Lahirnya Penguasa Yin Dan Yang.

Lahirnya Penguasa Yin Dan Yang.
Cao Zhen Xin VS Xie Lu.


__ADS_3

"Apaa!" ucap mereka semua terkejut, hanya setengah detik Cao Zhen Xin sampai didepan Xie Lu.


"Kau... Bagaimana bisa! " ucap Xie Lu terkejut setengah mati.


Begitu juga dengan keenam saudara Xie lainnya. Wajah mereka benar benar tak bisa menerima kenyataan tersebut.


"Kau pasti bermain curang kan! " ucap Xie Lu tak terima.


"Bermain curang? Bukankah para iblis yang menyukai permainan tersebut. " ucap lirih Cao Zhen Xin namun ucapan tersebut bagaikan pukulan telak bagi ketujuh saudara Xie.


"Hahaha maksudku bukankah iblis yang menyukai permainan curang, pemuda setampan diriku mana mungkin menjadi sosok Iblis itu." ucap Cao Zhen Xin memberi penekanan kalimat terakhir.


"Sekarang kau berlututlah dihadapan ku sebanyak seratus kali... setelah itu potong lenganmu sendiri." ucap Cao Zhen Xin.


Setelah itu pandangannya terhadap kearah ribuan peserta yang bernafas lega, karena Cao Zhen Xin berhasil menepati omongannya.


"Ti-tidak mungkin, tidak! Bahkan aku saja membutuhkan waktu lima detik untuk sampai di tangga ini.." ucap Xie Lu tak percaya.


"Bukti sudah ada didepan matamu, kenapa? Apakah kamu ingin mengingkari janjimu..." ucap dingin Cao Zhen Xin.


Keenam saudara Xie lainnya hanya diam, namun hati mereka merasa sangat senang melihat Xie Lu dipermalukan.


Xie Lu yang merasa kesal mengeluarkan ranah Kultivasinya ditingkat Kaisar Dewa tiga. Sontak aura mendadak menjadi mencekam, aura gelap terus keluar dari tubuhnya. Melihat emosi Xie Lu akan meledak, Xie Zhi mencoba menambah memperkeruh suasana.


"Sepertinya kamu sudah tidak memiliki harga diri." ejek Xie Zhi.


"Diam! " ucap Xie Lu memejamkan matanya.


"Hari ini kamu akan aku lepaskan. Namun..." ucap Xie Lu terpotong oleh Cao Zhen Xin.


"Apakah secepat ini memutuskan? Mana janjimu itu. " ucap Cao Zhen Xin tenang.


"Apa! Apakah pemuda itu ingin melawan panita penyeleksian? "


"Walaupun ia dapat lulus dan membawa kita ketahap kedua, tapi bukankah cari mati jika ia melawan panitia penyeleksi. "


Ucapan para peserta mulai terdengar. Meskipun banyak diantara mereka yang sudah tak sadarkan diri, namun mereka yang masih bisa bertahan menyayangkan perilaku Cao Zhen Xin yang berlebihan.


"Kau tak tahu diri..." ucap dingin Xie Lu sengit.

__ADS_1


"Aku? Hahaha aku sudah membuktikannya bahwa aku bisa menyelesaikan tahap awal, tapi mana janjimu? Apakah ini cara kalian menjadi seorang Iblis yang licik. " ucap Cao Zhen Xin.


"Ba-bagaimana ia tahu kita adalah iblis. " ucap telepati Xie Zhi pada keenam saudaranya.


"Tenanglah, anggap saja kita tidak tau apa apa, mungkin ia tahu Xie Lu iblis karena mengenal aura iblis yang keluar dari tubuhnya. " ucap Xie Vu menenangkan.


Xie Lu yang terus mencoba mengontrol emosinya akhirnya lepas kendali. Tubuhnya sepenuhnya mengeluarkan aura hitam yang terasa mengerikan. Bahkan matanya tiba tiba memerah, sontak keenam saudara Xie langsung segera menjauh dan menyayangkan perilaku Xie Lu yang dengan jelas memperlihatkan identitas mereka.


"Akhirnya kamu membuka identitasmu yang sebenarnya. " ucap dingin Cao Zhen Xin menghilang lalu muncul diatas langit menatap santai Xie Lu.


Para peserta, bahkan keenam saudara Xie lainnya ternganga melihat seorang ranah surga lima mampu melayang diatas langit tanpa kesusahan.


"Tidak mungkin, dia pasti menekan ranah Kultivasinya. " ucap Xie Zhi.


"Benar lihatlah ia terbang tanpa goyah dan kekusahan sedikitpun. " jawab Xie Vu.


Swuuuush! Xie Lu melesat kehadapan Cao Zhen Xin. Tatapan mata merahnya menatap tajam wajah Cao Zhen Xin yang tenang.


"Tunjukan ranah kultivasimu yang sebenarnya. " ucap dingin Xie Lu.


Swuuuuush! Ranah Kultivasinya tiba tiba naik hingga tingkat Dewa Agung tingkat lima. Sontak keenam saudara Xie terkejut setengah mati.


"Jangan... Aku rasa ini cara terbaik untuk menyingkirkannya. " ucap Xie Vu.


Mereka berenam sepakat membiarkan keduanya bertempur. Swuuuuush! Mereka mengibaskan tangannya menutupi tubuh para peserta menggunakan Qi mereka agar tidak terkena dampak pertempuran keduanya. Cao Zhen Xin yang melihat hal tersebut hanya menggelengkan kepalanya.


"Keenam saudaramu sepertinya menginginkan kematianmu, dan aku sudah tau semua rencananya. " ucap Cao Zhen Xin.


"Brisik! " ucap Xie Lu melancarkan tinjunya kearah Cao Zhen Xin.


Dhuaaaaar! Tak tinggal diam, Cao Zhen Xin juga melancarkan serangan tinjunya. Sontak dua benturan tinju yang dialiri Qi mereka menimbulkan daya kejut yang luar biasa.


"Ba-bagaimna bisa. " ucap Xie Lu yang termundur lima langkah.


"Mau bertarung atau mau bicara? " ucap Cao Zhen Xin tiba tiba muncul dibelakangnya dan melancarkan tinjunya.


Dhuaaaaar! Xie Lu terpental kedepan sejauh dua puluh meter, setelah menyeimbangkan tubuhnya Xie Lu segera bersiap menyerang Cao Zhen Xin.


Swuuuuush! Keduanya melesat berlawanan arah. Dhuaaaar! Dhuaaar! Serangan tinju dan daya kejut terus terjadi dipertukarkan serangan tangan kosong mereka diatas langit.

__ADS_1


"Pemuda yang mengerikan, bahkan ia benar benar mampu mengimbangi Xie Lu. " ucap Xie Vu.


Sedangkan Xie Ling yang sejak awal hanya diam, dan sudah memperkirakan bahwa Cao Zhen Xin bukanlah pemuda sembarangan memikirkan sebuah rencana menggunakan Cao Zhen Xin untuk membunuh kelima saudara lainnya.


Dhuaaaar! Dhuaaaar! Cao Zhen Xin terus memblokir tinju Xie Lu menggunakan telapak tangannya. Merasa serangannya tidak sama sekali melukai Cao Zhen Xin, Xie Lu merubah gerakannya menjadi sangat lihai.


"Huh! Seribu Telapak Ilahi! " teriak Cao Zhen Xin.


Swwuuush! Gerakannya bertambah cepat mengincar kearah tubuh dan titik vital yang dimiliki Xie Lu. Serangan yang sangat cepat akhirnya meembuat Xie Lu terkena hantaman dibagian perut dan dadanya.


Buuugh! Paaaaack! Dhuaaaar! Xie Lu terpental sejauh dua puluh meter, darah hitam keluar dari bibirnya.


"Di-dia Zhen yang kita temui saat itu bukan... " ucap Dao Yu terus tak percaya apa yang ia lihat.


Bahkan ketiga rekannya hanya bisa mengangguk angguk saja. Wajah mereka juga sama tak percaya apa yang mereka lihat.


Swuuuuush! Cao Zhen Xin kembali melesat sambil mengerahkan tinjunya.


Dhuaaaar! Xie Lu kembali terpental sejauh dua puluh meter, dengan cepat ia menyeimbangkan tubuhnya. Melihat Cao Zhen Xin tak memberikannya ruang bebas kembali, ia segera mengeluarkan selendang pusakanya.


"Selendang hitam! Lilitan Nirwana! " teriak Xie Lu.


Swuuuush! Muncul satu buah selendang yang tiba tiba bergerak menghambat lesatan Cao Zhen Xin.


Dhuaaaaar! Cao Zhen Xin yang mencoba menghalau salah satu selendang yang mengarah ketubuhnya tiba tiba ia terpental sejauh dua puluh meter kebelakang.


"Kuat sekali senjatanya. " ucap Cao Zhen Xin.


Xie Lu merasa lega melihat serangannya kini berhasil melukai Cao Zhen Xin. Rasa kepercayaan dirinya tiba tiba muncul.


"Apakah hanya itu yang kamu miliki? " tanya Xie Lu.


"Hahaha baru sekali melukai sudah merasa diatas langit? " balas sengit Cao Zhen Xin.


Swuuuuuung! Pedang emas muncul digenggamnya. Pedang emas yang sangat indah tersebut membuat Xie Lu merasa waspada.


"Biar aku tunjukan pedang emasku padamu.." ucap Cao Zhen Xin.


#

__ADS_1


Its me mana


__ADS_2