
"Mati! " teriak Ding Yin kemudian melepaskan ribuan pedang yang melayang kearah Cao Zhen Xin.
"Heeemm.." ucap Cao Zhen Xin langsung membuat perisai menggunakan segel formasi, dan tentunya ia berikan kekuatan tambahan gabungan enam elemennya.
Swuuuuung! Perisai keemasan muncul menutupi tubuh Cao Zhen Xin, Pedang Emas yang telah ia genggam kembali, juga mulai ia aliri dengan menggunakan energi Qinya.
"Pedang seribu ilahi! " teriak Cao Zhen Xin membuat segel tangan.
Swuuuuuung! Pedang emas berdengung, setelah itu pedang tersebut melayang keatas diatas kepala Cao Zhen Xin, tidak hanya satu, kini terlihat ribuan pedang mengambang dan langsung melesat memblokir ribuan pedang yang dikeluarkan oleh Ding Yin.
Traaaaang! Traaaaang! Traaaaang! Dentingan senjata pedang emas dengan pedang hitam milik Ding Yin menggema kesegala penjuru sekte. Bahkan beberapa pedang hitam terkadang lolos dari serangan pedang emas yang memblokir dan menabrak perisai buatan Cao Zhen Xin.
"Argghh! Kau meniru jurusku! " murka Ding Yin karena beberapa pedang emas melesat kearahnya dan menyerangnya.
"Kata siapa..." ucap dingin Cao Zhen Xin melesat kearah Ding Yin sambil menghalau pedang hitam yang mencoba bergerak menyerangnya.
"Nirwana Bola ajaib! Dewa Hitam! " teriak Ding Yin membuat bola hitam sebesar kepala manusia dan melepasknnya kearah pedang emas.
Kraaaaack! Pedang emas yang hanya tiruan tersebut patah dan bola hitam buatan Ding Yin masih melesat kearah Cao Zhen Xin yang menuju kearah Ding Yin.
Baaaaaams! Dhuuuuaaar! Cao Zhen Xin yang bertabrakan dengan bola hitam tersebut kembali terpental kebelakang. Tubuhnya terasa lemas saat merasakan daya hancur serangan Ding Yin.
"Apakah kamu bodoh? Naaif sekali." ucap Ding Yin yang melihat Cao Zhen Xin mencoba menyeimbangkan tubuhnya.
"Arghhh! Apakah perjuanganku sampai disini saja. " ucap Cao Zhen Xin tak mampu untuk berdiri, pedang emas dan pedang hitam yang telah digenggam oleh keduanya kini mereka genggam, sedangkan Cao Zhen Xin menggunakan pedang emas sebagai tumpuannya menyeimbangkan tubuh.
__ADS_1
"Aku akui kehebatan mu bocah... Namun lawanmu adalah aku, iblis tanduk dua Su Long! " ucap penuh bangga Ding Yin yang mengatakan dirinya adalah Su Long.
Cao Zhen Xin menelan lima Pill penyembuh tingkat Dewa yang tersisa didalam cincin ruangnya.
"Su Long? Jelek sekali namamu..." ejek Cao Zhen Xin yang merasakan tubuhnya mulai meregenerasi luka dalamnya.
"Kau..." ucap geram Ding Yin melesat kearah Cao Zhen Xin sambil mengayunkan pedangnya kearah leher Cao Zhen Xin.
Tiiiiiing! Pedang emas dan hitam kembali berbenturan, Cao Zhen Xin menatap tajam Ding Yin.
"Gerakan seribu ilahi! " teriak Cao Zhen Xin.
Swuuuuush! Gerakannya berubah menjadi sangat cepat membabi buta mengarah pada tubuh Ding Yin. Walaupun tangannya merasa kebas akibat ranah kultivasi yang berbeda serta pondasi jiwanya yang kurang sempurna, Cao Zhen Xin terus mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia mampu menghadapi ranah empat tingkat diatasnya.
Swuuuuuush! Cao Zhen Xin bergerak kesana kemari menyerang bagian tubuh Ding Yin secara bertubi tubi. Namun semua gerakannya mampu dibaca oleh Ding Yin.
Slaaaash! Serangan pedang Ding Yin tiba tiba terarah pada lengan Cao Zhen Xin, namun Cao Zhen Xin masih dapat membaca serangan tersebut, sedikit telat sehingga luka goresan membekas di lengannya.
"Huh naiif ingin membunuhku." ucap Ding Yin kemudian menghindari serangan susulan yang dilancarkan Cao Zhen Xin menggunakan tapak Ilahinya.
"Hahahaha tenanglah, aku masih punya beberapa kartu truf, apakah kamu ingin mencobanya? " tanya Cao Zhen Xin membuat segel tangan.
Swuuuuush! Enam asap berbeda warna keluar dari tubuhnya, asap tersebut membesar diatas langit, selang beberapa detik asap tersebut membentuk satu ekor naga yang memiliki enam kepala berwarna berbeda.
"Apa..." ucap Cao Zhen Xin terkejut melihat Bing Long dan lainnya ternyata menggabungkan kekuatan mereka.
__ADS_1
Bahkan ranah kultivasi gabungan enam naga tersebut sampai ditahap Alam Dewa tingkat satu. Melihat ranah kultivasi naga yang terbentuk dari asap lebih tinggi darinya, Su Long yang menggunakan tubuh Ding Yin, kini tubuhnya bergetar.
"Ba-bagaimana bisa..." ucap Su Long.
"Semuanya serang Iblis jelek itu! Ingatlah jangan membunuhnya, usahakan lepaskan pedang yang ada ditangannya itu! " teriak Cao Zhen Xin menggema.
Grooaaaarh! Enam kepala naga yang menguasai elemen berbeda mengaum menggetarkan sekte Naga Hitam. Enam naga yang telah bergabung tersebut memulai penyerangan terhadap Su Long.
Bing Long menggunakan kekuatan esnya melesatkan ribuan bola es, serta Naga tanah, api, petir , angin, serta air juga melakukan hal yang sama. Serangan yang cepat tersebut membuat Su Long kewalahan, dan akhirnya Su Long terpental kebelakang setelah tak kuasa menahan ribuan serangan yang terus mengarah padanya.
"Arrghhh! " Su Long marah karena dengan jelas Naga didepannya bukan lawannya, dan lawan yang sebenarnya pemuda tampan yang ternyata sedang asik memulihkan diri serta mengumpulkan energi Qi miliknya.
Cao Zhen Xin yang lebih memilih memulihkan diri serta menyerap energi langit dan bumi untuk dijadikan butiran Qi didalam tubuhnya tak menghiraukan teriakan Su Long. Dia terus menyerap hingga kemudian memutuskan untuk menatap pertempuran satu naga berkepala enam yang tak lain gabungan Bing Long dan lainnya terus menggempur dan membabi buta menyerang Su Long.
Melihat adanya celah yang diperlihatkan Su Long, Cao Zhen Xin langsung melesat kearah Su Long dan mengayunkan pedangnya kearah tangan kanan Su Long.
Slaaaaaaah!
"Arghhhhh! " pekik Su Long yang merasa rohnya akan tersedot kedalam pedang hitam lagi, namun dengan cepat ia segera memulihkan tangannya dan mengambil pedang hitam yang tergeletak di atas tanah.
Dhuuuuaaar! Cao Zhen Xin yang mengira bahwa pedang tersebut terlepas dari genggaman Ding Yin membuat Ding Yin tersadar kini ia terkejut, karena pikirannya salah , Su Long dapat memulihkan dan merebut senjatanya kembali dengan cepat. Keterkejutannya membuat tapak kiri tangan Su Long mampir di dadanya yang membuat Cao Zhen Xin terpental kearah belakang sejauh dua puluh meter. Seteguk darah merah keluar dari bibirnya saat ia menyeimbangkan tubuhnya.
"Ternyata tidak semudah yang kubayangkan..." ucap Cao Zhen Xin sambil memandangi naga enam elemen kembali menggempur Su Long.
"Seandainya nagaku dapat berubah menjadi manusia biasa mungkin Su Long sudah kalah sejak tadi, namun apa boleh buat." ucap Cao Zhen Xin akhirnya memulihkan tubuhnya kembali.
__ADS_1
Su Long memang ranah Kultivasinya lebih tinggi satu tingkat diatas Su Long, namun badannya yang terlalu besar membuat kecepatannya sedikit lebih lambat dari kecepatan asli ranah Alam Dewa tingkat satu.