Lahirnya Penguasa Yin Dan Yang.

Lahirnya Penguasa Yin Dan Yang.
Cao Zhen Xin naik tingkat.


__ADS_3

Sampai dikota Dewa, Zhu merasa sangat asing dengan kondisi yang terlihat ramai pelatihan para pasukan langit, serta beberapa diantara mereka yang berdagang senjata maupun sumber daya tingkat tinggi hingga Dewa.


Sesampainya di Istana yang sangat megah, para Dewa utama, Cao Lian, Cao Yuan serta Zhu memasuki aula Istana dengan perasaan yang tak sabar untuk menantikan penjelasan Zhu.


Setelah mereka semua duduk, Zhu seketika berdiri dan memberikan hormatnya kepada para Dewa utama.


"Hormat pada para Dewa.." ucap Zhu membungkukkan badannya.


Seketika para Dewa utama ikut berdiri dan langsung membungkukkan badan sebagai tanda hormat mereka kepada Zhu.


"Mereka benar benar saling menghormati kepada sesama, meskipun status mereka berbeda." ucap dalam hati Zhu sambil terus membaca pikiran mereka.


Setelah membaca pikiran mereka semua, Zhu kemudian langsung menceritakan semuanya kecuali mengenai ranah Kultivasi Budhisatva dan tentunya fungsi kalung yang ada dileher Cao Zhen Xin. Karena menurutnya siapapun dapat merubah sifatnya ketika melihat harta yang sangat berharga didepan mata mereka.


*****


Cao Zhen Xin terus berkultivasi menyerap sumber energi yang ada ditubuhnya dengan kecepatan ekstrem. Waktu terus berjalan selama tujuh hari Cao Zhen Xin masih berkultivasi ditempat yang sama.


Satu bulan telah terlewati Cao Zhen Xin merasakan tanda tanda akan menerobos didalam lautan dantiannya yang terus bergejolak.


Swuuuuush! Sinar keemasan keluar dari dalam tubuhnya membumbung tinggi keatas langit, sinar tersebut sangat terang pada malam hari itu, hingga ledakan kecil ditubuhnya terdengar yang ditandakan Cao Zhen Xin naik tingkat Kaisar Dewa tingkat dua.


Tak berhenti disitu saja, Cao Zhen Xin masih melanjutkan Kultivasinya hingga satu tahun telah berlalu, kini Cao Zhen Xin telah berada ditahap Kaisar Dewa tingkat lima. Setiap minggu tanpa disadarinya, ia selalu diawasi oleh Cao Lian, Cao Yuan, dan ibunya Lylia.


"Akhirnya selesai juga." gumam Cao Zhen Xin menatap keadaan sekitarnya yang ternyata malam hari.


Saat ia berdiri, tiba tiba ia disambut oleh ayahnya yang muncul dibelakangnya.


"Zhener..." ucap Cao Yuan langsung memeluk anaknya dengan hangat.


"Ayah..." ucap Cao Zhen Xin yang ternyata juga merindukan ayahnya tersebut.


Mereka berpelukan cukup lama, hingga deheman Lylia mengejutkan keduanya.

__ADS_1


"Apakah Zhener lupa dengan ibu? " tanya Lylia.


Cao Zhen Xin seketika melepas pelukannya kepada Cao Yuan dan langsung menghamburkan diri kearah Lylia serta langsung memeluknya.


"Ibu... Zhener..." ucap Cao Zhen Xin.


"Hahaha anak ibu ternyata sudah besar..." ucap Lylia tertawa haru.


Mereka berpelukan cukup lama hingga tiba tiba Cao Yuan mengajak Cao Zhen Xin ke Istana Dewa, tepatnya untuk membahas kekacauan yang marak terjadi di satu tahun belakangan ini.


"Baik ayah... Zhener akan ke Istana Dewa. " ucap Cao Zhen Xin yang merasa kekurangan satu orang yang ia sayangi.


"Zhener kenapa kamu sedikit gelisah." tanya Lylia yang peka.


"Ibu... Zhener... Jatuh cinta..." ucap Cao Zhen Xin wajahnya memerah.


Sontak kedua orang tuanya tertawa terbahak bahak mendengar hal tersebut.


"Lalu apa yang membuatmu malu? Bukankah hal itu hal yang sangat wajar? " goda Lylia.


"Hahaha... Besok kamu bawa calon mantu ayah dan ibu kealam Dewa... Tapi sebelum itu kamu harus mencari kakakmu." ucap Cao Yuan.


"Kakak.... Ahh... Ibu, Ayah Zhener telah menemukan kakak... Hanya saja..." ucap Cao Zhen Xin terpotong potong.


"Benarkah? " ucap Cao Yuan dan Lylia matanya berbinar mendengar hal tersebut.


"Ahhh Zhener jelaskan nanti saja saat di Istana Dewa." ucap Cao Yuan menghentikan mulut Cao Zhen Xin yang ingin berbicara lebih lanjut.


Mereka bertiga melas kearah Istana Dewa dengan kecepatan yang dimiliki Cao Zhen Xin, sesampainya.


"Hormat pada Tuan muda, Dewa Naga, serta Dewi Phoenix." ucap mereka semua yang ada didalam aula Istana Dewa memberikan hormatnya.


Cao Zhen Xin yang telah lama tak merasakan sapaan tersebut hanya bisa tersenyum kecut, perasaaan risih ia perlihatkan.

__ADS_1


"Hahaha baiklah terimakasih atas sambutannya.... Ayah Zhener telah berhasil menyerap semua energi Iblis Jiwa yang seperti dijelaskan oleh Tuan Zhu... Dan Zhener memiliki kabar yang sangat membahagiakan bagi ayah dan tentunya kami berdua. " ucap Cao Yuan membuat para Dewa Utama, serta Cao Lian sangat penasaran.


"Zhener... Duduklah didekat kakek... Cepat kabar apa yang kau berikan." ucap Cao Lian.


Cao Zhen Xin yang merasa ia sudah bukan anak kecil lagi hanya bisa tersenyum kecut mendengar ucapan kakeknya itu. Namun ia tak ingin mengecewakan kakek yang sangat menyayanginya hingga ia melangkahkan kakinya kearah singgasana utama para Dewa dan duduk disamping Cao Lian.


"Ceritakanlah Zhener." ucap Cao Lian.


Cao Zhen Xin mengangguk dan menatap kearah para Dewa utama dengan tatapan hormat.


"Aku telah menemukan kakakku yang selama ini telah hilang lebih dari dua puluh tahun... Saat ini aku dan kakakku telah berhubungan baik, namun hanya sebatas saudara, aku ingin menjelaskan kepadanya...." ucap Cao Zhen Xin terpotong oleh Cao Lian.


"Cucuku... Kamu tak perlu merasa bersalah. bertemu dengan Xieer saja sudah membuat kami bahagia... Aku tahu tak mudah membuatnya percaya bahwa sebenarnya ia adalah kakakmu... Namun percayalah pasti Xieer akan menemukan jalannya dan tentunya akan kembali di Alam Dewa ini." ucap Cao Lian.


Cao Zhen Xin mengangguk, setelah itu ia menatap lekat Kakek, Ayah, Ibu dan tentunya para Dewa Utama yang hadir didalam ruangan Aula Istana Dewa tersebut dengan hangat.


"Zhener ingin kembali melanjutkan perjalanan... Jadi Zhener mohon pamit, dan maafkan Zhener yang telah membuat kekacauan." ucap Cao Zhen Xin memberikan hormatnya.


"Tuan muda masalah yang lalu biarkanlah menjadi angin lalu... Lagi pula kami tidak mempermasalahkannya." balas Niu.


Setelah berbincang sedikit, akhirnya Cao Zhen Xin segera kembali ke Benua Tinggi, tak lupa ia juga meminta izin pada neneknya yang tak lain Dewi Lianhua.


Swuuuush! Sebuah portal dimensi muncul didepan Cao Zhen Xin, setelah itu ia memandangi kakek, nenek dan kedua orang tuanya dengan hangat.


"Semuanya Zhener pamit." ucap Cao Zhen Xin membungkukkan tubuhnya.


Mereka semua mengangguk, setelah itu mereka menatap kepergian Cao Zhen Xin dengan perasaan yang campur aduk, karena bagaimanapun Cao Zhen Xin harus menanggung beban yang cukup berat.


Swuuuush! Cao Zhen Xin yang telah memasuki portal dimensi menuju ke Benua Tinggi lenyap, dibarengi dengan wajah Lylia yang khawatir.


"Lier tenanglah... Dari penjelasan tuan Zhu, Zhener pasti dapat mengungkap semuanya bahkan jika ada sesuatu yang menghalangi jalannya, Zhener pasti dapat melewatinya." ucap Cao Yuan menenangkan Lylia.


Semuanya menghela napas panjang, terutama Cao Lian, serta Dewi Lianhua yang tidak mengerti arah takdir yang akan terjadi.

__ADS_1


####


__ADS_2