Kutukan Putri Gumeng

Kutukan Putri Gumeng
40. Kedung Masur


__ADS_3

Pangeran Katong Prabangkara terus menekan bathinnya menghalau pilu uang ada di hatinya. Semakin lama Pangeran Katong tenggelam dalam dimensi alam yang berbeda.


Tiba-tiba muncul tujuh raksasa mengelilingi Pangeran Katong yang sedang semedi.


Pangeran Katong terbangun.Matanya terbelalak memandang sekeliling yang terasa asing.


"Hwaaaaahaahaaha..... Hai manusia.Siapa Kau berani-beraninya mengusik ketenangan bangsa kami. "Gertak Raksasa yang paling besar.


"Aku Pangeran Katong Prabangkara dari Kerajaan Pandan. Aku tidak bermaksud mengganggu ketentraman kalian. Aku hanya sedang menghibur diri di sini."


"Tapi Semedimu menimbulkan hawa panas bagi bangsa kami. itu sangat mengganggu. Bahkan beberapa rakyatku ada yang binasa.Kau harus bertanggung jawab. " kata raksasa itu dengan marah.


"Kamu siapa berani menggertak Pangeran Katong. Aku sudah banyak menaklukkan denawa seperti kalian.Silakan kalian menuntut balas kepadaku. Aku binasakan kalian semua. Kebetulan sekali aku ini sedang ingin makan raksasa."PangeranKatong balik menggertak.


"We ladalah. Kamu belum kenal aku. Aku Reksa Kala.Semua yang kau lihat itu semua saudaraku.Aku punya nyawa tujuh.Apa kau pikir bisa mengalahkanku hai manusia tengik?"Reksa Kala mulai gusar.


"Reksa Kala.Kamu kira aku bayi kemarin Sore. Maju semua.Ku bikin Perkedel kalian semua."


Pangeran Katong berdiri tegap membusungkan dada.


"Serang manusia tengik itu. Jangan kasih ampun. Hajaaaaaar," Reksa Kala memerintahkan ke enam saudaranya untuk menyerang.


Enam raksasa menyerang Pangeran Katong dengan membabi buta. Pangeran Katong melompat tinggi dan bersalto ke udara.


serangan para raksasa itu mengenai tempat kosong. mereka geram.


"We ladalah. Hebat juga kau manusia,"


Pangeran Katong merapal ajian malih rupa.Dalam sekejap tubuhnya berubah menjadi Reksa Kala.


Maka di tempat itu ada dua reksa Kala yang sama persis.


"Hai serang dia.Cepat.....!"


"Berhenti, Serang dia....! "


Para Raksasa itu kebingungan menentukan mana yang asli.


Tiba-tiba Reksa Kala jelmaan Pangeran Katong melepaskan Ajian tebah bumi.


" Aji tebah Bumiiiii......hiyaaaat. "


Bumi tempat Reksa kala dan temannya berdiri terbelah. Mereka terperosok dan terhimpit Bumi sampai leher.

__ADS_1


"Lepaskan kami.... lepaskan Kami"teriak mereka tak berdaya.


" Bagaimana Hai Reksa Kala.Apa mau di lanjutkan. Aku bisa memenggal kepala kalian satu persatu. "


"Ampun Pangeran. Kami menyerah. Kami tunduk pada semua perintah pangeran. Kami akan setia menjadi abdi Pangeran. Mohon lepaskan kami." rengek Reksa Kala.


"Baik.Aku pegang kata-kata kalian. "


Pangeran Katong menarik ajian Tebah Bumi dan mengangkat para Raksasa itu dari dalam tanah.


"Ampun Pangeran. Maafkan Kami. terimalah sembah bakti kami. "ucap mereka bersama-sama.


"Baiklah. Aku terima sembah bakti kalian.Ini negeri apa namanya. Aku belum pernah ke negeri ini.?"tanya Pangeran Katong.


"Ini negeri Mahasura."


"Sekarang biarkan aku bersemedi di sini.Jauhkan rakyatmu dari tempat ini.Jaga tubuhku selama bersemedi, " perintah Pangeran Katong.


"Sendiko dhawuh Pangeran"


Pangeran Katong kembali melanjutkan semedinya.


Suasana sejuk menjalar di seluruh tubuh Pangeran Katong.


Dari tempat semedi, Pangeran Katong dapat melihat negeri Purwa carita. Ketika tiba-tiba mata bathin Pangeran Kathong melihat Putri Citrawati yang sedang berenang di kedung Sungai Purwa Carita yang jernih.


Pandangannya nanar. Gejolak asmaranya yang hilang tersapu dendam kembali muncul.


Elok paras Putri Citrawati membuat Pangeran Katong terlena. Tatkala teringat penolakan sang Putri, dendamnya mulai membara lagi.


"Bedebah kau Citrawati....."


Pangeran Katong terbangun dari semedinya.


"Aku harus ke negeri Maha Sura. Aku akan minta bantuan Reksa Kala untuk memecahkan masalah ini. Mungkin dia tahu apa yang harus aku lakukan. "


...Pangeran Katong merapal ajian Raga sukma. Dalam sekejap rohnya sudah keluar dari tubuhnya menyeberang dimensi ke alam Denawa.menuju negeri Maha Sura. ...


Tampak Reksa Kala dan Saudaranya masih menunggui Pangeran Katong.


"Selamat datang Pangeran. Ada apa Pangeran masuk ke Maha Sura.? "tanya Reksa Kala.


"Aku ingin minta bantuan kalian untuk memecahkan masalahku. "

__ADS_1


Pangeran Katong menceritakan tentang apa yang di lihatnya dalam semedinya.


Reksa Kala dan saudaranya mendengarkan dengan seksama.


"Pangeran Katong. Lakukan apa yang ingin pangeran lakukan.Bila yang ada itu dendam balaskan dendam pangeran. Bila itu Hasrat cinta dapatkan apapun caranya. Pangeran Punya Ilmu kesaktian yang luar biasa. Dengan ilmu Pangeran, Pangeran bisa menyusup ke negeri Purwa Carita tanpa di ketahui mereka. Pangeran juga punya ilmu malih rupa yang sempurna. Bahkan kami bangsa denawa saja tidak bisa membedakan ilmu malih rupa pangeran. "jelas Reksa Kala.


"Betul kamu...aku baru dapat ide. Akan aku tembus Purwa Carita dari Kedung ini. Aku akan menyusup kedalam Purwa Carita melalui jalur sungai. Aku yakin dengan adanya aliran air sungai bawah tanah aku bisa membuat gua terowongan ke Purwa Carita dengan ajian Tebah Bumi ku"


"Betul Pangeran. Agar tidak di ketahui mereka, Pangeran bisa gunakan ilmu malih rupa.misal pangeran bisa jadi pangeran Purwa carita atau jadi ikan di sungai juga bisa. "


"Iya... betul kamu. Aku bisa bermesraan dengan Citrawati di kedung. Aku akan malih rupa menjadi ikan. Tentu Citra Wati akan suka bila melihat ikan.Betul tidak? "


"Betul Pangeran.Dengan demikian bila ada kesempatan pangeran bisa membalaskan semua dendam pangeran. "


"Dasar setan kau ini. Otakmu cerdas juga. Tapi aku suka. Terima kasih. Kalian sudah membantuku untuk memecahkan masalah ini. Bila aku panggil,kalian harus bersiap membantuku"


"Siap pangeran. Kami akan selalu siap membantu. "


"Aku kembali dahulu. Aku akan mempersiapkan semuanya. "


"Silakan Pangeran. "


Pangeran Katong memusatkan komsentrasi dan kembali ke alam manusia.


Langit tampak mendung. Pangeran terbangun dari semedi. Perutnya yang terasa lapar membuat Pangeran Katong segera mengakhiri semedi. Segera Pangeran Katong membuat Gua untuk berteduh. Pangeran mengambil setandan pisang yang tumbuh di tepi sungai dan membakarnya untuk mengganjal perut.


Suasana sedih Pangeran Katong sudah mulai sedikit berkurang tetapi dendamnya tak pernah bisa sirna.


Sementara itu di Purwa Carita, Aryo melangkah menuju Puri Kedhaton untuk bertemu Putri Citrawati.


Perasaan deg-degan semakin kencang. Bagaimanapun hubungan tanpa status mereka membuat keduanya merasa cemas bila harus bertemu.


Langkah Aryo semakin mendekat ke pintu Kedhaton. Beberapa Pasukan Penjaga menghampiri Aryo dan memberi hormat.


"Selamat datang Tuan Aryo. Hendak bertemu siapakah Tuan Utusan Dewa? "


"Aku ingin bertemu Putri Citrawati. Sampaikan pada tuan Putri bahwa ini juga merupakan amanat dari gusti Prabu Dian Gondo Kusumo. "


"Baiklah Tuan. Akan saya sampaikan pada tuan Putri. Tuan Putri kelihatannya sedang bersedih. "kata prajurit tersebut.


"Sampaikanlah. Aku akan menunggu disini,"kata Aryo dengan sopan.


Prajurit tersebut melangkah masuk menuju ke dalam Puri Kedhaton.

__ADS_1


Aryo hatinya kebat-kebit menunggu kabar dari prajurit tersebut.


__ADS_2