Lahirnya Penguasa Yin Dan Yang.

Lahirnya Penguasa Yin Dan Yang.
Keputusan bertempur.


__ADS_3

Disisi lain Ding Yin.


"Akhirnya! Akhirnya..... Kekuatanku akan kembali lagi hahahaha. " teriak Ding Yin disuatu tempat.


"Yang Mulia aku pasti akan mencari tubuh karma itu dan membangkitkanmu kembali." ucap dingin Ding Yin.


*


Diarea panggung kini Cao Zhen Xin berhadapan dengan seorang pemuda yang memiliki ranah kultivasi terendah.


"Tu-tuan muda aku menyerah..." ucap pemuda tersebut ingin meledakan tubuhnya.


Segel tangan ia peragakan hingga akan sampai digerakan terakhir. Cao Zhen Xin hanya diam didepannya sambil memejamkan matanya.


Dhuaaaaar! Ledakan yang cukup membuat Cao Zhen Xin terpental terjadi. Setelah menyeimbangkan tubuhnya, Cao Zhen Xin menatap sisa daging yang berserakan dengan tatapan dingin. Pandangannya kini perlahan menatap keenam saudara Xie.


"Pertempuran sudah usai, kini apalagi yang harus kami lakukan. " ucap Cao Zhen Xin dingin.


"Hahaha anak muda, baiklah karena ini sudah berakhir. " ucap Xie Vu.


"Sekarang kalian murid sekte Naga Hitam, peraturan yang ditetapkan di sekte ini adalah siapa yang kuat dia yang berkuasa. Silahkan kalian memasuki gerbang dimensi yang menuju ketempat sekte Naga Hitam. " ucap Xie Vu lagi kemudian mereka berenam membuat segel teleportasi.


Swuuuung! Segel berhasil dibuat dan tentunya para peserta yang berhasil lolos bergantian memasuki portal dimensi. Cao Zhen Xin masih berada diatas panggung menatap keenam saudara Xie dengan tatapan benci, marah dan tentunya ia sudah gelap sebelah mata. Setelah semuanya memasuki portal dimensi, Cao Zhen Xin tersadar akan kekuatan barunya.


Swuuuuuuush! Tiba tiba muncul enam elemen dipunggung Cao Zhen Xin. Aura yang sangat agung merembes dari tubuhnya, dibarengi hilangnya portal dimensi yang menuju kesekte Naga Hitam.


"Jika aku hanya diam, maka tentunya aku gagal menjadi seorang anak dari Dewa Naga. Aku Cao Zhen Xin akan bertempur hidup dan mati bersama kalian. " ucap Cao Zhen Xin memejamkan matanya.


Perlahan tapi pasti matanya kembali terbuka, namun bola matanya terlihat sangat mengerikan, enam elemen berwarna berbeda mengitari bola mata hitamnya.


"Hahahaha kau ingin melawan kami berenam? Kenapa tidak sejak tadi? " ejek Xie Wei.


"Aku hanya mengikuti alur yang kalian buat, mungkin kalian mengira aku tidak mampu mengalahkan kalian bertujuh sekalian bukan? Tapi sayangnya aku malah berpikir sebaliknya, kalian hanya enam kucing yang sedang bermain dengan harimau buas sepertiku. Aku membiarkan rencana ini agar berhasil agar pertempuran kita tidak menyelakai mereka yang bahkan tak mampu menahan serangan nafasku ini. " ucap Cao Zhen Xin.


"Mungkin sejak awal jika aku meminta kalian bertujuh melawanku kalian dapat menggunakan cara sandra untuk mengalahkanku, namun sekarang mereka telah pergi dan saatnya membalas kematian mereka yang telah diperbuat olehmu. Bersiaplah menerima ajal kalian! " ucap lagi Cao Zhen Xin.


Swuuuush! Kakinya ia hentakan dan melesat keatas langit.


"Naif! Ia sudah menginginkan kematiannya apa kita hanya diam dan diejek olehnya!" ucap Xie Vu ikut melesat.


Kelima saudara Xie lainnya saling berpandangan. Setelah itu kelimanya ikut mengikuti Xie Vu karena ia tahu Cao Zhen Xin saja mampu mengalahkan Xie Lu dengan mudah.


Dhuuuaaaar! Xie Vu yang lebih dulu sampai didepan Cao Zhen Xin langsung melancarkan tinjunya. Namun Cao Zhen Xin tak tinggal diam, ia membalas tinju Xie Vu hingga Xie Vu terpental sejauh dua puluh meter kebelakang. Darah hitam dari bibirnya pun menetes.

__ADS_1


"Kuat sekali.." ucap Xie Vu terkejut.


"Saudara hati hati. " ucap Xie Vu memperingati lainnya.


"Baik!" jawab kelimanya kompak dan langsung mengepung Cao Zhen Xin.


Swuuuuush! Cao Zhen Xin yang telah mengeluarkan seluruh kekuatannya kini melesat kearah Xie Ling. Namun tanpa diduga Xie Ling dapat menghindari serangan tinju cepatnya.


"Naif! " ucap Xie Ling kemudian mengeluarkan selendangnya dan melelilit lengan Cao Zhen Xin.


"Selendang ini lembut, namun dapat menjadi tajam jika pemiliknya menginginkannya. " ucap Cao Zhen Xin dalam hati langsung melepas lilitan selendang dilengannya.


"Arrrgghh! Jangan hanya diam! Cepat bantu aku! " ucap Xie Ling marah.


"Baik! " kelima saudaranya mulai mengeluarkan selendang hitam mereka dan melilit tubuh Cao Zhen Xin.


Cao Zhen Xin yang merasa kewalahan kemudian mengeluarkan pedang emasnya kembali.


Swuuuuuung! Pedang emas bergetar saat ada digenggamnya, setelah itu Cao Zhen Xin mencoba mengayunkannya kearah selendang yang melilit tubuhnya. Namun tiba tiba tangannya tidak bisa bergerak karena kembali tertahan oleh selendang hitam milik Xie Ling.


Swuuuuuung! Pedang emas bergetar dan kemudian melayang dengan sendirinya, setelah itu pedang tersebut bergerak kearah pemilik selendang, yang menyebabkan Cao Zhen Xin dapat bergerak dan melepas satu persatu selendang yang melilitnya.


"Aaarrghhh! Formasi Enam Selendang Kematian! " teriak Xie Ling yang merasa kesusahan melawan pedang emas yang terus bergerak menyerang kearah tubuhnya.


Kelima saudara Xie kemudian mengangguk dan mulai melepaskan jeratan selendang ditubuh Cao Zhen Xin serta langsung membantu Xie Ling menghalau pedang emas. Cao Zhen Xin yang telah terbebas kemudian membuat segel tangan.


Enam segel yang dibuat berbeda dengan cepat ia lakukan, setelah itu keenam segel melesat keatas langit dan membesar, lalu kembali melesat kearah keenam saudara Xie. Swuuuung! Setelah itu ia segera memanggil kembali pedang emasnya.


"Aarghhh! Gunakan Selendang Kematian untuk melepas segel terkutuk ini! " teriak Xie Vu memimpin.


Swuuuuush! Mereka menggunakan jurus yang sama, setelah itu mereka berenam melilitkan tubuh mereka keselendang masing masing. Tiba tiba selendang tersebut menjadi sangat banyak dan mencoba menghancurkan pengurung yang mengurung tubuh mereka.


"Gawat! " ucap Cao Zhen Xin kemudian melesat menjauh serta membuat gerakan pedang dan mengayunkannya kearah keenam saudara Xie.


Swuuuuuush! Kraaacckkk! Dhuaaaar! Namun sayangnya segel yang mengurung keenam saudara Xie telah hancur, dan serangan Cao Zhen Xin dapat mereka blokir menggunakan selendang mereka.


"Naif sekali anak muda! " ucap Xie Vu kemudian memutar tubuhnya diikuti oleh kelima saudaranya.


Swuuuuuush! Mereka berenam menghilang dan selendang yang melilit ditubuh mereka bersatu melingkari atau mengepung Cao Zhen Xin.


"Selendang kematian! " teriak mereka kompak.


Cao Zhen Xin dengan sigap menghindari serangan cepat selendang yang kini berubah tajam mengarah ketubuhnya. Ia terus menghindar dan menghindar tanpa bisa melawan.

__ADS_1


Swuuuuung! Ia mengaliri pedang emasnya dengan energi Qinya, setelah itu pedang emas berdengung dan kembali terbang mengelilingi Cao Zhen Xin membantu memblokir serangan selendang yang terus mengarah pada tubuh Cao Zhen Xin.


Blaaaaar! Tak tinggal diam melihat pedang emasnya membantu memblokir serangan selendang, ia segera mengerahkan telapak Ilahinya kearah Xie Ling yang membuatnya jatuh dengan derasnya kearah tanah.


"Saudara Ling! " ucap mereka terkejut.


Namun tidak hanya satu telapak Ilahi yang muncul, Cao Zhen Xin kembali melakukannya kearah Xie Wei.


Blaaaaar! Xie Wei terjatuh deras kearah tanah dan membuat bekas telapak tangan pada tanah yang ia tabrak.


###


Tingkatan ranah kultivasi:



Perak (Tingkatan 1-5).


Baja (Tingkatan1-5).


3.Emas (Tingkatan 1-5).


4.Alam (Tingkatan 1-5).


5.Master (Tingkatan 1-5).


6.Langit ( Tingkatan 1-5).


7.Surga (tingkatan 1-5).


8.Dewa (Tingkatan Rendah ,Sedang, Tinggi ).



Diatas kultivasi tersebut sudah dapat dikatakan seorang Dewa atau bawahan para dewa.


Dewa Sejati : tingkatan satu sampai lima.


Dewa Agung : tingkatan satu sampai lima.


Kaisar Dewa : tingkatan satu sampai lima.


Alam Dewa : satu sampai tiga.

__ADS_1


Surgawi :satu sampai tiga.


Kasiar Dewa Puncak : satu sampai lima.


__ADS_2