
Setelah itu, Cao Zhen Xin menghilangkan perisai yang menutupi area pertempuran mereka. Tak ingin membuat kesalahan, ia segera menggeledah barang yang mereka bawa, termasuk cincin ruang yang ada dijari kelingking mereka.
Swuuuuush! Cao Zhen Xin membuat segel jiwa kedalam tubuh kedua tetua tersebut, setelah berhasil memasang segel jiwa, ia mengikat tubuh tetua tersebut berjejeran.
"Senior..." ucap Cao Zhen Xin tiba tiba muncul didepan lima tetua yang masih terbengong melihat apa yang ia lakukan.
"Eheem..." deheman terdengar dan membuat lima tetua serta dua puluh muridnya terkejut.
"Tu-tuan..." ucap mereka yang belum mengerti Cao Zhen Xin berada dipihak siapa.
"Tenanglah... Sebelumnya aku dan sepuluh rekanku meminta maaf karena sedikit melukai murid Senior. Jika boleh tau kenapa Senior sangat berani melawan sekte Naga Hitam? " tanya Cao Zhen Xin.
Mereka saling berpandangan, melihat dua tetua sekte Naga Hitam saja sangat mudah dikalahkan apalagi mereka berlima yang sudah jelas kalah oleh Lai Heng dan Xao Hie. Karena itu mereka memilih jujur walaupun mereka benar benar tidak mengetahui Cao Zhen Xin berada dipihak mana.
"Tu-tuan kami hanya menjalankan apa yang menurut kami baik untuk dilakukan.. Namun tidak hanya kami saja yang melakukan pencegahan pembantaian yang dilakukan oleh sekte Naga Hitam, beberapa sekte kecil dan menengah pun sama." ucap salah satu tetua memberanikan diri.
Cao Zhen Xin mengangguk.
"Jadi Senior sudah membuat aliansi? " tanya Cao Zhen Xin.
Mereka berlima mengangguk, sedangkan Cao Zhen Xin menghela napas panjang mendengar hal tersebut.
"Senior mohon bantuannya...," ucap Cao Zhen Xin serius.
"Tu-tuan katakan saja..." ucap salah satu tetua.
"Tarik semua aliansi yang telah Senior buat, karena dipihakku juga telah memiliki rencana lain, mungkin senior berniat baik untuk menggagalkan rencana buruk sekte Naga Hitam, namun kami juga sama, bahkan mungkin pertumpahan darah juga akan terjadi... Jadi aku harap tetua sekalian mengerti.." ucap Cao Zhen Xin.
Mereka saling pandang sejenak.
"Tu-tuan siapa nama anda.." ucap salah satu tetua.
__ADS_1
"Saya Zhen... Senior tak perlu memanggilku dengan tambahan tuan muda, karena jujur saja aku sangat risih.." jawab Cao Zhen Xin.
Mereka kembali mengangguk, setelah itu lima tetua tersebut melepaskan totokan syaraf dan peredaran darah murid mereka.
"Tu... Zhen terimakasih..." ucap mereka berlima memberikan hormatnya.
"Tidak perlu sungkan... Oiyaa Senior tolong sampaikan pada anggota aliansi yang dibuat oleh senior, ada ribuan murid dari sekte Naga Hitam keluar dari sekte yang akan menjalankan tugas yang telah aku berikan... Jadi aku harap Senior mengatur aliansi Senior agar tidak terjadi kesalah pahaman antara pihakku dan pihak Senior.." jawab Cao Zhen Xin ramah.
Kelima tetua sekte Yang Ling mengangguk, dan sekali lagi mereka berterimakasih pada Cao Zhen Xin. Setelah mereka semua pergi, Cao Zhen Xin menatap hangat kesepuluh murid yang mengikutinya.
"Kalian jaga dua tetua busuk ini, jika mereka melawan siksa saja..." ucap Cao Zhen Xin.
"Baik tuan! " jawab kesepuluhnya penuh semangat.
Swuuuuung! Cao Zhen Xin membuat segel ilusi sejauh lima puluh meter dari tempatnya untuk menyamarkan keberadaan mereka, setelah itu ia segera memberikan perubahan rencana yang telah ia pikirkan secara matang. Tak hanya itu saja, ia juga meminta kepada sepuluh murid utusan Ding Hao agar selalu waspada disetiap waktu.
"Aku ingin berkultivasi setidaknya sampai seluruh murid dipihak tetua Ding Hao keluar dari sekte Naga Hitam, setelah itu kalian bisa membangunkan ku.." ucap Cao Zhen Xin.
Cao Zhen Xin mengangguk, setelah itu ia mencari tempat yang cocok untuk berkultivasi. Sesampainya didekat pohon besar yang menjulang tinggi, Cao Zhen Xin langsung duduk bersila menyerap sumber daya yang ia dapat dari dalam Cincin ruang milik enam Xie yang telah ia bunuh.
Tanpa ia ketahui, penggabungan enam elemen ternyata juga menambah cepat daya serap sumber daya yang ia gunakan. Merasakan keanehan tersebut, Cao Zhen Xin membuka matanya, dan mencoba mengecek lautan dantiannya.
"Apakah kecepatan kultivasiku bertambah karena aku berhasil menggabungkan enam elemen." ucap dalam hati Cao Zhen Xin yang tersadar.
Karena merasa sangat senang, ia dengan cepat kembali berkultivasi tanpa memperhatikan apa yang dilakukan oleh para murid utusan Ding Hao.
"Tetua bodoh! Bisa apa kau sekarang hahahaha.."
Plaaaak! Plaaaaaak! Tamparan para murid menyiksa Lai Heng dan Xao Hie. Wajah kedua tetua tersebut membengkak, tamparan dan tinjuan bagaikan tubuh mereka menjadi samsak terlihat.
"Kalian pengkhianat! " ucap Lai Heng mencoba bunuh diri dengan cara meledakan tubuhnya.
__ADS_1
Namun tidak ada tanda tanda keberhasilan yang ia lakukan.
"Arghhhh! Segel Jiwa! " teriak Lai Heng marah karena mengetahui segel Jiwa telah tertanam didalam tubuhnya.
Tak terasa hari telah berlalu sangat cepat, kini tepatnya tujuh hari Cao Zhen Xin telah berkultivasi. Ia terus menyerap sumber daya yang ada ditangannya dengan cepat. Hingga tak terasa lautan dantiannya tiba tiba bergejolak dan merasakan tanda tanda terobosan ketingkat Kaisar Dewa satu. Namun untuk menembus ranah tersebut, tidaklah mudah ia harus terus menyerap sambil berkonsentrasi meluaskan lautan dantiannya.
"Hong bagaimana ini.. Apakah kita akan membangunkan tuan muda dari Kultivasinya? " tanya salah satu murid.
"Entahlah tapi tetua Ding Hao.." ucap mereka terlihat lesu.
Disaat keraguan mereka selalu muncul, Cao Zhen Xin tiba tiba membuka matanya dan melayang keatas langit, aura ranah Kaisar Dewa tingkat satu menyebar kesegala penjuru hutan tersebut.
Baaaaaamms! Ledakan kecil terdengar ditubuh Cao Zhen Xin yang ditandakan ia naik satu tingkat lebih tinggi.
"Akhirnya..." ucap Cao Zhen Xin yang merasa sangat senang atas pencapaiannya langsung memperlihatkan gerakan yang sangat menarik perhatian, tubuhnya meliak liuk bagaikan ular yang sedang berjalan diatas langit, setelah itu gerakan gerakan serangan kecil ia perlihatkan.
"Li-lihatlah tu-tuan Zhen berhasil naik tingkat..." ucap mereka yang mengetahuinya walaupun tak bisa membaca ranah kultivasi Cao Zhen Xin.
Cao Zhen Xin yang telah merenggangkan otot kecilnya segera menatap kesepuluh murid utusan Ding Hao yang kini menatapnya dari bawah.
"Hemm.. Sepertinya ada kabar menarik.." ucap dalam hati Cao Zhen Xin menghilang dan muncul didepan sepuluh murid utusan.
"Tu-tuan..." ucap mereka sedikit ragu.
"Katakanlah..." ucap Cao Zhen Xin walaupun sudah tau apa yang ada dipikiran mereka.
"Tetua Ding Hao, Li Ying, serta Hu San tertangkap oleh Ketua Yin. Kami mendapat kabar dari salah satu murid yang kami kenal. Mohon tindakan cepatnya tu-tuan.." ucap murid tersebut.
"Sepertinya rencanaku telah terbongkar... Tapi siapa yang membocorkannya.." ucap dalam hati Cao Zhen Xin.
Ia sedikit ragu jika berhadapan dengan Ding Yin saat ini, karena bagaimana pun ranah Kultivasinya hanya bisa mengalahkan tingkat Kaisar Dewa tingkat empat.
__ADS_1