
Pangeran Katong berjalan menyusuri jalan setapak di hutan Jati yang merupakan jalan pintas menuju Padepokan Banjar Sari. Setelah beberapa lama Pangeran Katong sampai di pedukuhan Kedung Sumur. Pangeran Katong berhenti sebentar melepas lelah di sebuah Kedai makan di tengah desa.
"Mari Tuan, Silakan duduk.", Sapa ramah Pelayan Kedai yang cukup ramai.
" Terima Kasih Paman. Buatkan aku minuman yang manis.Aku haus sekali. "
"Baik Tuan, adanya Dawet ketan ireng, Dawet Cinco dan Tuak.Tuan pilih yang mana?. ", Tanya Pelayan.
"Dawet Cinco saja.", Jawab Pangeran Katong.
"Makannya apa tuan, ada sayur Lodeh, sayur menir dan sayur Lompong."
"Makan pakai sayur Lompong saja. Sudah lama aku tidak makan dengan masakan asli desa.", Jawab Pangeran Katong.
"Baiklah, tunggu sebentar akan kami siapkan. "
Tak lama kemudian pelayan membawakan pesanan Pangeran Katong. Beberapa mata mengawasi pangeran katong yang sedang makan.
"Kelihatannya lelaki itu orang kaya. Coba lihat pakaian yang di kenakannya. Sepertinya seorang bangsawan yang kaya. Nanti kita ikuti kita jadikan mangsa kita hari ini. ", Bisik seorang yang berwajah seram pada temannya yang tak kalah seram. Beberapa bekas luka tampak di wajah orang-orang tersebut.
"Ya, nanti kita cegat di tepi desa wegil.Kita ambil semua bekalnya. Bila tidak mau memberikan kita habisi dia kita buang di hutan.", Jawab temannya dengan berbisik.
Pangeran Katong tetap asyik menyantap nasi sayur Lompong kesukaanya. Pendengarannya yang tajam mendengar pembicaraan dua begal tersebut. Dia melirik sebentar kemudian melanjutkan makannya.
Pangeran Katong memanggil pelayan kedai.
"ini ku bayar semua yang makan disini.. segini cukup?. ", Kata Pangeran Katong mengeluarkan sekantung uang emas.
__ADS_1
"Cukup tuan, bahkan ini lebih ..", Jawab pelayan itu sambil melongo.
"Ambil saja kembalianya. "
"Terima kasih Tuan muda yang dermawan.", serempak ucap orang-orang yang sedang makan.
"Tuh, betul orang kaya kan. tidak salah kita. ", Ucap salah seorang begal.
Tiba-tiba pangeran Katong Mendekati mereka berdua.
"Kisanak saya tunggu di tepi desa wegil. Jangan lupa panggil semua teman kisanak.", Kata pangeran Katong sambil melangkah pergi.
Dua begal itu tersedak seketika mendengar ucapan pangeran Katong.
"Bagaimana dia bisa mendengar.tempat Kita kan agak jauh. dan kita bicara berbisik. ", Ucap mereka keheranan.
"Mungkin dia pendekar sakti. Apa jadi kita begal?. "
Kedua begal itu bergegas membuntuti Pangeran Katong yang sedang berjalan menuju desa wegil.
"Berhenti, serahkan semua hartamu atau kau akan mati. "
"Lho kalian ini bagaimana. Katanya tadi mau membegal saya ditepi desa Wegil. Ini masih di sini kok sudah kamu begal. Kalian ini enggak asyik.. ", Kata Pangeran Katong sambil tersenyum cengengesan.
"Gak usah cengengesan. Serahkan sekarang!.", Bentak sang begal Berewok.
"Kalau kalian mampu mendekat kesini aku berikan semua bekalku.", Kata Pangeran Katong sambil menebah Bumi.
__ADS_1
Seketika bumi tempat dua begal tersebut terbelah dan keduanya terhimpit Bumi.
"Ampuuuun... ampuni kami pendekar.. saya akan mengabdi pada tuan bila tuan mengampuni kami.", Teriak mereka ketakutan.
"Baiklah, aku pegang Janjimu."
Pangeran Katong mengibaskan tangannya kesamping. Seketika himpitan Bumi terlepas.
"Ampun tuan, Ampun tuan. ", Kata mereka.
"Kalian orang mana. mengapa kalian harus menjadi begal?. ", Tanya pangeran Katong.
"Sebenarnya kami dari negeri atas angin. Kami di perintahkan Gusti Jonggrang Prayungan untuk membuat kekacauan di wilayah kerajaan Pandan.", Jawab mereka ketakutan.
" Apa tujuannya membuat kekacauan. Apa ingin menantang Perang?. ", Tanya Pangeran Katong dengan nada marah.
" Ampun Tuan, gusti Jonggrang Prayungan ingin membuat Kerajaan Pandan menjadi rusuh sehingga Pangeran Katong mengurungkan niatnya melamar Putri dari Purwa carita. Gusti Jonggrang menganggap Pangeran Katong sebagai saingan beratnya. "
" Kamu tahu bagaimana rupa pangeran Katong?. ", Tanya Pangeran Katong.
"Belum Tuan Pendekar. "
"Perhatikan baik-baik. Akulah Pangeran Katong dari Kerajaan Pandan. "
"Ampun Pangeran, maafkan kelancangan kami. "
"Sudahlah, aku maafkan kalian. Sekarang kalian ikutlah aku."
__ADS_1
"Baik Pangeran. ", Jawab mereka serentak.
Pangeran Katong meneruskan perjalanan menuju Padepokan BanjarAngin diikuti dua begal yang ditundukkannya.