
"Tapi aku mengucapkan rasa terimakasihku kembali tidak salah bukan? " tanya Cao Zhen Xin mencoba mengakrabkan diri.
"Hahaha tentu.." jawab Wangzy menatap langit malam yang indah.
"Aku Zhen siapa namamu? " tanya Cao Zhen Xin.
"Wangzy..." ucap Wangzy tersenyum hangat.
"Ahh aku lupa tidak menyediakan arak, aku sedikit memiliki arak jadi minumlah." ucap Wangzy mengeluarkan guci arak.
Cao Zhen Xin mengangguk, kemudian ia menuangkan arak kedalam gelas yang disiapkan oleh Wangzy.
"Bagaimana perjalananmu kali ini? " tanya Wangzy.
"Emmm lumayan menyenangkan. " ucap Cao Zhen Xin.
"Tu-tunggu... bukankah wajah kita sangat mirip. " tanya Wangzy menyelidik.
"Benar apa ucapanmu itu, tapi tidak mungkin jika kita itu saudara kembar...." ucap Cao Zhen Xin terpikir akan sesuatu.
"Jangan jangan..." ucap lagi Cao Zhen Xin dalam hati.
"Hahaha aku mana mungkin punya kembaran sepertimu yang baik ini.. "
"Tapi jika mengangkat menjadi saudara angkat aku tidak merasa keberatan..." ucap Wangzy lagi.
Cao Zhen Xin langsung menuangkan arak kedalam gelasnya hingga penuh.
"Baiklah aku Cao Zhen Xin bersedia menerima tawaranmu! Karena itu aku bersumpah atas nama langit akan berada di sisimu suka maupun duka sekaligus menjadikanku kakak angkatku! " teriak Cao Zhen Xin.
Entah mengapa mengatakan nama aslinya membuat Wangzy tubuhnya sedikit gemetar. Namun dengan cepat ia segera menyembunyikannya.
"Aku Wangzy bersumpah atas nama langit, aku akan selalu berada disampingmu disaat suka maupun duka dan aku juga akan mengangkatmu menjadi adik angkat laki lakiku." ucap Wangzy kemudian meminum arak yang ada digelasnya dibarengi oleh Cao Zhen Xin.
Dhuaaaaar! Tiba tiba setelah sumpah mereka ucapkan, langit berubah menjadi gelap dan petir menggelegar sangat keras.
"Ooh tidak hujan akan turun." ucap Cao Zhen Xin.
__ADS_1
"Menurutku tidak.." jawab Cao Xie atau Wangzy yang telah menyimpulkan sesuatu hal.
"Apakah ini petir tanda sumpahku yang telah aku langgar. " ucap dalam hati Cao Xie.
Cao Zhen Xin menaikan alisnya melihat wajah Wangzy yang gelisah.
"Zhen.. sepertinya aku harus benar benar pergi, saat ini tunanganku King Xia memintaku untuk menemuinya diistana kota ini. Jadi maafkan aku yang tidak bisa menemanimu malam ini lebih lama lagi." ucap Wangzy yang sebenarnya pura pura saja.
"Hahaha baiklah baiklah. " jawab Cao Zhen Xin kemudian menatap wajah Wangzy dengan lembut.
Ia sudah tahu dihadapannya adalah kakaknya, namun ia tidak memiliki bukti yang kuat untuk membuktikannya, namun ia akan tetap berusaha meyakinkan kakaknya dilain waktu nanti.
Swuuuush! Cao Zhen Xin menghilang muncul diatas langit kota King.
"Bing Long keluar! " ucap Cao Zhen Xin.
Swuuuush! Asap putih keluar dari tubuh Cao Zhen Xin, lama kelamaan asap tersebut membentuk naga putih yang memiliki panjang lima puluh meter. Setelah menaiki naga tersebut, Cao Zhen Xin menatap Wangzy dari atas langit sambil melambaikan tangannya.
Swuuuush! Bing Long melesat kembali kearah selatan. Wangzy hanya diam menatap kepergian Cao Zhen Xin.
Cao Zhen Xin dan Bing Long yang telah melanjutkan perjalanannya tiba tiba menghentikan terbangnya.
"Bing Long terimakasih..." ucap Cao Zhen Xin mengelus kepala Bing Long dengan lembut.
Seandainya Bing Long dapat berbicara seperti Hewan Suci pada umumnya mungkin Bing Long akan mengatakan padanya.
"Aku terlahir karenamu, karena itu aku juga memiliki kekuatan batin yang kuat terhubung dengan Wangzy. Namun karena pikiran serta hatimu yang sedang kacau membuatnya kamu tak menyadari orang yang kamu cari ada disekitarmu." batin Bing Long kemudian melanjutkan perjalanannya.
Swuuuuush! Bing Long dan Cao Zhen Xin berkelebat melewati kota, kerajaan dengan sangat cepat. Tak terasa mentari pagi menyentuh kulit Bing Long dan Cao Zhen Xin.
"Bing Long carilah kota untuk tempatku beristirahat, karena aku ingin mencari banyak informasi. " ucap Cao Zhen Xin.
Bing Long mengangguk, setelah itu ia melesat terus kearah selatan hingga tiba didepan gerbang kota Xiang sejauh satu kilometer Bing Long mwnghentikan terbangnya.
Swuuuush! Bing Long berubah menjadi asap putih dan kembali memasuki tubuh Cao Zhen Xin. Cao Zhen Xin kemudian mendarat didepan gerbang sejauh satu kilometer dengan tenang. Ia berjalan terus hingga tepat didepan gerbang.
"Tuan muda! Mohon identitasnya. " ucap penjaga gerbang.
__ADS_1
Cao Zhen Xin mengangguk, setelah itu ia mengeluarkan plat keluarga cabang She pemberian She Luan.
"Baik silahkan masuk. " ucap penjaga gerbang.
Cao Zhen Xin kemudian memasukan plat keluarga cabang She kedalam Cincin ruangnya. Setelah memasuki kota Xiang, Cao Zhen Xin mencari kedai resto yang berada dikota tersebut.
Sesampainya setelah memesan dan mencari tempat duduk. Cao Zhen Xin menajamkan pendengarannya.
"Saudara apakah kamu sudah dengar, ketua Ding Yin kini mencari murid secara besar besaran, entah jenius ataupun murid tanpa bakat, asalkan mereka memiliki sifat kejam maupun suka membunuh, maka mereka dapat mengikuti sekte Naga Hitam. " ucap salah satu pria.
"Hahaha apakah kau tertarik? " tanya rekannya.
"Tentu karena jika kita berhasil memasuki sektenya, kita akan dimanjakan sumber daya oleh pihak sekte yang katanya dapat membuat kita menjadi Kultivator yang kuat. " balas pria tersebut.
Cao Zhen Xin terus mendengarkannya, hingga pesanan telah tiba. Ia terlihat sangat asik makan padahal ia sendiri hanya berpura pura saja.
"Menarik. " ucap Cao Zhen Xin lirih berniat mengikuti pemilihan murid yang diadakan oleh Ding Yin. Setelah memakan semua pesanannya, Cao Zhen Xin mendekati gerombolan tersebut.
"Senior apa benar kabar ketua Ding Yin membuka perekrutan murid secara besar besaran? " tanya Cao Zhen Xin berpura pura.
"Apakah kau jngin mengikutinya? Jika iya maka kita sama dong. " jawab salah satu diantara lainnya.
"Hahaha duduklah bersama kami, setelah ini kita akan menuju kota Xong bersama. Karena kota itu salah satu kota yang termasuk kota perlindungan sekte Naga Hitam. " ucap salah satunya.
Cao Zhen Xin mengangguk, ia terus mendengarkan cerita mereka dengan tenang. Sesekali ia memikirkan rencana matangnya untuk memancing keluar ketua Ding Yin. Setelah semuanya selesai mereka membayar tagihan pesanan sesuai pesanan mereka.
"Mari Zhen kita menuju kota Xong! " ucap penuh semangat Dao Yu.
Mereka berlima akhirnya menuju keselatan menuju kota Dao Yu, mereka terus menggunakan ilmu meringankan tubuh mereka hingga tak sadar mereka membawa seorang yang nantinya akan membuat kekacauan disekete Naga Hitam milik Ding Yin. Disela sela perjalananya sekelompok pemuda menghampiri mereka.
"Hahahq sekumpulan sampah yang ingin memasuki sekte Naga Hitam? Ciiih memalukan! " ucap pemimpin kelompok tersebut menghina rombongan Cao Zhen Xin.
Dao Yu dan Cao Zhen Xin serta ketiga temannya menghentikan ilmu meringankan tubuh mereka.
"Apa katamu! " ucap sengit Dao Yu.
"Sampah! " ucap mereka yang juga menghentikan lesatan mereka.
__ADS_1