
Li Tao hanya diam, namun rasa takutnya terus bertambah saat tiba tiba Cao Zhen Xin muncul didepannya dan mencengkeram lehernya.
"Aku seseorang yang akan selalu melawan kejahatan apapun yang ada didepan mataku." ucap Cao Zhen Xin memperkuat cengkeraman tangannya.
Dhuuaaaar! Daya kejut sengatan petir yang merambat ke tangannya akhirnya meledakan tubuh Li Tao. Swuuuush! Cao Zhen Xin melesat kearah cincin ruang milik Li Tao dan tentunya memasuki formasi ilusi yang telah ia buat.
"Tu-tuan muda..." ucap para tahanan hormat.
Cao Zhen Xin menaikan alisnya.
"Siapa kalian ini? " tanya Cao Zhen Xin walaupun ia mengetshui didepannya ternyata pasukan Langit milik biksu Wangyan, sambil menghancurkan jeruji besi yang mengekang mereka.
Kraaackk!
"Tuan muda kami pasukan langit yang diutus untuk mencari tuan muda..." ucap mereka hormat.
"Tapi bagaimana kalian bisa sampai tertangkap? " tanya Cao Zhen Xin sambil menggelengkan kepalanya.
Mereka semua bercerita panjang lebar. Cao Zhen Xin hanya menanggapi dengan anggukan kepala, karena tak mungkin mereka akan berada ditempat itu terus, karena bagaimanapun formasi ilusi akan bisa diketahui setelah seseorang memasuki formasi tersebut.
"Sekarang bantu aku membersihkan sisa kekacauan yang terjadi... Setelah itu kita akan mencari tempat persembunyian yang aman." ucap Cao Zhen Xin.
"Baik tuan muda..." ucap sepuluh pria pasukan Langit milik biksu Wangyan tersebut kompak.
Sepuluh menit membereskan semua kekacuan dan membakar mayat kaum Asura menggunakan Api Ilahi milik Cao Zhen Xin, mereka bersebelas akhirnya melesat pada malam itu kearah timur untuk mencari persembunyian.
Swuuuush! Swuuuush! Mereka terus berkelebat hingga tiba tiba mereka menghentikan langkah mereka tepat didepan air terjun yang sangat deras.
"Tunggu! " ucap Cao Zhen Xin yang melihat salah satu diantara rombongannya ingin melanjutkan perjalanannya.
"Ada apa tuan muda..." tanya salah satunya.
"Aku merasakan air terjun ini bukanlah sembarang air terjun.. Karena itu aku ingin segera mengeceknya." ucap Cao Zhen Xin kemudian memasangkan segel ilusi disekitar tempat air terjun tersebut.
Swuuuuung! Perisai transparan yang tak lain perisai ilusi membaluti area tersebut. Setelah itu, Cao Zhen Xin menatap sepuluh utusan milik biksu Wangyan dengan hangat.
"Kalian akan mengikutiku dari belakang... Ingatlah untuk tetap berhati hati.." ucap Cao Zhen Xin.
__ADS_1
"Baik..." ucap mereka semua hormat.
Swuuuush! Cao Zhen Xin melesat memasuki air terjun tersebut, dan seketika sepuluh pria utusan biksu Wangyan tersesebut saling pandang, dan akhirnya mereka ikut memasuki air terjun tersebut.
Swuuuush! Kekuatan jiwa Cao Zhen Xin langsung menyebar kedalam lorong goa menyelusuri goa yang ternyata dalam tersebut.
"Hewan Iblis? " ucap Cao Zhen Xin terkejut.
"Hewan Iblis? " ucap kesepuluh pria tersebut yang juga heran.
"Sepertinya mereka menjaga sesuatu yang berharga... Tetap waspada! " ucap Cao Zhen Xin tiba tiba merasakan adanya serangan dari dalam lorong goa.
Dhuuaaaar! Ledakan yang terdengar memekikan telinga terdengar, dengan munculnya lima Hewan Iblis berbentuk kaki seribu, serta kala jengking.
"Manusia Asura!" ucap salah satu Kala jengking.
Sontak kesepuluh pria yang melihat dan mendengar sosok Kalajengking dapat berbicara membuat mereka bergidik ngeri, namun tidak dengan Cao Zhen Xin yang ternyata telah merasakan aura yang sangat berbeda didalam ujung lorong tersebut.
Swuuuush! Dhuuuaaar! Cao Zhen Xin bukannya kabur malah melesat kearah kelima hewan Iblis tersebut sambil melancarkan tapak Ilahinya.
Ssssssttt! Ssssssst! Desisan Kalajengking yang menyeimbangkan tubuhnya. Swuuuuuuush! Slaaaash! Dhuuaaar! Kaki seribu yang tak terima rekannya terluka kemudian melepaskan cairan hijau kearah Cao Zhen Xin, namun sayangnya Cao Zhen Xin yang sigap mampu menghindari serangan tersebut yang kini hanya membentur dinding goa.
"Ingin mati? " tanya dingin Cao Zhen Xin mengeluarkan Api Ilahi kearah kedua tangannya.
"Penguasa elemen api! " ucap para Hewan Iblis terkejut.
"Terlambat! " balas Cao Zhen Xin memutarkan tubuhnya.
Setelah itu Cao Zhen Xin yang telah mengendalikan api ilahi dari telapak Ilahinya kemudian mengarahkan kedua telapak tangannya kearah kaki seribu tersebut.
"Mati! "
Swooooosh! Api yang sangat panas keluar dan menyembur kearah kaki seribu tersebut. Kaki Seribu yang ingin menghindari serangan api yang sangat cepat itu ternyata tidak mampu menghindarinya, sehingga tubuhnya yang berukuran dua meter itu terbakar.
"Akkhhh! Panas! " teriak Kaki Seribu menggeliat liat.
Kalajengking, dan tiga kaki seribu lainnya tak tinggal diam, kini mereka bergerak melesat kearah Cao Zhen Xin dan berusaha untuk melukai Cao Zhen Xin yang kini tiba tiba menghilang serta muncul tepat dibelakang mereka bertiga.
__ADS_1
"Kalian juga ingin merasakannya? " tanya Cao Zhen Xin melepaskan Api Ilahinya kearah ketiga Hewan Iblis tersebut.
"Akkhhhh! " Pekik mereka semua tubuhnya yang keras tidak mampu menahan panasnya Api Ilahi.
Sekian detik selanjutnya, Api Ilahi akhirnya membakar tubuh kelima Hewan Iblis tersebut.
Swuuuung! Setelah tubuh kelima Hewan Iblis menjadi abu, Cao Zhen Xin memunguti lima' mutiara jiwa milik Hewan Iblis tersebut dan memberikannya pada salah satu utusan biksu Wangyan.
"Simpan ini... " ucap Cao Zhen Xin kemudian menatap kearah lebih dalam lorong tersebut.
"Saat ini kita istirahat dulu... Aku rasa lorong ini menuju ketempat dunia Kecil tersembunyi, yang mungkin menyimpan harta berharga, jadi kalian pulihkan kondisi kalian." ucap Cao Zhen Xin mengeluarkan cairan hijau dari dalam cincin ruang milik Guan Yu.
Setelah memberikannya, Cao Zhen Xin menjelaskan fungsi cairan tersebut. Melihat semuanya tak ada yang ragu dan memulai meminum cairan tersebt, Cao Zhen Xin segera duduk bersila menyerap energi Mutiara Naga milik Shang Long dengan cara berhati hati.
Pagi harinya, Cao Zhen Xin membuka matanya menatap kesepuluh utusan biksu Wangyan dengan hangat.
"Mari..." ucap Cao Zhen Xin memimpin perjalanan.
Kesepuluh pria tersebut mengangguk, rasa kekaguman mereka saat melihat Cao Zhen Xin bertarung terus tumbuh, tak hanya itu saja rasa hormat mereka kini bertambah semakin menjadi jadi. Mereka berjalan hingga hampir sampai tepat diujung lorong yang gelap, tiba tiba Cao Zhen Xin menghentikan langkahnya..
"Waspada! " ucap Cao Zhen Xin.
"Baik tuan muda..." ucap mereka kompak.
Swuuuuush! Swuuuuush! Benar saja tiba tiba dari kehampaan muncul satu sosok tubuh manusia dengan wujud kepala kera.
"Manusia Langit! Berani beraninya kamu ingin memasuki Dunia Kecil Dewa Kekacauan! " teriak kera tersebut murka.
"Dewa Kekacauan? " ucap dalam hati Cao Zhen Xin bertambah penasaran.
"Mati! " ucap Kera tersebut kemudian mengedarkan ranah Kultivasinya ditingkat Kaisar Dewa tingkat lima melancarkan tinjunya kearah Cao Zhen Xin.
"Tuan muda awas! " teriak kompak kesepuluh pria utusan biksu Wangyan.
"Naif! " balas Cao Zhen Xin kemudian ikut mengayunkan tinjunya menabrakkan tinju miliknya dengan tinju kera tersebut.
Dhuuuuaaar!
__ADS_1