
Tak terasa mentari terbit, dan She Luan terbangun dari tidurnya. Melihat Cao Zhen Xin masih tertidur pulas, ia tak berani membangunkannya. Namun saat akan berdiri, tiba tiba lengan She Luan ditahan oleh Cao Zhen Xin.
"Gege..." ucap She Luan terhenti seketika saat tiba tiba wajah Cao Zhen Xin mendekat kearah wajahnya dan langsung mencium bibirnya.
Wajah She Luan memerah entah apa yang ia rasakan, yang pasti ia merasa malu walaupun yang menciumnya orang yang ia sayangi.
"Luaner aku..." ucap Cao Zhen Xin terkejut tanpa sadar ia berani mencium She Luan.
Mereka terdiam beberapa detik, hingga kini mereka berdua mulai salah tingkah. Namun hal tersebut tak terjadi lama, karena tiba tiba ketukan pintu terdengar.
Tok! Tok! Tok!
"Zhen, nona Yin apa kalian sudah bangun? " ucap Fao Sheng dari depan rumah.
Keduanya seketika melupakan hal yang tidak disengaja tersebut.
"Ahh senior tunggu kami akan segera keluar! " ucap Cao Zhen Xin sedikit keras.
Pintu terbuka, terlihat wajah Fao Sheng sangat khawatir dan sedikit pucat.
"Senior apa ada masalah? " tanya Cao Zhen Xin heran.
"Mari kita bicarakan didalam. " ucap Fao Sheng serius.
Cao Zhen Xin yang penasaran segera memasuki ruang tamu, diikuti oleh She Luan dan juga Fao Sheng.
"Senior ceritakanlah. " ucap Cao Zhen Xin.
"Begini, aku mendapat kabar dari temanku yang ada disalah satu sekte besar aliran putih, mereka memberi tahukanku dua aliran putih terbesar diBenua ini tiba tiba berubah total, mereka seketika menjadi kejam dan juga merubah aliran mereka secara terbuka. " ucap Fao Sheng menatap Cao Zhen Xin serius.
"Lalu apa yang membuat senior begitu cemas? " tanya Cao Zhen Xin heran, karena menurutnya hal seperti itu bisa saja terjadi.
Fao Sheng menggelengkan pelan kepalanya.
"Tentu ini hal yang buruk, karena artinya aliran hitam mendapatkan dua kekuatan besar secara cuma cuma, dan tentunya mereka akan menjalankan misi yang pernah gagal waktu puluhan tahun yang lalu." ucap Fao Sheng menjelaskan semuanya.
Cao Zhen Xin dan She Luan terus mendengarkan cerita Fao Sheng dengan baik.
"Apaa! Sekte Naga Langit merubah nama serta alirannya! " ucap terkejut setengah mati Cao Zhen Xin.
Melihat keterkejutan yang berlebihan, membuat She Luan dan Fao Sheng heran.
__ADS_1
"Sepertinya kamu sangat shock mendengar hal itu, apakah karena memiliki teman yang berada disekte itu? " tanya Fao Sheng.
"Mungkin bisa dikatakan seperti itu, namun sepertinya aku harus menyelidikinya. " ucap Cao Zhen Xin serius.
Ia menduga perubahan nama dan sekte milik Ding Yin bukanlah secara kebetulan, atau memang disengaja karena adanya kejanggalan.
"Terimakasih atas infonya senior." ucap Cao Zhen Xin menangkupkan tinjunya.
She Luan hanya diam tidak mengerti arah pembicaraan mereka, namun tidak dengan Fao Sheng yang memahaminya.
"Senior aku ingin menanyakan letak sekte Cahaya Suci, apakah senior mengetahuinya? " tanya Cao Zhen Xin.
Fao Sheng menatap lekat Cao Zhen Xin .
"Aku mengetahuinya, tapi apa tujuanmu kesana? " tanya Fao Sheng.
"Biksu Wangyan memintaku untuk mendatangi sektenya, karena itu aku harus kesana, karena mungkin undangannya secara tiba tiba bukan sebuah kebetulan. " jawab Cao Zhen Xin serius.
Fao Sheng mengangguk dan kemudian memberikan arah lokasi sekte Cahaya Suci.
"Jadi aku masih memerlukan waktu sekitar tujuh hari? " tanya Cao Zhen Xin serius.
"Benar jika hanya menggunakan ilmu meringankan tubuh, tapi jika menggunakan gerbang teleportasi mungkin hari ini kamu akan sampai disekte tersebut. " ucap Fao Sheng .
Fao Sheng menaikan alisnya melihat Cao Zhen Xin terdiam.
"Zhen tenang saja aku dapat mengantarkanmu." ucap Fao Sheng serius.
Seketika raut wajah Cao Zhen Xin berubah menjadi senang.
"Benarkah? " Cao Zhen Xin mencoba meyakinkan ucapan Fao Sheng.
Fao Sheng mengangguk, setelah itu ia mengirim pesan pada ayahnya untuk segera datang menemuinya dikediamannya sendiri. Selang beberapa menit menunggu, akhirnya Fao Li tiba dan Fao Sheng mewakili Cao Zhen Xin meminta izin menggunakan gerbang teleport yang bisa membawa mereka keliling di Benua Tinggi tersebut.
"Ayah Zhen ingin pergi kesekte Cahaya Suci, namun ia terburu buru, jadi apakah..." ucap Fao Sheng terpotong.
"Tentu ayah izinkan. " ucap Fao Li.
Mereka berempat akhirnya menuju kamar Fao Li yang tersembunyi. Sesampainya, terlihat gerbang teleportasi berwarna hitam, artefak tersebut berada ditingkat tinggi.
"Zhen jika perlu bantuan kami, maka pecahkan batu giok ini. " ucap Fao Sheng memberikan batu giok berwarna hijau.
__ADS_1
Cao Zhen Xin menerimanya dengan senang hati, setelah menyimpan kedalam Cincin ruang, ia dan She Luan berpamitan untuk segera melanjutkan perjalanannya.
Swuuuuung! Segel aneh dibuat oleh Fao Li, setelah itu segel tersebut menempel pada gerbang teleportasi tersebut.
Cao Zhen Xin dan She Luan saling berpandangan sejenak.
"Senior kami pamit. " ucap Cao Zhen Xin.
"Baiklah kalian berdua harus berhati hati, ingat jika ada masalah kalian dapat meminta bantuan pada kami. " ucap Fao Li.
Cao Zhen Xin mengangguk, setelah itu mereka berdua memasuki portal dimensi yang menuju kearah sekte Cahaya Suci. Swuuuuush! Tubuh mereka lenyap terhisap kedalam portal dimensi.
Swuuuuung! Diatas langit sekte Cahaya Suci, gerbang teleportasi muncul tak berselang lama, sepasang kekasih muncul sambil melihat sekitarnya.
Swuuuush! Swuuuush! Muncul ratusan pria botak sambil menggenggam pedang yang mata pedangnya tumpul.
"Senior maaf jika kedatangan kami membuat kalian curiga, jika boleh tau apakah ini sekte Cahaya Suci? " tanya Cao Zhen Xin.
Mereka saling berpandangan, seolah olah mereka sedang membicarakan hal tersebut secara matang.
Swuuuush! Tak berselang lama, sosok yang memiliki aura sedikit agung muncul, dia bernama Biksu Qing Long.
"Tetua! " ucap mereka hormat.
"Amithaba, biarkan pemuda ini masuk kedalam sekte. " ucap Qing Long.
"Baik tetua. " jawab kompak setelah itu mereka mengantar Cao Zhen Xin kedalam sekte tersebut.
Sesampainya Cao Zhen Xin terpana dengan keadaan sekte yang bersih, terawat dan banyaknya generasi biksu muda yang sedang berlatih tanding.
"Tuan muda, maaf atas kesalah pahaman tadi, jika boleh tau ada keperluan apa anda datang ketempat ini? " tanya salah satu murid ramah.
Cao Zhen Xin kemudian mengeluarkan plat undangan yang diberikan oleh biksu Wangyan.
"Ini..." ucap mereka tubuhnya bergetar.
"Tu-tuan muda ka-kamu sungguh minta maaf atas kelancangan..." ucap mereka terpotong.
"Senior bagiku waspada terhadap orang baru itu perlu, karena itu senior tak perlu meminta maaf seperti itu. " ucap Cao Zhen Xin sambil menggelengkan kepalanya.
Swuuuush! Tiba tiba biksu Wangyan muncul dihadapan mereka semua.
__ADS_1
"Guru besar! " ucap semuanya hormat.
"Senior! " ucap Cao Zhen Xin dan She Luan juga memberikan hormatnya.