Lahirnya Penguasa Yin Dan Yang.

Lahirnya Penguasa Yin Dan Yang.
Pencerahan tiga Buddha utama.


__ADS_3

Setelah itu, Cao Zhen Xin melihat semua ukiran tulisan yang masih banyak tersebut. Tiba tiba ia tertarik akan sebuah kata.


"Enam elemen berbeda, Tanah, Air, Api, Angin, Petir,Es. Semua elemen memiliki kelebihan dan kekurangan, mereka bersatu untuk menciptakan kedamaian. "


Swuuuuush! Tiba tiba rohnya terserap kedalam dantiannya sendiri, terlihat tiga elemen yang memiliki warna berbeda mengambang di atas lautan dantiannya.


"Apa maksudnya. " ucap Cao Zhen Xin merasa pusing.


Tiba tiba dari kehampaan muncul tiga lingkaran sebesar kepala, seukuran dari tiga elemen yang ia kuasai. Mereka memiliki warna berbeda.


Swuuuuush! Baaaaaamsss! Elemen yang telah ia miliki, elemen Api yang tak lain Api Ilahi tiba tiba mengeluarkan cahayanya yang berwarna kemerahan dan merasuki tubuh Cao Zhen Xin.


"Arghhhhh! " pekik Cao Zhen Xin tak tahan akan menahan panasnya Api Ilahi, padahal ia kini hanya berwujud roh, namun tanpa diduga kulitnya melepuh seakan akan rohnya adalah tubuhnya sendiri.


Swuuuuuuush! Baaaaaamss! Sekarang giliran bola elemen Es yang mengeluarkan sinarnya dan melesat kearah tubuh Cao Zhen Xin. Tadinya Api Ilahi yang membakar tubuhnya terasa sangat panas, kini berganti dengan hawa dingin ditubuhnya yang membuatnya sangat tersiksa.


"A-apa apaan ini!" teriak Cao Zhen Xin.


Selang beberapa menit darahnya membeku, kesadarannya mulai menghilang, kini giliran bola berwarna keemasan yang mulai bersinar dan menembakan cahanya kearah Cao Zhen Xin.


Traaaaaak! Slaaaash! Baaaaamss! Ternyata bola tersebut melambangkan unsur petir, tadinya darah dan tubuhnya yang membeku tiba tiba berganti dengan daya kejut didalam tubuhnya yang sangat luar biasa. Daya kejut tersebut juga membuat darah yang membeku kembali mengalir seperti biasa.


"Argghh! " ucap pekik Cao Zhen Xin namun tidak sekeras awal, karena yang terus ia rasakan hanyalah siksaan yang belum ia pahami apa penyebabnya.


Kejadian tersebut terjadi terus menerus, dan secara bergantian seakan akan semua elemen yang ada didunia mencoba menguji ketahanan tubuhnya, namun tanpa ia ketahui ternyata keenam elemen tersebut sedang menguji apakah layak Cao Zhen Xin mendapatkan anugrah menjadi seorang penguasa enam elemen yang berbeda.


Tubuh Cao Zhen Xin kini terasa sangat lemas, kesadarannya mulai menghilang sebelum elemen terakhir yang dimilikinya bersinar dan menyembuhkan lukanya.


Swuuuuuungg! Elemen air berwarna kebiruan bersinar memancarkan sinarnya dan sinar tersebut melesat kearah tubuh Cao Zhen Xin. Setelah itu luka dan semua organ yang hancur akibat menerima serangan lima elemen lain yang menguji ketahanan tubuhnya tiba tiba kembali menyatu dan memperkuat semua tulang serta organ dalam milik Cao Zhen Xin.

__ADS_1


Swuuuuush! Swuuuush! Swuuush! Keenam elemen yang melambangkan kekuatan mereka masing masing tiba tiba menyatu, dan kembali berpisah, awal tiga elemen yang telah dimiliki Cao Zhen Xin yang berposisi bersampingan kini menjadi berputar putar dan tiga elemen lainnya ikut berputar diatas lautan dantian Cao Zhen Xin.


Swuuuuush! Roh Cao Zhen Xin yang tidak sadarkan diri tiba tiba terserap kesebuah tempat yang sangat indah, formasi bintang yang dimiliki oleh Cao Lian atau Dewa Bintang kakek Cao Zhen Xin juga terdapat diatas langit.


Tiga sosok yang sangat agung, yang tak lain Tiga Buddha utama menatap Cao Zhen Xin yang mulai terbangun.


"A-aku dimana? " tanya Cao Zhen Xin merasakan tubuhnya lebih ringan.


Tiba tiba matanya tertuju pada tiga sosok Agung yang sangat ia kenali, walaupun baru bertemu, tapi ia sudah mengetahui tiga sosok tersebut.


"Ti-tiga Buddha utama! " ucap Cao Zhen Xin memberikan hormatnya.


"Sancai, Sancai. "


"Zhener bangunlah." timpal Dewi Kwan In.


Cao Zhen Xin mengangguk, setelah itu ia mencoba memanggilnya, namun ia tersadar bahwa pedangnya berada di Cincin ruangnya, dan tentunya wujudnya saat ini hanyalah roh saja.


"Tiga Buddha utama, bukankah saat ini aku hanya sebatas roh saja. " tanya Cao Zhen Xin.


"Benar, tapi pedang tersebut sebenarnya memiliki banyak rahasia, aku tahu kamu belum mengetahuinya, bahkan ayahmu sendiri. " ucap Dewi Kwan In tersenyum.


"Jadi sekarang panggilah pedang emas tersebut. " ucap Dewi Kwan In lagi.


Cao Zhen Xin mengangguk, kemudian ia mencoba memanggilnya, namun setelah beberapa percobaan ia benar benar tidak dapat memanggil pedang emas tersebut. Tak ingin menyerah, ia mencoba kembali dan terus mencoba hingga tiba tiba.


Swuuuuung! Muncul gerbang dimensi berwarna keemasan, setelah itu keluar pedang emas melayang melesat kearah hadapan Cao Zhen Xin, pedang tersebut lalu menghadap kearah tiga Buddha utama.


"Ini..." ucap Cao Zhen Xin terkejut.

__ADS_1


"Ayahmu tentu belum mengetahui rahasia pedang ini, karena pedang ini adalah dirimu sendiri, ketika kamu mati ia akan mati, ketika kamu senang ia akan merasa senang. Tidak semua pedang adalah benda mati yang dimanfaatkan oleh kita, beberapa pedang memiliki kehidupan dan perasaan seperti layaknya seorang manusia. " ucap Dewi Kwan In.


Swuuuuung! Tiba tiba kalung yang selalu menempel ditubuh Cao Zhen Xin melesat dan mengambang dihadapan Dewi Kwan In.


"Kamu tahu manfaat kalung ini? " ucap Dewi Kwan In lembut.


Cao Zhen Xin menggelengkan kepalanya.


"Kamu akan mengetahuinya setelah kamu mengetahui jati dirimu sendiri disebuah tempat yang bahkan para Dewa tidak mengetahuinya, dan tentunya kalung ini akan membantumu mengetahui jati dirimu sendiri. "


Swuuuuush! Kalung tersebut kembali menempel diroh Cao Zhen Xin.


"Sebelum kamu mengetahui jati dirimu sendiri, kami akan memberimu banyak pelajaran tentang luasnya dunia ini, dan tentunya kamu akan mengerti bahwa dunia yang saat ini dipijaki bahkan tempat kelahiranmu Alam Dewa bukanlah alam satu satunya yang ada di dunia ini. " ucap Hao Xiang.


Sontak Cao Zhen Xin terkejut mendengar hal tersebut.


"Ja-jadi alam semesta tidak hanya Benua Rendah, Sedang, Tinggi? Dan Alam Dewa? " ucap Cao Zhen Xin tak bisa menghilangkan rasa terkejutnya.


"Benar! Ada satu alam lagi yang bahkan jika mereka bersatu untuk menguasai seluruh alam semesta Alam Dewa dapat dihancurkan dengan pasukan mereka hanya dalam waktu semalam saja." jawab Hao Xiang.


Cao Zhen Xin terdiam sejenak.


"Maaf tiga Buddha utama, lalu apa hubungan jati diriku dengan alam semesta yang belum aku ketahui? "


"Itu rahasia yang ada didalam dirimu sendiri. Namun tenanglah selama berada di dunia itu kamu akan tahu perbedaan dunia yang kamu singgahi dengan dunia yang akan kamu temui nanti." ucap Hao Xiang.


"Dan kamu berada di dunia Alam Bebas hanya sebentar, karena kamu hanya mencari seseorang saja." timpal Dewi Kwan In.


"Sekarang masalah itu tidak usah kau pikirkan dahulu, kami akan memberikan beberapa pelajaran dan tentunya pelajaran itu akan membuatmu mengenal semua dunia ini. " ucap Hao Xiang.

__ADS_1


__ADS_2