Lahirnya Penguasa Yin Dan Yang.

Lahirnya Penguasa Yin Dan Yang.
Misi yang berat.


__ADS_3

"Amithaba! Kalian semua lanjutkan penjagaan sekte. " ucap biksu Wangyan pada murid muridnya.


"Baik guru besar!" jawab kompak murid biksu Wangyan tersebut.


Setelah itu, Biksu Wangyan menatap Cao Zhen Xin dengan hangat.


"Amithaba, apakah Zhen tahu alasanku mengundangmu kesini? " tanya biksu Wangyan.


Cao Zhen Xin hanya menggelengkan kepalanya.


"Baiklah aku akan memberitahumu, tapi bukan disini tempatnya. " ucap Biksu Wangyan mengibaskan tangannya kearah Cao Zhen Xin.


Swuuuush! Cao Zhen Xin dan She Luan menghilang lalu muncul didepan lonceng yang memancarkan aura agung.


"Zhen apakah kamu pernah mengira undangan yang aku berikan padamu bukanlah hal yang kebetulan? " tanya Biksu Wangyan.


Cao Zhen Xin hanya menggelengkan kepalanya.


"Apakah kamu ingat lonceng jni? " ucap Biksu Wangyan tiba tiba menempelkan tangannya kearah lonceng yang berukuran besar didepan Cao Zhen Xin.


Swuuuuung! Tiba tiba lonceng tersebut bersinar dan sedikit berdengung, setelah itu lonceng tersebut mengecil seukuran lonceng biasa.


"Maaf senior aku masih belum mengerti. " ucap Cao Zhen Xin.


Biksu Wangyan mengangguk, kemudian ia menceritakan kenapa ia menemui Cao Zhen Xin dan mengundangnya datang kesektenya. Biksu Wangyan juga menjelaskan lonceng besar yang kini telah mengecil ada digenggamnya adalah artefak khusus yang diberikan oleh Dewi Kwan In secara langsung.


"Ja-jadi... Senior tak mungkin aku akan menggu.." ucap Cao Zhen Xin terpotong.


"Amithaba, semua kehidupan ini sudah diatur oleh yang kuasa, mungkin kamu saat ini dapat menyangkalnya, namun jika kamu telah memasuki dunia kecil yang ada di lonceng ini kamu akan segera mengerti. " ucap biksu Wangyan.


Swuuuuung! Lonceng kembali membesar, setelah itu Biksu Wangyan kembali menatap Cao Zhen Xin dengan hangat.


"Apa kamu sudah mendapat kabar tentang perubahannya ketua sekte Naga Langit? " tanya biksu Wangyan.


"Sudah senior. " jawab Cao Zhen Xin merasa bersalah.


"Amithaba, tidak perlu ada yang harus disesali, karena semua ini sudah takdir. Mungkin kamu dapat melawan dan membunuh jutaan orang, namun kamu tidak akan pernah bisa melawan takdir itu sendiri " ucap nasehat biksu Wangyan.


"Ingatlah mungkin Dewi Kwan In menitipkan artefak ini agar digunakan olehmu melawan para iblis yang mulai membuat kekacauan. " ucap lagi biksu Wangyan.


"Terimakasih senior atas nasehatnya. " jawab Cao Zhen Xin.


"Sekarang aku akan melaksanakan perintah terakhir dari Dewi Welas Asih yang tak lain Dewi Kwan In, jadi bersiaplah." ucap Biksu Wangyan.


Namun pandangan biksu Wangyan kini teralihkan pada She Luan yang sepertinya kebingungan.


"Nona siapa namamu? " tanya Biksu Wangyan.

__ADS_1


She Luan dengan cepat melepas cadarnya.


"She Luan. " jawab She Luan cepat.


Walaupun terkejut, namun biksu Wangyan yang pandai menyembunyikan ekspresi raut wajahnya langsung mengangguk.


"Luan, Zhen akan melakukan pencerahan ilmu Budhist, dan tentunya kamu tidak dapat mengikutinya lagi, karena itu ponakan perempuanku akan menemanimu berlatih dan bermain disekte ini. " ucap Biksu Wangyan.


Sedikit tak rela, namun demi kebaikan Cao Zhen Xin akhirnya ia menyetujuinya.


"Luaner tunggu aku kembali berlatih, setelah itu kita akan melanjutkan perjalanan kita. " ucap Cao Zhen Xin.


"Baik Gege, berhati hatilah. " ucap She Luan.


Cao Zhen Xin mengangguk dan kembali menatap biksu Wangyan.


Swuuush! Swuuush! Sebuah gerakan dibarengi segel yang memiliki pola aneh diperagakan oleh biksu Wangyan.


Swuuuuung! Segel tersebut bergetar dan melesat kearah kening Cao Zhen Xin, setelah itu segel tersebut kembali melesat kearah lonceng suci.


Swuuuuush! Swuuuuuung! Tubuh Cao Zhen Xin bergetar, sedangkan lonceng tersebut berdengung, tak hanya itu saja kalung yang ada dileher Cao Zhen Xin juga memancarkan sinar biru terangnya.


Selang beberapa menit, akhirnya tubuh Cao Zhen Xin lenyap memasuki dunia kecil didalam lonceng emas tersebut.


Swuuuuush! Muncul sosok wanita cantik yang menjemput She Luan.


"Luan tenanglah aku pasti menjaganya dengan baik. " jawab Biksu Wangyan.


Setelah itu She Luan pergi bersama sosok wanita cantik yang menjemputnya.


****


Cao Zhen Xin tersadar, bahwa tubuhnya telah berada ditempat yang sangat aneh, tempat tersebut seperti kurungan, namun anehnya energi langit dan bumi didalam tempat tersebut lebih padat dibandingkan di alam Dewa.


"Ini ..." ucap Cao Zhen Xin membaca ukiran disetiap dinding tempat tersebut.


"Kepercayaan dan kesetiaan. " ucap Cao Zhen Xin memaknai arti ukiran tersebut.


Walaupun ia pemuda yang pintar, melihat kata kata yang tidak ada contohnya agar ia melakukan apa, membuatnya merasa pusing tujuh keliling. Selang beberwpa menit tak menemukan jawabnya, Cao Zhen Xin kemudian bersila dan mendalami arti tersebut.


Swuuuuush! Rohnya muncul disuatu tempat, sosok bayangan wanita yang sangat cantik melebihi kecantikan She Luan dan Ibunya terlihat.


"Siapa dia. " gumam Cao Zhen Xin setelah membuka matanya.


"Gege apakah kamu tidak mengenalku, bukankah aku She Luan? " ucap sosok tersebut.


"She Luan? " tanya Cao Zhen Xin heran, karena wajahnya memang sedikit mirip, namun kecantikannya sungguh diluar nalar.

__ADS_1


"Gege kamu benar benar melupakanku. " ucap sosok tersebut cemberut.


Cao Zhen Xin terdiam, namun tidak dengan sosok wanita cantik tersebut yang mencoba mendekati Cao Zhen Xin dan membelai wajah tampannya.


"Gege nikahi aku."


"Gege kamu sangat tampan."


"Gege aku..." ucap sosok tersebut terhenti.


"Diaaam! Kamu bukan She Luan seorang yang aku cintai, jelas sifatmu sangat berbeda dengannya! " bentak Cao Zhen Xin.


Swuuuuung! Tubuh sosok cantik tersebut berubah menjadi asap dan menghilang, seketika mata Cao Zhen Xin menjadi gelap tanpa dapat melihat.


Swuuuuush! Tiba tiba sosok ayahnya muncul didepannya.


"Nak, buka matamu." ucap Cao Yuan.


Mendengar suara ayahnya tiba tiba ia dapat melihat kembali, sosok Cao Yuan atau ayahnya sendiri sedang tersenyum kearahnya.


"Ayah..." ucap Cao Zhen Xin memeluk ayahnya.


"Nak apakah kamu lupa akan tugasmu." ucap sosok yang menyerupai Cao Yuan.


"A-aku..." ucap Cao Zhen Xin merasa bersalah.


Sosok Cao Yuan tersebut tiba tiba tersenyum aneh, namun Cao Zhen Xin yang menundukan kepalanya tidak melihat hal tersebut.


"Kamu sudah gagal memenuhi janjimu pada ayah." ucap Cao Yuan.


"A-ayah beri aku waktu untuk menemukan kakak." ucap Cao Zhen Xin memohon.


Cao Yuan menggelengkan kepalanya.


"Maaf nak, sepertinya ayah tidak akan mempercayaimu lagi." ucap Cao Yuan.


Deeggh! Jantung Cao Zhen Xin berdetak kencang.


"A-ayah Zhener mohon berikan kesempatan satu kali lagi, Zhener...." ucap Cao Zhen Xin terssdar, bahwa ayahnya tidak pernah menggunakan panggilan Nak padanya.


"Tidak ini ilusi! " teriak Cao Zhen Xin.


Swuuuuuung! Saat itu juga tubuhnya bergetar dan kalung yang menempel dilehernya bersinar membawanya ditempat sempit yang terdapst banyaknya ukiran kata kata.


"Tubuhku kenapa semakin ringan. " ucap Cao Zhen Xin heran.


Swuuuuush! Ukiran yang bertulis kepercayaan dan kesetiaan tiba tiba menghilang. Dan seketika Cao Zhen Xin tersadar akan kesalahannya.

__ADS_1


"Ternyata semua ini hanya ilusi. " ucap Cao Zhen Xin.


__ADS_2