
Cao Zhen Xin akhirnya belajar mengenai alam semesta, fungsi dan tentunya banyak yang belum ia ketahui entah dari perjalanannya selama ini ataupun dari cerita ayah serta kakeknya.
Rembesan aura yang sangat agung selalu keluar dari tubuhnya, bahkan hampir setara dengan tiga Buddha utama, namun yang membedakan hanya ranah Kultivasinya saja. Kini kepribadian Cao Zhen Xin menjadi lebih baik.
"Kamu dapat membunuh mereka yang telah kamu beri kesempatan untuk bertobat, namun mereka mengingkari janji tersebut. " ucap pelajaran terakhir.
"Terimakasih pelajaran ini tiga Buddha. " ucap Cao Zhen Xin penuh hormat.
Tak terasa selama satu bulan ia berada ditempat yang entah dimana ia ketahui keberadaannya, ia telah terkurung di Lonceng suci selama satu bulan lebih, tak hanya itu saja perubahan di Benua Tinggi terus terjadi, kejahatan dan kekejaman merajalela bahkan ketakutan serta kekhawatiran dirasakan oleh Kultivator aliran putih.
"Zhener, sekarang saatnya kamu mengetahui fungsi pertama kalung yang menempel ditubuhmu itu. " ucap Dewi Kwan In.
Swuuuung! Tubuh Cao Zhen Xin bergetar, aura kehidupan yang sangat kental langsung menyebar dan terserap ditubuhnya.
"Ingatlah, kekuatan ini hanya bertahan didunia yang akan kamu pijaki nanti, setelah kamu menyelesaikan misimu, maka kekuatanmu akan kembali seperti awal lagi dimana tingkat akhir yang kamu pijaki. " ucap Hao Xiang membuat portal dimensi.
Cao Zhen Xin mengangguk, kemudian ia memasuki portal tersebut . Swuuuush! Tubuhnya lenyap terserap kedalam portal dimensi, selang beberapa detik.
"Ini.." Cao Zhen Xin merasakan tebalnya aura langit serta bumi dialam tersebut.
"Aura langit serta bumi ini bahkan sama dengan alam Dewa. " ucap kagum Cao Zhen Xin.
Tiba tiba ia tersadar bahwa ranah Kultivasinya berada di puncak Kaisar Dewa Puncak lima. Ia memandangi tubuhnya yang sangat ringan bagaikan kapas.
Swuuuuush! Baaaaamsss! Cao Zhen Xin yang sedang terkagum kagum tiba tiba terkejut dengan munculnya satu serangan sangat cepat kearahnya. Sontak ia yang tak siap menghindari serangan tersebut terpental sejauh lima puluh meter.
Swuuuush! setelah menyeimbangkan tubuhnya, ia menatap kearah sumber serangan tersebut.
"Keluarlah! " ucap Cao Zhen Xin mengedarkan kekuatan jiwanya.
Swuuuush! Sosok pemuda tampan muncul setelah Cao Zhen Xin mengedarkan kekuatan jiwanya.
"Kenapa kamu menyerangku. " ucap Cao Zhen Xin mencoba mengukur ranah kultivasi pemuda tersebut.
Deeeegh! Jantungnya berdebar kencang setelah melihat ranah kultivasi pemuda tersebut.
__ADS_1
"Ma-maafkan aku tuan muda, a-aku sungguh tak sengaja. " ucap pemuda tersebut.
Cao Zhen Xin yang tak ingin membuat masalah lebih parah mencoba menenangkan emosinya, pelajaran yang diberikan oleh tiga Buddha utama sungguh membuatnya membuka mata dan hatinya.
"Tu-tuan aku tadi sedang berlatih, namun aku tak merasakan keberadaan anda, jadi saya melepaskan jurusku keatas langit, namun.." ucapnya terhenti sambil memberikan wajah bersalah pada Cao Zhen Xin.
"Baiklah aku akan memafkaanmu, namun apakah kamu sadar apa yang kamu lakukan itu sangat berbahaya bagi orang lain." tanya Cao Zhen Xin.
"A-aku sungguh sangat sadar aku telah melakukan kesalahan, ta-tapi aku ingin memberikan kompensasi atas kesalahan yang aku lakukan. " ucap pemuda tersebut kemudian memberikan cincin ruang pada Cao Zhen Xin.
"Tidak usah tuan, aku juga sudah memafkaanmu." ucap Cao Zhen Xin sambil tersenyum.
"Ta-tapi aturan Benua ini..." ucap pemuda tersebut salah tingkah.
Sontak kedua alis Cao Zhen Xin menyatu mendengar hal tersebut.
"Aturan Benua?" tanya Cao Zhen Xin heran.
Giliran pemuda tersebutlah yang heran melihat wajah Cao Zhen Xin yang seakan akan tak mengerti aturan Benua Bebas tersebut.
"Benar, aku kemari hanya sedang menjalankan tugas saja. " balas Cao Zhen Xin ramah.
"Ooh baiklah baiklah, tuan muda sudah lama sekali aku tidak kedatangan tamu, apakah tuan muda mau menemaniku meminum arak? " tanya Di Jie.
Cao Zhen Xin mengangguk, ia sendiri heran kenapa ia dapat melihat isi hati seseorang, bahkan niat seseorang tersebut. Terlihat niat baik pemuda tersebut, ia kemudian mengikutinya Swuuuuush! Keduanya melesat kearah salah satu rumah kayu didekat hutan tersebut.
"Tuan muda silahkan..." ucap Di Jie.
"Baik terimakasih. " ucap Cao Zhen Xin memasuki rumah kayu kecil tersebut.
Mereka berdua kemudian bersulang arak dengan rasa penuh bahagia, padahal keduanya hanya bertemu beberapa detik saja, namun anehnya mereka seperti telah mengenal lama satu sama lain.
"Jika boleh tau, anda berasal dari mana tuan muda? " tanya Di Jie disela sela menyesap araknya.
"Aku bukan berasal dari benua ini. " jawab Cao Zhen Xin sambil menyesap minumannya.
__ADS_1
Di Jie yang memiliki sifat ramah hanya mengangguk, ia sendiri tak ingin mengetahui tujuan pemuda dihadapannya ,karena tak mungkin ia menanyakannya jika pemuda tersebut tak ingin memberi tahunya .
"Ahh bisakah kau tidak menyebutku tuan muda? Bagaimana jika saudara? " tanya Cao Zhen Xin.
"Saudara... Hemm sepertinya bagus." ucap Di Jie menyetujuinya.
"Kenalkan aku Zhen." ucap Cao Zhen Xin mengangkat gelasnya.
"Hahaha aku suka, aku Di Jie. " ucap Di Jie yang memang membutuhkan seorang teman kemudian ia ikut mengangkat gelasnya.
Setelah berkenalan, keduanya melanjutkan minum arak mereka. Hingga tiba tiba Cao Zhen Xin merasa aneh, karena waktu sepertinya tidak pernah berubah.
"Maaf Jie, sepertinya waktu di Benua ini tidak berganti? " tanya Cao Zhen Xin menatap luar rumah yang terus terang benderang karena sinar matahari.
"Hahaha aku lupa memberi tahu padamu bahwa Benua ini sebenarnya Benua terkutuk. " ucap Di Jie.
"Hah? " tanya Cao Zhen Xin.
"Iya benar, ini Benua terkutuk karena benua ini sendiri pernah mengalami bencana yang sangat mengerikan." ucap Di Jie.
Sontak Cao Zhen Xin sangat penasaran pada cerita yang akan diceritakan oleh Di Jie.
"Ji apa kamu mau menceritakannya? " tanya Cao Zhen Xin tak sabar.
"Hahaha tentu untuk teman baruku ini, apalagi kamu ada tugas yang pastinya harus kamu selesaikan. " ucap Di Jie.
"Ribuan tahun lalu Benua ini sangatlah kacau, karena kehidupan disini berdampingan dengan ras Iblis, kami saling memperebutkan wilayah kami masing masing, hingga ada saatnya seorang pemuda yang datang dari benua lain hadir dan merubah kekacauan tersebut menjadi kedamaian hingga saat ini."
"Sosok pemuda yang bernama Yang Jiang yang berasal dari Benua luar membantu kami memberantas ras Iblis hingga ras Iblis tersebut benar benar tak tersisa. Singkat cerita Yang Jiang tiba tiba berubah total, dan ternyata ia memiliki rahasia dibalik semua kedamaian ini."
"Semua yang dilakukan Yang Jiang hanyalah akal busuknya saja, ternyata selama pembantaian para iblis, ia menyerap seluruh aura dan ranah kultivasi para iblis secara diam diam, hingga kekuatannya menjadi tiada tanding dan mulai membantai kaum kami."
##
Wooy maap yaaaa kemaren ga update, ini alurnya tak buat mlenceng gapapa ya, tapi akhir cerita bakalan gitu dah :(.
__ADS_1