meditasi dulu."


"Silakan tuan Resi. Kami juga akan sowan ke kerajaan ."


Beberapa saat kemudian suasana Wisma Ganesha kembali hening. Hanya suara jangkrik dan tong goret yang menjadi musik alami pemecah kesunyian.


Aryo dan kawan-kawan melangkah menuju Istana Purwa Carita. Malam semakin gelap mengantarkan manusia ke alam mimpi masing-masing.


Keesokan harinya selepas solat subuh, Aryo dan kawan-kawan berangkat menuju arah timur kerajaan Purwa Carita. Mereka berjalan menyusuri hutan belantara timur kerajaan. Menjelang tengah hari, mereka tiba di desa Tinatah. Mereka berhenti sejenak di warung ujung kampung. Mereka melepas lelah sejenak.


"Capek sekali yok.Ngapain tadi kita tidak naik kuda saja. Kan lebih cepat."Protes Sugik.


"Kalau kau protes, kenapa tidak sejak pagi tadi. sudah kepalang jauh baru protes."


"Sama. Kita semua tadi lupa. Saking semangatnya pingin segera balik ke alam kita. "


"Iya betul. Aku tadi juga tidak kepikiran. sudahlah ini sudah dekat. Paling setengah jam sudah sampai."kata Supri.


"Oke..oke...Kalau sudah kenyang, sekarang kita OTW lagi..."kata Sugik.


" Apa itu OTW ?"tanya Joko.


"Bahasa gaul...On The Way..disingkat OTW."jelas Supri.


"Artinya apa?"tanya Purwa.


" Perjalanan "


"Yo wis ayo OTW, Ojo Takon Wae...."celetuk Agung.


"Ayooooo....siap.!"


Aryo bangkit dari duduknya.


"Berapa semuanya Mbak?"

__ADS_1


"Lima kepeng saja.."


"Oke...ini mbak. Ambil kembaliannya. "


"Terima kasih Tuan." kata sang bakul kegirangan.


Aryo dan kawan-kawan kembali melanjutkan perjalanan. Mereka menuju Arah Utara menuju tepian sungai di batas desa.


Sepanjang perjalanan mereka bercanda untuk menghilangkan kelelahan. Tanpa terasa perjalanan mereka telah sampai di tepi sungai. mereka berhenti sejenak di bawah pohon Aren di tepi sungai.


Menjelang waktu asar mereka mengambil wudu di sungai dan melaksanakan salat jamaah di tepi sungai Kedung Masyur.


selepas salat asar Aryo menghadap kearah kawan seperjuangannya.


"Kita akan segera menyusup ke negeri mahasyura. Kalian siapkan diri masing-masing."Kata Aryo Menatap kearah air terjun.


"Kami menunggu komandomu Yok. Kami tak tahu caranya ke alam gaib." Balas Sugik.


"Aku dan dik Supri akan membuka gerbang alam gaib. Bila tubuh kami sudah bergetar hebat segera kalian melompat kearah pusaran air terjun itu. Kalian paham?"Kata Aryo sambil menunjuk ke Bawah air terjun.


"Saya paham"


"Saya paham" sahut mereka bersamaan.


"Baik, Dik Supri ikuti aku ke bawah air terjun itu"


" Oke....siap mas."Jawab Supri.


Aryo dan Supri melompat ke bawah air terjun.


Aryo dan Supri melafalkan Asmaul Husna Al Fattahu berkali-kali di ikuti dengan gerakan jurus pembuka. Angin berdesir mengikuti arah gerakan tangan pemuda tersebut. Semakin lama Angin semakin kencang bersamaan dengan tubuh Aryo dan Supri bergetar hebat.


"Yaaaaaa Fatttaaaaah...."Teriak Aryo dan Supri menghentakkan kedua tangan kearah pusaran Air. Pusaran Air berputar dahsyat di ikuti kilatan cahaya biru, merah dan kuning.


Agung, Sugik,Joko,Purwa dan Didik segera melompat ketengah pusaran air. Diikuti Aryo dan Supri.


Tubuh mereka tersedot dalam pusaran kilatan cahaya. Bebrapa saat kemudian mereka sampai di alam yang asing bagi mereka.


"Dimana kita ini. apa kita sudah sampai?Tanya Joko.


" Benar. Ini negeri Mahasyura. Tapi di sini masih malam. Kita harus hati-hati memasuki negeri mereka. Sebentar lagi keadaan siang akan terjadi. Disini siang hari akan terang tetapi terangnya tanpa matahari. Kita akan langsung menuju pusat kerajaan dan menyerangnya. Gunakan kemampuan maksimal kalian" Nasehat Aryo pada Kawan-kawannya.


"Siaaaap" Jawab mereka serentak.


Sausana lengang. Dengan mudah mereka memasuki Kerajaan Mahasyura. Para prajurit penjaga tidak menyadari kedatangan mereka. Sehingga banyak yang yang lalai tertidur.


Aryo dan kawan-kawan bersembunyi samping bangunan pusat kerajaan di dekat arca seperti arca barong.


Cahaya keemasan mulai tampak di langit negeri Mahasyura. pertandaPergantian malam ke siang hari.


Kawan-kawan Aryo takjub dengan hal itu. Tapi bagi Aryo sudah beberapa kali menembus dimensi gaib ketika belajar ilmu terawang dan Raga Sukma.

__ADS_1


Semakin lama cahaya semakin terang.


@@@Bersambung@@@##


__ADS_2