Lahirnya Penguasa Yin Dan Yang.

Lahirnya Penguasa Yin Dan Yang.
Memasuki Dunia kecil milik Dewa Kekacauan.


__ADS_3

Daya kejut yang dihasilkan benturan kedua tinju membuat kesepuluh utusan biksu Wangyan terpental kebelakang sejauh sepuluh meter, bahkan ada beberapa diantaranya yang sampai menabrak dinding lorong tersebut.


Namun tidak bagi Cao Zhen Xin yang tak bergeming sedikitpun dari pijakannya. Juga ternyata kera yang memiliki ranah kultivasi Kaisar Dewa Tingkat lima juga tak bergeming sedikitpun dari pijakannya.


"Kuat sekali..." gumam Cao Zhen Xin mengagumi kera yang masih menatapnya dengan tajam.


Sang kera yang pada dasarnya adalah seekor hewan buas kini memukul mukul dadanya sendiri. Seolah olah ialah yang paling terkuat.


Swuuuuush! Dhuuuuaar! Cao Zhen Xin yang melihat kesempatan itu segera melepaskan tapak Ilahinya, sang kera yang terkena tapak ilahi Cao Zhen Xin kini terlihat terpental dan membentur dinding goa.


"Manusia Langit! Tidak kumaafkan kamu! " ucap murka kera tersebut kemudian melesat kearah Cao Zhen Xin sambil melepaskan tinjunya.


Dhuuuuaaar! Lagi dan lagi, Cao Zhen Xin yang masih memberikan tekanan tinju lima puluh persen dari seluruh kekuatan yang ia miliki kembali membuat daya kejut hingga menggetarkan dinding goa.


"Tempat ini sangat sempit.... Bagai...."


Swuuuush! Dhuuaaar! Cao Zhen Xin yang ingin menyatakan pendapatnya segera menghindari sebuah tinjuan yang dilancarkan oleh kera itu lagi.


"Heuhh! Tak sabaran ya baiklah..." ucap Cao Zhen Xin kemudian membuka genggaman tangannya.


Swuuuuush! Sebelah kiri terlihat percikan petir kecil yang menari nari, sedangkan telapak tangan kanannya muncul Api Ilahi.


"Sampai mana kamu akan mampu menerima seranganku kera jelek..." provokasi Cao Zhen Xin melesat dan mengayunkan tangan kanannya untuk meninju wajah kera tersebut.


"Arghh! Naaif bocah bodoh! " balas kera tersebut kemudian ikut melepaskan ayunan tinjunya.


Senyum kecil diperlihatkan Cao Zhen Xin ketika kera tersebut mencoba memblokir tinju yang telah ia baluti dengan Api Ilahi.


Dhuuuuaaar! Seketika tubuh kera tersebut meledak menjadi kabut darah disaat tangannya bertemu dengan tinju milik Cao Zhen Xin.

__ADS_1


"Tuan muda..." ucap kesepuluh utusan biksu Wangyan.


Cao Zhen Xin menggelengkan kepalanya dengan kecewa.


"Sebenarnya aku sangat tidak menyukai dengan sebutan tuan muda yang kalian maksud... Jadi mulai saat ini kalian hanya diperbolehkan memanggil namaku Zhen.." ucap dingin Cao Zhen Xin.


"Ba-baik tu-... Zhen." ucap mereka kompak.


Cao Zhen Xin mengangguk dan kemudian memungut mutiara kera tersebut.


"Simpanlah.." ucap Cao Zhen Xin memberikan mutiara tersebut.


Setelah itu, Cao Zhen Xin yang sangat penasaran mengenai dunia dibalik ujung lorong tersebut membuat rencana kecil. Tak mungkin jika ia mengetahui bahwa didepannya adalah jalan menuju kedunia lain yang mungkin saja berbahaya bagi mereka, karena itu ia memberikan rencana jika sesuatu terjadi.


"Baik Zhen." ucap Kesepuluh pria tersebut.


Cao Zhen Xin kemudian mengamati ujung lorong tersebut dengan seksama, hingga tiba tiba ia melihat ukiran yang tergambar seperti segel formasi.


"Bersiaplah.." ucap Cao Zhen Xin lagi membuat pola segel tangan yang sama dengan gambar yang ada.


Swuuuung! Benar saja setelah berhasil dibuat, sebuah portal dimensi yang menuju ketempat yang tidak mereka ketahui muncul. Tanpa ragu dan seperti apa yang telah ia rencanakan, Cao Zhen Xin segera memasuki portal dimensi tersebut diikuti oleh kesepuluh utusan biksu Wangyan.


Swuuuush! Tubuh mereka lenyap tertelan kehampaan dan muncul diatas langit. Namun mata mereka terbelalak setelah melihat ribuan hewan iblis yang sedang melakukan kegiatan mereka masing.


Kyaaaaat! Kyaaaaat! Pekikan keras dari seekor Hewan Iblis berbentuk elang hitam menggema didunia kecil tersebut. Hal tersebut membuat para Hewan Iblis lainnya segera menatap keatas langit.


Sedangkan rombongan Cao Zhen Xin yang telah menyiapkan rencana mereka segera membuat serangan pengalihan dengan menggunakan serangan energi Qi mereka.


Swuuuush! Swuuush! Dhuuaar! Dhuuaar! Ledakan terus menggema, meskipun mereka menyerang, mereka hanya melesetkan serangan mereka saja dan tidak berniat melukai Hewan Iblis tersebut.

__ADS_1


"Sekarang! " teriak Cao Zhen Xin kemudian melesat kearah barat dunia kecil tersebht diikuti oleh kesepuluh utusan biksu Wangyan dengan cepat.


Hewan Iblis yang merasa terancam mereka kemudian mengejar rombongan Cao Zhen Xin, namun Cao Zhen Xin yang telah bersiap melancarkan serangannya untuk menahan semua Hewan Iblis yang ada dibawah, kemudian membuat segel perisai yang sangat tinggi menjulang keatas langit hingga hanya para Hewan Iblis yang terbang yang bisa mengejarnya..


"Kalian hancurkan perisai itu! Laporkan pada Dewa Kekacauan rombongan manusia Langit menyusup ke Dunia kita! " ucap Hewan Iblis yang tak lain Elang hitam.


Dhuuuaar! Dhuuaaar! Serangan para hewan iblis yang ada di darat mencoba menghancurkan perisai yang menghalangi mereka, ada beberapa diantara mereka yang pergi mengabari seorang yang dianggap sebagai Dewa Kekacauan.


"Jika tidak ada tempat bersembunyi maka hanya ada satu cara bertempur membunuh mereka semua atau aku dan utusan Senior Wangyan yang akan tewas." ucap dalam hati Cao Zhen Xin kemudian melesat kearah Elang Hitam melancarkan serangan telapak Ilahinya.


Dhuuaaaar! Sayangnya serangan tapak ilahi tersebut sangat mudah dihindari oleh Elang Hitam yang kini bersiap mencabik Cao Zhen Xin menggunakan kukunya yang tajam.


Swuuuush! Swuuuush! Cao Zhen Xin yang tak menyangka kecepatan Elang Hitam yang berada diranah Kaisar Dewa empat ternyata sangatlah cepat. Sehingga ia harus mengerahkan seluruh kecepatannya untuk menghindari serangan Elang Hitam tersebut.


Roooooaarrrh! Disaat menghindari serangan mereka, Cao Zhen Xin tiba tiba dikejutkan oleh Auman Naga yang mampu menghancurkan perisai yang menghalangi hewan iblis didarat, sehingga fokusnya terbagi dan membuat tubuhnya terkena kepakan sayap Elang Hitam.


Dhuuaaar! Cao Zhen Xin terpental, meski ia tak terluka, jelas ia harus lebih berhati hati lagi.


"Zhen! " ucap kesepuluh lainnya menghampiri Cao Zhen Xin.


"Sepertinya kita akan melawan mereka semua..." ucap Cao Zhen Xin menghela napas.


"Zhen ta-tapi..." ucap salah satu pria yang terlihat ragu.


"Senior hanya ada satu cara.... Kalian harus menahan mereka sedangkan aku akan mencari sosok yang dinamakan Dewa Kekacauan itu." ucap Cao Zhen Xin kembali menjelaskan.


Mereka bersepuluh akhirnya menyetujui rencana Cao Zhen Xin. Namun tiba tiba sebuah aura yang sangat mengerikan tiba tiba menyelimuti tubuh mereka semua.


"Hahahaha siapa yang berani mencariku? " ucap seorang Pria paruh baya datang bersama sepuluh naga berwarna hitam yang mengedarkan ranah kultivasi mereka ditingkat Dewa Agung tingkat tiga.

__ADS_1


Cao Zhen Xin terdiam dan menatap tajam pria berbaju hitam yang dibelakangnya diikuti oleh sepuluh naga hitam. Melihat raut wajahnya yang sepertinya ingin membunuh Cao Zhen Xin dan rombongannya, membuat Cao Zhen Xin mengurungkan niatnya untuk berdamai.


"Senior... Ingatlah untuk bertahan, jika bisa kalian berlarilah sejauh mungkin. " ucap telepati kearah sepuluh utusan biksu Wangyan.


__ADS_2