Lahirnya Penguasa Yin Dan Yang.

Lahirnya Penguasa Yin Dan Yang.
Masalah kecil


__ADS_3

Swuuuuush! Cao Zhen Xin melesat menggunakan kecepatan puncaknya. Tubuhnya yang berkelebat sangat cepat membuatnya terlihat seperti bayangan biru keemasan menuju kota Xong.


Dao Yu, Fao Ze dan dua rekan lainnya terhenti melihat bayangan biru keemasan melesat mendahului mereka yang tak lain Cao Zhen Xin.


"Bayangan apa itu.." ucap Dao Yu.


"Entahlah, lagian dia juga tidak mengganggu kita. " jawab Fao Ze.


Dao Yu mengangguk dan melanjutkan perjalanan mereka.


Disisi lain Cao Zhen Xin sudah mengantri untuk memasuki kota Xong dengan jantung berdebar debar.


"Ba-bagaimana mungkin sekte aliran hitam diminati oleh banyak pemuda. " ucap dalam hati Cao Zhen Xin tak habis pikir melihat ramainya pengunjung yang ingin measuki kota Xong.


Selang beberapa mengantri, akhirnya Cao Zhen Xin berhasil memasuki kota. Matanya tertuju pada keramaian yang ada disebelah barat kota.


"Sepertinya itu tempat pendaftarannya..." ucap Cao Zhen Xin kemudian berjalan berlawanan arah, karena hari mulai gelap ia harus menyewa kamar untuk tempatnya beristirahat.


Sesampainya.


"Tuan total biaya penginapan satu keping emas untuk semalam. " ucap pelayan.


"Aku ingin menginap selama tiga hari. " ucap Cao Zhen Xin memberikan tiga keping emas kepada pelayan tersebut.


Setelah itu, Cao Zhen Xin memesan bebrapa makanan dan langsung membayarnya kembali, kini ia membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran sekte Naga Hitam, karena itu ia mencari informasi di penginapan tersebut yang sekaligus memiliki kedai resto di lantai pertama.


Makanan yang telah tiba, namun pandangannya terarah kearah sekumpulan pemuda yang dibelakangnya dijaga oleh enam pria paruh baya. Pendengarannya pun ia tajamkan.


"Pendaftaran sekte Naga Hitam ditutup esok hari, tapi apakah kita sudah bersiap untuk mengikuti seleksi antar murid? " tanya salah satu diantara mereka.


"Tuan muda tenang saja.. Aku mendapat beberapa bocoran mengenai tetua sekte Naga Hitam yang membuat tempat penyeleksian para murid, ia mengatakan bahwa seleksi awal hanya menaiki tangga saja. " ucap temannya.


"Naik tangga? Bukankah bayi saja bisa mengikutinya? " tanya yang dipanggil Tuan muda tersebut.


"Tidak Tuan muda, tangga tersebut memiliki gaya gravitasi yang menyebabkan kita memperlambat gerakan kita tuk menuju tangga terakhir. Dan waktu untuk lolos seleksi tahap ini minimal peserta harus berhasil menaiki tangga dalam waktu lima menit. " jawab rekannya.


Cao Zhen Xin terus mendengarkan perbincangan mereka, hingga makanan yang telah ia pesan telah habis tanpa sisa.


"Sepertinya tidak ada yang aneh mengenai penyeleksian para murid. " ucap dalam hati Cao Zhen Xin.


Setelah tidak mendengar informasi penting kembali, Cao Zhen Xin akan menaiki tangga yang ada di penginapan tersebut. Namun tiba tiba langkahnya terhenti setelah melihat seorang wanita bercadar merah bertarung dengan puluhan pria paruh baya.

__ADS_1


"Aissh ada ada saja. " gerutu Cao Zhen Xin kemudian menghindari serangan yang salah sasaran.


Sontak kedai penginapan yang tadinya hanya terdengar pembicaraan kini mulai gaduh karena suara benda rusak. Cao Zhen Xin sedikit menjauh dari pertempuran tersebut dan terus menunggu apa penyebab wanita tersebut membuat masalah.


"Bunuh dia unttukku! Dasar wanita Jal*ng! " teriak seseorang dari lantai atas.


"Baik Tuan muda! " jawab pria paruh baya kompak terus melancarkan serangannya.


Praaaak! Kraaaack! Pertarungan semakin memanas yang menyebabkan, meja, kursi dan barang milik toko penginapan rusak. Bahkan pemilik penginapan keluar dan hanya bisa menghela napas.


"Sampai kapan tuan muda Xong Lei terus membuat masalah. " desah pelan pemilik kedai.


Cao Zhen Xin yang dapat mendengarnya tanpa basa basi maju dan membantu wanita bercadar tersebut.


Swuuuush! Dhuaaaar! Pria paruh baya yang terkena tinju kecil Cao Zhen Xin meledak menjadi kabut darah.


"Arghhh! Kau membunuh rekannku! " teriak temannya tak terima langsung menyerang Cao Zhen Xin.


"Seharusnya kalian malu menyerang seorang wanita yang seharusnya kalian jaga dan sayangi. " ucap Cao Zhen Xin kemudian menghindari tinju pria tersebut dan menekuk tangannya hingga tulangnya patah.


Kraaacckkk!


Dhuaaaar! Baru merasakan tangannya patah, tiba tiba tubuhnya meledak akibat merasa daya kejut listrik yang merambat ketubuhnya .


"Siapa pemuda ini? Kenapa ia berani ikut campur urusanku. " ucap wanita bercadar yang terus menghindari serangan delapan lawan didepannya.


Pertempuran yang mulai kacau membuat para pelanggan keluar dari kedai tersebut.


"Apa pemuda itu sudah gila! Sudah tau wanita tersebut tidak mau tunduk pada Xong Lei, masih saja membantunya." ucap para penonton.


Swuuuuuush! Saat Cao Zhen Xin akan meninju wajah pria lainnya, tiba tiba ia menghentikan tindakannya.


"Tunggu! " ucap Xong Lei turun dari anak tangga.


Cao Zhen Xin dan Wanita bercadar kemudian menjauh dari area pertempuran.


"Siapa kamu berani beraninya membunuh dikotaku, apalagi ikut campur urusanku." ucap dingin Xong Lei.


"Aku? Aku Zhen, kenapa aku membantunya? Karena aku merasa wanita ini tidak membuat masalah padamu. Kamulah yang membuat masalah padanya. " ucap Cao Zhen Xin tanpa rasa takut sedikitpun.


"Kau..." ucap Xong Lei geram.

__ADS_1


Swuuuuuuush! Tiba tiba disaat keadaan mulai memanas kembali muncul sosok pria tua disamping Xong Lei.


"Tuan muda, dari pada anda membuang tenaga tak jelas, lebih baik anda menyimpannya untuk perekrutan murid sekte Naga Hitam esok hari. " ucap pria tua tersebut.


"Huh baiklah! " ucap Xong Lei dengan keangkuhannya. Kemudian ia memunguti dua cincin prajurit yang telah dibunuh Cao Zhen Xin.


"Zhen? Itukah namamu? Aku tantang kehadiranmu diperekrutan murid sekte Naga Hitam esok hari. Aku harap kamu menerima tantangan ku ini. " ucap Xong Lei keluar dari penginapan bersama prajurit kota dan pria paruh baya yang melerainya.


"Tuan muda terimakasih. " jawab wanita bercadar memberikan hormatnya pada Cao Zhen Xin.


Cao Zhen Xin hanya mengangguk, setelah itu ia menaiki tangga penginapan menuju ketempat kamarnya sendiri. Para pelayan dan pemilik toko pun membereskan kekacauan tersebut. Ingin marah, tapi mereka sungguh tak memiliki kekuatan untuk melawan Xong Lei sehingga mereka hanya bisa diam dan membiarkan Xong Lei merusak penginapan mereka.


Wanita bercadar kemudian keluar dari penginapan tersebut. Namun wajahnya terbayang akan ketampanan Cao Zhen Xin yang telah menyelamatkannya.


"Siapa dia? Kenapa ia sepertinya tak memperdulikan latar belakang Xong Lei. " ucap dalam hati wanita tersebut.


Sesampainya di kamar yang ia pesan, dan ia ingin mengistirahatkan tubuhnya. Tiba tiba kamarnya diketuk oleh pemilik penginapan.


"Tuan muda. " panggil pemilik penginapan.


"Haaiiss aku ingin istirahat saja diganggu lagi. " gerutu Cao Zhen Xin kemudian menuju pintu kamar.


Setelah itu tiba tiba pemilik penginapan memberikan hormatnya kearah Cao Zhen Xin.


"Tuan muda terimakasih, mungkin jika tidak ada tuan muda, bisa bisa barang yang ada dipenginapanku bisa hancur oleh Xong Lei. " ucap Pemilik penginapan.


Cao Zhen Xin menaikan alisnya.


"Tuan Xong Lei anak dari penguasa kota ini. Ia sangat berani bertindak dikota ini karena ayahnya. Namun sepertinya lebih baik tuan muda segera pergi dari kota ini. " ucap pemilik penginapan serius.


"Pergi? Hahaha tenang saja, aku bisa jaga diri. " ucap Cao Zhen Xin.


"Tuan ini serius. " ucap lagi Pemilik penginapan.


"Aku tau apa yang kamu pikirkan, terimakasih telah mengingatkanku, namun aku memiliki urusan dikota ini, walaupun ayahnya pun tiba aku tidak akan pernah mundur sedikitpun dari pijakanku. " ucap Cao Zhen Xin.


"Baiklah tuan muda, silahkan beristirahat, maafkan aku yang mengganggumu. " ucap pemilik kedai.


Cao Zhen Xin mengangguk, kemudian kembali menutup pintu kamarnya.


"Huh sepertinya aku akan memiliki banyak musuh. " gerutu Cao Zhen Xin, entah mengapa ia selalu ingin ikut campur urusan orang lain.

__ADS_1


__ADS_2