Lahirnya Penguasa Yin Dan Yang.

Lahirnya Penguasa Yin Dan Yang.
Si Dong, Pangeran Jilong.


__ADS_3

Swuuuush! Si Dong kembali melesat kearah Cao Zhen Xin menggunakan kecepatan tak kasat mata.


Baaaamss! Dhuaaaar! Saat tepat berada didepan Cao Zhen Xin, Si Dong langsung memberikan pukulan telak kearah perut Cao Zhen Xin.


"Arghh!" Teriak Cao Zhen Xin terpental sejauh dua puluh meter, darah merah keluar dari bibirnya.


Wajah keterkejutan jelas terlihat dimata Si Dong, tak mungkin seorang Dewa Sejati tingkat tiga mampu menahan serangannya yang bahkan mampu meledakan ranah Dewa Sejati tingkat empat.


"Zhen! " teriak Fao Li panik melihat Cao Zhen Xin terluka.


Sadar dari keterkejutannya, Si Dong kembali melesat. Swuuuush! Swuuuush! Fao Li kemudian melesat kearah Si Dong yang juga melesat kearah Cao Zhen Xin.


"Sampah! " Ucap Si Dong melepaskan pukulannya kearah Fao Li.


Dhuaaaaar! Tak tinggal diam, Fao Li juga memberikan pukulannya kearah Si Dong. Keduanya termundur, Si Dong yang akan naik tingkat hanya terpental lima meter kebelakang, berbeda dengan Fao Li yang terpental sejauh sepuluh meter kebelakang.


"Ranah kultivasinya sedikit lebih tinggi dariku. " ucap Fao Li kemudian menelan Pill penambah energi Qi.


Cao Zhen Xin yang juga telah menyembuhkan luka akibat pukulan Si Dong kini berdiri disamping Fao Li.


"Senior nampaknya kita perlu bekerjasama. " ucap Cao Zhen Xin menatap Si Dong yang kini merasa diatas angin.


"Baik. " jawab Fao Li cepat menatap Si Dong dengan tatapan benci.


Si Dong memiliki rasa percaya diri yang tinggi kini tersenyum, ia juga memperlihatkan wajah mengejeknya pada mereka berdua.


"Dasar sampah, ingatlah hari ini kalian berdua tidak akan pernah lolos dari kematian kalian. " ucap Si Dong.


"Ciih! Terlalu bangga. " balas sengit Cao Zhen Xin.


Swuuuush! Swuuuush! Cao Zhen Xin melesat bersama Fao Li kearah Si Dong.


Baaaaamss! Dhuaaaar! Cao Zhen Xin bersama Fao Li mulai menggempur Si Dong dari kedua sisi yang berbeda. Namun tanpa pedang emas, Cao Zhen Xin bukanlah tandingan Si Dong, sehingga ia kembali terlempar kebelakang setelah menerima tinjuan keras Si Dong.


"Zhen! " ucap panik Fao Li.

__ADS_1


Swuuuush! Swuuuuung! Cao Zhen Xin yang telah menyeimbangkan tubuhnya kembali melesat kearah Si Dong. Pedang emas berdengung dan melesat kearah genggaman Cao Zhen Xin.


"Senior serang area kakinya!" teriak Cao Zhen Xin.


Fao Li langsung merubah pola serangnya, tadinya ia terarah pada titik vital dibagian leher kini berganti kearah kaki Si Dong seesuai permintaan Cao Zhen Xin. Melihat Fao Li mengikuti rencananya, Cao Zhen Xin membuat segel aneh.


"Segel Api! Api Nirwana! " ucap Cao Zhen Xin.


Swooooosh! Tubuhnya terbungkus api yang sangat panas, malam hari yang tadinya gelap kini terlihat terang. Fao Li yang terus menggempur serangan kearah kaki Si Dong pun terkena dampaknya.


"Panas sekali." ucap pelan Fao Li.


Bahkan Si Dong yang akan naik ketingkat yang lebih tinggi pun ikut terkena dampaknya.


"Bocah itu bukan bocah biasa. " ucap dalam hati Si Dong sambil terus menghindari serangan Fao Li.


Setelah menggunakan segel elemen api, Cao Zhen Xin kemudian kembali menyerang Si Dong menggunakan pedang emasnya.


Swoooosh! Swoooosh! Pedang emas yang juga mengobarkan api Ilahi yang teramat panas membakar baju perang Si Dong.


"Arrghhhh! Walaupun aku bisa menghindari serangan mereka berdua, tapi api yang panas ini mampu melelehkan baju perangku. " ucap Si Dong dalam hati dengan amarah yang menggebu gebu.


Swuuuuung! Baaaamsss! Dhuaaaaar! Tiba tiba setelah Si Dong membuat segel tangan, muncul empat tapak tangan dari badannya dan menabrak Cao Zhen Xin serta Fao Li yang menyebabkan keduanya terpental.


"Argghh! " Fao Li memuntahkan banyak darah dari mulutnya.


Begitu juga dengan Cao Zhen Xin, namun sayangnya kualitas tulangnya yang berada ditingkat Dewa tidak membuatnya separah luka yang dialami oleh Fao Li.


"Senior bertahanlah! " ucap Cao Zhen Xin merasakan kekuatan jiwa Si Dong sangat kacau setelah mengeluarkan jurus tersebut.


"Gawat naik tingkat. " ucap Cao Zhen Xin teralihkan pada Si Dong yang tiba tiba matanya terpejam dan melayang.


Baaaaaamsss! Ledakan kecil terdengar dari tubuh Si Dong. Ranah kultivasi Dewa Agung tingkat satu menyebar kesegala penjuru.


"Hahahaha Jendral Dong sungguh hebat. " ucap menggema Pangeran Jilong keluar dari kereta kudanya menatap Si Dong dengan kagum.

__ADS_1


Mata Si Dong perlahan terbuka, kenaikan tingkat yang tak pernah ia pikirkan kini telah tercapai, dan tentunya kini membuatnya gelap sebelah mata serta menganggap semua yang ada dihadapannya adalah seekor semut. Aura membunuh menyebar dan membuat para prajurit tak sadarkan diri.


"Pangeran jika aku tidak mengikutimu maka aku tak akan pernah memiliki kekuatan ini, untuk membalas rasa terimakasihku maka aku akan membunuh seluruh keluarga Fao untuk ayahmu. " ucap Si Dong matanya berkilat menatap prajurit kerajaan Fao Dan seperti haus akan darah.


"Silahkan Jendral Dong, aku harap kamu tidak mengingkari janjimu. " ucap Jilong memasuki kereta kudanya kembali.


Naga Hijau utusan Cao Yuan yang ditugaskan untuk menjaga Cao Zhen Xin tiba tiba merasakan firasat buruk saat merasakan adanya satu tingkat Dewa Agung tingkat satu, dan satu tingkat dua diluar kerajaan Fao Dan.


"Tuan muda. " ucap Naga Hijau langsung menghilang dan muncul diatas langit sambil mengedarkan kekuatan jiwanya.


"Kenapa aku hanya melihat satu kekuatan Dewa Agung, apakah aku salah merasakannya. " gumam Naga Hijau yang merubah wujudnya menjadi pria paruh baya.


Diatas langit yang lebih tinggi, Wangzy pun terkejut dengan munculnya sosok pria paruh baya yang samar samar ia dapat rasakan ranah Kultivasinya berada ditingkat Kaisar Dewa Lima.


"Siapa lagi pria ini, kenapa baru kali ini aku merasakan ranah setinggi ini di Benua ini. " ucap heran Wangzy.


****


"Mati! " teriak Si Dong yang ingin mencoba kekuatannya barunya melesat kearah Cao Zhen Xin.


Swuuuuuuung! Tak tinggal diam, Cao Zhen Xin yang tubuhnya masih terbungkus Api kemudian menggenggam erat pedangnya, dan ia berniat memblokir serangan tinju Si Dong menggunakan pedangnya.


Baaaaaamsss! Dhuaaaaar! Daya kejut terjadi, namun tiba tiba Si Dong terpental tanpa tau apa penyebabnya.


"Lawanmu adalah aku. " ucap Pria paruh baya turun dari atas langit perlahan menatap Si Dong dengan santai.


"Si-siapa kamu. " ucap Si Dong terkejut karena ia merasa kebas seluruh tubuhnya saat menabrak perisai yang tiba tiba muncul.


Naga hijau hanya diam hingga dia benar benar telah menginjakan kakinya diatas tanah, tepatnya didepan Cao Zhen Xin.


"Malaikat pencabut nyawa. " ucap sambil memberikan seringai buasnya Naga hijau kearah Si Dong.


Jari Naga hijau menunjuk tubuh Si Dong, Si Dong tiba tiba merasakan tubuhnya sangat berat seperti tertimpa puluhan gunung besar.


"Arghhh! Sihir apa ini...." ucap tak kuasa menahan beratnya tubuhnya sendiri.

__ADS_1


Fao Li yang terluka parah hanya bisa berlutut dan memandangi hal apa yang akan terjadi pada Si Dong. Walaupun ia sangat penasaran mengenai identitas pria paruh baya yang tiba tiba datang dan menyelamatkan mereka berdua, Fao Li kini hanya bisa diam. Berbeda dengan Cao Zhen Xin yang sepertinya pernah melihat pria tersebut.


"Sepertinya aku mengenalnya. " ucap Cao Zhen Xin dalam hati.


__ADS_2