
Cao Zhen Xin menatap para pasukan Kerajaan Fao Dan yang bersembunyi, karena melihat mereka ada yang tak kuat menahan hawa dingin segel dunia es, ia segera menghapus segel tersebut. Seketika hawa berubah menjadi panas kembali, dan pasukan kekaisaran Mize yang dapat bergerak kembali menyerang kearah Fao Li.
"Senior sekarang. " ucap Cao Zhen Xin.
Fao Li yang dapat mendengar ucapan Cao Zhen Xin segera mengeluarkan kembang api yang memiliki warna biru dan merah. Dhuaaar! Dhuaaar! Ledakan terdengar, dan setelah itu ribuan pasukan prajurit keluarga Fao yang bersembunyi muncul, dan menyerang pasukan prsjurit Kekaisaran Mize secara brutal.
Swuuuush! Swuuuuush! Serangan keempat jendral melesat kembali kearah Cao Zhen Xin, namun Cao Zhen Xin yang tidak menurunkan kewaspadaannya karena itu ia dapat menghindari serangan tersebut.
"Hebat juga kau bocah tengik! " ucap salah satu Jendral berwajah garang.
"Jika tidak hebat, aku sudah tewas sejak tadi dong. " ejek Cao Zhen Xin kemudian menghentikan pedang emasnya yang masih memutari tubuhnya.
"Jangan sombong dulu bocah! " timpal salah satu jendral.
Swuuuush! Swuuuush! Swuuush! Swuuuush! Keempat jendral mengepung Cao Zhen Xin dari arah berbeda. Sontak Fao Li yang melihat Cao Zhen Xin dikeroyok empat lawan yang memiliki ranah satu tingkat diatas Cao Zhen Xin menjadi panik.
"Tenanglah Senior. " ucap telepati Cao Zhen Xin.
Fao Li yang sedikit ragu akhirnya mempercayai ucapan Cao Zhen Xin, dan kembali fokus menyerang prajurit kekaisaran Mize. Pertarungan yang tadinya tidak imbang, kini terlihat imbang dari segi kekuatan dan jumlah diluar kerajaan Fao Dan. Bahkan prajurit kerajaan Fao Dan mulai terlihat mengungguli dari segi penyerangan, karena energi mereka masih seratus persen fit.
Cao Zhen Xin yang dikeroyok empat lawan yang memiliki ranah satu tingkat diatasnya kini mulai sedikit terdesak.
"Oh tidak mereka sangat kompak. " ucap dalam hati Cao Zhen Xin yang merasa kewalahan.
Saat ia ingin menyerang lawan diarah berbeda, ia harus mengurungkan niatnya saat merasakan tiga arah serangan yang berbeda menyerangnya dengan kecepatan yang sangat cepat, karena itu ia terus menghindar dan menghindar.
"Segel Pengurung Es! "
"Segel Pengurung Es! " Teriak Cao Zhen Xin membuat dua pola yang sama.
Swuuuung! Swuuuung! Gleeeek! Gleeeek! Dua segel yang sama tiba tiba membesar dan melesat diatas langit lalu turun dengan kecepatan tak kasat mata mengurung dia jendral diqrah timur dan barat.
"Jika begini aku dapat membunuh kalian dengan mudah! " teriak Cao Zhen Xin kemudian menebaskan pedang kearah dua lawannya secara berbeda.
__ADS_1
Ctaaaang! Ctiiiiing! Klaaaang! Pedang yang beradu dengan Cao Zhen Xin tiba tiba patah, dan mengejutkan jendral yang menggenggam pedang tersebut.
"Apaaa! " teriaknya kaget setengah mati
"Bodoh jangan lemah! " ucap jendral disisi lain yang berteriak saat melihat pedang emas menuju kearah leher temannya.
Slaaaaaaash! Karena masih terkejut dan tak menghiraukan ucapan rekannya, akhirnya Jendral tersebut tewas dengan luka kepala terlepas dari tubuhnya.
Dua jendral yang terkurung bergidik ngeri melihat rekan mereka tewas disaat mereka mencoba menghancurkan kurungan es yang mengurung mereka.
"Kini giliranmu, setelah itu giliran mereka. " ucap dingin Cao Zhen Xin.
"Ciihh! Apakah kau mengira aku sebodoh dia. " ucap Jendral tersebut sambil menunjuk rekannya yang tewas.
Swuuuush! Cao Zhen Xin menghilang lalu muncul dibelakang jendral tersebut. Dibarengi dengan ayunan pedangnya kearah punggung jendral tersebut.
Melihat pergerakan dan aura Cao Zhen Xin yang berada dibelakangnya, dengan segera ia membalikan tubuh dan memblokir ayunan pedang dengan pedang tingkat tinggi miliknya.
Klaang! Hanya satu kali ayunan keras Cao Zhen Xin, pedang tingkat tinggi yang mencoba memblokir serangannya langsung patah. Sedikit terkejut, namun dengan cepst tersadar, sang Jendral langsung menghindari ayunan pedang emas yang kembali mengarah padanya.
"Brisik! " ucap Cao Zhen Xin kemudian menebas kearah leher Jendral kembali. Namun tangan kirinya mengeluarkan telapak Ilahinya kearah jendral tersebut.
Baaaaaamss! Dhuaaaar! Sang Jendral yang kembali menghindari serangan yang mengarah ke lehernya dapat ia hindari, namun tiba tiba sebuah tangan raksaksa muncul dari atas langit dan menabraknya. Sehingga ia harus terpental kearah tanah.
Mencoba bangkit, tiba tiba Cao Zhen Xin telah berada didepannya sambil menghunuskan pedang kearah jantungnya.
Jleeeeb! Jendral tersebut tewas mengenaskan, darah keluar dari dadanya , dan mqtanya melotot tak terima seorang yang memiliki ranah Dewa Sejati tingkat tiga mampu membunuhnya dengan mudah.
Mata yang tajam seperti burung elang ia perlihatkan menatap dua jendral yang berusaha melepaskan diri dari segel yang ia buat.
"Tidak semudah itu melepas segel buatanku." ucap Cao Zhen Xin muncul didepan keduanya.
"Arghhhh! Bocah tengik lepaskan kami! " teriak salah satunya.
__ADS_1
"Aku akan melepaskan kalian, tapi tidak sekarang. " ucap Cao Zhen Xin kemudian sedikit menjauh.
"Mari kita lihat, jika kalian dapat bertahan maka aku akan melepaskan kalian. " ucap Cao Zhen Xin mengeluarkan dua elemen yang berbeda dari telapak tangannya.
Swuuuuush! Es yang sangat dingin keluar dan menyembur kearah dua jendral yang terkurung.
"Arghhhh! " teriak mereka sangat keras, namun karena tubuh mereka membeku dan kesadaran mereka akan hilang teriakan tersebut mengecil.
Swoooooosh! Tak ingin membunuhnya dengan es yang dingin, ia kemudian mengeluarkan Api Ilahi dari telapak tangannya dan melelehkan es yang membeku ditubuh kedua jendral yang terkurung.
"Arghhhh! " teriak mereka kembali, hingga akhirnya keduanya menjadi abu.
Jendral Si Dong yang memiliki ranah kultivasi Dewa Sejati tingkat lima melihat rekannya tewas dengan mudah oleh Cao Zhen Xin langsung melesat.
"Tebasan Naga! " teriak Jendral Si Dong sambil mengeluarkan jurusnya.
Swuuuuush! Baaaaamss! Cao Zhen Xin yang tak siap menghindari serangan tiba tiba langsung memblokirnya menggunakan pedang emasnya. Dorongan energi yang sangat kuat membuatnya terpental dan memuntahkan banyak darah dari bibirnya.
"Sangat kuat. " ucap Cao Zhen Xin tersadar, bahwa Jendral yang baru saja menyerangnya akan menembus ketingkat yang lebih tinggi.
"Kau membunuh teman temanku, aku tidak akan mengampunimu bocah tengik! " ucap marah Si Dong.
"Jika mampu! " balas sengit Cao Zhen Xin kemudian menghindari tebasan pedang Si Dong yang sangat cepat.
"Gerakan Rajawali! " teriak Si Dong.
Gerakan Si Dong berubah, gerakan yang cepat, dan tangan kanannya yang terus menggerakan pedangnya menyerang Cao Zhen Xin membuat Cao Zhen Xin terus mundur.
"Seribu Pedang Ilahi! " teriak Cao Zhen Xin tidak memanipulasi pedangnya menjadi seribu buah namun gerakan seperti tapak seribu ilahi, serangan pedangnya berubah sangat cepat hingga menyamai kecepatan Si Dong.
"Bagai mana bisa! " ucap terkejut Si Dong.
"Jika kamu bisa kenapa aku tidak. " balas Cao Zhen Xin terus menggerakan seribu gerakannya yang sangat cepat.
__ADS_1
Swuuuush! Klaaaang! Pedang tingkat Dewa pemberian Kekaisaran patah, dan membuatnya sangat terkejut.
"Pedangku! " teriak murka Si Dong