Lahirnya Penguasa Yin Dan Yang.

Lahirnya Penguasa Yin Dan Yang.
Menyelamatkan para tahanan.


__ADS_3

Kini Cao Zhen Xin menyempurnakan segel Formasi pelindung kota bukan bermaksud untuk sepenuhnya melindungi keluarga Guan, ia hanya ingin mengetahui kekuatan keluarga Yuan disaat penyerangan terjadi, dan tentunya ia akan sedikit membantunya saja jika penyerangan benar benar terjadi.


"Karena kini aku telah tiba di Dunia Asura, lebih baik aku mencari informasi terkait dunia ini dan seluruh kekuatannya." gumam Cao Zhen Xin kemudian melesat kearah timur.


Swuuuush! Tubuhnya berkelebat sangat cepat kearah timur. Matanya yang tajam bagaikan burung elang yang sedang mencari makanan dimalam hari tiba tiba melihat sosok rombongan pasukan yang sedang membawa puluhan Kultivator Benua Tinggi.


"Sepertinya aku harus menolong mereka. " gumam Cao Zhen Xin mengamati kekuatan mereka.


"Ooh tidak... " gumam Cao Zhen Xin merasakan beberapa diantaranya berada ditingkat Dewa Agung tingkat tiga, meskipun ia dapat membunuhnya, Cao Zhen Xin membutuhkan waktu yang cukup.


Dan tentunya jika ia tak secepatnya menolong tahanan yang tak lain Kultivator yang berasal Benua Tinggi. Maka kekuatan lain akan benar benar tiba membantu pasukan yang membawa tahanan, dan hal tersebut dapat menjadi bumerang bagi Cao Zhen Xin. Ditengah lamunannya, tiba tiba ia memiliki rencana yang mungkin dapat ia gunakan.


Swuuuuush! Tubuhnya kembali kewujudnya sendiri yang tak lain Cao Zhen Xin, setelah itu Cao Zhen Xin melesat mendahului pasukan tersebut kedepan sejauh satu kilometer. Sesampainya, ia segera mengedarkan kekuatan jiwanya untuk melacak aura yang ada disekitarnya.


"Mungkin aman." gumam Cao Zhen Xin kemudian mengeluarkan beberapa pedang tingkat rendah hingga puluhan tingkat Dewa.


Setelah itu, ia segera membuat segel formasi yang sangat rumit mencakup area sejauh tiga puluh meter dari tempatnya. Segel formasi yang besar itu terlihat transparan, tak hanya itu saja, Cao Zhen Xin memulai pembentukan segel formasi mengenai pedang yang telah ia keluarkan dan meneteskan darah emasnya serta memasangkan segel jiwa pada pedang tersebut.


Swuuuung! Pedang tersebut mengambang dan terbang diatas segel formasi yang telah dibentuk oleh Cao Zhen Xin.


"Kemungkinan hanya pendekar tingkat Dewa Agung tingkat tiga saja yang bisa lepas dari segel ini..." gumam Cao Zhen Xin menatwp rombongan yang membawa tahanan kearah segel formasi atau jebakannya.


Cao Zhen Xin yang sejak awal mengaburkan aura keberadaannya dengan tenang terus mengamati pegerakan rombongan tersebut, hingga tak terasa rombongan tersebut akan memasuki segel formasi buatannya.


Swuuuung! Disaat rombongan tersebut telah benar benar memasuki segel formasi buatannya, Cao Zhen Xin langsung mengaktifkan segel formasi pedangnya bersamaan dengan aktifnya segel pengurung transparan yang tiba tiba bersinar terang pada malam hari itu.


"Kita disergap hati hati! " teriak sosok pria paruh baya yang menatap keatas langit menatap tajam Cao Zhen Xin.


Swuuuuush! Swuuuuush! Puluhan pedang tingkat rendah, hingga Dewa tiba tiba melesat kearah rombongan tersebut.

__ADS_1


"Arghhh manusia langit! " teriak sosok tersebut, karena ia merasakan rembesan aura yang berbeda pada pedang yang bergerak serta perisai yang menutup mereka.


"Hati hati... " ucap Pria paruh baya yang bernama Li Tao, ia merupakan pimpinan rombongan tersebut.


Melihat puluhan pedangnya mulai membabi buta menyerang rombongan tersebut, Cao Zhen Xin menatap tajam Li Tao. Setelah itu.


Swuuuung! Cao Zhen Xin membuat kembali segel ilusi sejauh satu kilometer dari tempatnya berada. Bagaimanapun ia yang tidak ingin diketahui pertempurannya, ia terus memasangi banyak segel ilusi agar kekuatan lain tidak merasakan adanya pertempurannya dengan Li Tao.


"Segel sampah! " teriak Li Tao kemudian mengeluarkan pedang hijaunya yang memiliki ukiran cukup indah berputar putar melesat dan menembus segel ilusi yang telah dipasang oleh Cao Zhen Xin.


Senyum kecil disunggingkan oleh Cao Zhen Xin melihat Li Tao benar benar bisa keluar dari segel ilusi yang ia buat.


"Mati! " teriak Cao Zhen Xin melepaskan tapak ilahi yang mengarah ketubuh Li Tao yang melesat kearahnya.


Dhuuaar! Dhuuaaar! Li Tao yang terkejut dengan serangan tiba tiba kemudian terpental dan menabrak perisai ilusi yang mengurung pasukannya. Darah biru keluar dari bibirnya sambil menatap tajam Cao Zhen Xin yang masih menyunggingkan senyum yang ia lihat.


"Huhh! Ini hanya kelalaian kecilku saja..." ucap datar Li Tao kemudian ia melepaskan kekuatannya di ranah Dewa Agung tingkat tiga.


"Elemen Air! Hujan jarum! " teriak Li Tao.


Swuuuuush! Tiba tiba muncul awan hitam diatas langit lebih tinggi diatas kepala Cao Zhen Xin. Sejenak pandangan Cao Zhen Xin terarah keawan tersebut.


Swuuuush! Swuuuush! Benar saja tiba tiba ribuan air yang membentuk jarum kecil tiba tiba muncul dari gumpalan asap tersebut, dan langsung melesat kearahnya.


Swuuuuuusshh! Tak tinggal diam, Cao Zhen Xin yang memiliki elemen angin kemudian membuat pusaran Badai yang membuat ribuan jarum yang mengarah ketubuhnya berputar mengikuti arah angin yang dibuat olehnya. Li Tao yang masih melesat dan melihat aksi tersebut cukup kagum, namun kekagumannya seketika berubah menjadi rasa terkejut setengah mati ketika melihat ribuan jarum tersebut melesat kearahnya.


"Perisai Air! " teriak Li Tao memberhentikan lesatannya dan membuat perisai memblokir ribuan jarum air.


Slaaaash! Slaaaash! Slaaaash! Li Tao terus memblokir serangannya yang berbalik, hingga tiba tiba ia menggerakan tangannya keatas dan merenggangkannya kearah bawah lalu berteriak sangat keras.

__ADS_1


" Gelombang air menuju keabadian! " teriak Li Tao.


Swuuuuush! Tiba tiba tanah yang subur mengeluarkan air yang sangat deras dan melesat kearah Cao Zhen Xin yang berada diatas langit.


"Mati! "


Mendengar ucapan yang menurut Cao Zhen Xin hanyalah khayalan belaka membuatnya menyunggingkan senyumnya.


Swuuuuuusshh! Tiba tiba ia memutarkan tubuhnya, muncul gelombang air yang sangat besar dari belakang tubuhnya dan bersiap menabrakkan gelombang tersebut kearah Li Tao.


"Siapa yang mati? " ucap santai Cao Zhen Xin mengibaskan tangannya.


Hal tersebut membuat gelombang air yang ada dibelakang tubuhnya bergerak melesat memblokir gelombang air dari Li Tao. Sontak Li Tao yang melihat seorang pemuda mampu menguasai dua elemen berbeda membuatnya sangat terkejut. Bahkan melihat pengendalian air yang lebih baik diperlihatkan oleh pemuda tersebut membuatnya cukup gentar.


Dhuuuuaaar! Ledakan tabrakan dua gelombang air tersebut membuat hujan yang deras dibawah mereka. Bahkan segel pedang telah berhasil menghabisi pasukan rombongan milik Li Tao.


Beberapa detik setelah tabrakan gelombang air telah menghilang, Cao Zhen Xin masih tenang menatap Li Tao yang kini hanya diam mematung.


"Lihatlah anak buahmu telah mati..." ucap dingin Cao Zhen Xin.


Li Tao segera tersadar dari lamunannya dan melihat kearah bawah dimana terlihat anggota keluarnya telah tewas oleh pedang yang masih bergerak dan berputar putar didalam segel formasi sejauh tiga puluh meter.


"Ka-kamu... Siapa sebenarnya kamu..." ucap Li Tao.


"Aku??" balas Cao Zhen Xin.


####


Lanjutan siang atau sore atau malam. Oiyaa gaess tubuh Keabadian saya pending buat update, karena author ada project diakun sebelah pembuatan novel fantasi dengan kearifan lokal Indonesia.. Jangan lupa di cek ya :) Judulnya : Lasmana Pandya.

__ADS_1



__ADS_2